Chapter: Bonus Bab Diana x Garvi x RielRapat akhir tahunan Daksa Company usai beberapa saat lalu. Lobi lantai utama menjadi titik temu singkat para eksekutif yang meninggalkan gedung dengan berbagai macam ekspresi. Diana turun dari lift selangkah di belakang Sang Presdir, memastikan sang atasan tengah bersama kolega bisnis yang lain sebelum akhirnya dia mundur satu langkah. Dia menyalakan layar ponselnya dan kembali membaca pesan yang diterimanya. [Aku menunggu di lobi.] Pesan singkat itu membuat Diana menggigit bibir bawahnya. Dalam hatinya dia menggerutu. Untuk apa menunggunya segala? Sepertinya Diana sudah memperingatkan sejak awal bahwa dia tidak menyukai hubungan romansa di kantor, akan tetapi pria yang sedang menjalankan simulasi kencan dengannya ini seperti mengabaikan peringatannya. Begitu menyelinap dan memasuki lobi, pandangannya langsung menyapu kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang. Dia menggumam pelan, “Di mana Garvi?” Pria itu hadir sebagai perwakilan dari Adiwilaga Group. Dan mereka juga bertemu di
최신 업데이트: 2026-01-12
Chapter: Bonus Bab Diana Garvi Part 2“Putar balik, aku bilang!” Diana mengulang perintahnya. Kali ini nada suaranya agak sedikit naik. Kakinya bergerak gelisah, menghentak-hentak lantai mobil. “Argarvi, please …,” panggilnya lirih. Suaranya terdengar nyaris putus asa. Garvi mencondongkan tubuh. Tangannya terjulur ke arah sabuk pengaman Diana, hendak melepasnya. Tapi, refleks, Diana menahan pergelangan tangan pria itu. Lantas pandangan mereka terkunci. “Hanya sarapan,” ucap Garvi pelan. “Apa yang salah?” tanyanya seraya mengerutkan dahi. Perlahan, Garvi menarik tangannya untuk digenggam. Seolah tengah meyakinkan, dia mengangkat tangan Diana ke arah bibirnya untuk dikecup singkat. Diana membuka mulut, tapi tidak tahu harus mengatakan apa. Yang berhasil dia lakukan adalah menarik tangannya dari Garvi. Kenapa pria itu sekarang jauh lebih berani bertindak setelah Diana menyetujui untuk berkencan? “Bukankah kamu tahu sedikit banyak tentang orang tuaku?” Ditodong pertanyaan seperti itu, Diana menggigit bibir bawahnya. Lag
최신 업데이트: 2025-08-20
Chapter: Bonus Bab Diana Garvi Part 1Kencan pertama Diana dan Garvi dimulai.Pria yang dua tahun lebih muda darinya itu mengabari sejak semalam kalau dia akan menjemput Diana pagi-pagi sekali. Padahal ini masih hari kerja dan jam belum menunjukkan pukul enam pagi, tapi Garvi sudah berhasil menyeretnya masuk ke dalam mobil.“Sarapan apa dan di mana?” tanya Diana sambil memasukkan anting terakhir ke daun telinganya. Suaranya masih terdengar mengantuk saat sudah duduk di mobil pria itu. Jam masuk kerjanya pukul delapan pagi. Biasanya, Diana baru akan bangun pukul enam dan bersiap. Tapi, sekarang sepagi ini dia punya agenda kencan.“Kamu tetap tidak mau memberitahu tempat tujuannya?”Diana menatap Garvi penuh selidik. Batinnya menaruh rasa curiga, ‘Dia tidak berniat menculikku ‘kan?’“Kalau aku beritahu sekarang, kamu pasti tidak setuju dan menolak pergi.” Pria itu melirik Diana sekilas dan tersenyum penuh arti.Jelas hal itu mengundang kecurigaan. Diana langsung menembak saja, “Hotel, ya?”Mendengarnya, Garvi setengah tert
최신 업데이트: 2025-08-13
Chapter: Bonus Bab Aland AnjaniSatu minggu setelah kepindahannya ke apartemen studio, Anjani lebih banyak menghabiskan waktu di sana. Dia sedang mempersiapkan langkah awal untuk membangun bisnisnya yang sudah diimpikan sejak lama. Ya, alih-alih bergabung di perusahaan, Anjani Ruby ingin membuka usaha studio kreatif. Setelah perceraian orang tuanya dan kini memilih hidup sendiri, Anjani tentu harus mempertanggung jawabkan itu. Dia hanya boleh merepotkan dirinya sendiri, tidak dengan orang lain. “Lebih baik dicoba daripada aku menyesal tidak pernah mencobanya sama sekali,” pikir Anjani. Dia pun sempat terpikirkan, “Selagi aku masih sendiri.” Jadi … kenapa tidak? Maksudnya, Anjani belum menikah. Dia masih sangat muda untuk melakukan banyak hal. Dan berbisnis adalah salah satu yang ingin dia lakukan dengan hobi dan minatnya. Untungnya, dia memiliki seseorang yang mendukungnya. Tiba-tiba gadis itu melirikkan mata ke arah jam dinding. Sudah jam sebelas lewat, itu artinya– KLIK Dari arah pintu, seseorang masuk ke da
최신 업데이트: 2025-08-12
Chapter: T___TSesaat Aruna terdiam. Dia mengerutkan bibirnya dan menganggukkan kepala. “Keberatan!”Protesannya mengundang kedua alis Ryuga menukik tajam, “Kalau keberatan, kenapa meminta izin segala, Aruna?”Karena sudah dipastikan dia tidak akan mengizinkan. Baginya, cukup perasaannya yang terluka akibat ucapan kurang ajar Sandra.Gadis itu lalu meringis pelan dan meraih tangan Ryuga dalam waktu bersamaan. Mata besarnya menatap lurus ke arah Daddy-nya itu.“Sekarang, giliran Daddy yang mendengarkan Aruna, ya,” pintanya dengan nada suaranya yang lembut.Sudut bibir Ryuga terangkat, membentuk senyuman kecil melihat tingkah Aruna saat ini. Dia mengedikkan dagu. “Apa yang harus Daddy dengarkan darimu?”“Begini, Aruna juga tahu secara tidak langsung kalau Tante Sandra tidak menyukai Pras memiliki hubungan dengan Aruna.” Dia meneguk ludahnya dalam lantas mencoba tersenyum walau hatinya menangis.Siapa yang tidak bersedih berada dalam posisi tersebut?Lebih sedihnya, Aruna seolah tak diberikan kesempata
최신 업데이트: 2025-08-05
Chapter: Detik Menuju AkhirAji Hartanto. Beliau adalah ayah dari Aland Mada. Kini, dia menatap Anjani kurang lebih sama dengan ekspresi yang tak jauh berbeda dari saat pertama kali dia mengetahui keinginan Ryuga untuk menikahi Claudia. Tatapannya kaku dan tidak ramah, padahal Aji adalah mantan kepala desa.Ditatap seperti itu, siapa yang tidak ingin kabur?Anjani gelagapan, “O-oh nggak, Om. Itu, anu … aku nggak enak aja, takut mengganggu,” jawabnya sedikit tergagap di tengah degup jantungnya yang berdebar hebat.Dia pernah mendengar sosok Aji di mata Aruna. Teman dekatnya itu pernah mengatakan, “Aki Aki emang kelihatan galak. Tapi, aslinya perhatian. Asmaku pernah kambuh karena cuaca dingin di sana. Terus Aki Aji sampai manggil bidan atau dokter.”Yang menjadi masalah adalah tidak mungkin ‘kan Aji akan memperlakukan Anjani sama persis dengan Aruna? Kalau dia jelas adalah cucunya, Anjani hanya orang lain.Gadis itu melirik ke sekeliling sofa. Tak ada Aland. Pun, Garvi. Anjani menebak jika perkumpulan keluarga in
최신 업데이트: 2025-08-03
Chapter: Bab 131 LuluhSatu dua sampai lima detik menunggu, Alisa masih menunggu respons Dirga. Sekilas, raut wajahnya menunjukkan keterkejutan. Tapi, mulutnya masih terbungkam rapat.Rasanya seperti tak jauh berbeda berbicara dengan tembok.Keheningan di antara mereka membuat Alisa canggung sendiri. Dia meringis pelan.Hubby?Dirga tidak mungkin luluh hanya mendengar nama panggilan tersebut.Diam-diam Alisa malu sendiri dan ingin sekali menarik ucapannya beberapa saat lalu. Namun, semuanya sudah terlanjur terjadi.Mata besarnya kemudian melirik Pak Badru yang tampak menahan senyum. Hal itu membuat Alisa merutukki aksi nekadnya.Dia memejamkan mata bersamaan mendengar suara Dirga mengudara."Bawa dia.”Tepat Alisa kembali membuka mata, Dirga sudah menyerahkan anak anjing dalam pangkuannya pada Pak Badru.Dengan sigap, Pak Badru menerimanya.Kini, giliran Alisa yang mematung di tempat. Mata besarnya yang berbinar seolah redup. Dia mengembuskan napas berat. Bahunya terlihat merosot tanpa semangat.'Seharusnya
최신 업데이트: 2026-01-17
Chapter: Bab 130 Hubby, PleaseAlisa tak sempat berpikir lebih lama ketika suara Sam kembali mengudara. “Alisa, tidak ingin melihat kadonya?” Pria itu menatap ke arahnya lantas menatap Dirga lalu menambahkan, “Aku rasa kalian berdua akan menyukainya.” Hal itu sukses membuat rasa penasaran Alisa melambung tinggi. Mungkin hadiah pernikahan Sam sedikit berbeda mengingat pria itu tidak menentengnya sendiri ke dalam rumah. Bermacam-macam dugaan mengisi kepala Alisa. Tapi, dengan cepat dia memutuskan pemikirannya tersebut dan memilih menatap Sam balik. “Oke, aku coba lihat ke depan,” angguknya. “Terima kasih, Kak Sam!” Sebelum melangkahkan kakinya pergi, Alisa melempar senyum penuh pada kakak sepupu Dirga itu. Tak pernah ada dalam bayangan Alisa sebelumnya jika pernikahannya dengan Dirga akan mendapatkan kelimpahan yang seperti tidak ada habisnya. ‘Wahh … diberi kado?’ batin Alisa menjerit senang. Tidak bisa dipungkiri, perasaannya berdebar. Siapa yang tidak bahagia mendapatkan hadiah dari aktor favoritnya? Mungkin
최신 업데이트: 2026-01-15
Chapter: Bab 129 Kedatangan Sepupu DirgaUcapan Dirga yang terakhir kali terus menempel di dalam kepala Alisa bahkan setelah enam jam berlalu. ‘Memangnya apa yang sudah aku lakukan?’Ketika Alisa menanyakan maksud lebih jelasnya, Dirga hanya menjawab singkat, “Lupakan.”Suaranya terdengar dingin diakhiri dengusan pelan. Pun tepukan pelan di paha Alisa yang seolah memberikan isyarat agar dia bangkit dari pangkuan Dirga.“Aku ingin istirahat,” ucap pria itu dengan datar. “Bisa tinggalkan aku sendirian?”Mungkin Alisa masih kesulitan membaca sorot manik hitam legam Dirga. Namun, suara Dirga mudah dikenali. Itu bernada perintah.“Bisa, tentu saja …,” balas Alisa dengan perasaan yang bercokol kesal.Wanita itu bangkit dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil sprei dan merapikan tempat tidur secepat yang dia bisa. Alisa sempat mencuri pandangan. Didapatinya Dirga sudah berbaring dengan posisi yang terlihat memunggunginya.Alisa mengembuskan napas berat. Batinnya berbisik lirih, “Dirga mungkin butuh istirahat.”Walau sejujurnya
최신 업데이트: 2026-01-11
Chapter: Bab 128 Dipat-patHalmonie, aku mau bicara dengan Uncle!” Suara rengekan seorang bocah perempuan di seberang sana sontak menarik perhatian Alisa. Dalam hitungan detik, rasa malunya menguap, tergantikan dengan rasa penasaran mendengar suara lembut itu. Masih menenteng kotak P3K, Alisa melangkahkan kaki mendekat ke arah ranjang. Dirga sempat melirik sekilas sebelum akhirnya kembali fokus menatap layar ponselnya. “Uncle, ini Clarissa, keponakan Uncle yang paling imut dan cantik!” seru bocah itu dengan riang. Hal itu sukses membuat Dirga melengkungkan senyum di bibirnya. Walau tipis, Alisa bisa melihat ada ketulusan disana. “Uncle Dirga masih tertidur? Tidak berangkat kerja?” tanya Clarissa polos. Di sebelahnya, Larissa memberikan handuk kecil di kepala bocah tersebut. Alisa tak bisa menahan rasa ingin tahunya terhadap keponakan yang belum pernah ditemuinya itu. Maka, dia pun duduk di tepi ranjang, cukup dekat dengan Dirga agar bisa mengintip ke arah layar. Sambil menjawab pertanyaan Clarissa, Dirga
최신 업데이트: 2026-01-08
Chapter: Bab 127 Cucu untuk MamaBeberapa saat kemudian, Alisa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia sedikit kesulitan berjalan mengingat kakinya cukup pegal akibat aktivitas semalam. Untuk menuruni anak tangga pun, Alisa melangkah dengan penuh kehati-hatian. Bi Mirna yang sedang membereskan ruang tengah langsung tergopoh-gopoh menghampirinya. “Selamat pagi, Bi,” sapa Alisa dengan senyum cerahnya. “Nona Alisa baik-baik saja?” tanya Bi Mirna dengan nada sedikit khawatir. Pandangannya mengarah pada kaki Alisa. Mengikuti arah pandang Bi Mirna, Alisa seketika meringis pelan. Sebisa mungkin dia berjalan dengan langkah tenang. “Tentu, aku baik. Tapi, Dirga demam pagi ini, Bi. Tolong buatkan bubur dan sup hangat, ya,” beritahu Alisa salam satu kali ucapan. Mata Bi Mirna membola. “Ya ampun, Tuan Dirga sakit?” Air wajahnya tampak panik. “Perlu dibawa ke rumah sakit sekarang?” Kepala Alisa menggeleng cepat. “Kalau demamnya tidak turun, kita bawa Dirga ke rumah sakit. Untuk sekarang, biar aku yang tangani du
최신 업데이트: 2025-12-24
Chapter: Bab 126 Sisi Lain Dirga‘Ya sudah, mau bagaimana lagi ….’ Pada akhirnya, Alisa memilih mengikuti suara hatinya dengan tetap tinggal di sisi Dirga. Bagaimanapun juga, itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang istri untuk merawat suaminya dalam keadaan sehat maupun sakit. Alisa mendongakkan wajah, menatap Dirga yang masih memejamkan mata. Wajah tampannya terlihat lebih pucat. Dia semakin tidak tega apabila meninggalkan Dirga. “Aku akan minta izin ke Argo untuk mengerjakan naskahnya di rumah,” beritahu Alisa dengan suara lembutnya. Diam-diam dia berdoa semoga Argo tidak keberatan. “Sekarang … bisa tolong lepaskan aku?” lanjutnya sambil menyipitkan mata. Dirga tak segera menjawab. Ketika Alisa mencoba melepaskan diri, pelukan pria itu justru tak mengendur sedikit pun. “Dirga …?” panggilnya lirih. Napas Alisa tertahan karena wajahnya nyaris menempel di dada pria itu. Dan lebih parahnya, Alisa tidak mengenakan apapun di tubuhnya. BLUSH Rasa panas kembali menjalar ke wajahnya. Ini jauh lebih
최신 업데이트: 2025-12-24