author-banner
Dewiluna
Dewiluna
Author

Novels by Dewiluna

Malam Penuh Gairah Bersamamu

Malam Penuh Gairah Bersamamu

Tania dan Gilang adalah pasangan yang sempurna—setidaknya itu yang semua orang pikirkan. Setelah tujuh tahun berpacaran dan bertunangan, Tania percaya bahwa hidupnya akan berjalan mulus. Namun, segalanya berubah saat dia menemukan Gilang berselingkuh. Hancur dan kecewa, Tania terjerumus ke dalam malam yang mengubah hidupnya selamanya. Dia tidur dengan Rafael, Direktur di hotel tempatnya bekerja. Seolah belum cukup, skandal itu diketahui semua orang di kantornya. Bagaimana Tania harus menanggung malu?
Read
Chapter: S2 Bab 24
“Hanya menemani.” Tania mendorong dada bidang Bryan. Kedua mata Bryan memicing. Pria itu tampak tak suka dengan apa yang Tania ucapkan. Namun, Bryan sama sekali tidak membantah. Detik berikutnya, Tania malah mendengar suara tawa dari Bryan. Tangan Bryan terulur, menyusuri rambut Tania, membelainya lembut. “Ada banyak cara untuk menemani, kan?” ucap Bryan menggoda. “Tanda tangani kontraknya dulu,” sahut Tania. Ia tak mau mengalah. Jelas Tania tak ingin rugi. Sangat banyak resiko yang harus Tania hadapi. Jadi ia ingin memastikan semuanya dibayar pantas. “Aku sudah ada di sini. Kamu tak punya alasan untuk menolak, Bryan,” tegas Tania.“Siapa yang bilang aku akan menolaknya?” Bryan mengambil map yang Tania sodorkan, tanpa membuka isinya. Map itu dilemparkan ke sudut meja. Sementara Bryan sibuk menarik Tania ke dalam pelukan. Tania mencebik saat tubuhnya dibawa ke atas pangkuan Bryan. “Bryan!” Tania
Last Updated: 2025-12-29
Chapter: S2 Bab 23
“Apa aku harus membiarkannya masuk ke dalam rumah? Ia bisa dianggap sebagai tamu?” Kedua kaki Tania tak berhenti bergerak sejak tadi. Ia memutari kamarnya sendiri, seolah hal itu mampu memberikannya jalan keluar. “Enggak. Bryan enggak akan menandatangani kontrak kalau aku ragu seperti ini. Ia sedang mengujiku.”Tania sangat ingin Bryan menyetujui kontrak mereka. Ia mau pria itu memberikan semua hak eksklusif untuk minumannya, andai bisa. “Harus bisa. Akan aku lakukan.” Tanpa menunggu, Tania mengganti pakaian. Ia mengenakan kaos polos dan celana kulot. Tania menyempatkan diri mengecek Rafael, dan ia bisa mendengar suara Rafael dari kejauhan.Dalam langkah yang pelan, Tania berjalan keluar. Ia berusaha untuk tidak terlihat mencurigakan, tapi juga tetap berhati-hati. Di luar pagar, Tania mengecek handphone. Layarnya menyala. Bryan menghubunginya. “Kita berjodoh,” ucap suara dari seberang. Tania
Last Updated: 2025-12-27
Chapter: S2 Bab 22
“Apa kamu mau bertemu dengan mereka?” Rafael balik bertanya. Seketika Tania terdiam. Ia hanya ingin tahu, bukan ingin bertemu. Dengan mendengar nama kedua orang itu saja, Tania mulai membayangkan wajah mereka. Lalu, apa yang terjadi di antara mereka. Semua mimpi buruk itu. “Ayo kita tidur saja,” ucap Rafael seraya membelai puncak kepala Tania lembut. Tania tak mengiyakan. Ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Sudah bertahun-tahun, tapi ia masih belum mampu melupakan. “Apa … mereka mau bertemu dengan Zayne?” Ragu, Tania bertanya. Hatinya memang masih tidak nyaman. Namun, ini masalah di antara mereka. Zayne harusnya tidak menanggung apapun yang terjadi di masa lalu. “Enggak perlu memaksakan diri, Tania ….”Rafael tersenyum lembut. Pria itu berdiri tepat di belakang Tania. Melalui pantulan cermin meja rias, mereka saling bertatapan. Perlahan, Tania merasakan hangat dari lengan Rafael yang
Last Updated: 2025-12-26
Chapter: S2 Bab 21
“Ah, sudah sampai.” Tania mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk ke arah jendela. Sedikit beruntung karena mereka tiba di rumah Anggi pada waktu yang tepat. Tania bisa mengalihkan pembicaraan. Ia kewalahan karena Rafael terus bertanya kapan dan di mana mereka akan bertemu dengan Bryan nanti. Tania langsung turun ketika mobil berhenti. Ia gegas mengetuk pintu setelahnya. Wajah Tania menjadi tiga kali lebih cerah saat melihat Zayne di depannya. Saat bersama Zayne, tak akan ada lagi pembicaraan tentang pekerjaan. “Kalian mau makan malam dulu di sini?” Anggi menawarkan ramah. Tania langsung menggeleng, karena ia tahu Rafael tak akan mampu menolak. Rafael tak pernah mengatakan tidak pada apapun yang kedua orang tua Tania katakan. “Nanti ngerepotin, Bu. Tania sama Rafael juga belum nyiapin apa-apa. Mungkin akhir pekan nanti, atau Ibu pilih aja waktunya. Asal kasih tau ke Tania lebih awal.”Anggi dengan berat hati mengangguk.
Last Updated: 2025-12-16
Chapter: S2 Bab 20
“Iya, aku mau lantainya berlapis marmer. Buat semewah mungkin.”Tania meringis sekilas saat ia mendengar suara Rafael. Baru saja Tania membuka pintu, tapi ketegangan dalam ruangan itu sudah sampai padanya. Rafael benar-benar serius saat mengatakan jika ia ingin membuat tingkat yang lebih tinggi dari pelanggan VIP. Suaminya itu benar-benar menyiapkan segalanya. Helaan napas Tania terdengar berat. Ia teringat kembali dengan kejadian beberapa hari lalu saat dirinya bertemu dengan Bryan. Kecupan itu, dan juga penolakan kontrak yang dibuat oleh Bryan. Tania masih merasa kesal sampai hari ini. “Sayang?” Rafael langsung menghampiri Tania. Seketika, lamunan Tania selesai. Ia harus fokus pada Rafael yang sedang ada di depannya, atau sang suami bisa mencium keanehan. “Apa aku mengganggu? Kamu belum selesai bekerja?” Rafael langsung menggeleng. Ia menunjuk Dika yang memang selalu berada di sampingnya untuk melanjutk
Last Updated: 2025-12-15
Chapter: S2 Bab 19
“Apa kamu sedang mengancamku?” Wajah Tania berubah penuh kemarahan. Ia tidak suka pada Bryan yang menggunakan cara kotor seperti ini. Bryan menjebaknya! “Tidak, Sayang.” Bryan membelai pipi Tania lembut. “Aku tidak sedang mengancam, hanya memastikan jika kamu akan terus ada di sisiku.”Tania melotot tak percaya. Tepat saat ia berniat membalas ancaman Bryan, terdengar suara teriakan dari luar. “Maaf!” Meski baru pertama kali bertemu, Tania tahu jika itu adalah suara Erik. Pria itu di luar sana seolah memberitahu jika ia sudah dekat. Jika mereka sudah dekat, Erik dan Farah tentu saja. Tania bergegas duduk kembali di tempatnya. Ia mengabaikan Bryan sempurna, seolah tak pernah terjadi apapun di antara mereka sebelumnya. “Aku benar-benar minta maaf.” Erik masih saja memohon meski pintu ruang VIP sudah dibuka oleh Farah. Tania dan Bryan menoleh bersamaan dari tempat duduk mereka masing-masing. De
Last Updated: 2025-12-14
Skandal Terlarang: Penghangat Ranjang Suami Tante

Skandal Terlarang: Penghangat Ranjang Suami Tante

Queen Fiore Wijaya mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan gelar sebagai violinist muda terbaik. Seolah belum cukup, keluarga Wijaya ikut membuangnya. Fiore ternyata bukan anak kandung pasangan Wijaya. Posisinya sudah digantikan oleh Reina. Fiore yang tidak memiliki apa pun, mencoba bertahan. Ia melihat satu kesempatan pada Ethan, suami tantenya sendiri. “Oom tega liat aku tidur di jalanan?” Fiore mengambil alih ranjang Ethan.
Read
Chapter: Bab 50
“Terima kasih, Fiore.” Ethan memberikan ucapan setulus yang ia bisa. “Kalau begitu … sekarang masalah om selesai, kan?” Fiore memasang wajah penuh harap. Ia sebenarnya tak ingin Ethan merasa tertekan terus-terusan, apalagi Fiore tahu jika Natasha mengancam Ethan. Beberapa kali Fiore mendengar jika perusahaan Ethan sedang dalam masalah. Namun, Ethan tetap tutup mulut dan memilih untuk tidak berkomentar banyak tentang hal itu. “Masih belum?” Fiore menilik wajah Ethan yang tetap murung. “Itu sudah cukup,” sahut Ethan. Pria itu mencoba menenangkan Fiore, tapi Fiore yakin ada masalah lebih besar yang sedang Ethan hadapi. “Tentang perusahaan Om, ya?” Ethan tidak menjawab. Pria itu hanya menggandeng Fiore menuju sofa. Mereka duduk di sana bersisian. Perlahan, Ethan menyandarkan kepalanya yang berat. “Aku bisa mengurusnya.” Suara dingin Ethan mengganggu Fiore. Ini seperti Ethan sedang menyembunyikan hal yang besar darinya. Fiore tahu jika ia sebaiknya tidak ikut campur. Terlebih karen
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 49
“Dibatalkan?!” Ethan berteriak gusar. Ini sudah pembatalan kerja sama yang entah keberapa. Ia sudah muak mendengar semua kabar itu. Semua karena Natasha. Harusnya sejak awal ia tidak mencoba untuk mensukseskan perusahaan lewat pernikahan. Meski Ethan tahu dengan menjalin hubungan politik lewat pernikahan akan membuat perusahaan stabil, tapi harga yang ia bayarkan tidak sebanding. “Batalkan saja semuanya!” Ethan berteriak gusar pada penelepon. Ia sudah muak mendengar semua ancaman itu. Lalu, kenapa? Akan selalu ada jalan. Ethan pastikan Prime Corp akan bertahan. Perusahaan ini berdiri bukan karena Natasha. Prime Corp sudah ada sejak lama. “Hubungi perusahaan lain. Cari perusahaan mana saja yang bersedia melakukan kerja sama dengan kita. Aku akan menaikkan persentase keuntungannya!” Ethan tidak akan tanggung-tanggung. Ia mempertaruhkan segalanya untuk kesempatan kali ini. Meski Ethan sendiri tidak tahu akan bagaimana akhirnya, tapi ia tahu satu hal. Ia tak berniat untuk kembali.
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 48
“Kania!”Fiore berdiri seketika. Ia langsung menarik Kania ke dalam pelukan. Fiore sudah hampir putus asa. Seluruh kota sudah ia kupas, tapi tak juga menemukan Kania. Namun di saat ia hampir menyerah, Kania malah muncul begitu saja di hadapannya. “Aku mencarimu kemana-mana!” Karena terlalu senang, Fiore sampai melompat sambil tertawa. Ia biarkan Kania kebingungan menatapnya. “Fiore?” Kania tergagap heran. “Iya, aku Fiore!” Fiore melepaskan pelukan, lalu menunjuk dirinya sendiri. “Kita pernah kerja di The Noir sama-sama! Tapi kamu tiba-tiba berhenti! Aku mencarimu! Katanya kamu kerja di pabrik, tapi enggak ada. Aku cari di klub, di cafe, ternyata kamu malah kerja di restoran!”Secara tak terduga, Fiore malah menemukan Kania. Awalnya Fiore hanya terpaksa menuruti cerewetnya Roy untuk makan, tapi ternyata Kania adalah pelayan di restoran itu!“Memangnya ada apa? Kenapa cari aku?” Kania masih menatap Fiore tak mengerti. Fiore terlihat sangat bahagia saat melihat Kania. Beberapa oran
Last Updated: 2025-12-01
Chapter: Bab 47
“Om!” Panggilan Fiore membuat Roy tersadar dari lamunannya. “Iya, Nona Fiore?” Setelah Ethan mengakui status Fiore, Roy bersikap sopan layaknya kepada Ethan. Sekarang, pria itu sedang sibuk menyetir dengan Fiore yang duduk nyaman di kursi penumpang. “Aku mau tanya sesuatu,” ucap Fiore. Karena mereka sudah saling mengenal, jadi Fiore memilih untuk bicara dengan lebih santai. Ia harus membangun suasana agar Roy nyaman dengannya. “Menurut Om Roy, Om Ethan itu orang yang bagaimana?”Sepertinya pertanyaan Fiore terlalu sulit, karena Roy seketika menutup mulutnya sangat lama. “Ah, ngomong-ngomong tentang nama Om, sepertinya aku ingat pernah bertemu dengan cowok bernama Roy juga. Tapi dia bukan cowok baik.”Fiore ingat pertemuannya dengan pria tampan di bar. Namanya Ray. Yah, beda sedikit. “Itu Om, ya?” Roy langsung menatap Fiore lewat kaca spion depan. Pria itu menggeleng kemudian. “Mungkin Roy yang lain. Bukan aku.”“Nah!” Fiore menunjuk. “Itu Om Roy bisa bicara. Coba jawab pertan
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: Bab 46
“Om, minta uang jajan.” Fiore menadahkan tangan, menunggu. Pagi ini, tak seperti biasanya, Fiore menunggui Ethan bersiap. Sebelum berangkat kerja, ia sudah mengganggu Ethan.Ethan memicingkan kedua mata. Pria itu mencoba menerka rencana Fiore. “Buat apa?” “Jajan,” bohong Fiore. Fiore tahu Ethan sudah melarang pergi kemanapun, tapi ia tak bisa berdiam saja. Fiore ingin mencari Kania sekali lagi.“Bilang saja kamu mau apa. Nanti aku belikan.” Penolakan Ethan bukan hal yang tak bisa Fiore perkiraan. Sejak terakhir kali Ethan datang dan langsung memeluknya, pria itu berubah menjadi lebih posesif. Bahkan Fiore merasa jika Ethan berusaha mengurungnya di dalam rumah. “Kalau begitu kembalikan handphoneku,” ujar Fiore. Hidup tanpa ponsel sangat membosankan. Dan Fiore sudah bertahan selama dua hari. Itu sudah luar biasa. “Kamu enggak perlu handphone. Tonton saja TV.” Karena Ethan terus menolak dan mencari alasan, Fiore jadi kesal. Ia sudah tahu jelas maksud Ethan. “Aku udah liat berita
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: Bab 45
“Skandal gila dalam keluarga. Keponakan yang merebut suami tantenya sendiri?!”Kedua mata Fiore membelalak tak percaya. Sekali baca saja, ia langsung tahu jika berita itu tentang dirinya. Foto Fiore dan Ethan terpampang di bagian atas artikel. Meski disensor di beberapa bagian, wajah mereka tetap terlihat. “Tante Natasha benar-benar gila!” Seolah tidak peduli lagi dengan citra perusahaan keluarga Wijaya, Natasha mengangkat skandal ini. Tantenya itu pasti sudah benar-benar putus asa. “Ah, mungkin tidak.” Jari Fiore berhenti menggulirkan layar. “Tante Natasha sengaja.” Fiore tahu setelah ia membaca artikel itu sampai selesai. “Ia sedang mencari simpati sebagai korban.” Fiore mengangkat bahunya sambil berdecih. “Dan aku adalah penjahatnya.”Fiore yang sebelumnya sedang duduk santai bersandar di tepi ranjang, jadi merasa lelah. Ia membaringkan badannya sambil menatap langit-langit.Satu tangannya terangkat ke atas, bergerak seperti sedang mencoba menggenggam impian tak kasat mata ya
Last Updated: 2025-11-27
Ratu Indigo VS Bad Boy

Ratu Indigo VS Bad Boy

“Jangan lewat sana!” Amira menarik tangan Raga keras. Dia melotot saat melihat Raga menepis tangannya. “Kalau mau narik perhatian cowok, tidak harus begini.” Raga sinis menatap. “Aku akan melaporkan kamu sebagai penguntit.” Amira menendang kaki Raga karena terlampau kesal. “Ya sudah, pergi sana kalau kamu mau mati!” ketus Amira tidak peduli. Raga tidak tahu saja kalau Amira bisa melihat masa depan. Lima belas menit lagi, akan ada penjahat yang menangkap cowok itu. Biar saja. Menolong Raga pun tidak ada untungnya buat Amira.
Read
Chapter: Salam Hangat
Cerita Amira dan Raga selesai sampai di sini. Tak bisa dilanjutkan lagi karena nanti jadi 18+. Hehe 🤭 Yang mau aku melanjutkan Amira dan Raga season dua, berikan like dan komentarnya sebanyak-banyaknya, ya! Terima kasih untuk semua yang sudah membaca dan memberikan dukungan. Cinta banyak-banyak. 🥰 Salam hangat, -Dewiluna-
Last Updated: 2025-04-28
Chapter: Bab 263. Terima Kasih dan Selamat Tinggal
“Pergi, dulu.” Setelah meminta izin pada Gavin, Andini, dan Heri, Raga dan Amira diantar oleh Ken. Alex sedang cuti untuk sementara waktu. Di asrama, Dika dan Dina menyambut Amira. Memang sedang libur semester, jadi suasana sekolah sepi. “Kak Amira mau pindah ke mana?” Dika bertanya penasaran. Amira tidak bisa memikirkan jawaban, jadi Raga yang mewakili. “Apartemen,” jawab Raga singkat. “Di sini ternyata enggak aman.” Amira tidak membantah. Dia biarkan saja Raga semaunya merangkai kebohongan tentang status juga tempat tinggal mereka. Terdengar hela kecewa dari mulut Dika. Meski begitu, Dika tetap membantu Amira berkemas. Dina pun melakukan hal yang sama. Dia tidak masalah di mana pun Amira tinggal, selama hubungan mereka baik. “Hati-hati di jalan ya!” Dina dan Dika melambai bersamaan. Kedua bersaudara itu mengantar Amira sampai ke depan gerbang. Amira memang tidak membawa semua barangnya. Dia cuma mengambil baju dan barang-barang penting. Sisanya bisa diambil nanti. “D
Last Updated: 2025-04-26
Chapter: Bab 262. Awal Baru
“Gue enggak ngerasa ini beneran,” ucap Amira. Setelah Amira dinyatakan benar-benar sembuh, Raga mengajaknya masuk ke dalam kediaman keluarga Wijaya. Raga tidak membiarkan Amira berhenti di depan pintu. Dia menarik Amira masuk ke dalam. Kali ini, tangan Amira tak terlepas dari genggaman. “Udah gue bilang, kan? Lo percaya aja sama gue,” sahut Raga sombong. Gavin dan Andini datang kemudian. Mereka menyambut Amira. “Kamu langsung bersiap saja.” Andini mendorong Amira masuk ke dalam salah satu ruangan. Di sana, sudah ada penata rias lengkap dengan para pelayan yang membantunya bersiap. Amira terus-menerus curiga, tapi tidak ada yang terjadi. Bahkan dia sudah mengecek masa depan dengan memegang semua orang, dan hasilnya sama. Tak akan terjadi apa pun. Semuanya berjalan lancar seperti seharusnya. “Sudah selesai.” Ucapan penata rias itu membuat Amira tertegun sesaat. Dia menghadap cermin lalu mendapati pantulan dirinya di sana. “Apa ada yang mau diperbaiki?” Penata rias itu
Last Updated: 2025-04-26
Chapter: Bab 261. Jawaban untuk Pemenang
“Gimana keadaan Bapak?” Tanya Amira saat menjenguk Reynald. Amira langsung menyeret Raga ke ruang rawat Reynald setelah tahu gurunya sudah sadar. Reynald tersenyum. “Baik.”Febby yang kemudian mewakili Reynald bicara lebih banyak. “Keadaannya udah stabil, jadi lo enggak perlu khawatir lagi.”Dia menepuk lengan Amira lembut. “Jangan merasa bersalah lagi, ya,” sambungnya. Amira mengangguk pelan. Melihat Febby yang tak lagi menangis membuat Amira merasa lega. “Mending lo istirahat, sana.” Febby membalikkan badan Amira. Dia menunjuk pintu keluar. “Tidur di atas kasur.”Amira menggeleng–menolak, tapi Febby memaksa. “Harus!”Perintah itu akhirnya dituruti Amira. Dia dibimbing Raga kembali ke dalam ruang rawatnya. Di sana, Raga langsung menyuruh Amira berbaring. “Akhirnya!” Raga ikut naik ke atas ranjang, berbaring di samping Amira. “Gue bisa tidur juga.”“Raga! Turun, ih!” Pekik Amira.Amira berusaha mendorong Raga menjauh, tapi pacarnya itu tidak bergerak. “Raga, gue tendang ya!” An
Last Updated: 2025-04-25
Chapter: Bab 260. Harapan dan Doa
“Pendarahannya parah,” gumam Febby, dengan suara putus asa. Amira menarik napas dalam, mencoba meredam rasa bersalah yang menyesakkan. Namun, dia tahu jika ini bukan waktunya untuk lemah, apalagi mengeluh.“Ayo kita berdoa, Kak. Gue yakin, Pak Reynald pasti bisa melalui ini semua.”Febby hanya mengangguk dengan tatapan kosong. Dia tidak ingin berharap, tapi hanya harapan yang tersisa untuknya. Amira ikut berdoa dalam hati. Dia sungguh tidak bisa membayangkan jika Reynald benar-benar pergi. Amira tak mampu hidup dalam rasa bersalah.“Amira,” panggil Raga lembut. Raga duduk di samping Amira, menemaninya. “Sini, deketan sama gue,” ucap Raga seraya memberikan satu bahunya agar Amira bisa bersandar.“Gue enggak ngantuk,” jawab Amira, keras kepala.Amira mungkin mengatakan jika dia tidak lelah, tapi wajahnya sudah kusut dan kedua matanya hampir terpejam.Hanya butuh beberapa menit sebelum akhirnya Amira be
Last Updated: 2025-04-24
Chapter: Bab 259. Bertahan Bersama
“Bangkeee!” Evan menjulurkan tangan, ingin menempeleng Raga. Namun, luka di tangannya membuat dia mengurungkan niat. Michelle sampai membantu Evan duduk kembali dengan tenang di kursinya. “Elo serius enggak punya rencana apa-apa?!” Evan memekik tak percaya. Padahal lagak Raga tadi sudah seperti orang serius. “Ada,” jawab Raga singkat. “Ini Amira lagi ngeliat rencana gue.” Amira yang mewakili Evan menyikut Raga. Dia juga kesal pada sikap pacarnya yang seenak udel begini. “Ngomongnya mau bikin perusahaan saingan. Hampir aja gue percaya!” Evan misuh-misuh. Sementara Raga, masih santai di samping Amira. Dia cuma mengangkat bahu sambil menjawab tenang. “Ya bagus, kan! Artinya tampang gue meyakinkan.” Raga menggampangkan masalah yang dia buat. Evan sudah sibuk mengomel. Michelle pun sama. Keduanya menatap Raga tak percaya. Mereka tidak pintar, tapi juga tidak bodoh untuk menyadari jika Raga hanya melakukan tindakan impulsif tanpa persiapan.“Terserah lo aja, deh!” Evan jadi lelah s
Last Updated: 2025-04-23
You may also like
Sekertaris Kesayangan Tuan Seno
Sekertaris Kesayangan Tuan Seno
Romansa · Bulanbintang
5.2K views
Ayah Untuk Danish
Ayah Untuk Danish
Romansa · Mahfuzah Badrud
5.2K views
Matchmaking
Matchmaking
Romansa · 10_Welcome
5.2K views
Not a Week
Not a Week
Romansa · LiEunSaVaLove
5.2K views
MY BELOVED HERO
MY BELOVED HERO
Romansa · SAKABIYA Pratiwi
5.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status