author-banner
Author Lee
Author Lee
Author

Novels by Author Lee

Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai

Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai

Elise Bowman menginginkan perceraian setelah melewati tiga tahun pernikahan tanpa cinta bersama Theodore Blake. Meskipun jauh di lubuk hatinya ia sangat mencintai suaminya yang dingin itu. Keinginan istrinya untuk bercerai membuat Theodore Blake, yang diam-diam jatuh hati pada istrinya, menjadi frustrasi. Kehadiran orang ketiga, seseorang dari masa lalunya, membuat segalanya semakin runyam. Apakah mereka akan mempertahankan rumah tangganya? Atau justru memilih untuk membuang perasaan sesungguhnya yang tersembunyi dalam diri mereka masing-masing?
Read
Chapter: Bab 80 - FINAL [21+]
Theo benar-benar menjalankan aksinya, seperti apa yang dikatakannya siang tadi di hadapan para anggota keluarga.Elise baru saja menutup pintu kamar mandi dan hendak melepas pakaiannya ketika tiba-tiba pintu kembali terbuka. Di balik pintu muncul sosok Theo yang kemudian masuk sambil tersenyum lebar.Kalau diperhatikan baik-baik, jelas dibalik senyumannya itu ada maksud tersembunyi."Kau mau menggunakan toilet juga?" tanya Elise polos.Theo tidak menjawab. Senyum lebar masih terukir di wajahnya. Ia langsung melepas seluruh pakaiannya, mempertontonkan tubuh atletis miliknya yang tampak sempurna.Pemandangan yang sulit ditolak. Elise tertegun dengan mata sedikit membulat yang tertuju penuh ke arahnya. Diam-diam bahkan ia sampai menelan ludah. Sungguh tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh Theo saat itu!Theo berjalan menghampiri istrinya yang bengong, lalu berhenti tepat di hadapannya. Kedua tangan besarnya diletakkannya di atas pundak Elise. "Kenapa malah melamun?" godanya.E
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Bab 79
"Berani-beraninya bajingan itu melukaimu!"Dalton tampak murka saat melihat luka di sudut bibir Elise. Tamparan keras yang didapatnya dari Felix kemarin malam berhasil meninggalkan bekas luka di sana. Tidak terlalu parah, namun masih terlihat.Siang itu Elise tidak hanya mengundang Nathan untuk makan malam di rumahnya, tapi juga Dalton dan Mia. Kedua orang itu datang dan langsung memeriksa keadaan Elise.Kasih sayang yang begitu besar dari mereka membuat dada Elise terasa hangat. Rasanya ia ingin menangis saat itu juga. Bukan karena sedih, tapi karena bahagia."Aku akan menelepon Smith dan meminta bawahannya untuk memberikan bajingan itu pelajaran!" seru Dalton lagi seraya merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan ponsel dan mulai menghubungi seseorang yang dipanggilnya dengan nama Smith itu.Tidak ada yang berani melarangnya. Mereka membiarkan pria tua itu menjauh dari kumpulan dan berjalan ke tepi jendela. Dari cara bicaranya, Dalton terlihat serius dengan ucapannya.Elise menoleh ke
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Bab 78
"Kalian dari mana?" tanya Elise dengan raut wajah cemas saat melihat kedatangan Theo dan Nathan di ruang tamu.Theo menghampiri istrinya dengan seulas senyum lembut dan merangkulnya erat. "Kami hanya mencari udara segar di luar sebentar sambil mengobrol."Ucapan Theo barusan membuat Elise agak terkejut. Ia ingat betul betapa marahnya Theo pada Nathan atas apa yang telah terjadi dulu. Namun dilihat dari caranya berbicara, sepertinya pria itu sudah melupakan semuanya.Elise menatap kedua pria itu bergantian. Tampaknya Theo tidak berbohong. Theo maupun Nathan, keduanya tampak baik-baik saja.Elise melepas rangkulan Theo, lalu berjalan menghampiri Nathan dan berdiri tepat di hadapannya."Lama tidak berjumpa, Elise." ujar Nathan dengan seulas senyum tipis. Rasa bersalah masih berkelebat dalam dirinya, terutama saat berdiri berhadapan dengan Elise seperti sekarang.Elise mengangguk. "Kau pergi begitu saja tanpa berpamitan denganku." gumamnya agak kecewa. "Bagaimana kabarmu?"Nathan menarik
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Bab 77
"Elise,"Jonathan Nilsson segera berjongkok dan mengulurkan tangan ke arah Elise untuk membantunya berdiri. "Kau baik-baik saja? Apa si brengsek ini sudah melakukan sesuatu padamu?"Apa yang telah terjadi seolah mengunci suaranya. Tidak ada sepatah kata pun yang berhasil keluar dari bibirnya. Tangisnya mendadak pecah ketika Nathan menggenggam kedua tangannya dengan erat."Elise, sudut bibirmu berdarah." gumam Nathan meringis.Nathan langsung menarik tubuh Elise dan mendekapnya erat. Di ambang pintu, Elise melihat Bibi Bernadeth berdiri dengan tubuh gemetaran dan panik. Wanita itu turut menghampirinya dan ikut memeluknya erat."Anda baik-baik saja, Nyonya?" Suara Bibi Bernadeth bergetar hebat. Apa yang terjadi tampaknya turut membuatnya terguncang."Kalian sudah aman sekarang." ujar Nathan berusaha menenangkan kedua wanita itu.Dari arah pintu, terdengar suara derap langkah yang amat terburu-buru. Kurang dari lima detik, sosok Theo muncul dengan nafas memburu. Melihat pemandangan yang
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: Bab 76
Apa yang dipikirkan Elise memang benar. Ia mendapati para pelayan yang tergeletak tidak sadarkan diri saat berlari menuju kamarnya. Di belakangnya, Felix berlari mengejarnya seperti binatang buas yang hendak menerkam mangsanya.Tidak ada waktu bagi Elise untuk melihat kondisi para pelayan saat itu. Rasa takut menjalar cepat dalam dirinya, membuatnya tidak bisa memikirkan hal lain selain melarikan diri.Elise berlari ke lantai dua menuju kamarnya. Tanpa perlu menoleh ke belakang, ia sudah bisa mendengar suara derap langkah Felix yang begitu cepat di belakangnya. Suara erangan pria itu berhasil membuat jantung Elise semakin berpacu.Ia berhasil meraih gagang pintu kamar dan membukanya. Ruangan itu tampak gelap. Elise ingat bahwa dirinya sempat memadamkan lampu kamar sebelum turun untuk makan malam bersama Theo tadi.Sebelum Elise berhasil menutup pintu, dari arah luar ia merasakan dorongan yang sangat kuat, sampai-sampai tubuhnya terpental dan jatuh terduduk di atas lantai yang dingin.
Last Updated: 2026-08-24
Chapter: Bab 75
Hujan turun deras di tengah makan malam yang sedang berlangsung. Theo menoleh keluar jendela sambil mendesah pelan. Kilat menyambar cepat, meninggalkan seberkas cahaya di ruang makan lalu segera lenyap dalam hitungan detik.Elise menatap Theo penasaran. "Kenapa? Kau kelihatan agak muram."Alis Theo yang tegas terangkat saat menoleh ke arah istrinya. "Awalnya aku ingin mengajakmu mengunjungi kakek setelah makan malam. Sudah lama kita tidak ke sana." sahutnya agak kecewa. "Tapi hujannya terlalu deras."Seulas senyum terukir di wajah Elise. Sebelah tangannya terulur dan meyentuh lengan Theo sambil mengusapnya pelan. "Tidak apa-apa, kita bisa mengatur waktu besok."Melihat sikap istrinya yang begitu tenang, Theo agak lega. Sejak Kelly Dempsey dan Jessica ditahan, Theo dapat merasakan perubahan dalam hidupnya, terutama dalam pernikahannya. Elise sendiri terlihat lebih ceria dan bahagia.Theo baru saja akan membuka mulut hendak mengatakan sesuatu ketika ponsel dalam saku celananya berdering
Last Updated: 2026-08-24
Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Demi melunasi hutang kakak tirinya, Olivia Rose dipaksa menikah dengan seorang bangsawan muda di kotanya, Aaron Kendrick. Mendengar nama keluarganya saja sudah membuat sekujur tubuh Olivia gemetar karena ketakutan. Banyak rumor buruk yang didengarnya tentang keluarga Kendrick. Bengis dan suka menindas demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jelas hal ini sangat bertentangan dengan prinsip hidup Olivia yang berasal dari keluarga kalangan bawah. Sejak ayahnya yang sakit-sakitan menjadi lumpuh, kehidupan Olivia berubah drastis. Hanya dengan menjalankan sebuah toko bunga kecil peninggalan mendiang ibunya, Olivia kini juga harus menghidupi dua orang beban sekaligus. Ibu tirinya yang suka berfoya-foya, lalu kakak laki-laki tirinya yang senang berjudi. Dan sekarang, Olivia juga harus menanggung akibat dari perbuatan kakak tirinya, Jack Brown. Sementara di ruangan lain di sebuah mansion besar, seorang pria berwajah pucat layaknya seorang drakula yang harus darah tengah duduk menatap langit mencekam yang diterangi oleh bulan purnama dari balik jendela kamarnya. Senyum semeringai terukir di wajah tampannya. “Kau akan menjadi milikku, Olivia.” Malam sebelum pengawal keluarga Kendrick datang menjemputnya, Olivia menemui ayahnya yang terbaring di kasur. Hanya kedua ayah dan anak perempuannya. Ayahnya meminta Olivia mengambil sebuah kotak yang sudah lama disembunyikannya di bawah tempat tidur tanpa sepengetahuan ibu tirinya. “Saat kau sudah berada di tepi jurang dan tak punya pilihan lain lagi, gunakan ini untuk melindungi dirimu.” Sebuah pistol.
Read
Chapter: Bab 99
🔞-----Apa yang dilakukan Olivia terhadapnya barusan membuat Aaron mematung selama beberapa saat. Ia nyaris tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya barusan.Olivia menciumnya.Ciuman itu ringan dan tenang, namun sudah cukup untuk menghidupkan kembali gejolak dalam dirinya yang meronta.Aaron menunduk, menatap Olivia dengan mata disipitkan. "Kau tahu apa yang bisa kau timbulkan karena perbuatanmu barusan." Suaranya berbisik sangat pelan. Sudut bibirnya perlahan terangkat.Olivia menggigit bibir tanpa menyahut. Kedua matanya masih tertuju ke arah Aaron.Aaron meletakkan kedua tangannya di atas pundak Olivia. Lalu dengan gerakan yang sangat lembut, ia berhasil menyingkirkan gaun tidur tipis yang dikenakan Olivia untuk menutupi tubuhnya.Kain tipis itu jatuh ke atas lantai dengan mulus, menyisakan sebuah pakaian tidur berbahan satin yang sangat minim."Boleh?" bisik Aaron. Suaranya terdengar samar teredam suara deras hujan di luar sana.Olivia menatapnya selama beberapa detik
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Bab 98
Angin tampak semakin kencang di luar. Suara gemuruh petir mulai terdengar di tengah keheningan malam. Aaron baru saja meletakkan gelas kosongnya di wastafel ketika lampu ruangan meredup dan berkedip.Olivia yang sudah naik ke kamar kembali turun dengan ekspresi bingung sekaligus takut. Langkah kakinya nyaris seperti berlari saat menghampiri Aaron yang masih berdiri di tepi wastafel. "Listriknya kenapa?" tanya Olivia padanya."Sepertinya ada masalah dengan listriknya." jawabnya tenang. "Aku akan pergi mengecek ke luar. Kau tunggu di sini."Sebelum sempat keluar dari villa, semua lampu padam. Suasana berubah gelap dan hening. Suara angin yang semakin kencang terdengar kian jelas."Aaron," panggil Olivia dalam kegelapan dengan suara agak bergetar. Ia tidak bisa melihat apa-apa sama sekali.Tepat ketika cahaya kilat menembus masuk dari korden jendela dan menerangi ruangan selama sepersekian detik, barulah ia dapat melihat sosok Aaron yang berjalan cepat menghampirinya.Kilat petir yang di
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 97
Tidak biasanya Olivia mandi di malam hari. Ibunya dulu selalu bilang, mandi di malam hari bisa membuat seseorang lebih mudah terserang flu karena udara malam yang dingin.Tapi karena tadi ia harus memasak, jadi ia tidak punya pilihan. Untung saja ada air panas di villa. Jadi ia tidak perlu mandi dengan tubuh menggigil.Seusai mandi, ia tidak melihat Aaron di kamar. Ia pikir pria itu mungkin berada di lantai satu. Tapi saat turun, ia tidak menemukan siapa pun di sana.Melihat pintu utama yang tidak terkunci dan terbuka sedikit, barulah ia sadar bahwa saat itu Aaron sedang berada di luar.Olivia menghampirinya. Di sebelah tangan pria itu ada sebuah gelas kaca dengan cairan berwarna coklat keemasan. Saat terkena pantulan cahaya lampu, cairan itu tampak seperti kristal-kristal yang indah."Ehm-hm."Aaron langsung menoleh saat mendengar suara deham Olivia yang berdiri di sebelahnya. Matanya bergerak memperhatikan Olivia dari sudut kepala hingga ujung kaki. Aroma sabun yang wangi menguar me
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 96
"Ini bahkan lebih dari cukup!"Olivia tercengang di depan kulkas dua pintu yang terbuka di hadapannya. Ada banyak bahan makanan di sana. Malah terlalu banyak!Jika dilihat lagi, mungkin bisa untuk memasak lauk selama seminggu. Sementara besok mereka sudah akan pulang."Ya sudah. Kalau kau merasa bahan makanannya terlalu banyak," kata Aaron yang duduk santai di meja pantri dari batu marmer. "Kita bisa tinggal di sini selama beberapa hari lagi."Olivia menoleh ke arahnya dan menatapnya tidak percaya."Atau sampai bahan makanannya habis." sambungnya ceria.Sambil berkacak pinggang, Olivia menatap isi kulkas dan berpikir. "Sisanya kita berikan saja pada Welly besok."Aaron mengangkat bahu. "Terserahmu saja."Olivia mulai mengeluarkan bahan-bahan yang akan dia pakai untuk memasak. Malam ini ia berencana membuat makan malam yang sederhana.Kalau hidangan yang terlalu mewah, ia belum pernah mencobanya. Daripada bahan makanannya terbuang percuma, lebih baik ia membuat hidangan yang sederhana.
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 95
Semilir angin laut yang berhembus membelai lembut wajahnya sore itu terasa menenangkan. Hamparan laut biru di hadapannya tampak begitu indah dengan ombak yang bergulung dan pecah di tepi pantai.Aaron tengah sibuk berbicara di telepon sejak tadi. Jadi Olivia memutuskan untuk keluar sejenak untuk menikmati pemandangan.Tidak jauh dari villa, ada sebuah jalan setapak menuju tepi pantai. Olivia pun turun menyusuri jalan sempit yang hanya bisa dilalui oleh satu orang tersebut.Olivia melepas alas kakinya. Butiran pasir yang dirasakannya saat menginjakkan kaki di tanah bersih itu memberikan sensasi yang menyenangkan. Sudah lama ia tidak bermain di tepi pantai.Ia berjalan di tepi pantai sambil menatap laut luas di hadapannya. Rambut dan gaunnya yang tertiup hembusan angin ikut bergerak. Di antara suara kicauan burung-burung yang beterbangan di atas langit, Olivia pun ikut bersenandung.Terakhir kalinya Olivia pergi ke pantai itu bersama kedua orang tuanya, saat ia masih berusia sepuluh tah
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 94
Mendengar Karina yang baru saja menyebut nama Olivia membuat Ethan yang selama beberapa hari ini seperti kehilangan oksigen, seakan mendapatkan pasokan oksigen baru.Tubuhnya langsung tegak dan ia terduduk di atas kasur sambil menatap Karina.Aroma alkohol yang menguar dari tubuhnya membuat Karina spontan mengibaskan tangan di depan wajah, mengusir aroma menusuk itu dari hidungnya. Mukanya pun ikut tertekuk."Ada apa dengan Olivia? Bagaimana kau bisa tahu tentangnya?" sergah Ethan tidak sabaran.Karina memutar bola mata dan berdecak sebal. Lalu ia melemparkan tatapan tajam ke arah sepupunya yang penampilannya saat itu terlihat seperti seorang pria tidak berguna."Dia sudah merebut calon tunanganku!" sahut Karina penuh kekesalan. "Saat aku mendatangi kediaman keluarga Kendrick, dia dengan bangganya menempel di pelukan Aaron."Kalimat terakhir yang diucapkan Karina bagaikan pedang panjang yang langsung menghujam tepat di dadanya. Membayangkannya saja sudah membuat tubuhnya melengos."Su
Last Updated: 2026-07-27
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status