Mag-log inGilang, Anton, dan Ian. Tiga pemuda rantau yang dihantui sosok wanita berambut panjang berbaju putih yang biasa orang Indonesia sebut dengan Kuntilanak. Sosok itu merupakan jin usil yang memproyeksi almarhumah Dinda, mantan gebetan Gilang. Gilang diganggu wajar, kan Gilang mantan gebetan Dinda. Lalu apa salah Anton dan Ian sehingga ikut diteror sosok Dinda? Padahal mereka bukanlah Rama, supir gocar yang telah menabrak Dinda hingga tewas, dan bukan pula Pak Dino, atasan Dinda yang berniat mencelakai Dinda pada malam naas itu.
view moreRuslan terbelalak menyaksikan rekaman CCTV yang terpasang di depan Cafe Adante. Rekaman berisi apa saja yang terjadi di Cafe Adante tepat pada hari Selasa tanggal tigabelas Mei. Gilang memberikan kesaksian yang benar. Dia berada di dalam Cafe Adante sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul dimana Cafe Adante tutup yakni pukul 23.00 WIB. Ruslan tidak habis pikir sebegitu bodohnya Gilang menanti Dinda sesuai janji yang telah dibuat meski tiada kabar apapun dari Dinda. Yang lebih aneh, pada pukul 19.10 WIB terlihat Dinda yang naik gojek tiba di depan Cafe Adante. Hal ini sesuai dengan hasil pemeriksaan akun Gojek milik Pak Dino yang menunjukkan bahwa Pak Dino memesankan Dinda gojek dengan tujuan Cafe Adante. Namun Dinda yang terlihat akan masuk kedalam Cafe Adante malah berjalan berbalik arah untuk pergi entah kemana. "Saya ngantar Mba itu sampai ke depan Cafe Adante kok, Pak. Setelah itu saya cari penumpang lagi. Jadi saya nggak tau setelahnya Mba itu pergi kemana." ujar Mahfud s
Ruslan menunggu dengan harap cemas di ruangannya. Sudah tiga puluh menit berlalu namun hasil pemeriksaan ponsel Dinda belum juga ia terima. Saat Ruslan akan bangkit untuk menuju ruang IT, yang ditunggu - tunggu tiba saja muncul dari balik pintu mengagetkannya."Sepertinya, di hari Dinda menghilang dia lupa membawa ponselnya." ungkap Fattan, pegawai kepolisian yang bertugas memeriksa ponsel Dinda. "Sejak hari Selasa sekitar pukul 6 pagi tanggal 13 Mei sampai di hari ponsel ini ditemukan, seluruh pesan dan notifikasi untuk Dinda tidak ada satupun yang dibuka.""Apa ada hal janggal lain?" tanya Ruslan penuh harap.Fattan menggeleng. "Sayangnya nggak ada, semua normal. Dari mulai berkas dia, transaksinya, chat, foto dan sosial media dia semua aman."Ruslan berdecak kesal, dasi yang dia kenakan terasa mencekiknya. "Ada yang nggak beres dengan Dino Fernando.""Kenapa? Kamu curiga dia pelakunya." sahut Fattan menebak isi kepala Ruslan."Jelas, dia tau jika Dinda dijemput gojek. Sedangkan mob
Kematian Dinda tidak hanya menjadi sebuah duka bagi keluarga Dinda, namun juga sebuah duka bagi Gilang. Dia sangat terpukul saat mendengar berita menyedihkan itu. Hati Gilang seakan terbelah menjadi dua. Khayalan hidup berumahtangga dengan Dinda seketika lenyap. Hanya ada ruang gelap tanpa harapan kini di benaknya. Air mata Gilang tidak berhenti menetes dengan sendirinya. Anton dan Ian tidak bisa melakukan apapun agar kesedihan Gilang berkurang. Duduk menonton televisi sembari menemani temannya itu bersedih adalah hal yang bisa mereka lakukan untuk saat ini. Entah sudah berapa lama mereka duduk lesehan menghadap televisi dengan pemandangan Gilang menangis diantara mereka. Anton terlihat asyik berbalas pesan, ketika Ian yang merasa lapar bangkit sendirian ke dapur untuk mengambil makan. Ian mengambil nasi dalam magicom. Kemudian ia menaruh piring berisi nasi di atas meja untuk mengambil sisa rendang pemberian Shifa yang masih tersimpan di kotak dalam kulkas. Saat Ian mengeluarkan k
Setelah melacak keberadaan ponsel Dinda dari nomer provider yang Dinda pakai. Ruslan menemukan lokasi ponsel Dinda berada di rumah orangtua Dinda sendiri. Meski aneh, Ruslan bersama anak buahnya kemudian mengeledah seisi rumah orangtua Dinda. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan ponsel Dinda yang berada tepat di bawah ranjang tempat tidur Dinda.Anak buah Ruslan yang telah memakai sarung tangan, dengan hati - hati memeriksa kondisi ponsel Dinda. Tidak ada yang mencurigakan, kondisi ponsel yang di mode silent itu cukup normal dengan daya baterai tinggal 10%.Ruslan pun kembali menanyai kedua orangtua Dinda untuk memastikan apakah benar Supermart adalah tempat terakhir Dinda sebelum menghilang atau Dinda sempat pulang ke rumah sebelum akhirnya menghilang. Dan tentu saja kedua orangtua Dinda bersikeras bahwa saat berangkat kerja itulah hari terakhir mereka melihat Dinda di rumah.Anak buah Ruslan akhirnya memasukan ponsel Dinda kedalam kantong plastik yang sebelumnya telah
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu