author-banner
Davian
Davian
Author

Romans de Davian

Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

"Tu-tuan… ini masih pagi," bisik Indira pelan, tubuhnya menegang saat merasakan pelukan Bara dari belakang. Jantungnya berdegup cepat, ia tahu apa yang diinginkan majikannya itu. "Kenapa kalau masih pagi?" Bara menunduk, suaranya berat di telinganya. "Aku merindukanmu, Indira." Kehidupan Indira yang sulit memaksanya menerima keadaan—menjadi pelayan sekaligus tempat pelarian Bara dari kesepiannya. Bella, istri Bara, terlalu sibuk dengan dunia dan ambisinya sendiri, hingga tak lagi memperhatikan suaminya. Namun, sampai kapan hubungan terlarang ini akan bertahan? Bagaimana jika Bella akhirnya mengetahui rahasia besar yang mereka sembunyikan? (MATURE 21+)
Lire
Chapter: Bab 200. Calon Mantu Saya!
Mendengar kalimat Hendri, Safira seperti tersambar petir di siang bolong. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Nafasnya memburu, antara marah dan takut."Kamu gila, Hendri! Aku sekarang istri orang! Lagi hamil pula! Kamu nggak punya perasaan apa?!" desis Safira, berusaha sekeras mungkin menjaga volume suaranya agar tak terdengar siapapun.Terutama Sherry dan Reina yang setahunya sedang tidur. Tawa Hendri kembali terdengar, panjang dan menyebalkan. "Perasaan? Sayang, dulu saat kamu meninggalkan aku demi Dewa, apa kamu pakai perasaan? Kamu tinggalin aku dan anak kita, Sherry, demi mengejar pria lain. Sekarang jangan sok suci di hadapanku."Safira menggigit bibirnya. Setiap kata Hendri adalah tusukan pisau tepat di ulu hatinya. Kenangan masa lalu yang pahit itu kembali terkuak. Ya, ia memang pergi meninggalkan Hendri karena tak tahan dengan sikap kasar mantan suaminya itu. Tapi ia membawa Sherry serta. Ia tidak meninggalkan anaknya."Tapi sekarang aku bawa
Dernière mise à jour: 2026-02-27
Chapter: Bab 199. Menghangatkanku
Malam di rumah Safira dan Dewa terasa lebih dingin dari biasanya. Udara tidak bersahabat, atau mungkin hanya perasaan Dewa saja yang membeku sejak ia melangkahkan kaki masuk ke rumahnya sendiri.Vas bunga itu meleset. Pecahan kaca berserakan di dekat kaki Dewa, berkilauan terkena lampu ruang tamu. Safira berdiri di hadapannya dengan dada naik turun, matanya memerah, tangannya masih gemetar. Suasana menjadi panas mendadak. Bukan dingin lagi."Ngaku! Kamu selingkuh sama dia itu, kan?! Indira!" suara Safira melengking, memecah keheningan malam.Dewa menghela napas panjang. Lelah. Bukan hanya lelah fisik karena semalam suntuk menemani ibunya di rumah sakit, tapi lelah hati. Ia meletakkan kunci mobilnya di meja, lalu duduk di sofa tanpa menggubris amukan istrinya."Aku ngomong sama kamu, Dewa!"Dewa membuka dasi yang masih melingkar di lehernya. "Safira, aku capek. Jangan bikin ribut.""Jangan bikin ribut?!" Safira tertawa miris. "Suamiku ketahuan ngobrol mesra sama mantan tunangannya di r
Dernière mise à jour: 2026-02-27
Chapter: Bab 198. Bukan Anak Haram
Nathan duduk di samping, diam. Ia menatap Bara yang ikut duduk di lantai kamar."Pa... Nathan bukan anak haram, kan?" tanyanya lagi. Kali ini nadanya lebih lirih.Bara menarik napas dalam. Ia mendekat, duduk di depan Nathan, lalu menatap mata bocah itu dengan serius. "Denger ya, Nak. Kamu itu anak Papa. Papa sayang banget sama kamu. Kamu dan Nala itu anak Papa dan Mama. Titik."Nathan mengangguk pelan. Tapi matanya masih menyimpan tanda tanya. Luka itu sudah terlanjur menggores.***Malam semakin larut. Indira akhirnya bisa menidurkan kedua anaknya setelah membacakan dua dongeng dan menyanyikan satu lagu. Bara menunggu di ruang tamu, duduk diam dengan segelas air putih yang sudah habis sejak setengah jam lalu."Udah tidur?" tanyanya saat Indira turun."Udah," jawab Indira lemas. Ia duduk di sofa, memejamkan mata. "Makasih, Mas. Udah bantuin tadi.""Bukan Masalah. Nathan Nala kan anakku juga.""Kalau gitu aku pulang dulu ya. Kalau ada apa-apa, kabarin aku," kata Bara kemudian pamit. Ha
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 197. Emosi
Tubuh Nathan menegang. Bocah kecil itu menatap Bira dengan sorot mata yang tidak biasa, bukan sekadar marah, tapi ada luka yang menganga di sana. Nala merapat ke samping kakak kembarnya, tangannya meraih lengan Nathan dengan erat."Ka-kakak... aku takut..." bisik Nala, matanya mulai berkaca-kaca meski ia belum sepenuhnya mengerti apa arti kata itu. "Suster Bira jadi jahat."Bira tersentak. Ia sendiri kaget dengan kata-kata yang baru saja meluncur dari mulutnya. Tapi ego dan kekesalannya sudah terlanjur memuncak. Selama ini ia merasa direndahkan, dianggap hanya sebagai pembantu, sementara Indira, wanita yang menurutnya hanya 'bekas istri orang kaya raya', hidup dengan segala kemewahan dan perhatian dari Bara."Kalian pikir kalian siapa? Sok tahu, sok mandiri. Suster ini capek ngurusin kalian dari pagi, tapi kalian gak pernah dengerin omongan suster!" Bira membentak, melampiaskan kekesalannya pada dua anak kecil di depannya.Nathan mengepalkan tangannya. Dadanya naik turun. "Kami bukan
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 196. Permintaan Mayang
Ruang rawat ICU terasa lebih hangat dari biasanya. Mesin monitor masih berbunyi pelan, selang infus tergantung di sisi tempat tidur, dan aroma obat-obatan menguar memenuhi udara. Namun bagi Bara, semua itu tak lagi menakutkan saat ia melihat sepasang mata yang sangat ia kenal perlahan menatap ke arahnya.“Mama…” suara Bara bergetar.Mayang tersenyum lemah. Wajahnya pucat, pipinya sedikit tirus, namun sorot matanya hidup. Indira berdiri di samping Bara, menahan haru yang mendadak menyeruak.“Bara…” bisik Mayang lirih.Tanpa menunggu lagi, Bara mendekat dan memeluk tubuh ibunya dengan hati-hati. Ia menunduk, mencium tangan Mayang lama sekali.“Alhamdulillah… Mama masih di sini. Aku takut, Ma…” suaranya pecah, tak lagi setegar biasanya.Mayang mengusap kepala putranya pelan. “Mama belum mau pergi. Belum lihat kamu bahagia. Mana bisa Mama pergi dan membiarkan kamu kesepian?"Indira menunduk, dadanya terasa sesak. Ia tak pernah menyangka akan melihat momen seharu ini. Mayang menoleh padany
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 195. Bertemu Mantan
Pintu lift rumah sakit terbuka pelan.Dewa melangkah keluar dengan wajah lelah. Kemeja yang tadi pagi masih rapi kini kusut, rambutnya sedikit berantakan. Ia benar-benar kembali ke rumah sakit, setelah hanya mengambil bajunya di rumah. Ia berjalan menyusuri lorong ICU, niatnya hanya satu, mengecek kondisi pasien yang ia titipkan pada dokter jaga.Namun langkahnya terhenti. Beberapa meter di depannya, di bawah lampu lorong yang temaram, Indira berdiri memeluk Bara. Bukan pelukan biasa, melainkan pelukan yang penuh kelelahan, ketakutan, dan kebutuhan.Indira menyandarkan kepalanya di dada Bara. Tangan Bara melingkar protektif di punggung Indira. Seolah dunia mereka hanya berdua.Dewa terpaku, dadanya seperti diremas sesuatu yang tak terlihat. Melihat adegan di depannya itu.Ia tak punya hak apa-apa untuk cemburu. Ia bukan siapa-siapa lagi di hidup Indira. Tapi kenapa hatinya sakit seperti ini?Indira yang pertama menyadari kehadiran Dewa. Tubuhnya sedikit menegang. Perlahan ia melepask
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Kesayangan Tuan Mafia

Kesayangan Tuan Mafia

"500 ribu dollar? Tunjukkan alasan kenapa aku harus mengeluarkan banyak uang untukmu. Apa kau begitu hebat?" - Aslan Moretz Luca "Sa-saya akan berusaha, Tuan." - Laura Daniella Moretti. Laura tak pernah mengira, ia akan menggunakan cara ekstrem demi menyelamatkan nyawa adiknya yang sedang sakit keras. Malam itu ia menyerahkan dirinya seharga 500 ribu dollar pada pria tak dikenal. Ia pikir segalanya hanya berakhir dalam satu malam saja. Namun, ayahnya dengan tega menjualnya demi melunasi hutang, sehingga membuatnya harus berada dalam genggaman lelaki asing yang bernama Aslan Moretz Luca. Pria yang sudah membayarnya malam itu dan tanpa diduga, ia malah diperlakukan seperti ratu, tapi juga terjerat dalam pusaran berbahaya sekaligus.
Lire
Chapter: Bab 65. Bukan Siapa-siapa
Rick berdiri di pintu, menunduk dalam. Air mata pria besar itu juga jatuh. Ia tak kuasa melihat pemandangan di depannya. Laura yang hancur, memeluk jasad adiknya yang baru saja melindunginya dengan nyawa.Beberapa saat kemudian, Laura mengangkat kepalanya. Ia menatap wajah Alisha untuk terakhir kalinya, seolah ingin mengabadikan setiap detail di memorinya.“Kakak janji, Sha.” bisiknya. “Kakak akan jaga keponakanmu baik-baik. Kakak akan cerita ke dia tentang bibinya yang paling baik sedunia. Tentang bibinya yang pemberani, yang rela berkorban untuk kakaknya. Dan kakak… kakak akan cari keadilan untukmu. Untuk orang yang udah berani menyentuhmu. Untuk orang yang sudah merebut nyawamu. Kakak janji.”Ia mengecup kening Alisha dengan berlinang air mata. Ia tidak bisa berhenti menangis.Perlahan, ia bangkit. Tubuhnya goyah, tapi ia tetap mencoba bertahan. Ia menatap petugas kamar jenazah.“Saya sudah selesai. Tolong…urus semuanya."Petugas itu mengangguk hormat."Saya akan mengurus pemakaman
Dernière mise à jour: 2026-02-27
Chapter: Bab 64. Tanpa Cahaya
Dunia Laura berhenti berputar.Kata-kata dokter itu masuk ke telinganya, tapi otaknya menolak untuk memprosesnya. Tidak. Tidak mungkin. Ini tidak benar.“Apa…apa maksud Dokter?”Suaranya bergetar, nyaris tak terdengar. Seperti anak kecil yang berpura-pura tidak mengerti agar kenyataan pahit tidak jadi diucapkan.Dokter itu menatapnya dengan mata penuh simpati. Seorang perawat di belakangnya sudah menunduk, menahan tangis. Mereka sudah terbiasa menyampaikan kabar buruk, tapi tak pernah benar-benar terbiasa melihat keluarga yang hancur.“Nona… saya turut berduka. Adik Nona sudah meninggal dunia. Tim kami sudah berusaha, tapi lukanya terlalu parah. Maaf.”Laura merasa napasnya terenggut paksa dari dalam paru-parunya. Kepalanya berputar, pandangannya mulai mengabur. Telinganya berdengung hebat, suara di sekitarnya terdengar seperti dari dalam terowongan panjang.“Tidak…”Satu kata. Hanya satu kata yang mampu keluar dari bibirnya yang gemetar.“Tidak… tidak, Dok. Maksud Dokter… adik saya…
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 63. Duka Laura
Mereka berlari ke arah pintu belakang. Namun salah satu penculik yang masih setengah sadar mengambil pistol yang terjatuh.Ia mulai membidik dan mengarahkannya pada Laura.“Berhenti!” teriaknya.Laura menoleh, tubuhnya membeku seketika. Saat suara tembakan memekakkan telinganya.Laura merasa tubuhnya didorong keras.“KAKAK!"Laura jatuh ke lantai, namun ia tak merasakan sakit di tubuhnya. Ia pun menoleh.Alisha berdiri di depannya beberapa detik, lalu tubuhnya perlahan melemah. Darah merembes dari sisi perutnya.“Alisha…” suara Laura bergetar. Ia menyadari kalau Alisha menolongnya dari tembakan itu.Tubuh adiknya ambruk ke pelukannya dengan kondisi perut yang berlumuran darah.“Tidak… tidak… tidak!” Laura menjerit histeris, tangisnya mulai pecah. "Alisha!"Rick segera menembak balik, melumpuhkan pelaku. Namun, semuanya terasa terlambat, ketika ia melihat Laura memeluk Alisha yang terkulai lemah di tangannya.“Bertahan, Sayang… tolong bertahan…” tangisnya pecah.Alisha tersenyum lemah,
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 62. Diculik Lagi
Ia menyentuh perutnya yang masih rata. “Dan aku tidak akan membiarkan anakku tumbuh di bawah bayangan pria yang mungkin telah menghancurkan keluarga kita.”Air mata Alisha jatuh. “Kak, aku takut.”“Aku juga,” bisik Laura jujur. “Tapi lebih takut lagi kalau kita tetap di sini.”***Di sebuah kamar hotel mewah, Aslan berdiri memandang jendela kaca tinggi. Kota berkilau di bawahnya.Sonya mendekat dari belakang, memeluknya.“Kau masih memikirkannya, ya?”Aslan tidak menjawab.Ia merasa kosong. Bahkan saat Sonya menyentuhnya, pikirannya tetap pada Laura, pada wajahnya yang penuh air mata.Sonya memutar tubuh Aslan menghadapnya. “Lihat aku Sayang."Tatapan mereka bertemu. Mata Sonya dipenuhi keinginan dan ambisi. Ia sudah lama menginginkan ini. Menginginkan Aslan sebagai seorang pria. Ia ingin dicintai sepenuhnya oleh pria ini.“Kau tidak sendirian malam ini,” bisiknya.Kali ini Aslan tidak mundur, kekacauan hatinya, alkohol dan minuman yang dicampur sesuatu oleh Sonya, membuatnya tak puny
Dernière mise à jour: 2026-02-25
Chapter: Bab 61. Klub Malam
"Aku memang bukan orang baik seperti yang kau pikirkan."Aslan menatapnya. Matanya, Laura tidak bisa membaca apa yang ada di sana. Tapi untuk sesaat, ia melihat sesuatu yang basah di sudut mata pria itu.Mustahil.Aslan tidak mungkin menangis."Kau boleh membenciku," bisik Aslan akhirnya. "Tapi kau tidak akan pergi dari sini. Kau dan anak itu... kau milikku.""AKU BUKAN MILIK SIAPA PUN!""Kau mengandung anakku.""Dan aku akan membesarkannya tanpa kau! Aku akan memberitahunya bahwa ayahnya adalah monster pembunuh!" Laura berteriak, suaranya serak dan pecah.Untuk sesaat, Aslan terlihat seperti baru saja ditampar. Tapi ekspresi itu cepat sirna, digantikan oleh topeng dinginnya yang biasa."Terserah kau mau berpikir apa tentangku. Tapi kau tetap di sini. Kau tidak akan pergi kemana-mana."Ia keluar dari kamar dan menutup pintu. Bunyi kunci diputar dari luar membuat Laura tersentak. Ia berlari ke pintu, mengguncang-guncang gagangnya dengan panik."TIDAK! BUKA PINTU! ASLAN! BUKA PINTU!"Ti
Dernière mise à jour: 2026-02-25
Chapter: Bab 60. Iblis Menyamar
"Aish ..." geram Laura saat ia melihat Rick dan beberapa pengawal berjaga di depan ruangan Aslan. Itu artinya dia tidak bisa masuk ke dalam sana dan mengambil amplop yang ada didalamnya."Aku bisa saja membujuk Pak Rick untuk masuk ke dalam sana. Tapi aku tidak mau dia berada dalam masalah lagi karena aku," gumam Laura yang terpaksa berbalik arah dan mengurungkan niatnya untuk ke ruang kerja Aslan.Dua jam kemudian, Laura mendengar mobil masuk ke garasi. Ia berlari ke jendela, melihat Alisha turun dari mobil sekolah dengan seragam basah kena hujan. Adiknya menoleh ke arah kamar Laura, dan untuk sesaat, Laura melihat sesuatu yang aneh di wajah Alisha.Alisha tersenyum. Tapi senyum itu berbeda. Seperti ada kode rahasia di baliknya.Laura menunggu dengan tidak sabar.Setelah berganti pakaian, Alisha mengetuk pintu kamar Laura. Begitu masuk, ia langsung memeluk kakaknya erat-erat. Pelukan yang lebih lama dari biasanya."Kak," bisik Alisha di telinga Laura. "Aku harus bicara sesuatu. Tapi
Dernière mise à jour: 2026-02-25
Vous vous intéresseriez aussi à
Love life hope
Love life hope
Romansa · Rin da livian
2.9K Vues
ADORE YOU
ADORE YOU
Romansa · Gralinesyl
2.9K Vues
Menikahi Gadis Pilihan Mama
Menikahi Gadis Pilihan Mama
Romansa · Olivia Yoyet
2.9K Vues
RINDU MENJANDA
RINDU MENJANDA
Romansa · Kukur Kepompong
2.9K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status