Chapter: Salam Hangat Cerita Amira dan Raga selesai sampai di sini. Tak bisa dilanjutkan lagi karena nanti jadi 18+. Hehe 🤭 Yang mau aku melanjutkan Amira dan Raga season dua, berikan like dan komentarnya sebanyak-banyaknya, ya! Terima kasih untuk semua yang sudah membaca dan memberikan dukungan. Cinta banyak-banyak. 🥰 Salam hangat, -Dewiluna-
Terakhir Diperbarui: 2025-04-28
Chapter: Bab 263. Terima Kasih dan Selamat Tinggal
“Pergi, dulu.” Setelah meminta izin pada Gavin, Andini, dan Heri, Raga dan Amira diantar oleh Ken. Alex sedang cuti untuk sementara waktu. Di asrama, Dika dan Dina menyambut Amira. Memang sedang libur semester, jadi suasana sekolah sepi. “Kak Amira mau pindah ke mana?” Dika bertanya penasaran. Amira tidak bisa memikirkan jawaban, jadi Raga yang mewakili. “Apartemen,” jawab Raga singkat. “Di sini ternyata enggak aman.” Amira tidak membantah. Dia biarkan saja Raga semaunya merangkai kebohongan tentang status juga tempat tinggal mereka. Terdengar hela kecewa dari mulut Dika. Meski begitu, Dika tetap membantu Amira berkemas. Dina pun melakukan hal yang sama. Dia tidak masalah di mana pun Amira tinggal, selama hubungan mereka baik. “Hati-hati di jalan ya!” Dina dan Dika melambai bersamaan. Kedua bersaudara itu mengantar Amira sampai ke depan gerbang. Amira memang tidak membawa semua barangnya. Dia cuma mengambil baju dan barang-barang penting. Sisanya bisa diambil nanti. “D
Terakhir Diperbarui: 2025-04-26
Chapter: Bab 262. Awal Baru “Gue enggak ngerasa ini beneran,” ucap Amira. Setelah Amira dinyatakan benar-benar sembuh, Raga mengajaknya masuk ke dalam kediaman keluarga Wijaya. Raga tidak membiarkan Amira berhenti di depan pintu. Dia menarik Amira masuk ke dalam. Kali ini, tangan Amira tak terlepas dari genggaman. “Udah gue bilang, kan? Lo percaya aja sama gue,” sahut Raga sombong. Gavin dan Andini datang kemudian. Mereka menyambut Amira. “Kamu langsung bersiap saja.” Andini mendorong Amira masuk ke dalam salah satu ruangan. Di sana, sudah ada penata rias lengkap dengan para pelayan yang membantunya bersiap. Amira terus-menerus curiga, tapi tidak ada yang terjadi. Bahkan dia sudah mengecek masa depan dengan memegang semua orang, dan hasilnya sama. Tak akan terjadi apa pun. Semuanya berjalan lancar seperti seharusnya. “Sudah selesai.” Ucapan penata rias itu membuat Amira tertegun sesaat. Dia menghadap cermin lalu mendapati pantulan dirinya di sana. “Apa ada yang mau diperbaiki?” Penata rias itu
Terakhir Diperbarui: 2025-04-26
Chapter: Bab 261. Jawaban untuk Pemenang“Gimana keadaan Bapak?” Tanya Amira saat menjenguk Reynald. Amira langsung menyeret Raga ke ruang rawat Reynald setelah tahu gurunya sudah sadar. Reynald tersenyum. “Baik.”Febby yang kemudian mewakili Reynald bicara lebih banyak. “Keadaannya udah stabil, jadi lo enggak perlu khawatir lagi.”Dia menepuk lengan Amira lembut. “Jangan merasa bersalah lagi, ya,” sambungnya. Amira mengangguk pelan. Melihat Febby yang tak lagi menangis membuat Amira merasa lega. “Mending lo istirahat, sana.” Febby membalikkan badan Amira. Dia menunjuk pintu keluar. “Tidur di atas kasur.”Amira menggeleng–menolak, tapi Febby memaksa. “Harus!”Perintah itu akhirnya dituruti Amira. Dia dibimbing Raga kembali ke dalam ruang rawatnya. Di sana, Raga langsung menyuruh Amira berbaring. “Akhirnya!” Raga ikut naik ke atas ranjang, berbaring di samping Amira. “Gue bisa tidur juga.”“Raga! Turun, ih!” Pekik Amira.Amira berusaha mendorong Raga menjauh, tapi pacarnya itu tidak bergerak. “Raga, gue tendang ya!” An
Terakhir Diperbarui: 2025-04-25
Chapter: Bab 260. Harapan dan Doa“Pendarahannya parah,” gumam Febby, dengan suara putus asa. Amira menarik napas dalam, mencoba meredam rasa bersalah yang menyesakkan. Namun, dia tahu jika ini bukan waktunya untuk lemah, apalagi mengeluh.“Ayo kita berdoa, Kak. Gue yakin, Pak Reynald pasti bisa melalui ini semua.”Febby hanya mengangguk dengan tatapan kosong. Dia tidak ingin berharap, tapi hanya harapan yang tersisa untuknya. Amira ikut berdoa dalam hati. Dia sungguh tidak bisa membayangkan jika Reynald benar-benar pergi. Amira tak mampu hidup dalam rasa bersalah.“Amira,” panggil Raga lembut. Raga duduk di samping Amira, menemaninya. “Sini, deketan sama gue,” ucap Raga seraya memberikan satu bahunya agar Amira bisa bersandar.“Gue enggak ngantuk,” jawab Amira, keras kepala.Amira mungkin mengatakan jika dia tidak lelah, tapi wajahnya sudah kusut dan kedua matanya hampir terpejam.Hanya butuh beberapa menit sebelum akhirnya Amira be
Terakhir Diperbarui: 2025-04-24
Chapter: Bab 259. Bertahan Bersama“Bangkeee!” Evan menjulurkan tangan, ingin menempeleng Raga. Namun, luka di tangannya membuat dia mengurungkan niat. Michelle sampai membantu Evan duduk kembali dengan tenang di kursinya. “Elo serius enggak punya rencana apa-apa?!” Evan memekik tak percaya. Padahal lagak Raga tadi sudah seperti orang serius. “Ada,” jawab Raga singkat. “Ini Amira lagi ngeliat rencana gue.” Amira yang mewakili Evan menyikut Raga. Dia juga kesal pada sikap pacarnya yang seenak udel begini. “Ngomongnya mau bikin perusahaan saingan. Hampir aja gue percaya!” Evan misuh-misuh. Sementara Raga, masih santai di samping Amira. Dia cuma mengangkat bahu sambil menjawab tenang. “Ya bagus, kan! Artinya tampang gue meyakinkan.” Raga menggampangkan masalah yang dia buat. Evan sudah sibuk mengomel. Michelle pun sama. Keduanya menatap Raga tak percaya. Mereka tidak pintar, tapi juga tidak bodoh untuk menyadari jika Raga hanya melakukan tindakan impulsif tanpa persiapan.“Terserah lo aja, deh!” Evan jadi lelah s
Terakhir Diperbarui: 2025-04-23
Chapter: Bab 62“Fiore, jangan tolak aku.” Pandangan Ethan memelas luar biasa. Pria itu terus membujuk dan memohon. Di depan Ethan, Fiore masih menatap pria itu ragu. Harga dirinya terluka karena ucapan Ethan. Namun, jika Jay tak bisa menolongnya, maka hanya tertinggal Ethan. Suasana rumah sakit mulai ramai. Karena hari semakin siang, beberapa orang mulai datang untuk menjenguk.Fiore harus memilih secepatnya. Ia tak mau terus menunda proses keluar rumah sakit. “Aku enggak janji bisa maafin Om,” ucap Fiore jujur. Fiore tak akan sepeduli ini jika hinaan yang ia terima bukan dari Ethan. Namun, sebagai satu-satunya orang yang paling Fiore percaya, Ethan memegang seluruh hatinya. Mungkin memang salah Fiore sendiri karena ia terlalu percaya pada seseorang. Selalu saja Fiore mendahulukan Ethan dibandingkan dirinya sendiri.Namun, setelah semua hal yang Fiore lakukan, ia malah mendapatkan penghinaan. Tepat di depan wajahnya! “Enggak masalah!” Sebuah senyum membuat wajah Ethan yang berantakan terlihat
Terakhir Diperbarui: 2026-02-22
Chapter: Bab 61“Malamku sangat buruk.” Fiore menghela berat. Semalaman, ia tak bisa tidur nyenyak. Padahal di ruang rawat rumah sakit ini, hanya ada Fiore sendiri. Ranjang lain kosong, tapi ia terus-terusan mendengar suara orang lain di sampingnya. “Sudahlah, sebentar lagi juga aku akan keluar dari sini. Tinggal menunggu Kak Jay datang saja.”Fiore membersihkan dirinya sedikit. Ia mencuci wajah sebentar lalu kembali hanya untuk mendapatkan Ethan sudah berdiri di tepi ranjangnya. Kedua mata Fiore memicing. Satu hal yang ia sadari saat tatapannya bertemu dengan Ethan adalah betapa kuyu wajah pria itu. Bahkan pakaian Ethan masih sama seperti kemarin.“Om enggak pulang semalam?” tuduh Fiore tanpa ragu. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Terjawab sudah semua pertanyaannya sebelum ini. Suara yang ia dengar semalaman, pasti adalah suara Ethan. “Apa pun yang Om lakukan, aku enggak mau balik sama Om. Aku udah bilang, kan?”
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Bab 60“Kamu enggak apa-apa?” Jay menepuk lembut punggung Fiore. Pria itu tak bisa memberikan penghiburan yang lebih layak karena Fiore seperti sengaja menjaga jaraknya. Di sudut ranjang, Fiore duduk membisu, membiarkan air matanya membanjir tanpa banyak peduli. Hatinya terasa sakit luar biasa. Membayangkan Ethan yang menjauh darinya membuat Fiore sangat terluka. Ia yang akhirnya bisa bangkit karena Ethan, malah ditinggalkan lagi. Fiore tak tahu kesalahan apa yang sudah diperbuatnya selama hidup. Kenapa ia harus menghadapi nasib seburuk ini? “Aku enggak apa-apa,” sahut Fiore dengan suara serak. Ia berusaha keras untuk menahan isak tangisnya yang masih menyangkut di tenggorokan.Fiore berdehem beberapa kali. Ia menarik napas panjang sebelum mencoba bicara kembali dengan suara yang masih bergetar. “Aku cuma merasa sedih karena hidupku mengerikan. Kayaknya aku benar-benar ditakdirkan sendirian. Setiap kali ada orang di sampingku, pasti selalu pergi.”Orang tua Fiore sudah tak menganggapnya
Terakhir Diperbarui: 2026-02-19
Chapter: Bab 59“Fi! Jangan pergi!” Ethan memohon.Tangan pria itu terulur, mencoba menggapai Fiore kembali. Tinggal selangkah lagi Fiore sampai di pintu ruang rawat, tapi Ethan terus menghalangi. “Aku bersalah. Aku minta maaf. Tolong maafkan aku!” Ethan berteriak putus asa. Hari sudah gelap, tapi ruang rawat Fiore ramai. Keributan itu akhirnya membuat beberapa perawat menghampiri. Salah satu dari mereka menegur dengan tegas. “Harap jangan berisik. Ada pasien lain yang perlu istirahat!” ujar salah satu perawat dengan tatapan galak. Perawat yang lain lebih tenang, tapi tak kalah tegasnya. “Jam besuk lima belas menit lagi.”Fiore menghela keras. Ia harus menyelesaikan masalah ini secepatnya. “Ayo kita bicara, Om. Tapi aku punya satu syarat. Jangan memaksa!” Peringatan Fiore akhirnya membuat Ethan mengangguk menurut. Meski ia tidak yakin mampu membuat Fiore luluh, Ethan tetap harus mencoba. Mungkin ini adalah kesempatan ter
Terakhir Diperbarui: 2026-02-18
Chapter: Bab 58“Maaf, boleh pinjam handphone?” Fiore merasakan dejavu saat dulu ia terbangun di rumah sakit. Momen pertama saat ia menghadapi kenyataan tentang cedera di bahunya yang tak akan pernah sembuh. Sama seperti saat itu, kali ini Fiore juga memohon belas kasihan orang-orang. Meminta sedikit saja kesempatan untuk mencari bantuan. Kali ini bukan keluarganya, bukan Ethan, bukan teman. Fiore memilih untuk percaya pada Jay. Tak mengapa, ia akan mencoba membayar semuanya dengan bekerja pada Jay nanti. Masalah Prime Luxury, terserah saja. Ethan juga pasti tak mau melihatnya lagi. “Jangan lama-lama, ya?” Seorang perawat berwajah ramah akhirnya menyodorkan handphone miliknya. Perawat itu berdiri di sisi Fiore, mengawasi dalam diam. Fiore pun tak keberatan. Ia cuma meminjam handphone untuk masuk ke dalam akun media sosialnya dan mengirim pesan pada Jay. Kak, apa Kak Jay ke rumahku? Pestanya batal. Maaf ya. Aku tiba-tiba sakit. Ak
Terakhir Diperbarui: 2026-02-16
Chapter: Bab 57Pagi itu Ethan bangun dengan suasana hati yang buruk. Laporan yang ia terima dari Roy membuat ia begitu marah. Ethan memang sempat curiga jika Fiore melakukan sesuatu di belakangnya. Seringkali ia melihat Fiore lebih fokus kepada handphone saat mereka sedang berdua. Lalu, hadiah-hadiah itu adalah puncaknya. “Apa Fiore ke rumah cowok itu?” Ethan menendang selimutnya kesal.Ia beranjak dari tempat tidur. Kepalanya yang panas membuat Ethan ingin mendinginkannya segera. Ia beranjak ke kamar mandi dan berendam sampai bosan. Saat hendak berganti pakaian, Ethan melihat sebuah gaun di dalam lemari. Ia tak mengenali gaun itu. Seingat Ethan, ia tak pernah membelikannya untuk Fiore. Gaun itu juga bukan milik Natasha. Semua milik Natasha sudah ia singkirkan. “Hadiah dari cowok itu juga?” Kesal, Ethan mengambil baju asal. Saat ia sedang berpakaian, terdengar suara bel. “Tidak mungkin Fiore,” gumam Ethan pelan. Meski ia sangat marah, tapi seluruh perhatiannya tertuju hanya pada Fiore. Sejak
Terakhir Diperbarui: 2026-02-15
Chapter: S2 Bab 52
“Satu gelas lagi,” ucap Tania sembari memohon. Wajahnya memerah, dan ia sudah mabuk berat. Di sampingnya, Bryan menopang sebagian tubuh Tania. Pria itu menarik Tania ke dalam pelukan, membiarkan Tania bersandar padanya. Jam-jam sudah berlalu, hari telah larut, dan mereka hanya duduk sambil minum. Tak seperti biasanya, Bryan hanya menemani Tania, mendengarkan ceritanya, sambil sesekali membelai kepala Tania lembut. Ruang VIP itu tenang dan damai. Terdengar musik dari layar televisi yang dinyalakan oleh Bryan. Di sampingnya, Tania masih terus bicara. “Sejak awal aku memiliki seorang pacar yang gila. Dia selingkuh di depanku. Lalu, aku pikir aku bertemu dengan cowok baik.” “Enggak salah, tapi juga enggak benar. Dia awalnya baik.” Bryan tertarik dengan apa yang Tania katakan barusan. Pria itu yakin, orang yang sedang dibicarakan oleh Tania adalah Rafael. “Dia juga selingkuh. Ternyata semua lelaki sama saja!” Tania ter
Terakhir Diperbarui: 2026-02-23
Chapter: S2 Bab 51Sonya terus saja menyudutkannya, tapi Tania tak ingin menanggapi. Hanya Rafael yang kembali menyahut dan membelanya. “Ibu! Buatku enggak ada yang lebih penting dari Tania! Ibu tau itu, kan?!” Rafael berseru marah. Sekarang, tatapan para tamu perlahan tertuju ke arah mereka. Tania yang awalnya tak ingin bicara, jadi merasa tak bisa terus diam. “Rafael, yang mau pergi itu aku.” Tania sengaja menoleh ke arah Sonya, memastikan wanita tua itu mendengar.“Kamu tunggu saja di sini dan selesaikan semuanya dengan baik. Aku enggak mau hasil kerja kerasku untuk semua minuman yang ada di sini sia-sia.” Sengaja Tania menekankan nada pada kata “kerja keras”. The Crown Level memang tidak akan semewah ini tanpa dirinya. “Maaf, saya pamit dulu.” Tania menunduk sekilas. “Silakan nikmati acaranya, Pak Julian dan Bu Sonya.”Ia gegas berbalik sebelum Rafael sempat mengejarnya. Tania ingin secepatnya pergi. Ia tak mau lagi mendapat makian atau ucapan omong kosong dari Julian dan Sonya. Di sudut ruang
Terakhir Diperbarui: 2026-02-22
Chapter: S2 Bab 50“Kamu tau itu enggak mungkin, kan?” Tania memicing tak percaya. Ia melepaskan pelukan Bryan, lalu memilih untuk mengecek riasannya. Di depan cermin wastafel, Tania memastikan keadaannya sama seperti sebelum ia masuk tadi. “Kamu mau keluar? Kita belum sepakat, kan?” Bryan menarik kembali tangan Tania. Sia-sia sudah Tania merapikan penampilannya. Bryan kembali menariknya ke dalam pelukan. “Jangan pergi sebelum aku izinkan, Mee.”Tania memekik saat Bryan mengangkat tubuhnya dengan mudah ke atas wastafel. Sekarang, mereka berhadapan dengan tinggi yang sejajar. “Kamu tau kan, kalau aku ini orang yang tidak mudah puas?” bisik Bryan tepat di telinga Tania. Bryan mendekatkan wajahnya perlahan. Seolah tahu apa yang akan terjadi setelahnya, Tania memejamkan mata. Ia membiarkan bibirnya disambut hangat oleh Bryan.Kehangatan itu berubah perlahan menjadi panas. Tania terbawa ke dalam lautan gairah sampai sebuah ketuka
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: S2 Bab 49“Tak apa, kebetulan aku mau ke toilet,” sahut Tania dengan senyum terulas di wajah. Hatinya teriris sakit. Namun, Tania tak berniat untuk menunjukkannya sama sekali. Tidak di depan Julian, Sonya, atau bahkan Rafael. “Aku antar,” ucap Rafael seraya berdiri. Satu tangan Rafael sudah mendarat di bahu Tania. Namun, Tania menepisnya lembut. “Aku bisa pergi sendiri. Temani saja kedua orang tuamu,” sahut Tania, datar. Ia menyembunyikan wajah kecewanya seraya melangkah pergi. Lorong menuju toilet entah kenapa terasa begitu panjang. Langkah Tania berat dan ia merasa lelah luar biasa. Tangannya membuka pintu toilet tanpa tenaga. Tania masuk, lalu berdiri di depan cermin wastafel, menatap pantulan dirinya.“Kenapa mereka harus kembali?” Tania menghela hampir tanpa suara. Wajahnya muram, tertekuk sempurna. Julian dan Sonya adalah orang-orang yang membuat kehidupannya sulit. Meski mereka adalah kedua orang tua Rafael, andai bisa, Tania sama sekali tak ingin menyapa keduanya. Baik Julian at
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: S2 Bab 48“Sama sekali tidak masalah, Mr. Ziv. Kebetulan itu memang terkadang datang tiba-tiba,” ujar Tania seraya melebarkan senyumnya. Ia berusaha bicara setenang mungkin. Di depan tamu-tamu acara soft launch The Crown Level, Tania tak ingin mempermalukan dirinya sendiri. Lagipula, acara ini bukan hanya tentang dirinya. Menahan diri sedikit pasti tidak masalah. Sejak dulu, ia bahkan sudah menahan terlalu banyak. Tidak direstui, dianggap murahan, penjilat, dan jalang yang naik ke atas ranjang bos untuk mendapatkan status dan jabatan. Sebuah gaun sungguh tak berarti apa-apa. “Saya yang merasa sangat terhormat karena bisa memakai warna yang senada dengan Mr. Ziv. Mungkin ini hari keberuntungan saya,” sambung Tania. Ia sengaja melebih-lebihkan. Tania ingin Rafael merasakan jika ada jarak yang begitu jauh antara dirinya dengan Bryan. Rafael tak akan pernah menyangka jika Tania dan Bryan berkali-kali ada di atas ranjang yang sama. “Tidak,” geleng Bryan. “Nyonya Dharmawan tidak boleh sampai m
Terakhir Diperbarui: 2026-02-19
Chapter: S2 Bab 47“Lima belas menit lagi acara soft launch akan dimulai!” Rafael memberi aba-aba.Rafael adalah orang yang paling menunggu momen ini. The Crown Level adalah idenya. Dan semua bagian yang ada di lantai ini hanyalah atas persetujuannya. “Aku tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apapun!” Di atas panggung dengan backstage berhiaskan logo mahkota emas khusus The Crown Level, Rafael memberi semangat, juga peringatan. Para staf bertepuk tangan sebelum kembali ke pos masing-masing. Dengan setelan hitam khusus, staf yang ditempatkan di The Crown Level adalah pegawai-pegawai terpilih. Fera, teman Tania saat masih menjadi bagian dari staf resepsionis dulu, adalah salah satunya. “Kamu sangat berbeda sekarang,” ujar Fera penuh kebanggaan. Dari semua teman Tania sejak awal bergabung di Grand Velora, tersisa Fera seorang yang bertahan. Sekarang, ia adalah staf senior. Pelayanannya tak perlu diragukan. Fera terpilih bukan karena
Terakhir Diperbarui: 2026-02-18