author-banner
RAJJA-M
RAJJA-M
Author

Novels by RAJJA-M

TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

SINOPSIS Isabela Mareu tidak pernah bermimpi hidupnya akan berubah hanya karena sebuah kecelakaan kecil di jalanan Rio de Janeiro — malam itu ia menabrak seorang pria asing, menempelkan plester kartun di wajahnya, lalu pergi begitu saja tanpa tahu siapa yang baru saja ia sentuh. Setahun kemudian, ia diterima bekerja sebagai sekretaris eksekutif di BRN Corporation — perusahaan terbesar di Brasil yang menguasai hampir seluruh sektor bisnis di negara itu. Di sinilah Isabela mengenal Santino Cane Barrone — pria yang namanya dihargai dengan ketakutan mutlak. Bukan sekadar penguasa — ia adalah hukum itu sendiri. Di tangannya, politik, dunia legal dan ilegal bergerak layaknya bidak catur yang diatur sesuka hati. Dan untuk pertama kalinya — pria itu tertarik pada seseorang. Pada gadis ceroboh yang bahkan tidak tahu betapa berbahayanya dunia yang baru saja ia masuki. Yang tidak Isabela sadari, penerimaannya bekerja di BRN bukanlah kebetulan. Dan ketika ancaman mulai datang dari berbagai arah — ia menyadari bahwa keluar dari dunia Santino Cane Barrone tidak semudah masuknya. Karena pria itu tidak pernah melepaskan apa yang sudah seharusnya menjadi miliknya *** "Kau tidak punya pilihan, Isabela. Kau tidak pernah punya." — Santino Cane Barrone ⚠️ PERINGATAN Cerita ini sepenuhnya fiktif dan merupakan murni karangan author. Seluruh nama, karakter, tempat, kejadian, dan organisasi yang ada di dalam cerita ini tidak ada hubungannya dengan kejadian nyata manapun. Kesamaan nama atau kejadian hanyalah kebetulan semata. Cerita ini dibuat semata-mata untuk hiburan dan tidak bermaksud untuk merepresentasikan atau membenarkan tindakan apapun yang ada di dalamnya. © All Rights Reserved — RAJJA-M
Read
Chapter: BAB 67
Mobil berhenti tepat di depan kantor polisi. Begitu petugas jaga di depan gerbang melihat pelat mobil yang terparkir, sikapnya berubah seketika, ia buru-buru berdiri tegak dan membungkuk hormat. Beberapa petugas lain yang kebetulan berada di halaman ikut menunduk, saling berbisik begitu menyadari siapa pemilik kendaraan itu.Enzo keluar dari mobil dengan tenang, seolah tak menyadari atau tak peduli dengan keributan kecil yang timbul karena kehadirannya. Ia berjalan ke sisi lain, membuka pintu, lalu tanpa banyak bicara mengangkat tubuh Elena dan menaruhnya di atas bahunya begitu saja."Turunkan aku! Bajingan, turunkan!" Elena meronta, tangannya memukul-mukul punggung Enzo, kakinya menendang ke udara. "Tolong! Ada yang bisa tolong aku, tidak? Pria ini menculikku!"Beberapa petugas yang berdiri di dekat pintu masuk hanya melirik sekilas, lalu kembali sibuk dengan urusan masing-masing, seolah pemandangan seorang wanita diangkut di atas bahu bukan sesuatu yang perlu ditanggapi serius, apala
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: BAB 66
Suasana di dalam kabin mobil terasa pengap, diisi oleh napas memburu dan ketegangan yang kian menumpuk. Elena sama sekali tidak tinggal diam. Tangan kanannya memang terikat erat oleh necktie ke pergelangan Enzo, tetapi tangan kirinya masih bebas bergerak leluasa.Tanpa suara, ia menyelipkan tangan itu ke dalam tas, meraba layar ponsel secara buta sementara matanya tetap lurus ke depan seolah tak terjadi apa-apa. Jemarinya bergerak cepat mengetik pesan darurat untuk Isabela, mengirimkan kabar bahwa dirinya tengah dibawa pergi menuju kantor polisi.Namun, Enzo yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik wanita di sampingnya mulai curiga saat melihat Elena mendadak terlalu tenang. Pria itu melirik sekilas ke samping dan mendapati pantulan cahaya kecil dari layar ponsel yang tersembunyi di balik tas.Tanpa aba-aba, tangan bebas Enzo terulur cepat dan merampas ponsel itu dari genggaman Elena. Tapi terlambat, layar ponsel menunjukkan status pesan telah terkirim."Kembalikan!" Elena berusaha me
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: BAB 65
Isabela sudah menghabiskan setengah pagi menunggu, dan begitu jam menunjukkan waktu yang cukup sopan untuk keluar rumah, Elena sudah lebih dulu berdiri di depan gerbang dengan kacamata hitam besar dan senyum lebar yang tidak bisa disembunyikan."Ayo, aku sudah bosan di rumah," ujar Elena, menarik lengan Isabela sebelum ia sempat protes. "Lagipula kau butuh jalan-jalan, anggap saja olahraga setelah drama makanan mahal dari bos seksimu itu.""Itu bukan drama," Isabela membela diri, meski pipinya sedikit memerah mengingat kotak makanan seharga delapan ratus real itu masih tersimpan rapi di atas lemari es rumahnya, seolah kotak kosong itu sendiri adalah bukti sesuatu yang tidak ingin ia akui."Terserah kau menyebutnya apa." Elena sudah membuka pintu mobil, melambai agar Isabela cepat masuk. "Yang jelas kita ke mall sekarang. Aku butuh cuci mata, dan kau butuh berhenti memikirkan dua laki-laki sekaligus.""Memikirkan dua laki-laki? Omong kosong. Dengarkan aku, aku hanya akan mencintai Theo,
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: BAB 64
Konvoi keluar dari jalan tol dua puluh menit sebelum tengah hari, berbelok ke simpang tanpa nama yang hanya dikenali oleh mereka yang memang perlu mengenalinya. Jalan tanah, lalu pagar baja setinggi tiga meter berdiri di antara pepohonan, kawat listrik berkilau tipis di bagian atasnya. Pos jaga bergerak sekali, mengonfirmasi, dan pagar itu membuka tanpa suara.'Kawasan Fantasma.'Di dalam gerbang, sebuah truk kontainer besar baru saja berhenti di dekat gudang utama, mesinnya masih berdengung rendah. Beberapa pria berseragam tanpa identitas bergerak cepat di sekelilingnya, satu memberi aba-aba dengan tangan, yang lain menyambungkan derek portabel ke bagian atas kontainer. Rantai berdenting. Logam bergesekan dengan logam.Mobil Cane melambat, sejajar sesaat dengan truk itu sebelum berbelok ke jalur yang berbeda.Cane menatap ke luar jendela, tidak lama, hanya cukup untuk melihat tulisan samar di sisi kontainer yang sengaja dibuat tidak terbaca dari jarak jauh. Salah satu penjaga menoleh,
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: BAB 63
"Biar kubantu." Cane ikut masuk, tubuhnya menutup pintu hingga orang-orang di luar tak bisa lagi melihat apa yang terjadi di dalam.Cane melihat Isabela yang masih sibuk mencari-cari di dalam mobil, alisnya bertaut bingung tak menemukan apa pun. Ia hanya menatapnya sejenak dalam diam, seolah menikmati betapa tidak sadarnya gadis itu akan apa yang akan terjadi berikutnya.Tanpa aba-aba, satu tangannya sudah menangkup tengkuk Isabela, jemarinya menyusup ke helai rambutnya dengan cengkeraman yang cukup kuat untuk membuat gadis itu tak bisa menoleh ke mana pun selain padanya. Bibir mereka bertemu sebelum Isabela sempat mengeluarkan satu kata pun.Ciuman itu tidak lembut. Ada sesuatu yang lapar di dalamnya, seolah Cane sudah menahan diri terlalu lama dan kini tak berniat lagi bersikap sabar. Isabela mencoba mundur secara refleks, punggungnya menabrak sandaran kursi, tapi tangan Cane yang lain sudah melingkar di pinggangnya, menariknya lebih dekat alih-alih memberinya ruang untuk lari.Napas
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: BAB 62
Elena baru saja menyalakan mobil ketika Isabela tiba-tiba mencengkeram lengannya, wajahnya berubah tegang seketika."Elena, kita harus cepat, gawat, ini gawat," ujar Isabela, suaranya nyaris panik tanpa sempat memberi penjelasan lebih lanjut."Aduh, ada apa denganmu, santai saja. Kau membuatku kaget." Elena menginjak gas sebelum sabuk pengaman Isabela sepenuhnya terkunci.Mobil melesat keluar dari area parkir dengan decitan ban yang membuat dua orang di trotoar menoleh kaget. Isabela mencengkeram pegangan pintu erat-erat, buku-buku jarinya memutih."Elena, pelan-pelan.""Kalau pelan-pelan, nenekmu bakal bertemu Presiden Cane sebelum kita sampai di sana." Elena membelokkan setir tajam ke kanan, menyalip sebuah angkutan umum lokal yang berhenti mendadak di lampu merah. "Tenang saja, aku sudah biasa."Isabela tidak yakin itu kalimat yang menenangkan.Di persimpangan berikutnya, sebuah motor memotong jalur mereka tanpa aba-aba. Elena membanting setir, ban berdecit keras, spion kiri nyaris
Last Updated: 2026-07-24
SERPENTE CRUZADA

SERPENTE CRUZADA

Di tengah gemerlap kota Rio De Janeiro, Brazil, Jhon Pierre Mancini menjalani kehidupan ganda yang membentangkan sayapnya di kedua sisi hukum. Di siang hari, ia dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang terhormat, tetapi di malam hari, ia mengendalikan jaringan narkoba dan perdagangan senjata ilegal yang meluas di Kota Rio. Semuanya berubah saat Sora Sanders, seorang perawat muda dengan kehidupan yang sederhana, masuk ke dalam kehidupannya. Pertemuan tak terduga antara mereka berdua ini membuka pintu menuju hubungan yang rumit. Suatu ketika, seorang pria dari Spanyol meminta bantuan Jhon untuk mencari istri dan anaknya yang hilang selama 24 tahun. Awalnya, Jhon menolak, tapi akhirnya setuju setelah pria itu menawarkan 20% saham dari bisnis minuman kerasnya, dan yang paling mengejutkan adalah, Jhon menemukan kebenaran: Sora adalah anak yang dicari. Dalam upayanya mempertahankan cengkeramannya pada Sora, Jhon harus bersaing dengan musuhnya, yaitu Sergio Marrone, yang juga tertarik pada Sora. Pertarungan mereka membawa keduanya ke ujung keputusan hidup atau mati. Namun, dengan kekuatan tariknya yang tak terbantahkan, Jhon mampu memenangkan hati Sora, meskipun dengan risiko besar. Dalam kisah cinta gelap yang penuh intrik dan bahaya, Jhon Pierre Mancini dan Sora Sanders menemukan diri mereka terjebak dalam permainan kekuasaan, pengkhianatan, dan obsesi, di mana takdir mereka ditentukan oleh pilihan yang sulit dan pengorbanan yang mematikan.
Read
Chapter: BAB-(5)
Jhon menatap Tuan Marcello dengan tatapan penuh selidik. "Setahu saya, Tuan Marcello sudah tidak tertarik memesan barang-barang milik kami lagi. Jadi, apa yang membuat Anda jauh-jauh dari Brasilia ke sini?” “Bahkan kudengar Tuan Marcello saat ini bekerja sama dengan Cartel Tiburon dari Colombia, membuat metamfetamin dan menyelundupkannya melalui barang-barang elektronik untuk dijual di pasar gelap internasional," ujarnya sambil melirik pria berusia sekitar lima puluh tahun yang duduk di samping Marcello. Marcello menggaruk dahinya yang tidak gatal, bingung bagaimana pria tampan di hadapannya ini bisa tahu apa yang dia lakukan. Dia bahkan sudah sangat hati-hati agar tidak ada yang tahu. Pria ini benar-benar berbahaya. "Ayolah, lupakan saja kejadian waktu itu, Jhon. Mari kuperkenalkan dengan temanku, Jack Salomon. Dia dari Spanyol," ucap Tuan Marcello, berusaha mengalihkan pembicaraan. Jhon dan Jack saling menatap tajam, keduanya tidak mengeluarkan suara, apalagi berjabat tanga
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(4)
Sore hari di pemakaman São João Batista, dedaunan kering beterbangan dihembus angin, sementara suara gagak yang singgah di pohon tua menjulang tinggi mengisi keheningan. Seorang pria berbalut jas hitam berdiri menghadap batu nisan, sebotol minuman alkohol tergenggam erat di tangannya. "Aku membawa anggur merah kesukaanmu hari ini, mau minum denganku, Dimitri?" Jhon bertanya, suaranya parau. Kenangan masa lalu berkelebat di benaknya, membawa dia kembali ke usia 15 tahun. •FLASHBACK• Jhon muda, seorang yang penurut, sering menjadi sasaran pukulan kakak kandungnya, Marcus. Ketika ia mengadu kepada ayahnya, bukannya mendapat perlindungan, ia justru mendapat amarah dan pukulan tambahan. Hanya ibunya yang selalu membelanya, meskipun ia sendiri sering disiksa oleh ayahnya. Jhon sering menyaksikan ayahnya berselingkuh, bahkan di depan mata ibunya. Ketidakberdayaannya membuat dia terus berusaha mencari cara agar ayahnya menyayanginya seperti menyayangi kakak laki-lakinya. Saat kesedihan
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(3)
Matahari terik menyinari Kota Rio siang ini, menunjukkan waktu makan siang telah tiba. Beberapa orang bergegas mencari makan di luar, sementara yang lain memilih makan di kantin tempat mereka bekerja. Di salah satu restoran sederhana di tengah Kota Rio, tiga orang gadis sedang makan siang bersama. “Uumm ... Sora, aku jadi penasaran dengan yang kau ceritakan semalam. Apakah kau melihat wajah pria yang berada di dalam mobil itu? Kalau iya, bagaimana ciri-cirinya? Aku sungguh sangat penasaran,” tanya Ryn pada Sora. “Ya, betul, aku pun penasaran,” sambung Maria. “Tidak, aku hanya melihat bagian matanya saja,” jawab Sora sambil mengunyah sandwich-nya. “Ah begitukah? Sayang sekali. Padahal aku sudah menghayal jika pria itu sangat tampan seperti film-film gangster yang kutonton,” kata Ryn sambil membayangkan wajah aktor Michele Morrone. Lalu tersenyum bodoh saat terlintas adegan bercinta pria itu di film 365 days. Mendengar itu, Maria dengan cepat memukul kepala Ryn. 'Plakk!' "Wanita
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(2)
Perlahan, kaki Sora mulai bergetar saat kedua pria itu semakin mendekat. Dengan jelas, ia melihat garis-garis luka yang telah sembuh di wajah keduanya. Terlihat sangat mengerikan. Di tambah lagi di leher dan punggung tangan pria itu, terhampar sebuah tato berwarna hitam kehijauan, terpahat tato berbentuk lingkaran, di dalamnya tersembunyi gambar salip yang dililit ular dengan mata dan lidah menjulur merah menyala, seolah menyembul dari kegelapan dengan keangkeran yang mencekam, mengundang sensasi dingin merayap di sepanjang tulangnya. Sora mencoba untuk melangkah mundur, tapi tangan kasar sudah meraih kerah bajunya dan mengangkatnya dengan kasar. Dia merasa dirinya seperti burung yang terjebak dalam cengkeraman predatornya. "Ah, lepaskan aku! Aku tidak sengaja, sungguh." Sora memberontak minta dilepaskan. "DIAM! TUTUP MULUTMU! JIKA TIDAK, AKU AKAN MEROBEKNYA!" bentak pria yang mengangkatnya. Kedua pria itu membawanya ke samping pintu mobil penumpang, di mana sepatunya tanpa seng
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(1)
RIO DE JANEIRO, BRAZIL. Malam itu, hujan turun deras membasahi jalan-jalan sempit di pusat Kota Rio De Janeiro. Lampu-lampu neon yang berkedip-kedip menambah nuansa suram yang menyelimuti gang-gang belakang, tempat di mana bayang-bayang lebih panjang daripada siang hari. Di salah satu sudut tersembunyi, sebuah klub malam yang ramai berdiri megah, menjadi jantung kehidupan malam yang gemerlap sekaligus sarang bagi mereka yang menjalani kehidupan di bawah bayangan hukum. Di dalam klub tersebut, dentuman musik yang memekakkan telinga menyatu dengan tawa dan suara obrolan. Namun, di sebuah ruangan VIP yang eksklusif, situasi berbeda terjadi. Diam-diam di bawah cahaya redup, seorang pria berwajah tegas dengan mata tajam duduk dengan penuh wibawa. Jhon Pierre Mancini, nama yang diucapkan dengan bisikan penuh hormat dan ketakutan, memandang sekeliling dengan tatapan yang bisa membekukan darah. Di seberangnya, seorang pemuda berusia 19 tahun dengan tangan gemetar berusaha menenangkan d
Last Updated: 2024-05-29
You may also like
Dilema
Dilema
Romansa · Ryuzayn
6.5K views
Kekasih Taruhan
Kekasih Taruhan
Romansa · Rilla
6.5K views
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
Romansa · El Furinji
6.5K views
ISTRI UNTUK RAMA
ISTRI UNTUK RAMA
Romansa · Noza
6.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status