Chapter: Bab 141 Menginterview Perasaan AlisaSeperti yang diketahui, kedua–ralat, ketiganya resmi pergi berjalan-jalan: Dirga, Alisa, dan anak anjing pudel mereka. Langit sudah hampir gelap dan untungnya udara malam ini, di area jogging track tidak begitu dingin. Suasananya tidak sepi dan tidak juga ramai orang. Ada beberapa penghuni yang memang memilih lari dan berjalan-jalan saat malam hari. Diam-diam Alisa merasa takjub. Kepalanya mengangguk-ngangguk kecil. ‘Besok-besok aku ingin berjalan-jalan santai lagi,’ batinnya. Ekor matanya melirik ke arah Dirga. ‘Dengan atau tanpa Dirga juga tidak apa-apa,’ sambungnya. Toh Dirga sendiri yang mengatakan padanya untuk melakukan hal yang disukainya ‘kan? Alisa cukup menyukai lingkungan di kawasan perumahan tempat tinggal Dirga dengan berbagai fasilitas umum yang tersedia. Lagi-lagi dia merasa terus diuntungkan dalam pernikahannya dengan Dirga. Tanpa sadar, Alisa jadi terus menatap ke arah pria itu dari samping. Mata besarnya menyorot penuh kekaguman. Rasa kesal yang sempat bercoko
Last Updated: 2026-02-17
Chapter: Bab 140 Dirga, Tunggu Pembalasanku!Sekalipun bukan pilihannya, Alisa pada akhirnya pasrah saat Dirga mulai menyerang sisi lehernya dengan kecupan-kecupan ringan yang perlahan mengundang gairahnya. Refleks, kedua tangannya berakhir mendarat di pundak Dirga. “Nghh~” Sebuah erangan tak sengaja lolos dari bibirnya kala merasakan sapuan hangat bibir Dirga turun menuju tulang selangkanya. Ditambah lagi, pria itu menarik satu lengannya dan menelusuri kulitnya dengan gerakan pelan sehingga Alisa dibuat cukup merinding. Jari-jari tangan keduanya bertaut dan meremat seolah saling mengirimkan sinyal gairah yang dirasakan. Kepala Alisa dibuat pening. Napasnya tersengal. Alisa tak mengerti dengan tubuhnya sendiri yang mudah bereaksi setiap kali Dirga mendaratkan sentuhan. Pun, tak ada penolakan yang begitu signifikan darinya. Matanya terpejam menikmati kecupan Dirga yang semakin turun dari leher Alisa.Suara-suara kecupan itu mengisi ketenangan di kamar mereka. Mendengarnya, wajah Alisa terasa panas. Dia sibuk menggigit bibir
Last Updated: 2026-02-15
Chapter: Bab 139 Mengikuti Kata OtakCemburu? Itu tercatat dalam kamus setiap pasangan yang menjalin hubungan. Tentu saja dalam kasusnya Alisa yang sudah menikah dengan Dirga, kata tersebut seharusnya berlaku bagi keduanya. "Y–ya," aku Alisa sedikit tergagap. Karena kurang terdengar jelas, Dirga sampai harus menunduk dan mensejajarkan wajahnya dengan Alisa. Dia menarik tangannya dari dagu sang wanita. "Aku tidak dengar kamu bicara apa." 'Masa, sih, tidak dengar?' batin Alisa merasa tidak yakin. Dan kenapa pula wajah Dirga harus berjarak sedekat ini dengannya? Demikian, itu yang membuat Alisa mendaratkan satu tangannya di dada Dirga dan mendorongnya agar sedikit menjauh. Tubuh Dirga kembali berdiri tegak. Namun, Alisa tak kunjung menarik tangannya. Alih-alih melepaskan, Alisa membiarkan jari-jari lentiknya meraba area dada pria tersebut. Sentuhan ringan itu mengirimkan gelenyar aneh pada tubuh Dirga sehingga dalam satu gerakan licin, dia menyambar pergelangan tangan Alisa. Manik hitamnya menyorot Alisa dalam
Last Updated: 2026-02-13
Chapter: Bab 138 Cemburu?Takut kehilangan kendali, Erick pun segera menyeret langkah kakinya untuk ke luar dari kamar hotel tersebut dengan napasnya yang memburu. Pria itu masih dikuasai amarah. Namun, yang bisa dia lakukan sekarang adalah memukul dinding di luar kamar sebagai bentuk pelampiasan. Rasanya ... Erick sudah lama tak pernah semarah ini. Erick kemudian menyugar rambutnya ke belakang selagi menunggu Sabrina menyusulnya. Pada menit ke empat, sosok adiknya itupun muncul dengan pakaian yang yang tampak sedikit kusut. Pun, rambut cokelat bergelombangnya. “Kak Erick …,” panggil Sabrina pelan. Pandangannya menunduk, tak berani menatap sang kakak. "A-aku bisa jelaskan terlebih dahulu, Kak." Erick menggeleng tegas. “Bagaimana ceritanya, kalian pada akhirnya berakhir di ranjang tidur bersama ‘kan? Jadi, kalian sama-sama melakukan kesalahan.” Dia menekankan, "tidak perlu penjelasan apapun lagi." Sia-sia saja. Semakin dijelaskan, Erick rasanya benar-benar ingin memberi pelajaran yang berat pada Leo.
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: Bab 137 Memergoki Sabrina dan LeoPertanyaan Alisa membuat ingatan Erick terbuka pada apa yang dia temukan beberapa jam sebelumnya. Senyum di bibirnya terlihat getir. “Kakak sendiri yang memergoki mereka.” Mata besar Alisa terbelalak. “A–APA?” Dalam hatinya, Alisa mengumpati Sabrina. Dia berpikir keras: apa jangan-jangan itu adalah bagian dari rencana Sabrina dan Utari yang ingin melibatkan Erick? Dengan mengetahui keduanya sudah tidur bersama, Erick akan meminta Leo untuk menikahi Sabrina. Bukankah seperti itu alurnya? Tak lama, Alisa tersentak saat Erick balik mengusap punggung tangannya. Dia menoleh dan punggungnya seketika menegak mendapati sorot manik hitam Erick yang memandangnya penuh keseriusan. Alisa menganggukkan kepalanya. “Kak Erick bisa membaginya denganku.” Yang dibalas anggukan dari pria tersebut. *Yang terjadi semalam Sepulangnya dari villa, Erick pergi ke tempat penginapannya yang berjarak dekat dari lokasi pembangunan hotel. Dia berniat beristirahat cepat karena harus kembali bekerja kee
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: Bab 136 Sebuah Kabar ... Baik atau Buruk?Alisa tak tahu pasti alasan Dirga mengatakan itu. Tapi, yang jelas, debaran di dadanya sulit dikendalikan. Pun, pipinya yang sudah kembali memanas. Tenggorokannya gatal, ingin setidaknya berteriak karena … senang? Kali ini dia tak berusaha menyembunyikannya. Lebihnya lagi, ekspresi wajahnya memang mudah dibaca. “Dirga,” panggilnya dengan suara yang sedikit gemetar. Dipanggil namanya, Dirga menoleh. Pandangannya jatuh melihat ke arah lengannya yang kini dipengangi Alisa. “Aku belum sempat memberitahu kalau Kak Erick mau datang ke sini,” jelasnya. Begitu Dirga menaikkan pandangan dan balas menatapnya, Alisa lanjut mengatakan, “Tadinya Kak Erick memintaku bertemu di luar, hanya saja … aku tidak bisa meninggalkanmu dan Kak Erick saja yang datang ke rumah.” Semoga dengan penjelasan itu Dirga tak keberatan. Hanya dalam waktu singkat, sedikitnya Alisa seolah bisa mengenal apa yang Dirga sukai dan tidak. Dengan kepribadian suaminya itu yang sulit didekati, Dirga memang kurang–tidak men
Last Updated: 2026-02-07
Chapter: Ending Diana GarviPulang dari apartemen Anjani, senyum di bibir Aruna mengembang lebih lebar sampai-sampai Garvi yang menjemputnya sore itu merasa sedikit keheranan. Demikian, dibalik setir kemudinya, pria itu bertanya, “Apa ada kabar baik hari ini?”Di kursi penumpang, Aruna menoleh dengan penuh semangat. Kepalanya mengangguk kuat-kuat. “Yap, sebenarnya memang ada kabar baik. Tapi, karena ini masih rahasia, jadi Kak Garvi nggak boleh tahu dulu.”Seandainya saja kabar pernikahan Dirga diumumkan, bukankah itu akan menjadi kabar baik bagi orang-orang terdekatnya? Namun, karena sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun, Aruna terpaksa mengunci mulutnya rapat-rapat.Pun, rencananya dengan Anjani yang akan pergi ke luar kota untuk mengurus urusan bisnis juga enggan Aruna beritahukan pada kakak laki-lakinya itu. Apalagi dia memiliki niatan lain untuk menemui Pras. Kalau sampai informasi itu bocor, besar kemungkinan pertemuan mereka akan gagal.Demi menghindari itu, Aruna memilih merahasiakannya dan mem
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: Tawaran AnjaniAruna memiliki pilihan untuk menolak. Sayangnya, dia berakhir mengiakan permintaan Dirga. Tentu untuk mengulik tujuan tersembunyi pria tersebut. “Ada hubungan apa kamu dengan keluarga ini?” tanyanya sambil menoleh ke arah Dirga yang duduk di kursi kemudi mobil. Ya, keduanya sudah berpindah tempat dari cafe tadi dan meluncur pergi menuju mansion keluarga Blair. Mobil Dirga terparkir berhenti tak jauh dari mansion mewah di sekitar mereka. Belum sempat memberikan respons, ponsel Dirga berdering. Pria itu langsung mengangkatnya. Dan dalam hitungan detik, Dirga larut dalam pembicaraan panggilan tersebut. Sejujurnya Aruna merasa penasaran dan berniat menguping. Namun, itu bukan hal baik untuk dilakukan. Jadi, selagi menunggu Dirga selesai, Aruna mengotak-atik ponselnya. Pun, jari tangannya sibuk menekan layar ponsel. Aruna sibuk memikirkan hal lain, satu di antaranya adalah tentang keluarga Blair. Dia membatin, ‘Sudah lama aku nggak pernah melihat Natasha.’ Dimana wanita itu sekarang?
Last Updated: 2026-02-11
Chapter: Bertemu Dirga[Bisakah kita bertemu? Tapi, tolong jangan beritahu siapapun.] Aruna kembali membaca email yang dikirimkan Dirga. Lantas mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap ke sekitar. Kini, dia sudah berada di restoran–tempat janji temunya dengan Dirga. Sesekali dia menyeruput kopi pesanannya. Aruna mencoba meyakinkan diri bahwa keputusannya pagi ini untuk datang menemui Dirga adalah bukan sesuatu yang salah. Rasa penasaran memenuhi benaknya. Bukankah terakhir kali Dirga yang mengatakan untuk tidak saling bertemu lagi? Jadi, dengan alasan–ah, hal mendesak apa yang membuat pria itu kembali menghubunginya? Itu pasti sesuatu yang tak bisa dibicarakan melalui ponsel pintar. Selagi menunggu kedatangan Dirga, Aruna mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Pendingin di ruangan VIP ini cukup membuat tubuhnya sedikit menggigil. Mungkin karena bahan cardigan yang dia kenakan cukup tipis. Akan tetapi, tidak masalah mengingat ruangannya menjaga privasi dan menawarkan kenyamanan. Dia berharap t
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Pria di Masa Lalu“Aruna nggak mau jawab.” Menurutnya, itu pilihan yang tepat. Toh memberitahu Ryuga juga akan berakhir sia-sia. Daddy-nya menginginkan hubungannya berakhir, sementara dia sendiri berkebalikan dari itu. Aruna memiliki cara pandangnya sendiri. Baginya, terlalu mudah untuk mengakhiri hubungannya dengan Pras begitu saja. Ryuga tidak mengatakan apapun lagi setelahnya. Jawaban Aruna menutup perbincangan di antara ayah dan anak tersebut. Pun, setibanya di rumah, Aruna masuk ke dalam lebih dulu tanpa menunggu Daddy-nya. Kedatangannya langsung mendapatkan atensi Claudia beserta adik-adiknya yang tengah bersantai di ruang keluarga: Gara dengan Lego di tangan dan Cherrish tengah memakan camilan. “Kenapa sudah pulang, Na?” tanya Claudia kebingungan. Netra matanya menatap ke arah buah-buahan dan buket bunga yang ditenteng kedua tangan Aruna. Dia segera bisa menjawab pertanyaan sendiri. “Unga, mau!” Cherrish menengadahkan tangan seolah meminta buket bunga dari kakak pertamanya itu. “Buat Cher
Last Updated: 2026-01-30
Chapter: Aruna vs Ryuga“Ya, dijodohkan,” pertegas Ryuga seraya menganggukkan kepalanya. Masih menatap Ryuga, Aruna berusaha mencari celah kebohongan dari ucapan Daddy-nya barusan. Namun, tak ada keraguan sama sekali. Sepertinya ucapan Ryuga benar-benar serius. Alih-alih memberikan respons, Aruna meneguk ludahnya susah payah dan memilih melangkahkan kaki, meninggalkan Ryuga yang dengan cepat langsung mengekor di belakang. Dalam hatinya, Ryuga mengutuk dirinya sendiri. Langkahnya yang terbiasa tiga kali lebih cepat kini melambat, menyesuaikan dengan langkah Aruna. Manik hitamnya menatap tajam punggung putrinya yang terus melangkah tanpa menoleh. “Sial. Kenapa aku tidak bisa menahan diri?!” gumam Ryuga setengah kesal. Beberapa saat lalu, dia merasa sudah lepas kendali. Ucapan itu terlontar begitu saja dan kini Ryuga menyesalinya sebab membuat Aruna tak ingin bicara padanya. Entah darimana datangnya ide konyol tersebut. Dijodohkan? Ryuga mendengus kasar memikirkannya. Di depan sana, sama halnya Ryuga ya
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Life Update ArunaSeperti kakaknya Garvi yang membatalkan kencan, Aruna juga membatalkan kunjungan untuk menjenguk Sandra pada saat malam kepulangannya waktu itu. Ternyata tak mudah baginya untuk menemui baik Sandra maupun Pras setelah melihat panggilan video yang mencabik hatinya.Kala itu Ryuga menyetujui keputusan pembatalan Aruna. Terang-terangan Ryuga malah mengatakan, “Kalau mau bertemu Pras, silakan. Tapi, kalau Sandra … jangan coba-coba pergi menemuinya tanpa izin dari Daddy.”Demikian, Aruna perlu mencocokkan waktu agar Ryuga bisa menemaninya pergi menemui Sandra. Pun, dia sendiri membutuhkan keberanian untuk bisa menemui mereka.Bohong kalau semenjak saat itu Aruna bersikap baik-baik saja. Dia cukup kesulitan karena harus menahan diri untuk tak menceritakan perbuatan Pras dan Karina pada siapapun dan memilih menyimpannya sendirian.Beruntungnya, Aruna cukup ahli dalam hal menyembunyikan sesuatu. Jika tengah bersama keluarganya, dia akan memasang senyum sepanjang hari. Namun, setelah di kamar,
Last Updated: 2026-01-22