author-banner
Akuma Rei
Akuma Rei
Author

Novels by Akuma Rei

Hangatnya Jeratan Om Martin

Hangatnya Jeratan Om Martin

Menjadi pelayan kafe dan mahasiswa dari keluarga broken home membuat Erika dituntut untuk terbiasa hidup mandiri. Sampai suatu waktu dia salah memasuki ruangan seorang pria matang bernama Martin, seorang pria berkuasa yang sayangnya adalah ayah dari sahabatnya sendiri. Erika mengaguminya. Martin menginginkannya. Di bawah bayang-bayang pengkhianatan terhadap sahabatnya, sebuah hubungan rahasia yang penuh hasrat pun dimulai. Saat cinta dan rasa bersalah bercampur menjadi satu, seberapa jauh mereka berani melangkah sebelum semuanya hancur berantakan?
อ่าน
Chapter: Ujian Kepolosan
Martin mengulas senyum kemenangan yang tipis namun begitu pekat di kegelapan. Malam itu juga, setelah Erika berganti pakaian dan menandatangani kontrak di dalam mobil, sedan mewah Martin membelah keheningan malam menuju mansion pribadinya. Keheningan di dalam kabin mobil terasa begitu mencekam. Erika tahu, begitu ia melangkahkan kaki melewati pintu rumah itu nanti, ia bukan lagi sekadar Erika sahabat Sandra. Mobil berhenti. Martin turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Erika. Pria itu menuntunnya masuk ke dalam mansion yang gelap dan sunyi. Martin membawa Erika menaiki tangga marmer menuju lantai dua, tepatnya ke dalam kamar tidur utama milik Martin yang berukuran sangat luas. Begitu pintu kamar tertutup dan terkunci dengan bunyi klik yang menggema, Martin membalikkan tubuh Erika. Pria 46 tahun itu mencengkeram lembut kedua sisi pinggang Erika, menekannya perlahan hingga punggung gadis itu membentur daun pintu yang tertutup rapat. Di dalam keremangan kamar yang han
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: Aku Milikmu Om
Erika menatap map biru tua itu dengan tatapan nanar, sementara otaknya berputar cepat mencoba mencari celah waras yang tersisa. “Om... ini tidak masuk akal. Aku masih berstatus mahasiswi aktif. Aku punya skripsi yang harus diselesaikan semester ini. Bagaimana mungkin aku bisa bekerja full time dari pagi sampai sore di kantor pusatmu?" Martin tidak tampak terkejut dengan protes Erika. Pria matang itu justru mengulas senyum tipis, seolah sudah memprediksi argumen tersebut. Ia melangkah maju, lalu membuka halaman pertama dokumen di dalam map tersebut dengan jemari kokohnya. "Aku tidak pernah membuat rencana yang setengah-setengah, Erika," ujar Martin, suara baritonnya terdengar begitu tenang dan meyakinkan. "Ini adalah program Corporate Internship khusus yang sudah disetujui oleh divisi HRD-ku. Kamu hanya diwajibkan datang ke kantor tiga hari dalam seminggu. Sisa harinya? Kamu bisa menggunakannya untuk bimbingan skripsi dan datang ke kampus." Erika tertegun. Ia membaca lembar de
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: Sisi Lain Sang Penguasa
Erika meremas tali tasnya semakin erat seiring mobil mewah Martin melaju semakin jauh dari rute kafenya. Kecepatan mobil yang stabil namun pasti seolah menegaskan bahwa pria di sampingnya tidak terbiasa menerima penolakan. Jalanan kota yang padat perlahan berganti menjadi deretan pepohonan rindang yang memagari sebuah kawasan perumahan elite yang sangat sepi dan tertutup. Mobil Martin akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang besi hitam menjulang tinggi yang terbuka otomatis. Sedan mewah itu memasuki pekarangan sebuah mansion modern minimalis bernuansa monokrom. Rumah itu tampak sepi, terasing dari hiruk-pikuk dunia luar, terbungkus dalam kemewahan yang sunyi. "Kita sampai," ujar Martin lembut namun penuh penekanan saat mesin mobil dimatikan. Erika menelan ludah. Ia melangkah turun dengan kaki yang terasa agak lemas. Sepatu flat shoes murahnya melangkah di atas lantai marmer halaman. Sementara Martin berjalan di sampingnya dengan langkah lebar yang anggun. Pria itu membuka pin
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-11
Chapter: Jeratan di Balik Kaca Gelap
Sinar matahari pagi menembus celah-celah jendela kamar kos Erika, membawa serta realitas yang harus kembali ia hadapi. Dengan tubuh yang masih terasa letih dan kepala yang agak pening, Erika memaksakan diri untuk berangkat ke kampus. Namun, sepanjang kelas berlangsung, fokusnya benar-benar hancur.Di otaknya, rekaman kejadian semalam terus berputar seperti kaset rusak; bagaimana lengan kokoh Martin memeluk pinggangnya, aroma maskulin yang memabukkan, hingga bisikan berbahaya pria itu di ambang pintu kosnya."Erika! Astaga, kamu harus dengar ini!"Suara pekikan nyaring Sandra membuyarkan lamunan Erika. Pintu kaca kantin kampus baru saja terbuka, dan Sandra langsung berlari menghampiri meja Erika dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan luar biasa. Gadis kaya itu langsung duduk di hadapan Erika, menggenggam kedua tangan sahabatnya dengan heboh."Kamu tahu tidak? Pesta semalam itu sukses besar! Tapi yang paling membuatku mau menangis adalah Papa," ujar Sandra dengan mata berkaca-kaca ka
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-08
Chapter: Dua Dunia yang Berbeda
Dinginnya AC di dalam kabin sedan mewah ini perlahan mengikis rasa menggigil di tubuh Erika, digantikan oleh ketegangan lain yang membuat seluruh tubuhnya kaku. Ini adalah pertama kalinya Erika duduk di dalam mobil semewah ini. Aroma kayu cendana dan tembakau mahal yang tadi ia hirup di kamar hotel kini mengepungnya kembali, mengingatkannya pada kecupan menuntut yang hampir merenggut seluruh akal sehatnya. Erika melirik sekilas dari sudut matanya. Martin fokus mengemudi, profil wajahnya yang tegas terlihat sangat karismatik di bawah temaram lampu jalanan ibu kota. Kedua kancing teratas kemeja abu-abunya masih terbuka, memancarkan aura maskulin yang sangat pekat. "Pakai ini. Kulitmu sampai merinding karena kedinginan." Suara bariton Martin memecah keheningan. Tanpa diduga, pria itu mengulurkan sebuah jas wol hitam mewah yang tadi tersampir di kursi belakang dengan satu tangannya. Erika tersentak, sedikit canggung saat menerima jas itu. “Terima kasih, Om." Saat Erika menyampirka
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-08
Chapter: Tawaran di Tengah Malam
Suara Sandra dari seberang telepon masih terdengar cemas, memecah keheningan kamar yang pengap oleh gairah yang tertahan. Setiap kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu bagai hantaman gada yang telak ke dada Erika. Rasa bersalah kini sepenuhnya menggantikan sisa-sisa alkohol di kepalanya. Erika masih meringkuk di atas ranjang, memeluk dirinya sendiri. Gaun hijau zamrudnya yang berantakan membuatnya merasa begitu kotor dan terhina. Matanya yang berkaca-kaca menatap lurus ke arah Martin, memohon dengan sangat agar pria itu tidak membongkar keberadaannya. Martin berdiri tegak di sisi ranjang. Tatapannya beralih dari ponsel ke wajah Erika yang pucat pasi. Kerutan di dahi pria matang itu semakin dalam. Sebagai pria yang tajam, dia mulai menangkap sesuatu. Kepanikan berlebih di mata gadis ini bukan sekadar karena mereka hampir ketahuan berhubungan intim, melainkan karena ada ketakutan akan sebuah pengkhianatan yang besar. Martin berdeham sejenak, menetralkan suara baritonnya agar t
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-08
บางทีคุณอาจจะชอบ
Jerat Tuan Pebinor
Jerat Tuan Pebinor
Romansa · Butiran_Debu
574.4K views
Partner di Atas Ranjang
Partner di Atas Ranjang
Romansa · Nona Ekha
574.2K views
Dia yang Terluka
Dia yang Terluka
Romansa · Henny Djayadi
559.3K views
Mengejar Cinta Istri
Mengejar Cinta Istri
Romansa · Rahayu avilia
532.8K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status