author-banner
RAJJA-M
RAJJA-M
Author

Novels by RAJJA-M

TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

SINOPSIS: Isabela Mareu tidak pernah bermimpi hidupnya akan berubah hanya karena sebuah kecelakaan kecil di jalanan Rio de Janeiro. Malam itu, dalam keadaan setengah sadar, ia menabrak seorang pria asing di kegelapan, menempelkan plester kartun ke wajahnya, lalu pergi begitu saja. Tidak pernah tahu siapa yang baru saja ia sentuh. Setahun kemudian, ia diterima bekerja sebagai sekretaris eksekutif di BRN Corporation, perusahaan terbesar di Brasil yang menguasai hampir seluruh sektor bisnis di negara itu. Di sanalah Isabela kembali berhadapan dengan Santino Cane Barrone, pria yang namanya dihargai dengan ketakutan mutlak. Bukan sekadar penguasa. Ia adalah hukum itu sendiri. Di tangannya, politik, dunia legal, dan dunia bawah tanah bergerak layaknya bidak catur yang diatur sesuka hati. Dan untuk pertama kalinya, pria itu tertarik pada seseorang. Pada gadis ceroboh yang bahkan tidak menyadari betapa berbahayanya dunia yang baru saja ia masuki. Yang tidak Isabela ketahui, penerimaannya bekerja di BRN bukanlah kebetulan. Dan ketika ancaman mulai datang dari berbagai arah, ia baru menyadari satu hal. Keluar dari dunia Santino Cane Barrone tidak akan pernah semudah caranya masuk. Sebab pria itu tidak pernah melepaskan apa yang sudah ia anggap miliknya. "Kau tidak punya pilihan, Isabela. Kau tidak pernah punya." (Santino Cane Barrone) ⚠️ PERINGATAN Cerita ini sepenuhnya fiktif dan merupakan murni karangan author. Seluruh nama, karakter, tempat, kejadian, dan organisasi yang ada di dalam cerita ini tidak ada hubungannya dengan kejadian nyata manapun. Kesamaan nama atau kejadian hanyalah kebetulan semata. Cerita ini dibuat semata-mata untuk hiburan dan tidak bermaksud untuk merepresentasikan atau membenarkan tindakan apa pun yang ada di dalamnya. © All Rights Reserved | RAJJA-M
Read
Chapter: BAB 102
Isabela baru benar-benar terlelap ketika suara langkah pelan dan bunyi pintu kamar yang terbuka membuatnya mengerjap.Cahaya pagi sudah menembus tirai tipis. Di ambang pintu, neneknya berdiri dengan tas kecil tersampir di lengan dan kerudung yang sudah rapi."Nenek mau pergi dulu, ya," ujar sang nenek pelan. "Isabela, apa kau tidak bekerja hari ini?"Isabela membeku di balik selimut yang ditariknya sampai ke dagu. Jas hitam itu sudah ia selipkan ke dasar lemari sebelum tidur, dan kakinya yang masih perih ia sembunyikan dengan hati-hati di bawah selimut.Bekerja. Berarti kantor. Berarti bertemu Cane.Ia sama sekali tidak ingin bertemu iblis Barrone itu, tidak hari ini, bahkan mungkin tidak besok."Aku sedang libur, Nek," jawabnya akhirnya, berusaha terdengar biasa saja. "Nenek pergi saja, biar Bela yang jaga rumah."Neneknya tersenyum. "Baiklah. Nenek pergi dulu ke tempat Dona Marta. Nenek sudah masak, kalau kau ingin makan, makanannya ada di lemari. Kau bisa memanaskannya kalau mau."
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: BAB 101
Mobil hitam itu melaju membelah jalanan yang lengang. Cane duduk di kursi belakang dengan satu siku bertumpu di sisi jendela, menatap lampu kota yang lewat tanpa benar-benar melihatnya. Di kursi depan, sopir dan seorang pengawal duduk tegak dan diam. Dua mobil pengawal lain mengekor di belakang.Ponselnya bergetar. Nama Dante muncul di layar.Cane mengangkatnya tanpa berkata apa-apa."Presiden," suara Dante terdengar dari seberang. "Nona Isabela sudah dipastikan sampai di rumah neneknya dengan selamat. Dari rekaman CCTV jalan, ia turun dari taksi di ujung gang dan masuk sendirian. Tidak ada yang mengikutinya."Cane tetap diam.Dante terdiam sejenak sebelum melanjutkan. "Hanya saja, ia berjalan agak pincang."Jemari Cane yang tadi mengetuk lutut berhenti.Pandangannya masih tertuju pada jendela. Ia tidak perlu bertanya kenapa. Rahangnya mengeras samar, tetapi wajahnya tetap tenang.Beberapa detik berlalu tanpa suara. Cane mengakhiri panggilan tanpa satu kata pun, lalu meletakkan ponsel
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: BAB 100
Tengah malam Isabela terbangun dengan napas tersentak.Kamar itu gelap. Hanya ada garis tipis cahaya kota yang menyelinap dari sela tirai, jatuh memanjang di atas seprai putih yang kusut. Kepalanya berdenyut, tenggorokannya kering, dan seluruh tubuhnya terasa asing, seperti milik orang lain yang baru saja ia pinjam.Ia mengerjap, menatap langit-langit yang tidak ia kenali. Lalu semuanya datang sekaligus.Lantai dansa yang berkilat. Tawanya sendiri yang terlalu keras. Tangan besar Cane yang menghapus eyeliner di sudut matanya, dan suaranya sendiri yang kemudian berkata dengan lantang bahwa ia mau tidur dengan pria itu.Isabela membeku. Wajahnya memanas sampai ke telinga."Tidak. Tidak, tidak, tidak," bisiknya pelan.Ia menoleh ke sisi ranjang. Sisi itu kosong, tetapi bantalnya masih menyisakan cekungan. Dari balik pintu di ujung kamar terdengar suara air yang mengucur, teratur dan tenang, dan justru itu yang membuat jantungnya berdegup makin liar.Ia bangun terlalu cepat, dan kepalanya
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: BAB 99
Angin malam menyambut mereka begitu pintu klub tertutup di belakang.Dante sudah berdiri di samping Bentley yang menunggu di depan. Begitu melihat Cane keluar sambil menggendong Isabela, ia segera membukakan pintu belakang tanpa suara.Cane masuk lebih dulu. Ia mendudukkan Isabela di pangkuannya, lalu menahan tubuh gadis itu dengan satu lengan agar tidak terjatuh ketika mobil mulai bergerak.Isabela menggumam pelan. "Mm...""Kau masih sadar?" tanya Cane.Tidak ada jawaban. Kepala Isabela justru bergeser dari bahu ke leher Cane, dan napas hangatnya yang berbau alkohol menyapu kulit pria itu."Sudah semabuk ini masih banyak bicara," ujar Cane pelan.Isabela mengerutkan hidung tanpa membuka mata. "Aku tidak mabuk.""Tentu saja.""Aku cuma sedikit pusing," sahut Isabela."Sedikit?"Isabela mengangguk kecil di dada Cane. "Sedikit."Sudut bibir Cane bergerak tipis, nyaris menjadi tawa.Isabela diam beberapa saat, lalu mengangkat wajahnya. "Kau jangan bilang siapa-siapa kalau aku mabuk.""Ka
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: BAB 98
Di dalam, musik menghantam dada mereka. Lampu berputar menyapu kerumunan, dan bau parfum bercampur alkohol memenuhi udara. Elena menarik tangan Isabela ke bar dan memesan dua gelas sekaligus tanpa bertanya apa pun."Untuk hari yang buruk," ujar Elena sambil mengangkat gelasnya."Untuk hari yang sangat buruk," sahut Isabela.Gelas pertama habis dalam sekali teguk. Gelas kedua menyusul. Gelas ketiga sudah tidak jelas siapa yang memesan. Tidak lama kemudian, keduanya sudah berada di tengah lantai dansa, tertawa tanpa alasan, melompat-lompat mengikuti irama, berjoget dengan gerakan yang tidak ada dalam buku tari mana pun. Isabela mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sambil berteriak, sementara Elena memutar tubuh sampai hampir menabrak seorang pria yang sedang membawa nampan minuman.Untuk pertama kalinya hari itu, tidak ada satu pun dari mereka yang memikirkan apa-apa, dan tidak ada yang peduli sudah pukul berapa sekarang.Beberapa lagu kemudian, keduanya terhuyung kembali ke sofa di
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: BAB 97
Begitu jam kerja berakhir, Isabela menyambar tasnya tanpa sempat merapikan meja. Ia tidak menunggu lift, tidak juga menoleh ke pintu ruangan Cane yang tertutup rapat. Kakinya memilih tangga darurat. Ia menuruni anak tangga satu per satu dengan kepala tertunduk, seolah setiap sudut gedung BRN Corp bisa memunculkan sosok yang paling ingin ia hindari.Di lobi ia menarik napas panjang, lalu setengah berlari ke pintu keluar dan menyetop taksi pertama yang lewat. Ia menyebut alamat rumah neneknya dengan suara serak, lalu menyandarkan kepala ke kaca jendela.Matanya masih bengkak. Kelopaknya terasa berat dan panas, sisa tangis yang belum benar-benar reda sejak di ruangan Cane tadi.Ponselnya bergetar di pangkuan. Layarnya menyala, memperlihatkan nama Theo beserta pesan yang menumpuk di bawahnya. Tidak lama kemudian layar itu berganti dengan panggilan masuk, berdering sampai mati sendiri, lalu menyala lagi dengan tulisan panggilan tidak terjawab.Isabela hanya menatapnya. Jarinya tidak berger
Last Updated: 2026-09-19
SERPENTE CRUZADA

SERPENTE CRUZADA

Di tengah gemerlap kota Rio De Janeiro, Brazil, Jhon Pierre Mancini menjalani kehidupan ganda yang membentangkan sayapnya di kedua sisi hukum. Di siang hari, ia dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang terhormat, tetapi di malam hari, ia mengendalikan jaringan narkoba dan perdagangan senjata ilegal yang meluas di Kota Rio. Semuanya berubah saat Sora Sanders, seorang perawat muda dengan kehidupan yang sederhana, masuk ke dalam kehidupannya. Pertemuan tak terduga antara mereka berdua ini membuka pintu menuju hubungan yang rumit. Suatu ketika, seorang pria dari Spanyol meminta bantuan Jhon untuk mencari istri dan anaknya yang hilang selama 24 tahun. Awalnya, Jhon menolak, tapi akhirnya setuju setelah pria itu menawarkan 20% saham dari bisnis minuman kerasnya, dan yang paling mengejutkan adalah, Jhon menemukan kebenaran: Sora adalah anak yang dicari. Dalam upayanya mempertahankan cengkeramannya pada Sora, Jhon harus bersaing dengan musuhnya, yaitu Sergio Marrone, yang juga tertarik pada Sora. Pertarungan mereka membawa keduanya ke ujung keputusan hidup atau mati. Namun, dengan kekuatan tariknya yang tak terbantahkan, Jhon mampu memenangkan hati Sora, meskipun dengan risiko besar. Dalam kisah cinta gelap yang penuh intrik dan bahaya, Jhon Pierre Mancini dan Sora Sanders menemukan diri mereka terjebak dalam permainan kekuasaan, pengkhianatan, dan obsesi, di mana takdir mereka ditentukan oleh pilihan yang sulit dan pengorbanan yang mematikan.
Read
Chapter: BAB-(5)
Jhon menatap Tuan Marcello dengan tatapan penuh selidik. "Setahu saya, Tuan Marcello sudah tidak tertarik memesan barang-barang milik kami lagi. Jadi, apa yang membuat Anda jauh-jauh dari Brasilia ke sini?” “Bahkan kudengar Tuan Marcello saat ini bekerja sama dengan Cartel Tiburon dari Colombia, membuat metamfetamin dan menyelundupkannya melalui barang-barang elektronik untuk dijual di pasar gelap internasional," ujarnya sambil melirik pria berusia sekitar lima puluh tahun yang duduk di samping Marcello. Marcello menggaruk dahinya yang tidak gatal, bingung bagaimana pria tampan di hadapannya ini bisa tahu apa yang dia lakukan. Dia bahkan sudah sangat hati-hati agar tidak ada yang tahu. Pria ini benar-benar berbahaya. "Ayolah, lupakan saja kejadian waktu itu, Jhon. Mari kuperkenalkan dengan temanku, Jack Salomon. Dia dari Spanyol," ucap Tuan Marcello, berusaha mengalihkan pembicaraan. Jhon dan Jack saling menatap tajam, keduanya tidak mengeluarkan suara, apalagi berjabat tanga
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(4)
Sore hari di pemakaman São João Batista, dedaunan kering beterbangan dihembus angin, sementara suara gagak yang singgah di pohon tua menjulang tinggi mengisi keheningan. Seorang pria berbalut jas hitam berdiri menghadap batu nisan, sebotol minuman alkohol tergenggam erat di tangannya. "Aku membawa anggur merah kesukaanmu hari ini, mau minum denganku, Dimitri?" Jhon bertanya, suaranya parau. Kenangan masa lalu berkelebat di benaknya, membawa dia kembali ke usia 15 tahun. •FLASHBACK• Jhon muda, seorang yang penurut, sering menjadi sasaran pukulan kakak kandungnya, Marcus. Ketika ia mengadu kepada ayahnya, bukannya mendapat perlindungan, ia justru mendapat amarah dan pukulan tambahan. Hanya ibunya yang selalu membelanya, meskipun ia sendiri sering disiksa oleh ayahnya. Jhon sering menyaksikan ayahnya berselingkuh, bahkan di depan mata ibunya. Ketidakberdayaannya membuat dia terus berusaha mencari cara agar ayahnya menyayanginya seperti menyayangi kakak laki-lakinya. Saat kesedihan
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(3)
Matahari terik menyinari Kota Rio siang ini, menunjukkan waktu makan siang telah tiba. Beberapa orang bergegas mencari makan di luar, sementara yang lain memilih makan di kantin tempat mereka bekerja. Di salah satu restoran sederhana di tengah Kota Rio, tiga orang gadis sedang makan siang bersama. “Uumm ... Sora, aku jadi penasaran dengan yang kau ceritakan semalam. Apakah kau melihat wajah pria yang berada di dalam mobil itu? Kalau iya, bagaimana ciri-cirinya? Aku sungguh sangat penasaran,” tanya Ryn pada Sora. “Ya, betul, aku pun penasaran,” sambung Maria. “Tidak, aku hanya melihat bagian matanya saja,” jawab Sora sambil mengunyah sandwich-nya. “Ah begitukah? Sayang sekali. Padahal aku sudah menghayal jika pria itu sangat tampan seperti film-film gangster yang kutonton,” kata Ryn sambil membayangkan wajah aktor Michele Morrone. Lalu tersenyum bodoh saat terlintas adegan bercinta pria itu di film 365 days. Mendengar itu, Maria dengan cepat memukul kepala Ryn. 'Plakk!' "Wanita
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(2)
Perlahan, kaki Sora mulai bergetar saat kedua pria itu semakin mendekat. Dengan jelas, ia melihat garis-garis luka yang telah sembuh di wajah keduanya. Terlihat sangat mengerikan. Di tambah lagi di leher dan punggung tangan pria itu, terhampar sebuah tato berwarna hitam kehijauan, terpahat tato berbentuk lingkaran, di dalamnya tersembunyi gambar salip yang dililit ular dengan mata dan lidah menjulur merah menyala, seolah menyembul dari kegelapan dengan keangkeran yang mencekam, mengundang sensasi dingin merayap di sepanjang tulangnya. Sora mencoba untuk melangkah mundur, tapi tangan kasar sudah meraih kerah bajunya dan mengangkatnya dengan kasar. Dia merasa dirinya seperti burung yang terjebak dalam cengkeraman predatornya. "Ah, lepaskan aku! Aku tidak sengaja, sungguh." Sora memberontak minta dilepaskan. "DIAM! TUTUP MULUTMU! JIKA TIDAK, AKU AKAN MEROBEKNYA!" bentak pria yang mengangkatnya. Kedua pria itu membawanya ke samping pintu mobil penumpang, di mana sepatunya tanpa seng
Last Updated: 2024-05-29
Chapter: BAB-(1)
RIO DE JANEIRO, BRAZIL. Malam itu, hujan turun deras membasahi jalan-jalan sempit di pusat Kota Rio De Janeiro. Lampu-lampu neon yang berkedip-kedip menambah nuansa suram yang menyelimuti gang-gang belakang, tempat di mana bayang-bayang lebih panjang daripada siang hari. Di salah satu sudut tersembunyi, sebuah klub malam yang ramai berdiri megah, menjadi jantung kehidupan malam yang gemerlap sekaligus sarang bagi mereka yang menjalani kehidupan di bawah bayangan hukum. Di dalam klub tersebut, dentuman musik yang memekakkan telinga menyatu dengan tawa dan suara obrolan. Namun, di sebuah ruangan VIP yang eksklusif, situasi berbeda terjadi. Diam-diam di bawah cahaya redup, seorang pria berwajah tegas dengan mata tajam duduk dengan penuh wibawa. Jhon Pierre Mancini, nama yang diucapkan dengan bisikan penuh hormat dan ketakutan, memandang sekeliling dengan tatapan yang bisa membekukan darah. Di seberangnya, seorang pemuda berusia 19 tahun dengan tangan gemetar berusaha menenangkan d
Last Updated: 2024-05-29
You May Also Like
Kehidupan Kedua
Kehidupan Kedua
Romansa · Blessing Night
14.1K views
PETAKA REUNI
PETAKA REUNI
Romansa · Wanti Arifianto
14.1K views
Cinta Berawal dari Terpaksa
Cinta Berawal dari Terpaksa
Romansa · _belummandi
14.1K views
BENIH KAKAK IPAR
BENIH KAKAK IPAR
Romansa · INDAH PERMATA
14.1K views
Cinta Sang Bodyguard
Cinta Sang Bodyguard
Romansa · Tabina Carra
14.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status