author-banner
Gita Putri
Gita Putri
Author

Novel-novel oleh Gita Putri

Dekapan Hangat Musuh Kakakku

Dekapan Hangat Musuh Kakakku

Siska harus terjebak oleh Musuh dari Kakaknya dan gilanya, pria dengan nama Arga itu mengetahui semua kekurangan Siska membuat Siska benar-benar menyerah dibawah kendali Arga. Mampukah Siska terlepas dari jerat Arga yang mematikan atau ia tenggelam dalam permainan musuh Kakaknya itu?
Baca
Chapter: Bab 22
Asap tipis masih mengepul dari laras pistol hitam di atas meja kayu itu, bercampur dengan aroma amis garam laut dan keringat dingin yang membasahi pelipis Siska. Matahari kini telah naik lebih tinggi, membakar kulit mereka yang masih bersentuhan erat. Arga tidak membiarkan Siska turun dari meja latihan tersebut; ia justru menarik sebuah papan target yang selama ini tertutup kain hitam.​Begitu kain itu ditarik, jantung Siska seolah berhenti berdetak. Di sana, terpampang foto Rendy berukuran besar, wajah kakaknya yang sedang tersenyum tenang, foto yang diambil saat perayaan ulang tahun Siska tahun lalu.​"Arga... apa yang kau lakukan?" suara Siska bergetar hebat.​"Satu peluru terakhir, Siska." Arga berbisik, suaranya sedingin es yang membeku. Ia mengambil pistol itu, mengisi satu peluru terakhir ke dalam kamar dengan bunyi klik yang mematikan, lalu meletakkannya kembali ke tangan Siska yang gemetar. "Tembak dia. Tembak tepat di jantungnya."​Arga berdiri tepat di belakang Siska, mel
Terakhir Diperbarui: 2026-04-02
Chapter: Bab 21
Suasana di dalam ruang rahasia itu terasa sangat kedap dan berat. Hanya suara dengung konstan dari mesin peladen dan kelap-kelip lampu indikator dari puluhan monitor yang menerangi ruangan bawah tanah tersebut. Arga tampak tertidur pulas di atas sofa kulit panjang yang terletak di sudut ruangan, napasnya berat dan teratur setelah pergulatan hebat mereka beberapa jam yang lalu.​Siska, yang masih merasakan sisa denyut di intinya dan rasa hangat di dadanya, perlahan bangkit dari pelukan Arga. Ia melangkah dengan jinjit, kakinya yang polos tidak mengeluarkan suara di atas lantai teknis yang dingin. Matanya tertuju pada panel kontrol di samping pintu baja yang tertutup rapat.​Bip. Bip.​Siska mencoba menekan beberapa kombinasi angka yang ia ingat dari tanggal lahir Arga atau tanggal pertemuan mereka, namun layar kecil itu hanya menampilkan warna merah. Jantungnya berdegup kencang. Ia tidak benar-benar ingin lari dari pulau ini, ia tahu itu mustahil, namun rasa terkurung di ruangan tanp
Terakhir Diperbarui: 2026-03-23
Chapter: Bab 20
Setelah gairah yang meluap di kolam renang, Arga membiarkan Siska membersihkan diri di kamar mandi utama yang luar biasa mewah. Ruangan itu berdinding marmer putih dengan bathtub raksasa yang menghadap ke arah laut lepas.Namun, rasa tenang Siska perlahan sirna saat ia berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya yang polos, kecuali sebuah benda yang kini melingkar permanen di lehernya.​Kalung platina dengan permata safir itu berkilau dingin. Siska menyentuhnya, mencoba mencari celah pengait. Ia menariknya pelan, lalu sedikit lebih kuat. Tidak ada gerakan. Kalung itu terasa sangat pas, seolah-olah telah menyatu dengan kulitnya.​"Kenapa tidak bisa digeser?" gumam Siska. Ia mencoba memasukkan ujung jarinya di antara kulit dan rantai, namun rantai itu terasa mengencang secara otomatis saat ia menariknya. Ada sensasi getaran halus, hampir tak terasa, yang keluar dari liontin safir tersebut.​Siska mulai panik. Ia mengambil sebuah jepit rambut besi dari meja rias dan mencoba
Terakhir Diperbarui: 2026-03-22
Chapter: Bab 19
Sebelum helikopter pribadi Arga lepas landas menuju pulau terpencil yang akan menjadi penjara emas bagi Siska, Arga memiliki satu urusan darah yang harus diselesaikan. Ia tidak bisa pergi dengan tenang jika pengkhianatan masih bernapas di bawah atapnya.​Di sebuah ruang kedap suara di rubanah terdalam kediamannya, ruangan yang bahkan Siska tidak tahu keberadaannya, Yoga, sang pengawal pengkhianat, tergantung dengan rantai besi yang mengikat kedua pergelangan tangannya ke langit-langit. Wajahnya sudah tak berbentuk, bengkak dan bersimbah darah, namun Arga baru saja memulai.​Arga berdiri di hadapannya, masih mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, menyingkap urat-urat tangannya yang menegang. Di atas meja di sampingnya, tertata rapi berbagai alat interogasi yang berkilau dingin di bawah lampu neon yang berkedip.​"Lima tahun, Yoga." suara Arga rendah, hampir seperti bisikan predator yang sedang mengintai. "Aku memberimu gaji sepuluh kali lipat dari pengawal bias
Terakhir Diperbarui: 2026-03-21
Chapter: Bab 18
Malam itu, kamar utama Arga terasa seperti pusat gravitasi dunia. Aroma musk, keringat, dan manisnya susu memenuhi udara yang pengap oleh gairah yang tak kunjung padam. Arga tidak memberikan celah sedikit pun bagi Siska untuk bernapas. Ia bergerak dengan ritme yang menghujam, seolah setiap gerakannya adalah paku yang menancap untuk mengunci Siska di bawah kuasa mutlaknya.​"Arga... ahh... cukup... aku tidak kuat lagi." rintih Siska, tubuhnya melengkung, matanya terpejam rapat sementara tangannya mencengkeram sprei sutra hingga kusut.​"Belum, Siska. Belum cukup." Arga berbisik di ceruk lehernya, suaranya serak dan penuh otoritas. Ia kembali merangkul dada Siska yang sudah melunak namun masih memancarkan kehangatan yang memabukkan. Arga menyesap puncaknya sekali lagi, seolah setiap tetes yang ia telan adalah bensin yang membakar gairahnya untuk terus memacu Siska.​Penyatuan mereka malam itu berlangsung jauh lebih lama, lebih intens, dan lebih liar. Arga seolah sedang merayakan kemen
Terakhir Diperbarui: 2026-03-20
Chapter: Bab 17
Pagi itu, kediaman Arga tampak begitu tenang dari luar, namun di balik dinding beton yang kokoh, badai kemarahan sedang berkecamuk di dalam dada sang penguasa. Arga baru saja menerima laporan singkat dari kepala keamanannya melalui earpiece saat ia masih berada di ruang makan, menatap Siska yang sedang menyesap tehnya dengan wajah yang jauh lebih tenang.​Rendy menghilang.​Bukan sekadar melarikan diri, namun salah satu orang kepercayaan Arga, seorang pengawal bernama Yoga yang telah bekerja selama lima tahun juga menghilang dari posnya. Pengkhianatan adalah satu-satunya penjelasan. Rendy, dengan segala kelicikannya, pasti telah menjanjikan sesuatu yang lebih besar dari sekadar nyawa untuk menarik Yoga ke pihaknya.​Arga meletakkan ponselnya di atas meja dengan gerakan yang sangat halus, tidak ingin menimbulkan suara dentingan yang bisa memicu kecurigaan Siska. Ia menatap wanitanya, wanita yang baru saja ia "bersihkan" semalam di atas meja kerjadan tersenyum tipis.​"Siska, kau terl
Terakhir Diperbarui: 2026-03-11
Godaan Liar Mantan Kekasih

Godaan Liar Mantan Kekasih

[Mature Content 21+] Ruby tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya ia harus kembali bertemu dengan Julian, pria yang ia tinggalkan begitu saja di masa lalu. Tentunya ada alasan kuat, mengapa Ruby harus meninggalkan Julian. Sedangkan Julian tidak terima atas kepergian Ruby hingga takdir harus mempertemukan mereka dengan cara yang rumit. Kini Ruby melamar pekerjaan dan ia dipertemukan langsung dengan Julian, pria yang tiba-tiba memaksanya untuk menjadi miliknya seutuhnya. Mantan kekasih yang kini terobsesi pada Ruby. "Kau akan jadi milikku seutuhnya, By!" tegas Julian.
Baca
Chapter: 25. Tamat
****Hujan turun sejak dini hari.Langit kelabu seolah memahami bahwa satu kehidupan telah berakhir dengan cara yang tidak pernah benar-benar damai.Berita itu datang tanpa peringatan.Sebuah kecelakaan tunggal di jalan tol luar kota. Mobil hitam yang melaju terlalu cepat, kehilangan kendali, lalu menghantam pembatas jalan dengan keras. Api sempat membakar setengah bodi kendaraan sebelum akhirnya padam.Harley dinyatakan meninggal di tempat.Tidak ada saksi yang dapat dimintai keterangan panjang. Tidak ada pesan terakhir. Tidak ada penjelasan lain selain satu kalimat singkat dari kepolisian,[Kecelakaan fatal akibat kelalaian dan kecepatan tinggi.]Julian menerima kabar itu dalam diam.Ia tidak berteriak. Tidak memukul apa pun. Tidak pula menangis saat pertama kali mendengarnya. Ia hanya duduk lama di sofa apartemennya, menatap satu titik kosong, sementara Ruby berdiri di depannya dengan wajah pucat dan tangan gemetar.“Julian…” panggil Ruby pelan.Julian mengangkat wajahnya perlahan.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: 24. Harley berulah
****Hari berlalu…Suasana ruang utama Mansion Harley terasa mencekam. Lampu gantung kristal berpendar redup, memberikan bayangan keras di dinding. Harley berdiri sendirian di tengah ruangan, kedua tangannya mengepal, napasnya berat seakan membakar dada.Di meja depannya, terbentang foto-foto Ruby yang diambil diam-diam oleh orang suruhan Harley. Ruby tampak keluar dari apartemen Julian, bekerja, duduk di kafe, bahkan menangis di tepi jalan setelah pertengkaran besar antara Julian dan Harley sebelumnya.Harley membanting foto itu ke lantai.“Cukup!” serunya keras.Seorang tangan kanan, pria paruh baya bernama Marek, mendekat hati-hati.“Tuan Harley, apakah Anda yakin ingin melanjutkan rencana ini? Jika Tuan muda Julian mengetahuinya…”“Biarkan dia tahu!” Harley membentak. “Bagaimana bisa dia terlena sampai melawan Daddy nya sendiri hanya demi putri dari wanita yang paling aku sesali?” Marah Harley.Marek menunduk, tahu amarah tuannya tak bisa diganggu.Harley berjalan mondar-mandir
Terakhir Diperbarui: 2025-11-20
Chapter: 23. Konflik tak mudah berakhir
****Suara pecahan kaca terdengar sangat keras di ruang kerja Harley. Julian mendorong pintu hingga terbuka lebar, napasnya terengah, wajahnya gelap penuh amarah. Di belakangnya, dua penjaga yang tadi mencoba menahannya kini tergeletak setelah sempat didorong keras oleh Julian.Harley berdiri di belakang meja kerjanya, matanya menyipit dingin melihat putranya kembali datang dengan amarah yang tak kunjung padam.“Sudah berapa kali aku bilang padamu, Julian.” suara Harley tenang, namun penuh ancaman di balik suaranya, “…lepaskan perempuan itu sebelum hidupmu berakhir sia-sia.”Julian melangkah ke depan, menghantam meja Harley dengan kedua tangannya.“Dan sudah berapa kali juga aku bilang, jangan sentuh Ruby. Jangan dekati Ruby. Dan jangan pernah coba merusak hidupnya lagi.” marah Julian membalas.Harley tertawa kecil, sebuah tawa yang menyinggung dan meremehkan.“Kau berbicara seperti pria yang kehilangan akal karena seorang perempuan.” ucap Harley.“Karena aku memang kehilangan akal!
Terakhir Diperbarui: 2025-11-16
Chapter: 22. Kegilaan lagi
****Malam itu.Di dalam apartemen Julian, Ruby duduk di sofa dengan tubuh gemetar halus.Ia baru saja membaca artikel baru tentang dirinya, ditulis seolah ia adalah wanita berbahaya yang memanfaatkan pria kaya demi keuntungan pribadi.Sementara itu, Julian berdiri di belakangnya, kedua tangannya menggenggam kursi hingga buku jarinya memutih.“Aku bersumpah aku akan membuat mereka berhenti,” desis Julian dengan suara rendah.Ruby terkejut dan langsung berucap. “Julian kau tidak perlu…”“Kau pikir aku akan membiarkan siapapun menyentuhmu? Menginjakmu seperti ini?” marah Julian.Julian berjongkok di hadapannya, memegang wajah Ruby dengan kedua tangannya, memaksa perempuan itu menatapnya.“Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Ruby.” ucap Julian.Ruby menggigit bibir, hatinya kacau.“Aku takut kau akan melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri.” balas Ruby.Julian tersenyum tipis, senyum yang tidak tenang, senyum milik seseorang yang siap membakar dunia demi seseorang.
Terakhir Diperbarui: 2025-11-15
Chapter: 21. Kebencian yang mendalam
****Malam selanjutnya. Di balik dinding kaca besar ruang kerjanya, Harley berdiri menatap panorama kota.Namun di balik ketenangan itu, di dalam dirinya, badai baru saja dimulai.Ia masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata Julian yang terngiang di kepalanya."Aku tidak akan menyerah, bahkan jika aku harus melawan darahku sendiri." Ucapan Julian mengganggu pikiran Harley.Harley mengatupkan rahangnya. Wajahnya yang tegas kini terlihat semakin dingin, hampir tanpa ekspresi. Tangannya menggenggam gelas kristal berisi whiskey, sementara matanya memantulkan cahaya kota dengan sorot penuh amarah dan kekecewaan.“Dia bahkan berani menantangku demi perempuan itu,” gumamnya lirih. “Perempuan yang seharusnya tidak pernah muncul di kehidupan kami lagi. Anak dari wanita sialan itu!” marah Harley.Pintu ruangan terbuka. Seorang pria paruh baya dengan setelan gelap melangkah masuk. Ia adalah Roberto, asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Harley selama lebih dari dua dekade.“Tuan, Anda
Terakhir Diperbarui: 2025-11-13
Chapter: 20. Cinta yang besar
****Pagi itu.Julian berdiri di depan jendela ruang kerjanya, menatap ke arah jalan dengan kedua tangan di saku celana. Wajahnya kaku, tatapannya dingin, dan matanya tak lagi memantulkan ketenangan. Ia tahu, sejak semalam Harley telah melangkah terlalu jauh. Menyentuh Ruby berarti menantang dirinya, bukan sebagai putra, tapi sebagai pria yang memiliki tekad untuk mempertahankan cintanya dengan segala cara.“Dia milikku Dad, kau bahkan tidak berhak memisahkan dia dariku apalagi meminta dia untuk pergi meninggalkanku!” Ucap Julian bergumam kecil.Ruby baru saja bangun dari tidurnya yang tidak tenang. Ia berdiri di ambang pintu, rambutnya terurai acak, wajahnya masih menunjukkan lelah. “Julian.” panggilnya pelan.Julian menoleh sedikit. Suaranya datar. “Kau sudah makan?” tanya Julian langsung.Ruby menggeleng. “Tidak. Tapi aku, ingin bicara denganmu tentang kejadian semalam.” ucap Ruby.Julian berbalik sepenuhnya, menatap Ruby tajam. “Tidak ada yang perlu dibicarakan. Mereka datan
Terakhir Diperbarui: 2025-11-12
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status