author-banner
Author Lee
Author Lee
Author

Novels by Author Lee

Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Demi melunasi hutang kakak tirinya, Olivia Rose dipaksa menikah dengan seorang bangsawan muda di kotanya, Aaron Kendrick. Mendengar nama keluarganya saja sudah membuat sekujur tubuh Olivia gemetar karena ketakutan. Banyak rumor buruk yang didengarnya tentang keluarga Kendrick. Bengis dan suka menindas demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jelas hal ini sangat bertentangan dengan prinsip hidup Olivia yang berasal dari keluarga kalangan bawah. Sejak ayahnya yang sakit-sakitan menjadi lumpuh, kehidupan Olivia berubah drastis. Hanya dengan menjalankan sebuah toko bunga kecil peninggalan mendiang ibunya, Olivia kini juga harus menghidupi dua orang beban sekaligus. Ibu tirinya yang suka berfoya-foya, lalu kakak laki-laki tirinya yang senang berjudi. Dan sekarang, Olivia juga harus menanggung akibat dari perbuatan kakak tirinya, Jack Brown. Sementara di ruangan lain di sebuah mansion besar, seorang pria berwajah pucat layaknya seorang drakula yang harus darah tengah duduk menatap langit mencekam yang diterangi oleh bulan purnama dari balik jendela kamarnya. Senyum semeringai terukir di wajah tampannya. “Kau akan menjadi milikku, Olivia.” Malam sebelum pengawal keluarga Kendrick datang menjemputnya, Olivia menemui ayahnya yang terbaring di kasur. Hanya kedua ayah dan anak perempuannya. Ayahnya meminta Olivia mengambil sebuah kotak yang sudah lama disembunyikannya di bawah tempat tidur tanpa sepengetahuan ibu tirinya. “Saat kau sudah berada di tepi jurang dan tak punya pilihan lain lagi, gunakan ini untuk melindungi dirimu.” Sebuah pistol.
Read
Chapter: Bab 83
Matahari bahkan belum benar-benar tegak ketika Aaron mengguncang pelan tubuhnya.Tidurnya yang lelap terganggung, membuat wajah Olivia tampak agak kusut. Dengan kedua mata yang masih terasa berat, ia memutar badan ke belakang dan melihat Aaron yang duduk di tepi kasur.Sebelah tangannya masih berada di lengan Olivia, menyentuhnya sambil mengusapnya lembut. "Maaf sudah mengganggu tidurmu. Tapi kau harus bangun sekarang, Olivia Rose." kata Aaron lembut.Olivia bergumam tidak jelas, lalu dengan susah payah menegakkan tubuh. Rambut kecoklatannya yang bergelombang terurai agak berantakan di punggungnya.Pandangannya menoleh ke arah jendela yang tirainya sudah dibuka. Langit masih terlihat agak gelap. Jam kecil di atas nakas bahkan belum menunjukkan pukul lima! Kenapa Aaron membangunkannya sepagi ini?"Perjalanan kita agak jauh, jadi kita harus berangkat dari sekarang." ujar Aaron lagi seolah menjawab pertanyaan yang tidak diucapkan oleh Olivia.Butuh waktu beberapa detik untuk Olivia mengu
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 82
"Aku menolaknya." tambah Aaron lagi setelah diam sejenak.Olivia membenarkan posisi duduknya. Ia memutar sedikit tubuhnya menghadap Aaron, lalu bertanya, "Kenapa kau menolaknya?"Aaron tidak langsung menjawab. Jadi Olivia kembali menambah pertanyaan. "Karina Burgess cukup cantik. Dia juga wanita berkelas. Setidaknya kalian sama-sama berasal dari kalangan bangsawan."Saat mendengar pernyataan Olivia yang begitu polos, Aaron langsung menoleh ke arahnya. Tatapan matanya berubah cukup intens ke arah Olivia yang mendadak terpaku karena ditatap seperti itu."Kau mau tahu alasanku yang sebenarnya?" Suara Aaron terdengar pelan, namun juga serius. Ekspresi wajahnya terlihat sulit diartikan.Kedua mata Olivia mengerjap, lalu ia mengangguk ragu. "Kalau kau tidak mau memberitahu alasanmu juga tidak masalah." kata Olivia seraya menunduk menatap kedua tangannya yang ada di atas pangkuannya. "Aku hanya bertanya."Suasana berubah hening sejenak. Dedaunan yang bergemerisik tertiup angin malam yang ber
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Bab 81
Melihat sikap Aaron barusan terhadap Karina membuat Olivia menegang. Ia tidak menyangka jika pria itu juga bisa bersikap begitu mengerikan pada seorang wanita.Tapi kalau melihat sikap Karina yang seperti itu, wanita itu memang pantas mendapatkannya.Raut wajah Aaron langsung melunak saat berhadapan dengan Olivia. Tangan besarnya kembali merangkul pundaknya, lalu menuntunnya ke ruang makan."Aku sudah lapar." bisiknya setelah kegaduhan di belakangnya lenyap. "Aku akan menceritakan semuanya, seperti yang sudah kujanjikan, setelah kita selesai makan malam. Bagaimana?"Olivia melirik ke arahnya sekilas, lalu tergelak pelan. "Ternyata kau bisa lapar juga." balasnya meledek. "Baiklah."Suasana di mansion Kendrick kembali tenang dan damai setelah kepergian Karina yang diusir secara tidak terhormat. Jika Olivia adalah Karina, ia lebih baik langsung meninggalkan mansion sebelum pemilik mansion memerintahkan penjaga untuk menyeretnya.Sepertinya Karina Burgess memang begitu tergila-gila pada A
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 80
Melihat sikap Olivia yang begitu tenang dan tidak terusik sama sekali membuat Karina semakin kepanasan. Rasa marahnya semakin meledak-ledak.Olivia tergelak pendek, lalu menyingkirkan telunjuk Karina dari hadapannya. Karina langsung menarik tangannya seakan merasa jijik jika kulitnya bersentuhan dengan kulit Olivia.Keributan kecil yang ditimbulkan Karina di sana langsung menarik perhatian para penjaga yang ada di sana. Tanpa aba-aba mereka langsung mengarahkan tombak ke arah Karina, membuat wanita angkuh itu tersentak.Melihat hal itu, Olivia dengan tenang mengangkat sebelah tangan dan meminta para penjaga untuk menurunkan tombak mereka dari Karina yang ketakutan. Mereka pun menurut, namun perhatian mereka tetap tertuju ke arah Karina, seakan wanita itu adalah ancaman besar sekarang."Aku sudah bertanya padamu sebelumnya, kan?" balas Olivia santai. "Kau sendiri yang tidak mau menjawab pertanyaanku. Apa aku perlu meminta bantuan para penjaga untuk menanyakannya sekali lagi?"Kedua tan
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 79
Langit di luar sudah gelap.Suara jam lantai antik di tengah ruangan yang berdentang teratur memecah keheningan. Sekaligus menunjukkan waktu yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam.Hari itu rasanya mansion keluarga Kendrick benar-benar terasa sepi. Olivia yang berdiri termenung di tepi jendela sejak tadi merasa benar-benar sendirian kali ini.Claudia sudah berangkat pagi-pagi sekali ke rumah sakit dan belum kembali. Aaron dan Josh juga masih berada di sana."Kenapa mereka lama sekali? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" gumam Olivia seorang diri.Dari tempatnya berdiri, Olivia dapat melihat sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang. Awalnya ia mengira bahwa itu adalah mobil Aaron.Tapi saat melihat para penjaga berdiri di balik pintu gerbang tanpa membukanya sama sekali, ia baru sadar bahwa pikirannya salah.Jika yang pulang itu memang Aaron, para penjaga pasti akan langsung membukakan pintu gerbang dan membiarkannya masuk tanpa berlama-lama.Pencahayaan di sana agak remang. Oliv
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 78
"Tuan, Tuan!"Suara Josh yang tampak begitu panik dan tergesa-gesa langsung mengisi lorong yang semula begitu hening.Aaron yang saat itu sedang berjalan berdampingan dengan Olivia langsung menoleh ke belakang."Ada apa?" tanya Aaron heran saat melihat raut wajah Josh yang tampak cemas.Olivia yang berdiri di sampingnya ikut panik saat melihat nafas Josh begitu terengah-engah di hadapan mereka. "Paman kenapa? Apa sudah terjadi sesuatu?""Leo," ujarnya dengan suara terbata-bata. "Claudia baru saja menelepon dan memberitahuku bahwa kondisi Leo memburuk. Dia mengalami kejang hebat."Mendengar hal itu, rahang Aaron langsung mengeras. Raut wajahnya berubah sangat dingin dan menakutkan. "Kita pergi ke rumah sakit sekarang."Josh mengangguk."Maaf aku tidak menemanimu makan siang hari ini," kata Aaron pada Olivia yang berdiri di sampingnya.Olivia menarik sudut bawah pakaian Aaron. "Aku ingin ikut." gumamnya pelan. Sepasang mata bulatnya menatap Aaron seperti seekor anak kucing yang memohon
Last Updated: 2026-07-13
Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai

Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai

Elise Bowman menginginkan perceraian setelah melewati tiga tahun pernikahan tanpa cinta bersama Theodore Blake. Meskipun jauh di lubuk hatinya ia sangat mencintai suaminya yang dingin itu. Keinginan istrinya untuk bercerai membuat Theodore Blake, yang diam-diam jatuh hati pada istrinya, menjadi frustrasi. Kehadiran orang ketiga, seseorang dari masa lalunya, membuat segalanya semakin runyam. Apakah mereka akan mempertahankan rumah tangganya? Atau justru memilih untuk membuang perasaan sesungguhnya yang tersembunyi dalam diri mereka masing-masing?
Read
Chapter: Bab 73
Elise langsung mendorong tubuh Theo menjauh darinya. Nafasnya memburu setelah melihat bayangan di luar jendela yang menghilang secepat kilat tersebut."Hei," Theo menatapnya agak kaget bercampur bingung. Wajah Elise berubah memucat. "Ada apa?"Sekujur tubuh Elise membatu. Ia sampai tidak bisa menjawab pertanyaan Theo yang tengah menatapnya kebingungan.Theo menoleh ke arah Elise memandang dan tidak menemukan apa pun di luar sana. "Kau baik-baik saja? Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" desak Theo tidak sabar.Elise akhirnya tersadar. Ia menoleh menatap Theo dengan raut ketakutan. "A-aku..." ucapnya terbata-bata. "Tadi aku melihat bayangan seseorang di luar sana. Dia melihat ke arah kita!"Saat mengatakannya, tubuh Elise tanpa sadar bergetar. Theo langsung menariknya mendekat, lalu memeluknya erat. "Tenang, aku di sini.""Tapi," Elise menggeleng cepat. "Orang itu ada di luar sana!"Theo mendorong sedikit tubuh Elise menjauh darinya agar bisa menatap wajah istrinya itu. Sorot
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Bab 72
Atas desakan Elise, akhirnya mereka meninggalkan vila pagi itu. Setelah menghabiskan waktu sejenak untuk berendam di bak air hangat bersama, lalu sarapan ringan, Theo melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dan kembali ke kota. Di sepanjang perjalanan, Elise tidak banyak berbicara. Ia lebih banyak diam menikmati pemandangan alam yang indah di luar jendela. Pemandangan yang belum tentu bisa didapatkannya setibanya di kota nanti. “Aku sudah memberitahu kakek bahwa kita akan pulang hari ini.” kata Theo di sela keheningan. “Kalau memungkinkan, kakek ingin kita mampir dan makan malam di sana.” tambahnya lagi sambil menoleh ke arah Elise sekilas, lalu kembali menatap jalan di hadapannya. “Boleh saja,” sahut Elise ringan. Sebenarnya ia juga sudah cukup merindukan para anggota keluarga yang lain. Mereka sangat jarang bertemu akhir-akhir ini. Mereka tiba di pekarangan rumah tepat saat waktu menjelang makan siang. Kepulangan mereka disambut hangat oleh Bibi Bernadeth yang terlihat sud
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 71 [21+]
Dengan sekali gerakan halus Theo berhasil melucuti gaun tidur satin yang dikenakan oleh Elise malam itu.Gaun tidur indah namun cukup tipis itu jatuh sempurna ke atas lantai granit yang mengkilap dan dingin. Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh indah istrinya.Kepalanya yang semula bersandar di pundak Elise kini bergerak mendekat ke leher Elise, menikmati aroma wewangian lembut dari tubuh wanita itu.Elise menggeliat geli ketika ujung hidung Theo yang mancung mulai bergerak mengitari lehernya yang jenjang. Nafas panas Theo terasa jelas di kulitnya yang kini terekspos sepenuhnya.Seulas senyum sumringah diam-diam terukir di wajah Theo saat menyadari tubuh istrinya yang menerima setiap sentuhan darinya.Kedua tangan besar Theo bergerak turun perlahan, dari pundak menuju ke arah pinggang Elise. Sentuhannya lembut, seakan takut jika kasar sedikit saja, permukaannya akan terluka.Kulit tubuh Elise terlalu indah untuk disentuh dengan kasar. Putih bersih dan terasa sangat le
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Bab 70
Kedua matanya belum bisa terpejam meski malam sudah semakin larut. Apa yang dikatakan Theo pagi tadi padanya membuat Elise tidak berhenti memikirkannya.Apa yang sebenarnya diinginkan Felix Davis? Kenapa pria itu sampai datang ke rumahnya dan melakukan hal mengerikan semacam itu?Elise menoleh ke sosok pria yang berbaring di sampingnya itu. Kedua mata Theo terpejam. Tampak damai dan tenang.Garis wajahnya tegas dengan batang hidung yang tinggi. Bulu matanya yang panjang membuat rupanya nyaris sempurna. Diam-diam Elise tersenyum memperhatikan wajah tampan suaminya itu.Dengan gerakan perlahan, Elise menyibakkan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Ia tidak ingin membangunkan Theo yang tampak terlelap nyenyak.Langkah kakinya terhenti di tepi kaca besar yang tak jauh dari ranjangnya. Langit malam itu tampak begitu gelap dan pekat. Pemandangan laut yang luas di luar sana tampak begitu mencekam.Di bawah sinar bulan yang terang, suara desiran ombak yang halus mengisi keheningan malam.
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: Bab 69
Felix Davies.Nama seorang pria yang cukup membuat Elise terkejut. Ia turun dari atas tubuh Theo, lalu mendaratkan bokongnya di sofa. Elise diam cukup lama. Sementara Theo hanya diam memperhatikannya, tidak berusaha mendesak."Ya," Elise mengangguk. "Aku kenal dengan pria itu." gumamnya masih sambil berusaha mengingat. "Tapi aku tak benar-benar dekat dengannya. Kami hanya sebatas rekan praktek di klinik yang sama. Dia itu senior di kampus.""Kau sama sekali tak dekat dengannya?" ulang Theo lagi.Elise mengangguk. "Dia orang yang cukup ramah pada siapa pun. Dia juga sangat baik padaku. Tapi..."Tatapan Theo menjadi lebih dalam dan serius. "Tapi apa?""Menurutku dia agak aneh dan sedikit mengerikan." gumam Elise meringis. "Saat praktek bersamanya di sebuah klinik, ada seekor kucing yang memberontak saat hendak ditanganinya. Kupikir dia akan tetap bersabar dan berusaha membujuk. Tapi ternyata tidak."Alis Theo terangkat. Ia cukup penasaran dengan kelanjutan cerita Elise. "Lalu? Apa yang
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Bab 68
"Apa kalian sudah menemukan orang itu?" tanya Theo pada asisten pribadinya yang baru saja menelepon.Elise tengah berbincang di taman dengan Dion dan istrinya yang datang mengunjungi mereka di vila pagi itu. Sambil mengusap pelipisnya, ia memperhatikan sosok istrinya yang tampak ceria dari kejauhan. Wanita itu tampaknya sangat senang dengan tamu mereka.Sekitar setengah jam setelah mereka merapikan pakaian dan sarapan sehabis melakukan 'pemanasan' di dapur, terdengar suara bel berbunyi. Dari layar interkom Theo dapat melihat bahwa yang datang pagi itu adalah Dion dan istrinya. Mereka membawa buah-buahan segar sebagai buah tangan. Selanjutnya, mereka lanjut berbincang di taman belakang vila.Theo akhirnya menutup telepon setelah mendengar jawaban yang kurang memuaskan dari asisten pribadinya. Mereka belum menemukan orang itu, pria yang sudah membuat kekacauan dengan membakar halaman belakang rumahnya, juga yang dikatakannya sebagai masa lalu Elise.Terbersit di benaknya untuk bertanya
Last Updated: 2026-05-05
You may also like
Istri Dadakan
Istri Dadakan
Romansa · Jesslyn Kei
31.2K views
PERNIKAHAN YANG TERNODA
PERNIKAHAN YANG TERNODA
Romansa · Herofah
31.1K views
LOVE is YOU, Ra!
LOVE is YOU, Ra!
Romansa · Dewi Purnamasari
31.1K views
THE PRINCE MAFIA ASSHOLE
THE PRINCE MAFIA ASSHOLE
Romansa · TantriMariana
31.1K views
My Favorit Servant
My Favorit Servant
Romansa · Ainin
31.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status