Chapter: BAB 14 PRIA ANEHKeesokan harinya Dara sudah bersiap dengan baju kemeja yang rapi dengan rok formal, rambut panjangnya diikat dengan sempurna memperlihatkan leher jenjangnya. Dia sengaja bangun pagi-pagi sekali agar Vincent melihatnya. Dara memutar otak bagaimana caranya ia keluar dari sini dan pergi ke perusahaan ayahnya. Setelah itu ia akan menemui Claudya dan terakhir menemui keluarganya, terutama ayahnya yang sedang sakit.Dara keluar kamar, mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Vincent tidak ada di mana-mana. Syukurlah."Pagi, Nyonya," ucap salah satu ART yang kini sudah menyiapkan sarapan pagi di atas meja."Pagi, Mbak Uut," ucap Dara. "Kemana Pak Vincent?" tanya Dara lagi.Mbak Uut berkata, "Oh, Bapak tadi pagi-pagi sekali sudah pergi, Bu."Dara mengerutkan kening, "Pergi kemana? Tumben banget.""Ke kantor barunya katanya." Jawab Mbak Uut singkat.Deg. Dara harus secepatnya pergi ke sana menyusul Vincent!Dara menyusul Vincent dengan mengendarai mobil sedan merah milik Vincent. Sepertinya in
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: BAB 13 BUTUH WAKTUDara masih menatap sertifikat di tangannya, lalu kembali melayangkan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal di hatinya. "Vincent, kenapa kamu sangat royal padaku? Ini benar-benar tidak masuk akal."Dengan gerakan cepat dan cenderung arogan, Vincent menarik tubuh Dara hingga wanita itu mendekat ke dekapannya. Tatapan matanya yang tajam mengunci pandangan Dara dari jarak yang sangat dekat."Karena aku keturunan Rusia," ucap Vincent santai, suaranya terdengar datar namun penuh percaya diri. "Pria Rusia senang memanjakan wanita dengan harta, seperti berlian atau emas, apalagi rumah seperti ini. Jadi, terima saja."Dara sedikit tak nyaman, ia berusaha melepaskan diri dari dekapan Vincent. "Tapi aku bukan wanita gila harta seperti itu, Vincent!""Lalu kamu mau apa, Dara?" tanya Vincent balik."Aku mau kerja lagi!" tegas Dara.Vincent terkekeh pelan, nada bicaranya berubah menjadi sedikit meremehkan. "Kerja? Di mana? Di perusahaan milik ayahmu itu? Perusahaan yang besok secara resmi akan menja
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: BAB 12 PINDAH RUMAHBRAAAKK!Pintu utama apartemen terdobrak keras hingga terlempar terbuka. Sebelum siapa pun sempat bereaksi, DOORR! DOORR! Suara dentuman tembakan terdengar nyaring dari arah luar pintu, menghantam kaca jendela besar di ruang tamu hingga pecah berkeping-keping. Serpihan kaca tebal berhamburan memenuhi lantai, diiringi hembusan angin malam yang menerobos masuk secara mendadak.Vincent secara refleks mendekap Dara erat-erat dan membawa tubuh wanita itu merunduk ke lantai, melindungi kepalanya dari reruntuhan kaca dan potensi peluru nyasar. Dara menjerit pelan, membenamkan wajahnya di dada Vincent sambil memejamkan mata rapat-rapat.Suasana ruang tamu seketika berubah kacau. Pria bertopeng beserta beberapa pengawalnya panik melihat serangan mendadak tersebut. Tanpa berpikir panjang, pria bertopeng itu langsung mengantongi amplop cokelat tebal."Cepat bergerak! Lewat sini!" perintah pria bertopeng itu dengan suara panik.Satu per satu dari mereka melompat keluar dari bingkai jendela besar y
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: BAB 11 PRIA MISTERIUSDara, Vincent, dan Dimas masih berada di rumah mendiang ayah Vincent. Rumah besar itu memang sudah sepi dan tidak ditinggali lagi, tetapi semua aset penting perusahaan disimpan di sana dengan penjagaan ketat. Di sekeliling kediaman ini, ada puluhan pengawal terlatih yang berjaga dua puluh empat jam. Namun, entah mengapa mereka semua bisa sampai lengah.Rasa amarah yang meluap membuat Vincent langsung memerintahkan Dimas untuk mengumpulkan seluruh pengawal di halaman dalam rumah. Dara memilih menunggu di tepi koridor, menyaksikan dari kejauhan bagaimana suasana di sana berubah sangat mencekam.Vincent berdiri tegak di hadapan barisan puluhan pria berbadan tegap yang menundukkan kepala. Tatapan matanya tajam dan menyapu setiap wajah di depannya satu per satu."Siapa di antara kalian yang berani main di belakangku?" tanya Vincent dengan suara berat dan dingin. "Jawab! Kalau sampai aku tahu siapa orangnya, orang itu akan aku habisi!"Suasana halaman menjadi hening. Tidak ada satu pun peng
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: BAB 10 SURATNYA HILANG!"Perusahaanmu yang kini sedang di ujung tanduk," sambung Reva melipat tangan di dada, menghapus sisa keheningan di kamar itu.Vincent tidak bergeming. Tatapannya semakin tajam, menyiratkan kemarahan yang tertahan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia melangkah maju, mencengkeram lengan Reva dengan kuat, lalu menarik wanita itu keluar dari kamar utama. Reva sempat mengamuk dan berteriak memanggil nama Vincent, tetapi Vincent mengabaikannya sama sekali. Ia menyeret Reva setelah itu, membuka pintu utama apartemen, dan mendorong wanita itu keluar tanpa keraguan sedikit pun."Jangan pernah menginjakkan kaki di sini lagi," ucap Vincent dingin sebelum mengunci pintu rapat-rapat dari dalam, lalu ia mengubah password di pintunya.“Dia tahu darimana password apartemen ini? Padahal aku tidak pernah memberitahunya.” Gumam Vincent sambil menyipitkan matanya.Suara teriakan Reva yang memukul pintu dari luar perlahan memudar seiring berlalunya waktu. Vincent kembali ke kamar dengan napas sedikit me
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: BAB 9 SIAPA WANITA ITU?Vincent tidak mau tahu siapa yang ada di depan pintu apartemennya itu, ia lebih mementingkan Dara sekarang.Dara memalingkan wajah, mengusap kasar pergelangan tangannya yang memerah dan mulai memar. Vincent terdiam sejenak. Ada sedikit penyesalan yang melintas di matanya saat melihat luka memar itu, tetapi ia gengsi untuk mengucapkan kata ‘maaf’ pada Dara.Ia menghela napas berat, mencoba meredam emosinya yang sempat memuncak. "Masuk ke kamar, akan aku kompres," ucap Vincent dengan nada yang melunak walau tetap terdengar datar. "Besok kamu harus ikut aku ke makan malam perusahaan. Aku tidak mau orang melihat luka itu."Tanpa membalas, Dara melangkah masuk ke dalam kamar. Vincent melangkah masuk mengekor di belakang Dara, lalu menutup pintu kamar hingga menyisakan hening yang canggung. Ia berjalan mendekat membawa wadah kecil berisi es batu dan kain kasa, berniat mengompres pergelangan tangan Dara yang memerah."Duduk di sini," ucap Vincent singkat sambil menunjuk tepi tempat tidur.Da
Last Updated: 2026-09-30