author-banner
Gita Putri
Gita Putri
Author

Novels by Gita Putri

Dekapan Hangat Musuh Kakakku

Dekapan Hangat Musuh Kakakku

Siska harus terjebak oleh Musuh dari Kakaknya dan gilanya, pria dengan nama Arga itu mengetahui semua kekurangan Siska membuat Siska benar-benar menyerah dibawah kendali Arga. Mampukah Siska terlepas dari jerat Arga yang mematikan atau ia tenggelam dalam permainan musuh Kakaknya itu?
อ่าน
Chapter: Bab 35
Setelah urusan di menara suar tua selesai dan pesan kepatuhan mutlak Siska dipancarkan ke seluruh jaringan komunikasi internasional, Arga membimbing Siska kembali ke kendaraan taktis. Perjalanan kembali menuju vila utama berlangsung dalam keheningan yang sarat akan dominasi. Angin laut membawa aroma garam dan asap sisa bentrokan yang perlahan menghilang ditiup badai yang makin menjauh.​Setibanya di vila, Arga membawa Siska langsung menuju ruangan perpustakaan pribadi, sebuah ruangan luas berdinding kayu mahoni tua yang dilengkapi dengan jendela melengkung besar menghadap langsung ke arah tebing karang dan samudra luas. Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja kerja besar berukir dan beberapa kursi kulit mewah.​Arga mendudukkan Siska di kursi kulit di balik meja utama, sementara ia sendiri berdiri di sampingnya, bersandar pada tepi meja dengan kedua tangan terlipat di dada. Matanya memperhatikan setiap perubahan ekspresi pada wajah Siska.​"Bagaimana rasanya, Siska?" tanya Arga, sua
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-10-22
Chapter: Bab 34
Keheningan di ruang kerja Arga pecah ketika alarm darurat berbunyi pelan dengan nada frekuensi rendah. Indikator lampu merah berkedip di sudut panel utama desk kendali.​Arga tidak terkejut. Ia perlahan melepaskan dekapannya pada Siska, lalu berdiri anggun dan berjalan menuju layar monitor pengawas internal. Di layar, terlihat sebuah kapal kargo tua tak bertanda melintas pelan di luar batas perairan teritorial pulau, tetapi yang memicu alarm bukan kapal itu, melainkan sebuah sinyal transmisi satelit jarak pendek yang baru saja diaktifkan dari dalam pulau itu sendiri.​Siska ikut berdiri, merapatkan jubah sutra yang membungkus tubuhnya. "Arga... ada apa lagi? Bukankah panggilan tadi sudah memutus akses mereka?"​Arga menatap layar tanpa ekspresi, lalu menoleh ke arah Siska dengan tatapan yang sangat tajam, seolah sedang membedah isi pikiran wanita itu. "Transmisi itu tidak berasal dari luar, Siska. Sinyal itu datang dari menara suar lama di ujung utara pantai. Seseorang menggunakan p
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-10
Chapter: Bab 33
Fajar telah sepenuhnya menyingsing di atas pulau pribadi yang kini sunyi. Sisa-sisa asap dari helikopter yang jatuh di pantai bawah perlahan memudar ditiup angin laut pagi. Di dalam menara pengawas utama yang megah, keheningan merayap kembali, menyisakan ketegangan pekat yang belum benar-benar menghilang.​Arga perlahan melepaskan dekapannya, lalu mengangkat tubuh Siska dari atas meja kontrol utama. Ia membungkus tubuh Siska yang lemas dengan jubah sutra tebal yang ada di sudut ruangan, kemudian membawanya melangkah menuju area ruang santai vila utama di lantai atas.​Siska menyandarkan kepalanya di dada Arga yang keras. Sisa-sisa hembusan angin pagi yang dingin menembus celah ventilasi membuat tubuhnya bergetar kecil. Matanya yang sayu menatap pemandangan pantai dari balik dinding kaca saat Arga mendudukkannya di atas sofa kulit hitam yang luas.​Arga berdiri di hadapannya, menatap wanita itu dengan pandangan dingin yang sarat akan kemenangan. Ia meraih sebuah cangkir perak berisi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-04
Chapter: Bab 32
Kabut tebal yang menyelimuti perairan luar gua mendadak pecah oleh deru mesin helikopter tempur yang terbang rendah di atas permukaan laut. Suara baling-baling raksasa itu memantul di dinding batu gua bawah tanah, menciptakan getaran hebat yang merambat hingga ke dek kapal tempat Arga dan Siska berada.​Siska, yang baru saja pulih dari gelombang orgasmenya di atas dasbor kokpit, seketika tersentak bangun. Matanya yang sayu melebar karena panik, menatap layar radar sekunder yang mendeteksi sinyal tak dikenal menyusup masuk ke zona larangan udara pulau.​"Arga... suara apa itu? Helikopter?!" pekik Siska, suaranya gemetar ketakutan saat ia menarik jas taktis Arga lebih erat menutupi tubuh polosnya. "Apakah... apakah masih ada pasukan Rendy yang lain?"​Arga mendengus dingin. Ia bangkit dari kursi kendali, memperlihatkan tubuh atletisnya yang basah oleh keringat. Tanpa sedikitpun rasa gentar, ia menyeringai, menatap layar monitor dengan tatapan penuh nafsu darah yang bercampur dengan ga
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-29
Chapter: Bab 31
Lampu neon di ruang interogasi bawah tanah itu berkedip perlahan sebelum akhirnya padam sepenuhnya, menyisakan kegelapan yang pekat. Arga melangkah keluar dari ruangan kedap suara itu sambil mendekap tubuh Siska yang sudah tak berdaya. Di belakang mereka, dua pria pengikut Rendy yang telah pingsan akibat gas penenang dibiarkan tergeletak di dalam sel baja.​Arga membawa Siska melewati koridor bawah tanah yang panjang, menuju sebuah area tersembunyi yang belum pernah Siska lihat sebelumnya, docks bawah tanah rahasia, sebuah gua alam yang diubah menjadi dermaga modern berkonektivitas tinggi, tempat beberapa kapal cepat militer dan satu kapal selam taktis bersandar di air laut yang hitam dan tenang.​Suara gema air yang beriak menghantam dinding batu gua menciptakan suasana yang dingin dan mencekam. Arga menurunkan Siska di atas kursi kemudi kulit dari kapal pesiar mini yang berlabuh di sudut gua.​Siska membuka matanya yang sayu, menarik jas taktis Arga yang masih longgar membungkus tu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-15
Chapter: Bab 30
Sinar matahari pagi yang menembus celah-celah tirai sutra vila Arga seolah menjadi ironi bagi kondisi Siska yang masih tergeletak lemas di atas ranjang. Tubuhnya terasa mati rasa, namun jiwanya tetap terikat kuat dalam gravitasi pria yang kini duduk di sisi ranjang, menyesap kopi hitam dengan ketenangan yang menakutkan.​Arga meletakkan cangkir porselen itu dengan bunyi denting pelan yang justru terdengar seperti guntur bagi telinga Siska yang peka. Ia tidak lagi mengenakan pakaiannya, kini, Arga tampil dengan jubah sutra hitam yang longgar, memberikan kesan penguasa yang baru saja menyelesaikan ritual pembantaiannya.​"Bangun, Siska," suara Arga memecah kesunyian kamar. "Hari ini kita punya tamu. Atau lebih tepatnya, sisa-sisa pengikut kakakmu yang masih berniat menantang otoritas kita di pulau ini."​Siska mencoba menggerakkan tubuhnya, namun rasa nyeri yang menyengat di pangkal paha membuatnya meringis. "Tamu? Arga, kau baru saja meledakkan kapal Rendy. Apa lagi yang kau inginkan?
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-08
Godaan Liar Mantan Kekasih

Godaan Liar Mantan Kekasih

[Mature Content 21+] Ruby tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya ia harus kembali bertemu dengan Julian, pria yang ia tinggalkan begitu saja di masa lalu. Tentunya ada alasan kuat, mengapa Ruby harus meninggalkan Julian. Sedangkan Julian tidak terima atas kepergian Ruby hingga takdir harus mempertemukan mereka dengan cara yang rumit. Kini Ruby melamar pekerjaan dan ia dipertemukan langsung dengan Julian, pria yang tiba-tiba memaksanya untuk menjadi miliknya seutuhnya. Mantan kekasih yang kini terobsesi pada Ruby. "Kau akan jadi milikku seutuhnya, By!" tegas Julian.
อ่าน
Chapter: 25. Tamat
****Hujan turun sejak dini hari.Langit kelabu seolah memahami bahwa satu kehidupan telah berakhir dengan cara yang tidak pernah benar-benar damai.Berita itu datang tanpa peringatan.Sebuah kecelakaan tunggal di jalan tol luar kota. Mobil hitam yang melaju terlalu cepat, kehilangan kendali, lalu menghantam pembatas jalan dengan keras. Api sempat membakar setengah bodi kendaraan sebelum akhirnya padam.Harley dinyatakan meninggal di tempat.Tidak ada saksi yang dapat dimintai keterangan panjang. Tidak ada pesan terakhir. Tidak ada penjelasan lain selain satu kalimat singkat dari kepolisian,[Kecelakaan fatal akibat kelalaian dan kecepatan tinggi.]Julian menerima kabar itu dalam diam.Ia tidak berteriak. Tidak memukul apa pun. Tidak pula menangis saat pertama kali mendengarnya. Ia hanya duduk lama di sofa apartemennya, menatap satu titik kosong, sementara Ruby berdiri di depannya dengan wajah pucat dan tangan gemetar.“Julian…” panggil Ruby pelan.Julian mengangkat wajahnya perlahan.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-05
Chapter: 24. Harley berulah
****Hari berlalu…Suasana ruang utama Mansion Harley terasa mencekam. Lampu gantung kristal berpendar redup, memberikan bayangan keras di dinding. Harley berdiri sendirian di tengah ruangan, kedua tangannya mengepal, napasnya berat seakan membakar dada.Di meja depannya, terbentang foto-foto Ruby yang diambil diam-diam oleh orang suruhan Harley. Ruby tampak keluar dari apartemen Julian, bekerja, duduk di kafe, bahkan menangis di tepi jalan setelah pertengkaran besar antara Julian dan Harley sebelumnya.Harley membanting foto itu ke lantai.“Cukup!” serunya keras.Seorang tangan kanan, pria paruh baya bernama Marek, mendekat hati-hati.“Tuan Harley, apakah Anda yakin ingin melanjutkan rencana ini? Jika Tuan muda Julian mengetahuinya…”“Biarkan dia tahu!” Harley membentak. “Bagaimana bisa dia terlena sampai melawan Daddy nya sendiri hanya demi putri dari wanita yang paling aku sesali?” Marah Harley.Marek menunduk, tahu amarah tuannya tak bisa diganggu.Harley berjalan mondar-mandir
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-20
Chapter: 23. Konflik tak mudah berakhir
****Suara pecahan kaca terdengar sangat keras di ruang kerja Harley. Julian mendorong pintu hingga terbuka lebar, napasnya terengah, wajahnya gelap penuh amarah. Di belakangnya, dua penjaga yang tadi mencoba menahannya kini tergeletak setelah sempat didorong keras oleh Julian.Harley berdiri di belakang meja kerjanya, matanya menyipit dingin melihat putranya kembali datang dengan amarah yang tak kunjung padam.“Sudah berapa kali aku bilang padamu, Julian.” suara Harley tenang, namun penuh ancaman di balik suaranya, “…lepaskan perempuan itu sebelum hidupmu berakhir sia-sia.”Julian melangkah ke depan, menghantam meja Harley dengan kedua tangannya.“Dan sudah berapa kali juga aku bilang, jangan sentuh Ruby. Jangan dekati Ruby. Dan jangan pernah coba merusak hidupnya lagi.” marah Julian membalas.Harley tertawa kecil, sebuah tawa yang menyinggung dan meremehkan.“Kau berbicara seperti pria yang kehilangan akal karena seorang perempuan.” ucap Harley.“Karena aku memang kehilangan akal!
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-16
Chapter: 22. Kegilaan lagi
****Malam itu.Di dalam apartemen Julian, Ruby duduk di sofa dengan tubuh gemetar halus.Ia baru saja membaca artikel baru tentang dirinya, ditulis seolah ia adalah wanita berbahaya yang memanfaatkan pria kaya demi keuntungan pribadi.Sementara itu, Julian berdiri di belakangnya, kedua tangannya menggenggam kursi hingga buku jarinya memutih.“Aku bersumpah aku akan membuat mereka berhenti,” desis Julian dengan suara rendah.Ruby terkejut dan langsung berucap. “Julian kau tidak perlu…”“Kau pikir aku akan membiarkan siapapun menyentuhmu? Menginjakmu seperti ini?” marah Julian.Julian berjongkok di hadapannya, memegang wajah Ruby dengan kedua tangannya, memaksa perempuan itu menatapnya.“Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Ruby.” ucap Julian.Ruby menggigit bibir, hatinya kacau.“Aku takut kau akan melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri.” balas Ruby.Julian tersenyum tipis, senyum yang tidak tenang, senyum milik seseorang yang siap membakar dunia demi seseorang.
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-15
Chapter: 21. Kebencian yang mendalam
****Malam selanjutnya. Di balik dinding kaca besar ruang kerjanya, Harley berdiri menatap panorama kota.Namun di balik ketenangan itu, di dalam dirinya, badai baru saja dimulai.Ia masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata Julian yang terngiang di kepalanya."Aku tidak akan menyerah, bahkan jika aku harus melawan darahku sendiri." Ucapan Julian mengganggu pikiran Harley.Harley mengatupkan rahangnya. Wajahnya yang tegas kini terlihat semakin dingin, hampir tanpa ekspresi. Tangannya menggenggam gelas kristal berisi whiskey, sementara matanya memantulkan cahaya kota dengan sorot penuh amarah dan kekecewaan.“Dia bahkan berani menantangku demi perempuan itu,” gumamnya lirih. “Perempuan yang seharusnya tidak pernah muncul di kehidupan kami lagi. Anak dari wanita sialan itu!” marah Harley.Pintu ruangan terbuka. Seorang pria paruh baya dengan setelan gelap melangkah masuk. Ia adalah Roberto, asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Harley selama lebih dari dua dekade.“Tuan, Anda
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-13
Chapter: 20. Cinta yang besar
****Pagi itu.Julian berdiri di depan jendela ruang kerjanya, menatap ke arah jalan dengan kedua tangan di saku celana. Wajahnya kaku, tatapannya dingin, dan matanya tak lagi memantulkan ketenangan. Ia tahu, sejak semalam Harley telah melangkah terlalu jauh. Menyentuh Ruby berarti menantang dirinya, bukan sebagai putra, tapi sebagai pria yang memiliki tekad untuk mempertahankan cintanya dengan segala cara.“Dia milikku Dad, kau bahkan tidak berhak memisahkan dia dariku apalagi meminta dia untuk pergi meninggalkanku!” Ucap Julian bergumam kecil.Ruby baru saja bangun dari tidurnya yang tidak tenang. Ia berdiri di ambang pintu, rambutnya terurai acak, wajahnya masih menunjukkan lelah. “Julian.” panggilnya pelan.Julian menoleh sedikit. Suaranya datar. “Kau sudah makan?” tanya Julian langsung.Ruby menggeleng. “Tidak. Tapi aku, ingin bicara denganmu tentang kejadian semalam.” ucap Ruby.Julian berbalik sepenuhnya, menatap Ruby tajam. “Tidak ada yang perlu dibicarakan. Mereka datan
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-12
บางทีคุณอาจจะชอบ
Akhirnya Aku Kembali
Akhirnya Aku Kembali
Romansa · Rainy
192.1K views
DILAMAR ANAKNYA DINIKAHI AYAHNYA
DILAMAR ANAKNYA DINIKAHI AYAHNYA
Romansa · Diganti Mawaddah
192.0K views
Membawa Lari Anak Kembar CEO
Membawa Lari Anak Kembar CEO
Romansa · Almiftiafay
189.9K views
Baby, oh Baby!
Baby, oh Baby!
Romansa · Zenny Arieffka
189.3K views
Pengantin Pengganti
Pengantin Pengganti
Romansa · Queeny
189.3K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status