مشاركة

Aruna vs Ryuga

مؤلف: catatanintrovert
last update آخر تحديث: 2026-01-24 13:54:35

“Ya, dijodohkan,” pertegas Ryuga seraya menganggukkan kepalanya.

Masih menatap Ryuga, Aruna berusaha mencari celah kebohongan dari ucapan Daddy-nya barusan. Namun, tak ada keraguan sama sekali. Sepertinya ucapan Ryuga benar-benar serius.

Alih-alih memberikan respons, Aruna meneguk ludahnya susah payah dan memilih melangkahkan kaki, meninggalkan Ryuga yang dengan cepat langsung mengekor di belakang.

Dalam hatinya, Ryuga mengutuk dirinya sendiri.

Langkahnya yang terbiasa tiga kali lebih cepat kini melambat, menyesuaikan dengan langkah Aruna. Manik hitamnya menatap tajam punggung putrinya yang terus melangkah tanpa menoleh.

“Sial. Kenapa aku tidak bisa menahan diri?!” gumam Ryuga setengah kesal.

Beberapa saat lalu, dia merasa sudah lepas kendali. Ucapan itu terlontar begitu saja dan kini Ryuga menyesalinya sebab membuat Aruna tak ingin bicara padanya.

Entah darimana datangnya ide konyol tersebut. Dijodohkan? Ryuga mendengus kasar memikirkannya.

Di depan sana, sama halnya Ryuga yang berg
catatanintrovert

Dicari jodoh buat Aruna *dipelotin Pras*

| 2
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
madul
knp pras smpai selingkuh sm karina,? klo beneran selingkuh lbh baik aruna putus dptin laki" yg lbh baik dan sayang aruna dg tulus biar nyesel tuh si pras udh nyakitin aruna,,tp klo ternyata hnya jebakan agar hubungan pras aruna putus smg segera terungkap siapa dalangnya agar aruna tetap sm pras
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Pesona Presdir Posesif   Aruna vs Ryuga

    “Ya, dijodohkan,” pertegas Ryuga seraya menganggukkan kepalanya.Masih menatap Ryuga, Aruna berusaha mencari celah kebohongan dari ucapan Daddy-nya barusan. Namun, tak ada keraguan sama sekali. Sepertinya ucapan Ryuga benar-benar serius.Alih-alih memberikan respons, Aruna meneguk ludahnya susah payah dan memilih melangkahkan kaki, meninggalkan Ryuga yang dengan cepat langsung mengekor di belakang.Dalam hatinya, Ryuga mengutuk dirinya sendiri.Langkahnya yang terbiasa tiga kali lebih cepat kini melambat, menyesuaikan dengan langkah Aruna. Manik hitamnya menatap tajam punggung putrinya yang terus melangkah tanpa menoleh.“Sial. Kenapa aku tidak bisa menahan diri?!” gumam Ryuga setengah kesal.Beberapa saat lalu, dia merasa sudah lepas kendali. Ucapan itu terlontar begitu saja dan kini Ryuga menyesalinya sebab membuat Aruna tak ingin bicara padanya.Entah darimana datangnya ide konyol tersebut. Dijodohkan? Ryuga mendengus kasar memikirkannya.Di depan sana, sama halnya Ryuga yang berg

  • Pesona Presdir Posesif   Life Update Aruna

    Seperti kakaknya Garvi yang membatalkan kencan, Aruna juga membatalkan kunjungan untuk menjenguk Sandra pada saat malam kepulangannya waktu itu. Ternyata tak mudah baginya untuk menemui baik Sandra maupun Pras setelah melihat panggilan video yang mencabik hatinya.Kala itu Ryuga menyetujui keputusan pembatalan Aruna. Terang-terangan Ryuga malah mengatakan, “Kalau mau bertemu Pras, silakan. Tapi, kalau Sandra … jangan coba-coba pergi menemuinya tanpa izin dari Daddy.”Demikian, Aruna perlu mencocokkan waktu agar Ryuga bisa menemaninya pergi menemui Sandra. Pun, dia sendiri membutuhkan keberanian untuk bisa menemui mereka.Bohong kalau semenjak saat itu Aruna bersikap baik-baik saja. Dia cukup kesulitan karena harus menahan diri untuk tak menceritakan perbuatan Pras dan Karina pada siapapun dan memilih menyimpannya sendirian.Beruntungnya, Aruna cukup ahli dalam hal menyembunyikan sesuatu. Jika tengah bersama keluarganya, dia akan memasang senyum sepanjang hari. Namun, setelah di kamar,

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Diana x Garvi x Riel

    Rapat akhir tahunan Daksa Company usai beberapa saat lalu. Lobi lantai utama menjadi titik temu singkat para eksekutif yang meninggalkan gedung dengan berbagai macam ekspresi. Diana turun dari lift selangkah di belakang Sang Presdir, memastikan sang atasan tengah bersama kolega bisnis yang lain sebelum akhirnya dia mundur satu langkah. Dia menyalakan layar ponselnya dan kembali membaca pesan yang diterimanya. [Aku menunggu di lobi.] Pesan singkat itu membuat Diana menggigit bibir bawahnya. Dalam hatinya dia menggerutu. Untuk apa menunggunya segala? Sepertinya Diana sudah memperingatkan sejak awal bahwa dia tidak menyukai hubungan romansa di kantor, akan tetapi pria yang sedang menjalankan simulasi kencan dengannya ini seperti mengabaikan peringatannya. Begitu menyelinap dan memasuki lobi, pandangannya langsung menyapu kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang. Dia menggumam pelan, “Di mana Garvi?” Pria itu hadir sebagai perwakilan dari Adiwilaga Group. Dan mereka juga bertemu di

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Diana Garvi Part 2

    “Putar balik, aku bilang!” Diana mengulang perintahnya. Kali ini nada suaranya agak sedikit naik. Kakinya bergerak gelisah, menghentak-hentak lantai mobil. “Argarvi, please …,” panggilnya lirih. Suaranya terdengar nyaris putus asa. Garvi mencondongkan tubuh. Tangannya terjulur ke arah sabuk pengaman Diana, hendak melepasnya. Tapi, refleks, Diana menahan pergelangan tangan pria itu. Lantas pandangan mereka terkunci. “Hanya sarapan,” ucap Garvi pelan. “Apa yang salah?” tanyanya seraya mengerutkan dahi. Perlahan, Garvi menarik tangannya untuk digenggam. Seolah tengah meyakinkan, dia mengangkat tangan Diana ke arah bibirnya untuk dikecup singkat. Diana membuka mulut, tapi tidak tahu harus mengatakan apa. Yang berhasil dia lakukan adalah menarik tangannya dari Garvi. Kenapa pria itu sekarang jauh lebih berani bertindak setelah Diana menyetujui untuk berkencan? “Bukankah kamu tahu sedikit banyak tentang orang tuaku?” Ditodong pertanyaan seperti itu, Diana menggigit bibir bawahnya. Lag

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Diana Garvi Part 1

    Kencan pertama Diana dan Garvi dimulai.Pria yang dua tahun lebih muda darinya itu mengabari sejak semalam kalau dia akan menjemput Diana pagi-pagi sekali. Padahal ini masih hari kerja dan jam belum menunjukkan pukul enam pagi, tapi Garvi sudah berhasil menyeretnya masuk ke dalam mobil.“Sarapan apa dan di mana?” tanya Diana sambil memasukkan anting terakhir ke daun telinganya. Suaranya masih terdengar mengantuk saat sudah duduk di mobil pria itu. Jam masuk kerjanya pukul delapan pagi. Biasanya, Diana baru akan bangun pukul enam dan bersiap. Tapi, sekarang sepagi ini dia punya agenda kencan.“Kamu tetap tidak mau memberitahu tempat tujuannya?”Diana menatap Garvi penuh selidik. Batinnya menaruh rasa curiga, ‘Dia tidak berniat menculikku ‘kan?’“Kalau aku beritahu sekarang, kamu pasti tidak setuju dan menolak pergi.” Pria itu melirik Diana sekilas dan tersenyum penuh arti.Jelas hal itu mengundang kecurigaan. Diana langsung menembak saja, “Hotel, ya?”Mendengarnya, Garvi setengah tert

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Aland Anjani

    Satu minggu setelah kepindahannya ke apartemen studio, Anjani lebih banyak menghabiskan waktu di sana. Dia sedang mempersiapkan langkah awal untuk membangun bisnisnya yang sudah diimpikan sejak lama. Ya, alih-alih bergabung di perusahaan, Anjani Ruby ingin membuka usaha studio kreatif. Setelah perceraian orang tuanya dan kini memilih hidup sendiri, Anjani tentu harus mempertanggung jawabkan itu. Dia hanya boleh merepotkan dirinya sendiri, tidak dengan orang lain. “Lebih baik dicoba daripada aku menyesal tidak pernah mencobanya sama sekali,” pikir Anjani. Dia pun sempat terpikirkan, “Selagi aku masih sendiri.” Jadi … kenapa tidak? Maksudnya, Anjani belum menikah. Dia masih sangat muda untuk melakukan banyak hal. Dan berbisnis adalah salah satu yang ingin dia lakukan dengan hobi dan minatnya. Untungnya, dia memiliki seseorang yang mendukungnya. Tiba-tiba gadis itu melirikkan mata ke arah jam dinding. Sudah jam sebelas lewat, itu artinya– KLIK Dari arah pintu, seseorang masuk ke da

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status