Oh My Ghost!
Gilang, Anton, dan Ian. Tiga pemuda rantau yang dihantui sosok wanita berambut panjang berbaju putih yang biasa orang Indonesia sebut dengan Kuntilanak. Sosok itu merupakan jin usil yang memproyeksi almarhumah Dinda, mantan gebetan Gilang.
Gilang diganggu wajar, kan Gilang mantan gebetan Dinda. Lalu apa salah Anton dan Ian sehingga ikut diteror sosok Dinda? Padahal mereka bukanlah Rama, supir gocar yang telah menabrak Dinda hingga tewas, dan bukan pula Pak Dino, atasan Dinda yang berniat mencelakai Dinda pada malam naas itu.
Read
Chapter: 6Ruslan terbelalak menyaksikan rekaman CCTV yang terpasang di depan Cafe Adante. Rekaman berisi apa saja yang terjadi di Cafe Adante tepat pada hari Selasa tanggal tigabelas Mei. Gilang memberikan kesaksian yang benar. Lelaki itu terlihat berada di dalam Cafe Adante sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul dimana Cafe Adante tutup yakni pukul 23.00 WIB. Ruslan tidak habis pikir sebegitu bodohnya lelaki itu menanti Dinda sesuai janji yang telah dibuat meski tiada kabar apapun dari Dinda. Yang lebih aneh, pada pukul 19.10 WIB terlihat Dinda yang naik gojek tiba di depan Cafe Adante. Hal ini sesuai dengan hasil pemeriksaan akun Gojek milik Pak Dino yang menunjukkan bahwa Pak Dino memesankan Dinda gojek dengan tujuan Cafe Adante. Namun Dinda yang terlihat akan masuk kedalam Cafe Adante malah berjalan berbalik arah untuk pergi entah kemana. "Saya ngantar Mba itu beneran sampai ke depan Cafe itu kok, Pak. Setelah itu saya cari penumpang lagi, jadi saya nggak tau setelahnya Mba itu pergi
Last Updated: 2024-08-17
Chapter: 5Ruslan menunggu dengan harap cemas di ruangannya. Sudah tiga puluh menit berlalu namun hasil pemeriksaan ponsel Dinda belum juga ia terima. Saat ia akan bangkit untuk menuju ruang IT, yang ditunggu - tunggu tiba saja muncul dari balik pintu mengagetkannya. "Sepertinya di hari Dinda menghilang, dia lupa membawa ponselnya." ungkap Fattan, pegawai kepolisian yang bertugas memeriksa ponsel Dinda. "Sejak hari Selasa sekitar pukul 6 pagi tanggal 13 Mei sampai di hari ponsel ini ditemukan, seluruh pesan dan notifikasi untuk Dinda tidak ada satupun yang dibuka." "Apa ada hal janggal lain?" tanya Ruslan penuh harap. Fattan menggeleng. "Sayangnya nggak ada, semua normal. Dari mulai berkas dia, transaksinya, chat, foto dan sosial media dia semua aman." Ruslan berdecak kesal, dasi yang ia kenakan terasa mencekiknya. "Ada yang nggak beres dengan Dino Fernando." "Kenapa? Kamu curiga dia pelakunya." sahut Fattan menebak isi kepala Ruslan. "Jelas, dia tau jika Dinda dijemput gojek. Sedangk
Last Updated: 2024-08-12
Chapter: 4Kematian Dinda tidak hanya menjadi sebuah duka bagi keluarga Dinda, namun juga sebuah duka bagi Gilang. Dia sangat terpukul saat mendengar berita menyedihkan itu. Hatinya seakan terbelah menjadi dua. Khayalan hidup berumahtangga dengan Dinda seketika lenyap. Hanya ada ruang gelap tanpa harapan kini di benaknya. Memandang air mata Gilang tidak berhenti menetes dengan sendirinya, Anton dan Ian tidak bisa melakukan apapun agar kesedihan Gilang berkurang. Duduk menonton televisi sembari menemani temannya itu bersedih adalah hal yang bisa mereka lakukan untuk saat ini. Entah sudah berapa lama mereka duduk lesehan menghadap televisi dengan pemandangan Gilang menangis diantara mereka. Anton masih terlihat asyik berbalas pesan, ketika Ian yang merasa lapar bangkit sendirian ke dapur untuk mengambil makan. Ian mengambil nasi dalam magicom. Kemudian ia menaruh piring berisi nasi di atas meja untuk mengambil sisa rendang pemberian Shifa yang masih tersimpan di kotak makan dalam kulkas. Saa
Last Updated: 2024-08-12
Chapter: 3Setelah melacak keberadaan ponsel Dinda dari nomer provider yang Dinda pakai. Ruslan menemukan lokasi ponsel Dinda berada di rumah orangtua Dinda sendiri. Meski aneh, Ruslan bersama anak buahnya kemudian mengeledah seisi rumah orangtua Dinda. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan ponsel Dinda yang ternyata berada tepat di bawah ranjang tempat tidur Dinda. Anak buah Ruslan yang berbadan paling gemuk telah memakai sarung tangan, dengan hati - hati ia memeriksa kondisi ponsel Dinda. Tidak ada yang mencurigakan, kondisi ponsel yang di mode silent itu cukup normal dengan daya baterai tinggal 10%. Ruslan pun kembali menanyai kedua orangtua Dinda untuk memastikan apakah benar Supermart adalah tempat terakhir Dinda sebelum menghilang atau Dinda sempat pulang ke rumah terlebih dahulu sebelum akhirnya menghilang. Dan tentu saja kedua orangtua Dinda bersikeras bahwa saat berangkat kerja itulah hari terakhir mereka melihat Dinda di rumah. Setelah memastikan bahwa tidak ada benda atau sesuatu
Last Updated: 2024-08-12
Chapter: 2Ian sangat kesal ketika terasa ada sekumpulan rambut yang mengibas mukanya. Matanya sedikit terbuka meski kantuk masih bertengger dipelupuk mata. Diujung kasur terlihat samar ada seorang wanita berambut panjang memakai baju putih duduk memunggunginya. Ian mencoba melihat sedikit untuk memastikan objek yang dilihatnya, kemudian memejamkan mata. Saat mata Ian terbuka kembali untuk memfokuskan pandangan, ia segera kembali memejamkan mata rapat-rapat. Berbagai do'a Ian rapalkan, namun sosok itu tetap berada ditempatnya. Selimut Ian yang sudah melorot kebawah kini telah terangkat, seolah ada yang berusaha menyelimutinya. Saat selimut itu benar - benar kembali menyelimuti tubuhnya, jantung Ian berdetak tak karuan seperti akan copot. Bau melati yang kian menyengat, membuat Ian makin merutuki diri sendiri mengapa memilih tidur dipinggiran kasur dekat pintu seperti ini. Dan ketika belaian tangan sosok wanita itu terasa dingin menyentuh kulit kepalanya. Ian rasa dirinya sudah tidak kuat dan s
Last Updated: 2024-08-05
Chapter: 1Tubuh Karina menyondong agak kedepan. Mulut Mbak Buyut komat kamit belum selesai baca mantra pengukuhan. Ruang polos bercat putih itu mulai merebakan bau menyan. Gladis yang berada di samping Karina reflek menutup hidungnya dengan tangan. "Gimana Mbah?" Karina bertanya saat lelaki berjanggut panjang itu telah menaburkan bunga ke dalam wadah. "Sudah, besok saya jamin lelaki itu bakal langsung nikahin anda." tutur Mbak Buyut sembari tertawa menampakkan gigi ompongnya. Mendengarnya Gladis menelengkan kepala. Sangat tidak percaya bahwa hal mistis dapat mengubah seseorang hanya dalam semalam. Namun melihat Oka yang sudah punya tunangan malah berlutut di kaki Karina keesokan harinya di kantin kantor dengan membawa mawar sebagai pinta menjadi istrinya, bikin Gladis merombak seluruh mindsetnya saat itu juga. Tak tanggung-tanggung, Gladis malah ngajak Karina balik ke rumah Mbah Buyut di waktu malam, hari itu juga. Dia sungguh ingin secepatnya menikah dengan pria idamannya. "Syaratnya berat
Last Updated: 2024-08-05
Chapter: Bab 83Setelah menganti popok dan memasang kembali celana pada bagian bawah tubuh bayi mungilnya. Mutia meratakan bedak tabur di wajah Micheal yang menggeliat dengan mata berbinar. Senyum Mutia seketika mengembang dibuatnya. Saat Mutia kemudian menimang Micheal agar bayinya itu segera tidur, Bita yang merasa tidak enak karena sedari tadi tidak melakukan apapun, menegur Mutia agar memberinya perintah. "Apa ada yang bisa saya bantu atau kerjakan nyonya?" "Tidak ada, kamu istirahat saja." Mutia timang Micheal sembari mengelitik dada mungilnya sampai bayinya itu mengeluarkan suara tawa. Karena usaha Mutia untuk menidurkannya belum berefek sama sekali. Bita tidak berpaling sedikit pun dari posisinya. "Tapi sudah seharian saya tidak ngapa - ngapain nyonya. Mohon beri saya perintah." Jam digital di dinding menampilkan angka pendek di 6 dan angka panjang di 12. Mutia rasa sudah saatnya makan malam, tapi masalahnya cadangan b
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 82Ibu Puni Astutik menjentikan jemarinya. Seketika makanan lezat yang menggugah indera perasa berdatangan. Tapi Farel malah mengajak Alan bergosip ditengah semua kenikmatan ini dengan berbisik, "Kamu tau nggak, Lan? Kata anak - anak. Bu Prista sama Pak Yuda itu dulu pernah pacaran. Setelah putus dan menikah dengan pasangan masing - masing, mereka malah jadi saingan bisnis sampai hari ini."Alan memotong steak di hadapannya dengan penuh penekanan. Hal ini memperingati Farel untuk menghentikan ocehannya sebab ia rasa Alan tidak dalam mood yang baik setelah kesepakatan besaran saham Swana Ghama yang ingin Alan beli dipertimbangkan kembali oleh Ibu Puni Astutik.Disamping Alan, Renata senyam senyum tak karuan. Ia masih belum terbiasa menyembunyikan rasa senangnya. Menjadi fashion stylist Alan di acara seperti Paris Fashion Show memang bukan impiannya. Tapi visual Alan yang menarik hatinya membuat dirinya kegirangan entah mengapa. Renata akui sempat patah hati k
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 81Saat Alan dan Farel baru sampai di gedung Starblue Management, Pak Yuda dengan sumringah menyambut mereka didepan pintu. Tampaknya kehadiran Alan sudah ia nanti sedari tadi. Rolls Royce Limosin berwarna black metal tiba saja mendarat mulus tepat dibelakang mobil Farel, dengan segera ia pindahkan mobilnya menuju parkiran dalam gedung Starblue Managerment. Pak Yuda ajak Alan terlebih dahulu masuk kedalam limosin yang entah milik siapa itu. Farel menyusul masuk juga kemudian dengan tergopoh. Rolls Royce Limosin warna black metal itu membawa mereka ke sebuah private studio bertulis Swana Ghama. Alan seperti tidak asing dengan tempat ini. Ketika Pak Yuda berpelukan dengan seorang wanita yang dikenal sebagai mantan menteri perikanan dan kelautan dari kabinet sebelumnya yakni Ibu Puni Astutik. Alan dan Farel saling pandang menerka apa yang telah di rencanakan oleh Pak Yuda dibelakang mereka. "Ini Alan Ryan, bintang utama kami.
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Bab 80 Dito meremas tangannya sendiri saat Rano Karno tetap tak mengindahkan permintaannya untuk mendepak Adiyana dari proyek pembangunan baru gedung walikota. Tentunya proyek yang sudah berjalan dan draft pengesahan menjadi alasan Adiyana untuk dipertahankan. Seperti sebuah teka - teki bagaimana perusahaan Adiyana yang sering mengalami inflasi malah menghasilkan benefit dan makin berkembang. Dito tidak habis pikir bagaimana anak buahnya tidak mampu menemukan bukti apapun perihal kejanggalan ini. Dito yakin Kevin pasti tau jawabannya dibalik pertanyaan bagaimana seorang Adiyana bisa mencapai itu. Tapi Dito enggan menanyai Kevin yang pasti bungkam. Kevin sendiri telah menyatakan masih akan berpihak pada Adiyana walau ia telah mengadopsinya sebagai anak. Sebelum jamuan di istana Presiden berakhir, Dito biarkan Tary mengendap-endap untuk masuk ke dalam mobil Adiyana. Ada rasa menggelitik di dada Dito menebak jika Tary mungkin tidak tau ia masih mengamatinya. Tary m
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Bab 79Tiada pilihan lain bagi Farel selain mengajak Alan minum beberapa gelas coktail di Sunrise Bar. Sebenarnya Farel enggan, tapi melihat tatapan kosong yang Alan lemparkan padanya membuat Farel mengajaknya untuk duduk manis di salah satu kursi di bar ini. "Kamu nggak mau cerita tapi begong begini. Astaga Lan." Farel bergidik sembari menatap ke sekeliling. Alan tertunduk dengan jemari mengetuk - ngetuk meja. Didetik berikutnya Alan menegak sebotol whisky hingga isinya tinggal separuh dan lanjut mengikuti dentuman musik yang dimainkan DJ. Ia akhirnya memilih bergabung dengan yang artis lainnya —yang sedang menikmati akhir malam disana —untuk menari di tengah bar. Farel ikut bangkit. Bukan untuk ikut menari seperti Alan, tapi untuk mengeret Alan keluar dari bar. Dengan sekali tamparan yang cukup keras, Farel ingin Alan sadar. "Kalau kamu tetep begini, aku tinggal." Farel lirik jam tangan di pergelangan tangannya. "Sorry, Lan. Ini
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Bab 78 Walau mereka hidup bersama, Mutia sadar jika Alan hidup di dunia yang berbeda. Bahkan setelah mengetahui rahasia dibalik keputusan Karen memilih bunuh diri pun, Alan enggak membahas apapun padanya. Suaminya itu hanya terlihat lebih murung dan makin menutup diri. Untung saja kehadiran Micheal memberi semangat lain bagi Mutia untuk tetap bertahan. "Anak pintar, ayo sama Mama." Mutia raih Micheal dari kedua tangan Alan. Tangan lentiknya dengan telaten menyuapi bayi mungilnya ini. Saat para pembantu yang disewa hanya untuk membersihkan rumah Alan berpamitan pulang. Mutia dan Alan yang tengah duduk di depan kolam renang tersenyum ramah dengan anggukan untuk mempersilahkan mereka pulang. Alan yang sudah menggunakan setelan jas warna navy menggoyangkan jemari - jemarinya untuk sedikit bermain air sembari menatap Micheal yang lahap menelan bubur yang Mutia suapkan. Walau i
Last Updated: 2026-08-28