Chapter: FINAL“Kamu di mana, Runa?” suara Anjani terdengar tajam dari seberang telepon. “Bukankah aku sudah bilang? Aku cuma ke luar sebentar, Jani,” jawabnya santai. Tangannya memutar sedotan plastik yang baru saja dia lepaskan dari kemasan susu kotak strawberry di tangannya. “Sebentar kamu bilang?!” Aruna segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Nada suara tinggi Anjani membuatnya kaget. Tak sengaja pandangannya tertuju pada jam di layar ponsel yang kini sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih. Sementara dirinya sudah ke luar sejak awal kedatangannya ke kota ini. Jelas kepergiannya bukan waktu yang bisa disebut sebentar. “Kalau sampai Daddy-mu tahu kamu tidak bersamaku,” jeda Anjani dengan nada semakin panik. Dia mengembuskan napas berat dan melanjutkan, “aku bisa habis nanti.” Aruna menghela napas pendek. Dia menatap langit-langit kamar, seolah tengah memikirkan sesuatu yang jauh lebih rumit daripada kekhawatiran Anjani saat ini. “Tenang saja,” gumamnya pelan. “Aku sudah menghubungi D
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: TerungkapJika bukan karena menginginkan penjelasan lebih lanjut, Aruna tidak akan bersedia diajak menuju kamar hotel tempat Argus menginap. Perasaan canggung yang semula menyelimuti tergantikan oleh rasa penasaran. Siapa gadis yang mirip dengannya itu? Berbagai macam dugaan memenuhi benak Aruna. ‘Apa jangan-jangan Om Papa punya anak dari wanita lain selain Natasha?’ batinnya seraya menatap Argus yang tengah membuka tas dan mengeluarkan satu berkas. Aruna meringis. Jujur saja, sejak dulu dia tidak pernah memiliki prasangka baik terhadap ayah biologisnya itu. “Om Papa …?” panggilnya pelan, sedikit ragu. Mendengar itu, Argus langsung mengalihkan pandangan pada putrinya. Sorot matanya tampak jauh lebih lembut. Mungkin itulah yang membuat Aruna mempertimbangkan untuk menyuarakan apa yang ada di dalam pikiran. “Aku tidak pernah mendengar kabar soal Natasha lagi. Bagaimana dia sekarang?” Nama itu disebut lagi. Natasha. Wanita yang telah membawa Aruna ke dunia, juga sekaligus yang tega menelantar
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Satu Rahasia LagiSatu ucapan Pras berhasil menggores luka baru di sudut hati Aruna. Dia tertegun. Di antara banyaknya hal yang bisa diucapkan, haruskah Pras memerintahkan dirinya untuk melepas pelukan? Alih-alih menuruti, lengan Aruna malah semakin melingkari erat pinggang pria itu, seolah lupa dengan situasi mereka saat ini. Aruna menempelkan kepalanya di dada Pras dan menantangnya, “Kalau aku tidak mau?” Beruntung Anjani cepat-cepat menyeret koper keduanya masuk ke dalam lift sehingga kini dia harus terjebak menyaksikan drama hubungan sepasang kekasih yang di ambang kehilangan harapan itu. Dia memilih tak bersuara. Namun, saat menengok ke belakang dan bertemu tatap dengan Pras, Anjani mengangkat jari tengahnya dan mengumpat padanya. Bibirnya bergerak mengatakan sesuatu. Tanpa suara. “Bas-tard!” umpatnya. Melihat Pras yang terlihat baik-baik saja tentu memancing kemarahan Anjani. Bisa-bisanya selama ini dia tak menghubungi Aruna, tapi bisa menghubungi Aland dan memberitahu kepergiannya ke
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Bab Bertemu PrasSatu minggu kemudian ….Agenda untuk pergi ke luar kota yang sudah lama ditunggu-tunggu Aruna, kini akhirnya terlaksana. Mobil yang ditumpanginya dari bandara baru saja tiba di depan hotel Aguwa Palace.Dengan semangat yang menyala, Aruna memilih menurunkan kopernya sendiri dari bagasi.Menyaksikan itu, Anjani menggelengkan kepala. Dia menyeletuk iseng dengan senyum samar menggoda, “Bisa sekalian bawa koperku juga nggak, Run?”Dan tanpa diduga, Aruna langsung mengiakan. “Boleh, sini,” angguknya.Seketika Anjani terperangah. Belum sempat dia mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda, Aruna lebih dulu menyambar koper miliknya dan menyeretnya masuk ke dalam hotel yang cukup mewah itu.Aruna sempat memutar kepalanya ke belakang. “Kak Pras beneran menginap di hotel ini ‘kan?”Meski perasaannya diliputi rasa gembira, di sisi lain Aruna merasa cemas. Bagaimana jika ternyata dia tak bertemu Pras di hotel ini?Cepat-cepat Anjani menganggukkan kepalanya. “Iya, aku jamin Kak Pras menginap di hotel
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Ending Diana GarviPulang dari apartemen Anjani, senyum di bibir Aruna mengembang lebih lebar sampai-sampai Garvi yang menjemputnya sore itu merasa sedikit keheranan. Demikian, dibalik setir kemudinya, pria itu bertanya, “Apa ada kabar baik hari ini?”Di kursi penumpang, Aruna menoleh dengan penuh semangat. Kepalanya mengangguk kuat-kuat. “Yap, sebenarnya memang ada kabar baik. Tapi, karena ini masih rahasia, jadi Kak Garvi nggak boleh tahu dulu.”Seandainya saja kabar pernikahan Dirga diumumkan, bukankah itu akan menjadi kabar baik bagi orang-orang terdekatnya? Namun, karena sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun, Aruna terpaksa mengunci mulutnya rapat-rapat.Pun, rencananya dengan Anjani yang akan pergi ke luar kota untuk mengurus urusan bisnis juga enggan Aruna beritahukan pada kakak laki-lakinya itu. Apalagi dia memiliki niatan lain untuk menemui Pras. Kalau sampai informasi itu bocor, besar kemungkinan pertemuan mereka akan gagal.Demi menghindari itu, Aruna memilih merahasiakannya dan mem
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: Tawaran AnjaniAruna memiliki pilihan untuk menolak. Sayangnya, dia berakhir mengiakan permintaan Dirga. Tentu untuk mengulik tujuan tersembunyi pria tersebut. “Ada hubungan apa kamu dengan keluarga ini?” tanyanya sambil menoleh ke arah Dirga yang duduk di kursi kemudi mobil. Ya, keduanya sudah berpindah tempat dari cafe tadi dan meluncur pergi menuju mansion keluarga Blair. Mobil Dirga terparkir berhenti tak jauh dari mansion mewah di sekitar mereka. Belum sempat memberikan respons, ponsel Dirga berdering. Pria itu langsung mengangkatnya. Dan dalam hitungan detik, Dirga larut dalam pembicaraan panggilan tersebut. Sejujurnya Aruna merasa penasaran dan berniat menguping. Namun, itu bukan hal baik untuk dilakukan. Jadi, selagi menunggu Dirga selesai, Aruna mengotak-atik ponselnya. Pun, jari tangannya sibuk menekan layar ponsel. Aruna sibuk memikirkan hal lain, satu di antaranya adalah tentang keluarga Blair. Dia membatin, ‘Sudah lama aku nggak pernah melihat Natasha.’ Dimana wanita itu sekarang?
Last Updated: 2026-02-11
Chapter: Bab 159 2/2Kalau Alisa memang harus mengetahui kebenaran tentang dirinya dan Aruna, Dirga hanya berharap wanita itu mendengarnya langsung dari dirinya. Bukan dari orang lain. Setelah turun dari lift dan menelusuri lorong hingga tiba di depan kamar VIP yang Argus tempati, Dirga baru saja hendak mengetuk pintu ketika pintu tersebut lebih dulu terbuka dari dalam. Tangannya otomatis turun. Alisa berdiri di ambang pintu dengan tas yang sudah berada di bahunya. Sepertinya wanita itu memang hendak pergi. Begitu pandangan mereka bertemu, keduanya sama-sama terdiam. Tatapan Dirga terkunci pada mata besar Alisa yang tampak kosong. Tidak ada kemarahan, tidak ada tangisan, bahkan tidak ada sedikit pun emosi yang bisa dia baca dari mata besar wanita itu. Tidak ada sorot mata binar dan hangat yang biasa Alisa perlihatkan. “Bisa beri aku jalan? Aku mau lewat,” pinta Alisa datar. Sikap dingin tersebut sudah cukup membuat Dirga menyimpulkan satu hal: Alisa sudah mendengar semuanya. Tanpa banyak bertanya,
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: Bab 158 1/2“Kenapa?”Terakhir Alisa hanya bertanya singkat. Dia berusaha menjaga nada suaranya agar tidak terdengar gemetar. Tapi, tubuhnya seperti berkhianat karena kedua tangannya yang berada di atas pangkuan yang saling bertautan terlihat gemetar.Situasinya menjadi sedikit tegang. Ada lengang yang lumayan panjang sebelum Argus bisa langsung menjawab pertanyaan tersebut.Meski Ryuga yang berada di sebelahnya terlihat seperti ingin ikut menjawab, pria itu memilih diam karena satu-satunya yang berhak memberikan jawaban tersebut adalah Argus sendiri sebagai ayah biologis Alisa … dan Aruna.Sementara Aruna menundukkan wajahnya dalam-dalam. Dia sudah melewati fase menyakitkan itu. Akan tetapi, tetap saja mendengar sendiri kembarannya mempertanyakan hal tersebut kembali terasa seperti mengoyak luka lamanya.“Maaf,” ucap Argus membuka suaranya dengan kepala yang tertunduk dalam.Seluruh arogansi yang selama ini melekat padanya seolah luruh begitu saja di hadapan putrinya. Argus merasa terlalu malu
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: Bab 157 Kartu-Kartu yang Terbuka“Sial. Siapa kalian sebenarnya?!”Dengan sangat terpaksa, Leo akhirnya melepaskan tangan Alisa karena lengan pria di sampingnya mencengkeram lengannya kuat-kuat.Sekon berikutnya, wanita di sebelah Alisa menarik bahunya dengan lembut agar mundur dan menyingkir dari sosok Leo.Alisa sama sekali tidak menolak atau memberontak. Sama seperti Leo, Alisa juga ingin menanyakan hal yang sama: siapa mereka sebenarnya?Sekilas, Alisa melirik ke arah pria yang tadi menyuruh Leo melepaskan tangannya. Dia merasa tidak asing dengan wajah garang–Ah, itu dia!Bukankah itu Tuan Garang yang Alisa temui beberapa waktu lalu di depan kolam renang komunal?Alisa mengernyitkan dahi sambil membatin, ‘Dia menyebutku apa tadi?’Putriku, katanya?Dengan jarak sedekat itu, Alisa tidak mungkin salah mendengar. Apa mungkin, demi menolongnya dari Leo, pria itu terpaksa berbohong?“Jangan khawatir, Om Papa akan menangani pria kurang ajar itu,” bisik wanita di sebelahnya yang rupanya menangkap raut wajah bingung Ali
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 156 Kebetulan atau Takdir?Sampai keesokan harinya, Alisa masih menebak-nebak sendiri karena Dirga bersikap tidak seperti biasanya. Pria itu tampak gusar, tetapi di waktu yang bersamaan lebih banyak diam. Alhasil, setelah pekerjaannya selesai lebih awal, Alisa memilih berpamitan melalui pesan daripada harus mendatangi ruangan Dirga. Dengan kepribadian suaminya itu, Alisa merasa lebih baik untuk memberi Dirga ruang dibandingkan mendesaknya agar dia menceritakan keresahan ataupun beban yang dimilikinya. Drrtt … drrt … Ponselnya bergetar. Ternyata Dirga membalas pesannya. [Dirga: Kabari aku kalau kelasnya sudah selesai.] Jari-jari Alisa langsung mengetik balasan. “Oke,” gumamnya. Dalam hatinya Alisa berharap semoga saja Dirga bisa diajak bicara selepas kelas berenangnya selesai. Sekon berikutnya, baru saja hendak mematikan layar dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, niat itu diurungkan Alisa ketika ponselnya kembali berdering panjang. Kali ini bukan menerima sebuah pesan, melainkan sebuah panggilan telep
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 155 Gelisah“Apakah … dia, maksudku wanita di foto ini memiliki kemiripan denganku?”Pertanyaan itu tercetus begitu saja dari bibir Alisa, membuat Dirga mengalihkan pandangan padanya.Ditatapnya lekat-lekat wajah istrinya itu. Samar, dia mengernyitkan dahinya. Darimana Alisa bisa mengetahui sosok wanita di dalam foto ini?Alisa tersenyum melalui matanya. Dia mengerti arti tatapan Dirga padanya lalu mengatakan, “Aku akan menjelaskan padamu nanti, tapi untuk sekarang tolong perhatikan wajahku baik-baik.”“Menurutmu, apa aku dan wanita ini terlihat mirip?” ulang Alisa. Selagi menanyakan itu, dia sengaja mensejajarkan ponselnya di samping wajah.Alisa menahan napas, menunggu jawaban Dirga. Entah kenapa, ada letupan rasa senang yang tak bisa dia jelaskan.Ekspresi Dirga tampak kesulitan.Dari sudut mana pun, Alisa memiliki kemiripan dengan wanita yang ada di dalam foto. Karena itu adalah Natasha–Asha Blair, ibu kandungnya.Air wajahnya memucat. Dirga menjawabnya dengan datar, “Mm, sedikit.”Dia bertan
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: Bab 154 Asha Blair“Aku tidak bisa menjawabnya,” jawab Argo seraya menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu.”Tapi, meski demikian, Alisa tidak menyerah begitu saja. “Kalau begitu, bisakah kamu memberitahuku di mana aku bisa menemukan keluarga Blair yang kamu maksud, Kak–”“Jangan,” sela Argo cepat. Sorot matanya menajam. “Jangan pernah mencari tahu mereka,” tegasnya.Mendapati Alisa yang tampak kebingungan, Argo mengembuskan napas pelan. “Aku cucu keluarga Blair. Aku pergi bersama ibuku sekitar tiga belas tahun lalu setelah kakak laki-lakiku meninggal dunia.”Dia pikir Alisa berkaitan dengan keluarga Blair. Jadi, Argo memutuskan untuk membuka diri tentang privasinya yang nyaris tidak pernah dia ceritakan pada teman-temannya, termasuk Dirga.Alisa terdiam dan membiarkan Argo melanjutkan penjelasannya. “Kalau kamu memang menyelidikiku, aku pernah tinggal di luar negeri dan satu kampus dengan Dirga.”“Setelah ibuku meninggal, baru aku kembali ke sini.” Jauh dalam lubuk hatinya, Argo membenci menceritakan
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: Bab 68 Tentang Kita ... ENDErin tidak segan mendorong bahu Rama agar menjauh. “Pergi,” pintanya sambil tanpa sadar mulai memukul dada pria di hadapannya dengan lemah. “Tolong, Rama, jangan seperti ini.” Erin menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah untuk menolak Rama atau menolak kenyataan yang akhirnya terbongkar juga. Kedua tangan Rama menahan lengan Erin di dadanya. “Kamu yang membuatku tampak menyedihkan seperti ini, Erin.” Suara Rama terdengar jauh lebih lirih dibandingkan sebelumnya. Selama sepuluh tahun, dia percaya kalau Erin–cinta pertamanya telah mengkhianatinya. Jadi, Rama terus memupuk kebencian terhadap sosok Erin. Bahkan dengan kejamnya, dia sengaja membuat wanita itu kesulitan. “Kalau memang alasanmu memutuskanku dulu karena permintaan Ayah …,” Rama menjeda ucapannya. Rahangnya mengeras, seakan kalimat berikutnya terlalu berat untuk keluar dari bibirnya. Dia berusaha menelan egonya. “Lalu, bagaimana dengan kamu yang memacari rival basketku?” Tidak sedikit pun Rama menggeser pandangannya dari
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 67 Semua Sudah Berakhir“Jangan-jangan kamu berpikir bisa balikan dengan Rama?”Di balik pintu ruang fisioterapi yang ternyata tidak tertutup rapat, Rama yang baru saja tiba mengernyit ketika mendengar suara Rowan.Jadi … benar ayahnya ada di sini?Tangannya yang semula hendak mendorong pintu seketika mengurungkan niat untuk masuk. Entah pembicaraan apa yang sedang berlangsung di dalam, Rama memilih diam dan memutuskan mendengarkan terlebih dahulu.“Aku bertanya, Nona Erin.”Suara Rowan kembali terdengar mengudara.Sebelum benar-benar menjawab, pandangan Erin tidak sengaja bergeser ke arah pintu.Mungkin karena Siska tadi pergi terlalu terburu-buru, pintu itu tidak tertutup sepenuhnya. Karena di balik kaca buramnya, samar-samar terlihat bayangan seseorang yang berdiri di sana. Erin tidak bisa mengenali siapa sosok itu. Mungkin hanya seseorang yang kebetulan lewat, pikirnya, sebelum dehaman Rowan membuat pandangannya kembali teralihkan.Wanita itu mengembuskan napas pelan, berusaha menenangkan dirinya sendir
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 66 Alasan PutusBeberapa saat sebelum memutuskan bergabung ke kafetaria untuk makan siang, Erin masih memiliki satu pekerjaan yang menurutnya tanggung jika ditinggalkan. Jadi, dia memilih menyelesaikannya lebih dulu di ruang fisioterapi yang saat itu hanya dihuni dirinya seorang.Erin tetap fokus pada pekerjaannya sampai suara pintu terbuka terdengar dari belakang.“Ada yang bisa kubantu?” tanyanya sambil mengangkat wajah.Dalam sekejap, tubuhnya membeku. Bahu Erin tampak menegang. Napasnya terasa tercekat di tenggorokan. Sebenarnya kakinya juga sulit untuk digerakkan. Namun, Erin tetap memaksakan diri melangkah mendekat. Dia menundukkan kepala sedalam mungkin.“Pak Rowan … lama tidak bertemu dengan Anda.” Erin menyapa sosok pria yang datang dengan suara yang terdengar sedikit gemetar.Di hadapannya, Rowan Mahanta menatapnya intens dari atas kepala hingga ujung kaki Erin, membuat kedua tangan wanita itu meremas erat sisi celananya.“Jadi …,” Rowan mendengus pelan. “Kamu wanita yang bersama Rama di da
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 65 Kamu Menyukainya?Malam itu Erin menyadari kalau dirinya sudah terlalu banyak ikut campur terhadap apa yang terjadi dengan Rama.Entah ada masalah apa di antara Rama dan Sena, wanita pengirim pesan tanpa nama, hal-hal seperti itu seharusnya dibiarkan berlalu saja.Ah, dan satu hal lagi.Erin juga sempat menanyakan nama lengkap Manajer Lee.Mendapati pertanyaan yang tiba-tiba itu, Rama jelas dibuat penasaran. “Kenapa tiba-tiba menanyakan manajerku?”Karena tidak ingin menjelaskan lebih lanjut, Erin pun menarik kembali pertanyaannya. Dia beralibi, “Itu … cuma penasaran saja. Kalau Manajer Lee tahu apa yang baru saja kamu lakukan, dia pasti juga akan kesal sepertiku.”Erin menambahkan, “Sejak awal aku sudah memanggilnya Manajer Lee, tapi sebenarnya aku tidak tahu nama aslinya.”“Cukup panggil Manajer Lee saja.”Sampai di situ, Rama tidak memberikan jawaban lain. Oleh karena itu, Erin tidak bertanya lebih lanjut.Tidak mungkin dia terang-terangan memberitahu asumsi konyolnya kalau pria bernama ‘Pak Lee’ ya
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Bab 64 Memberitahu Rama“Kalau kamu tidak mencoba menghentikkan permainan, aku tidak akan kalah, Erin.”Begitu menyusul Erin masuk ke ruang fisioterapi, Rama tidak segan menyuarakan kekesalannya. Namun, dia sengaja menjaga jarak, seakan tidak ingin kekesalannya memuncak.Erin yang sedang menyiapkan alat terapi di dekat salah satu bed menatap Rama setengah tidak percaya. “Dalam situasi tadi, kamu masih memikirkan hal itu?”Tidak hanya Rama yang kesal. Erin pun sama. Kedua alisnya bertaut tidak kalah tajam. “Kalau cederamu memburuk, kamu bisa absen bertanding berbulan-bulan.”Bukan hanya proses terapinya yang akan berjalan lebih lama, tetapi juga kesempatan Rama untuk kembali bermain di lapangan. Tidakkah seharusnya pria itu menyadari hal tersebut?Keduanya masih saling bertatapan sengit sampai akhirnya Rama yang lebih dulu membuang pandangan. Dia mendengus pelan. “Kamu tidak mengerti.”“Apa yang tidak aku mengerti?” balas Erin seakan menantang Rama.Apa yang dia lakukan adalah mencoba memahami pria keras kepa
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 63 Ikut CampurApa mau dikata, Erin tidak punya pilihan lain selain berlari ke tengah lapangan, tepat di mana baik Rama maupun Sena masih sibuk memperebutkan bola.“Fisio Erin, apa yang kamu lakukan?” Coach Teknik terdengar panik begitu melihat wanita itu berada di jalur permainan, seakan memaksa kedua pria itu untuk menyadari kehadirannya.Sebenarnya Rama langsung bisa merasakan kehadiran sosok lain. Dari suara yang terdengar menyerukan nama Erin, demi memastikan Rama sempat menolehkan pandangan dan menukikkan alis saat benar-benar melihat wanita itu tepat ada di sampingnya.“Berikan bolanya padaku,” pinta Erin sambil mengulurkan kedua tangannya pada Sena.Mendengarnya, Sena yang sedang menggiring bola tertawa pelan. Selama lebih dari lima belas menit berduel dengan Rama, Coach Teknik yang sejak tadi berusaha menghentikkan mereka pun hanya bisa memanggil dari pinggir lapangan.Apa yang membuat fisioterapis tim ini sampai nekad untuk menghentikkan mereka?“Kamu mau ikut bermain, Fisio Erin?” goda Se
Last Updated: 2026-07-23