Sentuhan Kedua yang Mematikan

Sentuhan Kedua yang Mematikan

last updateLast Updated : 2026-09-30
By:  Grei GrawUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
11Chapters
27views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Lima tahun lalu, Dara terpaksa pergi meninggalkan Vincent demi melindunginya, menanamkan rasa dendam mendalam di hati pria itu. Saat keluarganya berada di ambang kehancuran, takdir mempertemukan mereka kembali. Vincent Pranata kini bukan lagi pria yang hangat, melainkan pria berkuasa yang sangat dingin dan kejam. Demi membalas rasa sakit hatinya, Vincent menjerat Dara dalam kontrak pernikahan penuh intimidasi serta gairah terselubung. Di tengah rahasia kelam yang terkuak dan api cemburu yang membakar, Dara terperangkap di antara kebencian dan hasrat membara. Saat sentuhan dendam berubah menjadi gairah yang membakar, akankah pernikahan ini menjadi akhir dari kewarasan mereka—atau satu-satunya cara menyelamatkan hati yang telah mati?

View More

Chapter 1

BAB 1 TAMU TAK DIUNDANG

Suara dering telepon kantor yang berisik terdengar seperti alarm kematian bagi Dara. Di atas meja kerjanya yang berantakan, tumpukan berkas penagihan utang berserakan bersama cangkir kopi yang sudah dingin sejak tiga jam lalu. Perusahaan logistik warisan ayahnya kini berada di ujung tanduk, hanya tinggal menghitung jam sebelum dinyatakan pailit dan disita oleh pihak bank.

Dara mengusap wajahnya yang lelah. Kulit langsatnya tampak kontras dengan bayangan gelap di bawah matanya akibat semalaman tidak tidur. Di tengah keputusasaannya, pintu ruang kerjanya tiba-tiba terbuka tanpa diketuk.

Asisten pribadinya, Tiwi, masuk dengan napas yang terengah-engah dan wajah pucat. "Mbak Dara... gawat. Investor utama kita tiba-tiba menarik seluruh dananya hari ini. Dan... dan orang itu... dia sudah ada di ruang rapat utama."

Jantung Dara seolah berhenti berdetak. "Siapa? Siapa yang berani mengambil alih sisa aset kita?"

"Dia..." Tiwi menelan ludah dengan susah payah. "Dia bilang namanya Vincent Pranata. CEO Pranata Corporation."

Nama itu menghantam kepala Dara. Vincent. Darahnya mendadak membeku, sementara telinganya berdenging hebat. Rasanya ia memilih ingin pingsan saja sekarang.

Lima tahun lalu, nama itu adalah segalanya baginya. Vincent Pranata…Ya! Dia pria berdarah campuran Rusia-Indonesia dengan tinggi badan menjulang dan wajah tampan adalah kekasih yang ia tinggalkan begitu saja tanpa penjelasan. Pria yang ia hancurkan hatinya demi menyelamatkan nyawa pria itu dari ancaman musuh keluarganya sendiri. Dara mengira ia tidak akan pernah melihat wajah itu lagi seumur hidupnya.

Tanpa memedulikan penampilannya yang berantakan, Dara berlari menaiki tangga menuju lantai atas. Langkah kakinya terhenti di depan pintu kaca ruang rapat utama yang tertutup rapat. Dengan tangan gemetar, ia mendorong pintu itu terbuka.

Udara di dalam ruangan terasa jauh lebih dingin. Di ujung meja rapat yang panjang, seorang pria berjas hitam dengan kemeja putih terbuka di bagian atas—memperlihatkan leher jenjang dan dada bidang berotot yang tercetak jelas di balik kain—sedang berdiri membelakanginya, memandangi pemandangan kota dari balik dinding kaca. Kulitnya putih bersih, kontras sempurna dengan rambut hitam pendeknya yang dipotong rapi bergaya undercut, memancarkan aura bahaya yang mematikan.

"Aku tidak menyangka kamu akan datang secepat ini, Dara," suara bariton yang dingin dan rendah itu mengalun, membuat bulu kuduk Dara meremang seketika.

Vincent berbalik perlahan. Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seringai sinis yang sama sekali tidak mencapai matanya. Tatapan tajam dari iris mata kelam itu menghujam langsung ke jantung Dara.

Dara mengepalkan tangan erat-erat, berusaha menahan lututnya yang lemas. "Jadi... kamulah dalang di balik kehancuran perusahaanku? Kamu sengaja?"

Vincent tidak langsung menjawab. Ia melangkah maju, bergerak dengan keanggunan seorang predator yang mendekati mangsanya. Tinggi badannya yang menjulang membuat Dara harus mendongak saat pria itu kini berdiri tepat di hadapannya, mengurungnya dalam jarak yang sangat berbahaya. Aroma parfum maskulin yang bercampur dengan bau hujan dari luar jendela langsung menyerang indra penciuman Dara.

"Kehancuran?" Vincent berbisik tepat di telinganya, jemari dingin pria itu tiba-tiba mencengkeram dagu Dara dengan kuat, memaksanya menatap iris matanya yang menghanyutkan namun mematikan. "Aku tidak sedang menghancurkanmu, Dara. Aku hanya sedang memungut kembali apa yang dulu menjadi milikku."

Dara mendesis tertahan, merasakan sengatan panas dari sentuhan itu di kulitnya. "Lepaskan, Vincent! Kita sudah selesai sejak lima tahun lalu!"

Vincent tertawa pelan, suara tawa yang terdengar mengerikan di telinga Dara. Pria itu menurunkan tangannya perlahan, lalu merapikan kerah baju Dara dengan gerakan posesif yang membuat Dara merasa terperangkap.

"Selesai?" Vincent menatap tepat ke dalam mata Dara, seringainya semakin lebar. "Kau pikir aku membiarkanmu pergi selama lima tahun hanya untuk melupakanmu? Sayang sekali, Dara... permainan baru saja dimulai."

Vincent membalikkan tubuhnya, mengambil sebuah map hitam dari atas meja, lalu melemparkannya tepat di hadapan Dara.

"Tanda tangani kontrak ini," ujar Vincent tanpa menoleh, suaranya datar namun mutlak. "Menikahlah denganku selama satu tahun ke depan, dan aku akan melunasi seluruh utang perusahaan ayahmu. Jika kamu berani menolak, besok pagi kamu akan melihat keluargamu tidur di jalanan dan jadi gembel."

Dara terpaku. Napasnya tercekat. Ia menatap lembaran kontrak di depannya, lalu mendongak menatap punggung tegap pria itu.

Namun, sebelum Dara sempat membuka suara untuk menolak atau menerima, Vincent berbalik sekali lagi. Seringai di wajahnya menghilang, digantikan oleh sebuah ekspresi dingin yang membuat darah Dara mengental.

"Oh, satu hal lagi..." Vincent membungkuk, mendekatkan wajahnya hingga bibirnya hampir menyentuh telinga Dara. Bisikan selanjutnya meluncur pelan, namun sukses membuat seluruh dunia Dara runtuh seketika.

"Jangan pernah mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada ayahmu malam itu, sebelum kamu meninggalkanku lima tahun lalu... kecuali kamu ingin kubunuh dengan tanganku sendiri."

---

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status