Chapter: EXTRA CHAPTER | Akhirnya #2Asma yang memang telah memberikan dirinya pada Basuki tak mempunyai pilihan lain selain mengangguk.Dengan liar, Basuki mulai memainkan bukit tembam Asma. Mencium, menjilat, mengulum dan menghisapnya dengan rakus. Bahkan cairan hangat yang baru saja keluar dari inti gadis itu tak luput dari hisapannya.Asma hanya bisa melenguh merasakan kenikmatan yang baru pertama kali ini dia rasakan. Entah berapa kali dia mencapai puncak karena permainan bibir dan tangan Basuki.Wajah Basuki terlihat merah padam dengan sudut bibirnya yang basah. Raut puas tampak jelas di wajah pria itu. Semua yang ada pada diri Asma benar-benar sempurna di matanya. Gadis itu menjaga dirinya dengan baik.Iris gelap Basuki semakin bernafsu melihat posisi berbaring Asma saat ini. Dimana gadis itu tengah telentang dengan kedua kaki terbuka lebar. Menampakkan bukit tembamnya yang merah merekah.Jakun Basuki naik turun melihat pemandangan indah tersebut. Gelora dalam dirinya kian membara, seiring dengan desakan kuat yang
Terakhir Diperbarui: 2024-06-14
Chapter: EXTRA CHAPTER | Akhirnya #1Seorang gadis muda dengan parasnya yang cantik, tampak terbaring pasrah di bawah kungkungan pria dewasa berbadan kekar yang berparas tampan. Siapa lagi kalau bukan Asma, yang terlihat pasrah saat Basuki mendorongnya ke atas ranjang. Dalam posisi kaki yang masih menjuntai di atas lantai.Gaun pengantin yang beberapa waktu lalu melekat di tubuh Asma, kini telah berganti dengan gaun malam yang mengekspos lekuk tubuhnya. Menampilkan beberapa bagian yang menonjol karena ukurannya yang memang di atas rata-rata.Sebelumnya, sesaat setelah Basuki keluar dari kamar untuk kembali menitipkan Dika pada Sekar, Asma buru-buru meloloskan gaun pengantin yang dia kenakan dari tubuhnya. Lalu menggantinya dengan sebuah gaun malam yang diberikan oleh Rahayu.Asma pikir baju yang Rahayu berikan adalah baju-baju normal seperti pada umumnya. Namun ternyata Rahayu sengaja memberikan gaun malam yang memang telah Basuki siapkan untuk Asma. Benar-benar kerjasama yang bagus.Asma yang memang baru pertama kali in
Terakhir Diperbarui: 2024-06-14
Chapter: EXTRA CHAPTER | Rencana Malam Pertama #2Acara resepsi yang diadakan selama empat jam tanpa jeda iklan itu akhirnya telah selesai. Tamu undangan yang memenuhi pelataran rumah Asma yang telah disulap bak gedung tempat acara pernikahan berlangsung, kini berangsur sepi. Hanya segelintir orang yang masih bertahan di sana.Malam memang semakin beranjak larut. Dan orang-orang juga mulai mengantuk. Ingin segera terlelap di atas ranjangnya yang empuk.Seorang gadis dengan sanggul yang masih terpasang di belakang kepalanya, kini tengah terduduk di depan cermin rias bersama seorang wanita yang berdiri di belakangnya."Apa Mbak bilang.. kalau kamu tenang, semuanya pasti berjalan lancar." ujar Rahayu yang tengah sibuk melepaskan segala properti yang ada di atas kepala Asma.Asma mengulum senyum sebelum kemudian mengangguk. Dia memang sempat gugup ketika acara pengucapan janji pernikahan berlangsung. Takut Basuki salah berucap. Atau lebih parahnya lagi salah menyebut namanya. Ada-ada saja memang yang Asma takutkan."Iya, Mbak. Gugup yang
Terakhir Diperbarui: 2024-06-13
Chapter: EXTRA CHAPTER| Rencana Malam Pertama #1"Dika dimana?" tanya Basuki saat tidak melihat batang hidung anaknya sedari tadi pagi. Tidak melihatnya beberapa jam saja, dia sudah merindukannya. Asma yang tengah menikmati suasana pesta pernikahan mereka lantas menoleh. Dan mendekatkan bibirnya pada telinga Basuki. Suara bising sound system yang dinyalakan cukup keras membuat suaranya teredam. "Asma titipin adiknya Mbak Rahayu." jawab gadis itu. Dia tidak perlu khawatir karena adik Rahayu bisa memomong Dika dengan baik. Adik tiri yang sekarang resmi menjadi anak sambungnya itu tampak nyaman dengan pemuda remaja itu. Basuki mengangguk dan bernapas lega. Seharian ini dia memang belum sempat bertemu dengan putra kecilnya. Setelah sesi foto bersama, Dika kembali menghilang begitu saja. Sehingga kini dia tampak kebingungan mencarinya. Iris gelap Basuki melirik Asma dari ekor matanya. Jika hari-hari biasa dia terbiasa melihat gadis itu tanpa polesan make up. Di hari bahagia ini dia akhirnya bisa melihat Asma dengan riasan yang membua
Terakhir Diperbarui: 2024-06-12
Chapter: Resmi Bersatu #3Jarak wajah mereka semakin dekat. Hanya tinggal maju sedikit saja, bibir keduanya pasti akan saling bertemu. Namun seruan bernada gurauan yang MC layangkan, membuat keduanya spontan menjauhkan wajah masing-masing. Baik Asma maupun Basuki tampak kikuk dan malu karena hampir lepas kendali. Acara resepsi dimulai, dengan berbagai ritual yang harus dijalani oleh keduanya. Mulai dari penyerahan kembang mayang, ngidak endhog sampai dulangan. Acara kemudian berlanjut dengan ucapan selamat bagi pengantin dan sesi foto bersama. Banyak dari para warga yang dengan senang hati ikut berfoto bersama Asma dan juga Basuki. Sempat menjadi tanda tanya besar mengapa tidak ada keluarga dari kedua belah pihak yang datang di acara sakral tersebut. Namun setelah menyimak apa yang MC katakan, membuat pertanyaan tersebut akhirnya terjawab sudah. "Selamat ya, Asma.. Mas Basuki. Semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan." ujar Roni yang memang datang di acara pernikahan tersebut. Tentu saja d
Terakhir Diperbarui: 2024-06-12
Chapter: Resmi Bersatu #2Suasana khidmat tampak menyelimuti pernikahan antara Asma dan juga Basuki. Setelah mengucapkan janji pernikahan yang disaksikan oleh para saksi dan tamu undangan, maka status keduanya telah resmi menjadi sepasang suami istri.Basuki telah berdiri di atas panggung seorang diri. Menanti kedatangan Asma yang sebentar lagi akan datang menemani. Wajahnya terlihat sumringah karena baru saja melepas masa dudanya. Apalagi di pernikahannya yang ketiga kalinya ini dia mendapat seorang gadis muda yang cantik jelita. Ehem, yang muda lebih menggoda ya Pak Bas. Sstt.. lupakan ocehan author.Alunan musik gamelan terdengar, begitu Asma muncul dari balik pintu rumah yang telah dipasangi gedebog pisang yang telah dihias di sisi kanan dan kirinya. Hiasan tersebut berupa anyaman daun kelapa muda yang dibentuk seperti keris dan semacamnya. Juga terdapat hiasan janur kuning, bunga kertas dan dedaunan yang ditancapkan di batang pisang tersebut.Asma mulai berjalan mengarah ke atas panggung dengan ditemani d
Terakhir Diperbarui: 2024-06-11
Chapter: PPS | Mencuri Kesempatan [+]Jam dinding telah menunjukkan pukul 11 malam ketika Rindu terbangun dari tidurnya. Tenggorokannya terasa kering karena tidak sempat minum sebelum tidur.Gadis itu memutuskan untuk beranjak dari tempat berbaringnya. Lalu keluar dari kamarnya untuk mengambil minum di dapur.Selama Hesti dan Cakra tinggal di rumah ini, Rindu dan Seno memang memutuskan untuk tidak sekamar. Selain karena mereka belum menikah, keduanya juga tidak ingin menimbulkan kesan yang buruk di mata Hesti dan Cakra. Walaupun sebenarnya semuanya telah mengetahui hubungan mereka yang di luar batas.Dalam keadaan yang gelap, Rindu dengan hati-hati berjalan menyusuri lorong kamar yang sepi. Gadis itu hampir sampai di tempat tujuannya saat mendapati sepasang lengan tiba-tiba melingkar di pinggangnya.Rindu yang terkejut hampir saja memekik jika saja sosok itu tidak membungkam bibirnya dengan tangan."Paman." bisik Rindu begitu mencium aroma khas dari pria yang dia kenali."Kenapa belum tidur?" tanya pria itu dengan suara b
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: PPS | Kebahagiaan RinduRindu tidak dapat menahan senyum bahagianya ketika menyambut kedatangan bibi keduanya di bandara. Sebelumnya, Rindu sempat hilang kontak dengan Hesti karena ponsel sang bibi yang hilang.Rindu memang tidak terlalu dekat dengan keluarga bibi keduanya, Hesti. Hal itu karena setelah menikah, Hesti diboyong ke luar pulau oleh suaminya.Sedari dulu, Hanum dan Hesti sering terlibat konflik. Dan puncaknya ketika Hanum yang memutuskan hubungan dengan suami Hesti yang sekarang untuk bisa menikah dengan Seno. Sehingga sejak saat itu, hubungan mereka semakin merenggang dan dingin.Hesti tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di kampung halamannya. Selain karena suaminya yang tidak memberinya ijin, dia juga merasa malas jika harus bertemu dengan Hanum, sang kakak yang selalu iri padanya.Sejak dulu, Hesti hanya dekat dengan Heru. Kakak tertuanya itu selalu menjadi tempatnya untuk berkeluh kesah. Sehingga ketika dia mendapat kabar jika kakaknya Heru beserta istrinya meninggal karena kecelakaan, He
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: PPS | Benar-benar BerpisahSelama tiga hari Hanum di rawat di rumah sakit pengayoman. Dan selama itu dia terlihat sangat menyedihkan. Kini dia telah dimasukkan ke dalam sel. Berkumpul bersama dengan para tahanan yang lain.Hanum yang biasa bersolek dengan perhiasan yang selalu melekat di tangan dan jari manisnya, kini tampak berantakan dengan wajah kuyu yang selalu muram. Tidak ada lagi serentetan gelang yang menghiasi lengannya. Yang ada justru sepasang borgol yang melingkari pergelangan tangannya.Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat cukup jelas. Wajahnya pucat pasi tanpa sapuan bedak. Juga tatapannya yang biasa congkak, telah digantikan dengan tatapan sendu nan sayu.Setiap harinya Hanum hanya termenung dengan pandangan kosong. Tak dia hiraukan keadaan yang ada di sekelilingnya. Dia terlalu terpaku dengan problematika yang terjadi di dalam hidupnya saat ini.Beberapa kali Hanum mengacuhkan pertanyaan dari para wanita yang menjadi teman satu selnya. Dan dari reaksi yang wanita itu berikan, membuat mereka
Terakhir Diperbarui: 2026-10-12
Chapter: PPS | NgidamGreb"Apa kamu sudah lega sekarang?" tanya Seno memeluk Rindu dari belakang. Pria itu menumpukan dagunya di pundak gadis itu.Rindu bergeming dan menghela napas berat. Senyum samar tampak menghiasi wajahnya saat ini."Rindu lega karena bisa membongkar kejahatan Bibi selama ini dan memberikan pelajaran berharga untuknya, Paman. Tapi Rindu juga sedih karena sekarang Rindu tidak mempunyai siapa-siapa lagi." lirih Rindu di akhir kalimatnya.Seno mengeratkan dekapannya seolah ikut merasakan kesedihan yang Rindu rasakan. Beberapa kali dia mendaratkan kecupannya pada puncak kepala gadis itu."Kamu tidak sendirian, Sayang. Ada Paman, dan calon anak kita yang akan selalu menemani kamu." bisik Seno sembari mengelus perut Rindu.Pundak Rindu bergetar disusul dengan isakan kecil yang mulai terdengar dari bibir gadis itu. Rindu lantas berbalik, membenamkan wajahnya di dada Seno yang menjadi tempat ternyaman untuknya berkeluh kesah."Terimakasih karena Paman tidak meninggalkan Rindu." lirih Rindu m
Terakhir Diperbarui: 2026-10-12
Chapter: PPS | Kehancuran HanumHanum membuka kedua matanya yang tampak berkunang-kunang. Kelopak matanya menyipit, berusaha menghalau cahaya yang masuk ke dalam retinanya."Tahanan nomor 302 sudah sadar, Dok." kata seorang wanita yang baru saja memeriksa keadaan Hanum.Hanum menatap langit-langit ruangan yang dia tempati saat ini. Terasa begitu asing dan dingin. Dia hendak memegangi kepalanya yang terasa pening dengan tangan kirinya, ketika merasakan pergerakannya terbatasi.KruncingKruncingSuara besi yang saling beradu membuat Hanum mengernyit. Dengan sisa kesadarannya dia melirik ke bawah, mendapati tangan kirinya yang tengah diborgol dengan brankar yang dia tempati.Netra bening Hanum seketika membelalak. Dadanya bergemuruh hebat dengan ledakan air mata yang membasahi pelupuk matanya.Hanum berpikir jika semua ini hanyalah sebuah mimpi. Semua yang dia alami beberapa waktu lalu, ternyata benar-benar sebuah kenyataan yang menyakitkan."Tidak. Ini semua pasti hanya mimpi hiks." Hanum terisak, masih mengelak denga
Terakhir Diperbarui: 2026-09-22
Chapter: PPS | Balasan untuk HanumHancur sudah pertahanan yang selama ini dia bangun. Raut wajah congkak dan arogan yang selama ini selalu menghiasi wajahnya, kini telah berganti dengan raut menyedihkan. "Apa Bibi masih perlu bukti?" tanya Rindu dengan senyum kecil. Gadis itu lantas menangkup wajah Seno. Lalu mendaratkan bibirnya di atas bibir sang paman. Tentu saja dengan mesra Seno membalas ciuman Rindu di depan Hanum yang semakin terpuruk. Di depan matanya kini dia melihat pria yang sangat dia cintai tengah berciuman dengan keponakannya sendiri. Betapa hancurnya hidup Hanum saat ini. "Sudah, Sayang. Kita bisa lanjutkan nanti." kata Seno menghentikan gerakan Rindu yang menginginkan lebih. Bahkan Seno memperlakukan Rindu dengan begitu lembut. "Tega kamu, Mas. Bisa-bisanya kamu berbuat seperti itu dengan keponakanku. Lelaki macam apa kamu, Mas?" maki Hanum dengan mata memerah. "Dan kamu! Dasar gadis licik tidak tahu diri! Wanita j*lang." umpat Hanum menunjuk wajah Rindu. Plak Suara tamparan yang begit
Terakhir Diperbarui: 2026-09-22