ホーム / Mafia / Kesayangan Tuan Mafia / Bab 132. Menuju Pernikahan

共有

Bab 132. Menuju Pernikahan

作者: Davian
last update 公開日: 2026-04-25 21:00:51

Mereka bertiga turun ke ruang makan. Maria sudah duduk di sana dengan senyum lebar. Wanita tua itu tampak berseri-seri. Begitu melihat Laura dan Aslan datang bergandengan tangan, matanya langsung berkaca-kaca.

"Anak-anakku ..." bisik Maria haru. "Kalian sangat serasi."

Setelah sarapan bersama, Maria menggenggam tangan Laura dan Aslan. "Aku sudah bicara dengan pengacara keluarga. Pernikahan kalian akan kita laksanakan akhir bulan ini. Dua minggu lagi. Aku sudah siapkan segala
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Davian
Maaf double upnya besok, hp author eror untuk ketiknya
goodnovel comment avatar
Davian
Hari ini libur, besok Double update ya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 135. Selamat! Menuju Ending

    Sean melangkah mendekat. Ia meraih dagu Laura, memutar wajah calon pengantin itu ke kiri dan kanan. "Sayang sekali harus mati muda. Tapi kau salah memilih pria."Lalu ia menoleh ke arah anak buahnya. "Sudah beri tahu Aslan lokasinya?""Sudah, Bos. Mereka pasti sudah dalam perjalanan.""Bagus. Aku ingin show yang indah. Persiapkan kamera. Aku ingin merekam wajah Aslan saat dia melihat wanitanya jatuh dari ketinggian."Laura menelan ludah. Ia melihat ke bawah. Gedung ini menjulang entah berapa puluh lantai. Mobil-mobil di bawah tampak sekecil mainan. Jika tali itu dipotong, jika tubuhnya terlepas dari tiang... tidak ada harapan.Aslan... panggilnya dalam hati. Aku tahu kau akan datang.Aslan dan timnya tiba di bawah gedung Wira Mustika dalam waktu 18 menit. Mereka tidak datang dengan gegap gempita. Mobil-mobil hitam parkir di tiga titik buta. Anak buah Aslan bergerak seperti bayangan, menyisir setiap sudut.Hans melaporkan, "Pak, lift tidak berfungsi. Tangga darurat hanya satu-satunya a

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 134. Penculikan

    Laura jatuh ke dalam pelukan pria bertopeng itu. Tubuhnya lemas tak berdaya. Gaun putihnya yang indah kini hanya menjadi kain yang membungkus tubuh pingsannya. Dua pria lain dengan sigap masuk ke ruang rias. Mereka mengenakan seragam petugas keamanan gereja, seragam palsu yang berhasil menembus sistem penjagaan Aslan."Ganti bajunya. Cepat!" perintah pemimpin mereka, seorang pria berbadan tegap dengan bekas luka di lehernya.Dalam hitungan detik, Laura yang tak sadarkan diri itu dipakaikan pakaian kusir gereja. Sementara tiga pria itu membawanya keluar melalui pintu belakang. Mereka berjalan santai, berpura-pura menggotong petugas yang pingsan karena kelelahan. Sebuah trik kotor yang berhasil membodohi dua anak buah Aslan yang berjaga di lorong belakang."Ada apa dengan dia?" tanya salah satu anak buah Aslan, curiga."Dia kepanasan. Kami bawakan ke ruang istirahat," jawab pria bertopeng dengan tenang.Mereka lolos. Mobil hitam tanpa pelat sudah menunggu di luar pagar gereja. Laura dib

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 133. Desahan Di Ruang Ganti

    "Lihat mommymu, bukankah dia cantik sekali?"Mariana memuji kecantikan Laura yang tampak lebih bersinar saat memakai gaun putih yang sudah disiapkan perancang terkenal untuknya. Mariana yang menyiapkan semuanya.Ya, Laura sangat cantik. Kulit putihnya bak porselen itu dan gaun putih mode Sabrina yang melekat ditubuhnya, membuat Laura cantik seperti bidadari.Maria dan Jayden menatap kagum pada Laura. Mereka bertepuk tangan memberikan pujian yang perfect untuk Laura."Mommy wanita paling cantik di dunia, Grandma. Dan Grand ma juga, hehe." Kekeh Jayden seraya melihat ke arah omanya. Jayden tidak bohong.Neneknya yang rambutnya sudah memutih itu, masih tampak cantik dan awet muda. Fashionnya pun tak ketinggalan zaman. Tidak ada yang akan menyangka kalau Maria sudah berusia hampir 70 tahun.Jalannya masih tegap, wajahnya tidak terlihat keriput. Hanya rambutnya yang tampak memutih."Terima kasih. Tapi gaun ini? Apa tidak sedikit terbuka ya?" ucap Laura melihat belahan dadanya saat memakai

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 132. Menuju Pernikahan

    Mereka bertiga turun ke ruang makan. Maria sudah duduk di sana dengan senyum lebar. Wanita tua itu tampak berseri-seri. Begitu melihat Laura dan Aslan datang bergandengan tangan, matanya langsung berkaca-kaca."Anak-anakku ..." bisik Maria haru. "Kalian sangat serasi."Setelah sarapan bersama, Maria menggenggam tangan Laura dan Aslan. "Aku sudah bicara dengan pengacara keluarga. Pernikahan kalian akan kita laksanakan akhir bulan ini. Dua minggu lagi. Aku sudah siapkan segalanya."Laura terkejut mendengar keputusan nenek calon suaminya itu. "Dua minggu? Tinggal dua minggu lagi?""Kenapa? Apa kau keberatan, Sayang?" tanya Aslan khawatir.Laura menggeleng cepat. "Bukan begitu. Aku hanya ... terharu. Rasanya seperti mimpi dan ini terlalu cepat.""Tidak ada yang terlalu cepat untuk hari yang baik, Laura," kata Maria sambil tersenyum.Jayden yang mendengar kabar itu langsung berteriak kegirangan. "Hore! Mommy dan daddy akhirny

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 131. Hangat

    Laura tertawa kecil mendengar jawaban Aslan. Matanya berkaca-kaca, bukan karena sedih, tapi karena haru. Pria yang dulu ia kenal sebagai sosok dingin, menyeramkan dan penuh perhitungan, kini berdiri di hadapannya dengan hati yang terbuka. Ia meletakkan tangan di atas punggung tangan Aslan, merasakan hangat yang menyebar dari sentuhan itu."Makan dulu, Sayang," ucap Aslan lembut, menarik Laura dari lamunannya.Mereka menikmati makan malam di bawah sinar bulan. Sesekali Aslan menyuapi Laura, sesekali mereka tertawa bersama mengenang kenangan lama. Obrolan mengalir ringan, dari masa lalu yang pahit hingga mimpi-mimpi tentang masa depan. Laura bercerita tentang bagaimana ia membesarkan Jayden sendirian, tentang malam-malam ketika ia menangis karena merindukan sosok Aslan meskipun ia berusaha membencinya. Aslan mendengarkan dengan seksama, sesekali menggenggam erat tangan Laura seolah takut kehilangannya lagi."Maafkan aku," bisik Aslan untuk kesekian kalinya. "Aku janji tidak akan meningg

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 130. Kesayanganku

    "Kau sangat cantik mengenakan gaun itu. Dan kalung serta cincinnya, memang tercipta untukmu," ucap Aslan memuji kecantikan Laura dan juga apa yang dikenakannya.Laura menahan senyumnya mati-matian, tapi akhirnya ia tersenyum juga. Tak menyangka jika Aslan bisa seromantis ini.Aslan lalu mendekat ke arahnya sambil membawa buket bunga itu. "Untuk gadis cantik yang mencuri hatiku di kamar ini. 6 tahun lalu."Wanita itu menerima buket bunganya dengan senang hati. Ia terharu dan mencium bunganya, kemudian tersenyum sampai menunjukkan dua lesung pipinya yang manis. "Terima kasih. Dan aku tidak menyangka kalau kau bisa mengatakan kata-kata yang romantis. Kau yang ku tahu itu dingin.""Sesuai janjiku. Aku akan berubah untukmu dan Jayden. Hanya untuk kalian," kata Aslan tulus dan Laura bisa menangkap ketulusan itu dari matanya."Jangan hanya sesaat. Aku ingin kau selamanya menepati janjimu, Aslan.""Tentu saja Baby. Sejak kau menerimaku, menerima pernikahan kita. Aku akan meratukanmu, kesayang

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status