Chapter: Bab 5 Hamil?Tiga hari setelah malam itu, kita berubah jauh.Di kantor, kami seperti orang asing. Tidak, lebih burukdari orang asing bahkan. Kami adalah dua orang yang saling tahu rasa bibir dankulit masing-masing, tapi berpura-pura tidak saling kenal.Deva, menghindariku habis-habisan.Setiap kali berpapasan di koridor, dia akan membuangmuka atau pura-pura sibuk dengan ponselnya. Di meeting, dia tidak pernahmenunjukku untuk bicara. Dia membangun tembok raksasa yang tidak bisa kutembus.Aku hancur.Tiap malam aku menangis di kamar kos baruku, merutukikebodohanku yang gampang terbawa perasaan. Sudah jelas aku cuma pelarian. Sudahjelas aku tidak pantas buat dia. Kenapa aku masih berharap?Namun, di balik sikap dinginnya yang menyakitkan itu,aku tidak tahu kalau Deva juga sedang hancur.Dia tidak bisa tidur. Setiap kali memejamkan mata,bayangan wajahku dan aroma tubuhku menghantuinya. Rasa bersalah pada Meera danrasa rindu yang menyiksa padaku membuatnya nyaris gila. Dia sadar, dia munafik.
Последнее обновление: 2025-11-22
Chapter: Bab 4 Kesalahan Semalam"Goodmorning, babe."Yangpertama kali kulihat ketika membuka mata, adalah Deva, yang terbaringmenyamping menghadap ke arahku sambil menyangga kepalanya dengan satu tangan.Laki-laki itu, mengecup kedua kelopak mataku, menyuruhku segera bangun. Pantassaja, ternyata matahari sudah tinggi. Merasakansilau dan panas dari sela-sela gorden,kuputuskan untuk bangkit dari ranjang dan duduk tegak. Namun, aku segeramerapatkan selimutku lagi ketika menyadari tidak ada apapun yang menutupibagian atas tubuhku. Ingatanku langsung melompat pada kegiatan panas kamisemalam. Deva, yang menyadari kegugupanku malah tertawa gemas. "Ngapainmalu-malu begitu? Aku udah liat, kali!" ucapnya sambil ikut kembali masukke dalam selimut dan kembali mendekapku erat di dalam sana. "Dev,udah, deh!" Aku mendorongnya sedikit menjauh. Bukan karena tidak suka,hanya saja aku malu dilihat dengan muka bantalku pagi-pagi begini. Biasanya,meskipun tanpa riasan tebal, paling tidak Deva, selalu melihatku dengan k
Последнее обновление: 2025-11-22
Chapter: Bab 3 PenyatuanKuakuiaku memang bodoh. Aku tidak punya hak apapun untuk marah, Deva sama sekalitidak berhutang penjelasan padaku. Tapi tetap saja rasanya begitu sakit.Bagaimanatidak? Perhatian dan kebaikan Deva, padaku selama ini memberikan harapan yangbegitu besar untukku.Akubodoh berpikir kalau Deva, menyukaiku.Akubodoh berpikir semua yang ia lakukan selama ini adalah bentuk kasih sayangnyapadaku. Padahal, statuspun kami tak punya. Dan kemungkinan buruknya, ia sudahpunya pacar. "Lin,itu hp aku, kan?"Akumembuka ponselnya tanpa izin. Aku tahu seharusnya Deva, yang marah. Tapi justrukemarahanku yang mencuat sampai-sampai tidak tahan berada satu ruangandengannya. Aku meninggalkan Deva, begitu saja dan mengunci diri di dalam kamar.Akutidak bisa menahan diri untuk tidak menangis. Aku sudah berusaha sebisa mungkinuntuk meredam suaraku, tapi nyatanya Deva tetap bisa mendengar suarasesenggukanku yang menyebalkan bahkan di telingaku sendiri. "Lin,aku bisa jelasin, Lin! Meera itu buka
Последнее обновление: 2025-11-22
Chapter: Bab 2 Kekasih Rahasia"Gila!Nggak mungkin...""Nggak adapenolakan," potongnya final. Tatapannya mengunci mataku, menyalurkanurgensi yang tidak bisa kutawar. "Aku punya unit apartemen sewaan. Biasaaja, nggak mewah, tapi kering dan layak. Anggap aja kamu ngungsi darurat."Begitumasuk, mataku tidak tahan untuk menyisir ke sekeliling. Apartemen Deva, bisadibilang besar dan punya fasilitas lengkap. Ada sofa ruang tamu, ruang santai,kamar mandi, dapur dan dua kamar tidur. Segalanya tampak pas dan tidakberlebihan. Meskipun terlihat sederhana, aku tahu harga bangunan ini tidaklahmurah. Apalagi semua perabotan di sini terlihat masih baru. "Ternyatakamu lumayan kaya juga, ya?" Komentarku yang entah mengapa membuat Deva,salah tingkah. Ia tampak tidak nyaman kusebut sebagai "orang kaya.""Kayadari mana? Apartemen aja masih sewa," ujarnya segera membantah. "Kamumandi duluan aja sana! Baju-bajunya taruh aja di situ. Basah, kan?" Katanya, menunjuk sebuah keranjangdi dekat kamar mandi. Meskipun agak kecew
Последнее обновление: 2025-11-22
Chapter: Bab 1 Tidurlah Denganku!BRAK!Pintu toilet mendadak terbuka kasar, menghantam dinding pembatas dengan suara nyaring yang membuat telingaku berdenging.Deva, berdiri di sana dengan napas memburu. Kemejanya sedikit berantakan, rambutnya mencuat aneh seolah baru saja ia acak-acak karena frustrasi."Lin? Astaga, Lin!"Deva, langsung menerjang masuk. Dia tidak peduli lantai toilet ini kotor atau basah saat lututnya menghantam ubin untuk sejajar denganku. Tangannya yang besar dan hangat langsung menangkup kedua pipiku yang mungkin sudah sedingin es."Hei, lihat aku, Lin? Denger suara aku, nggak?""Sakit., Dev..." Aku merintih, suaraku nyaris tidak keluar. "Perutku...""Iya, aku tahu. Tahan sebentar. Jangan merem, Lin. Awas kalau kamu merem!" ancamnya, tapi tangannya gemetar saat menyeka keringat di pelipisku.Tanpa permisi, Deva menyelipkan lengannya di bawah lutut dan punggungku. Seketika tubuhku melayang. Aroma citrus dan keringat laki-laki itu langsung memenuhi rongga hidungku, mengusir bau obat pel yang membua
Последнее обновление: 2025-11-22