author-banner
Akuma Rei
Akuma Rei
Author

Novels by Akuma Rei

Hangatnya Jeratan Om Martin

Hangatnya Jeratan Om Martin

Menjadi pelayan kafe dan mahasiswa dari keluarga broken home membuat Erika dituntut untuk terbiasa hidup mandiri. Sampai suatu waktu dia salah memasuki ruangan seorang pria matang bernama Martin, seorang pria berkuasa yang sayangnya adalah ayah dari sahabatnya sendiri. Erika mengaguminya. Martin menginginkannya. Di bawah bayang-bayang pengkhianatan terhadap sahabatnya, sebuah hubungan rahasia yang penuh hasrat pun dimulai. Saat cinta dan rasa bersalah bercampur menjadi satu, seberapa jauh mereka berani melangkah sebelum semuanya hancur berantakan?
Read
Chapter: Permainan Kecil di Kost
Ketenangan di kosan baru Erika terasa menyesakkan setelah badai di Restoran Valdivia reda, pertanyaan Sandra akhirnya bisa diredam. Martin berbohong dengan sangat halus, Sandra yang polos menelan bulat-bulat narasi sang ayah, bahkan berterima kasih karena ayahnya telah menyelamatkan nama baik sahabatnya.Namun bagi Erika, kebohongan sempurna itu justru mempertegas satu hal: Martin bisa memanipulasi kebenaran apa pun tanpa terdeteksi.Malam semakin larut. Suara rintik hujan gerimis membuat kaca di kosan Erika mulai berembun. Usai membersihkan diri dari ketegangan sore tadi, Erika keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan oversized T-shirt putih tipis yang agak menerawang dan celana pendek sebatas paha. Rambutnya yang masih basah terurai, meneteskan air ke atas tulang selangkanya yang bersih.Saat Erika sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, bunyi ketukan pelan—dua kali, begitu teratur—terdengar di pintu kosannya.Jantung Erika melonjak. Tidak ada orang yang tahu tempat tinggal
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: Kartu As Sang Mantan
Darah Erika mendadak tersedot habis membaca pesan anonim tersebut. Wajahnya pucat pasi, tangannya gemetar hebat hingga sendok di tangannya berdenting menyentuh piring. Martin, dengan ketajaman instingnya, langsung menyadari perubahan sikap Erika. Pria itu meletakkan cangkirnya perlahan, melangkah menghampiri Erika, dan mengambil ponsel dari genggaman gadis itu. Mata Martin memicing saat membaca pesan itu. Bukannya panik, raut wajah Martin justru mengeras oleh amarah yang tertahan, seolah ia tahu siapa pengirim pesan tersebut. "Terlalu mudah ditebak…” gumam Martin dengan suara berat yang mengintimidasi. "Rupanya mata-matanya di hotel semalam bekerja cukup cepat." "O-Om... apa maksudnya? Om tahu siapa pengirim pesan ini?" bisik Erika panik, air mata mulai menggenangi pelupuk matanya. "Dia tahu soal kita— apa mungkin Daren yang mengirimnya?” Martin mencengkeram dagu Erika dengan lembut namun penuh penekanan, memaksa gadis itu menatap matanya. "Dengar, Erika. Jangan terlalu khawatir.
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Ancaman Baru
Layar ponsel yang berkedip menyala itu seperti bom waktu yang siap meledak. Meski begitu, rona ketenangan terpancar jelas dari raut wajah Martin. Dengan gerakan tenang dan tanpa suara, Martin berjalan meninggalkan kamar Erika lalu menuruni tangga. Begitu berada di koridor luar yang hening, Martin menggeser ikon hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya. "Ya, Sandra?" Suara Martin terdengar sangat wajar, dingin, dan berwibawa—seolah tak ada hal abnormal yang baru saja terjadi. Dari seberang telepon, suara Sandra terdengar panik dan terengah-engah. “Papa! Papa lagi di mana? Papa tahu nggak Daren ke mana? Terus Erika... Erika hilang, Pa! Ponselnya nggak aktif!" Martin berjalan perlahan menyusuri koridor, menyandarkan satu tangannya di saku celana. "Tenangkan dirimu, Sandra. Nada bicaramu terlalu berlebihan." “Gimana nggak panik, Pa!" seru Sandra dari seberang, suaranya hampir menangis. “Aku tadi minta Daren anterin Erika sebentar karena Erika mendadak pusing dan lemas. Tapi Dar
Last Updated: 2026-08-24
Chapter: Di Ambang Batas
“Ahhh….” Erika memejamkan mata, tubuhnya melengkung dengan kedua paha menyatu, menikmati sensasi yang membuatnya melayang sejenak. Sedang Martin, dia duduk di samping kursi penumpang, melepaskan gumpalan kenyal yang memenuhi mulutnya. “Om.. makasih..” bisik Erika, kedua matanya terbuka, menatap nanar ke arah Martin. Martin mencoba mengatur nafasnya. Perlahan ia menutupi kembali buah dada Erika yang beberapa detik lalu ia nikmati. Sesaat kemudian ia membantu Erika untuk duduk. “Sepertinya kamu sudah lebih tenang sekarang. Minum dulu..” Martin memberikan sebotol air mineral pada Erika. Erika meminum beberapa teguk lalu memeluk erat pria matang di hadapannya. Gadis itu terisak di bahu ayah sahabatnya itu. Martin membiarkan Erika meluapkan semua di bahunya. “Aku nggak tau— apa yang akan terjadi— kalau om nggak dateng…” isaknya. “Daren–pasti sudah–memperkosa—“ “Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi padamu Erika. Sekarang tenanglah. Kamu baik-baik saja.” Martin me
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Kegilaan Erika
Erika mencoba memberontak, tapi tubuhnya lemas oleh panas yang membuatnya hampir tak berdaya. Daren tertawa kecil melihat hal itu. Tangannya yang bebas bergerak turun, menarik tali gaun tipis Erika hingga kain itu melorot turun, membiarkan udara malam menyentuh kulit bahu Erika yang terbakar oleh efek obat yang Daren berikan ke dalam minumannya tadi. Daren menatap Erika dengan mata yang membelalak puas, bersiap untuk merenggut segalanya di bawah kegelapan malam yang sunyi. Dunia Erika berputar hebat. Sentuhan Daren yang kasar di bahunya terasa seperti api yang membakar saraf-sarafnya. Tepat saat bibir Daren hampir menyentuh bibir Erika, sebuah dentuman keras terdengar. Pintu mobil dibuka paksa dengan satu hentakan brutal. Dalam hitungan detik, kerah kemeja Daren ditarik kasar dari belakang, membuat pria itu terlempar keluar dari mobil hingga jatuh tersungkur ke aspal. Martin berdiri di sana. Wajahnya bukan lagi topeng tenang yang ia pakai saat makan malam tadi. Kini, yang
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Racun di balik keramahan
“Erika, kamu harus ikut! Jangan menolak, ya?" Sandra merengek di ujung telepon dengan suara yang sangat bersemangat. "Akhir-akhir ini kita jarang keluar bareng. Jadi kali ini aku nggak mau menerima penolakan apapun.” Erika sempat ragu, namun desakan Sandra yang luar biasa membuatnya tidak punya pilihan. Lagi pula, dia merasa berhutang budi karena sudah sering berbohong pada sahabatnya itu. "Baiklah, San. Aku akan datang." Malam itu, Erika berdandan sederhana namun elegan. Ia menemui Sandra di sebuah restoran eksklusif. Restoran itu terasa sangat mewah, namun bagi Erika, suasananya terasa seperti ruang interogasi. Ia duduk di samping Sandra. Di seberang Sandra, duduk Daren, pria yang baru saja dikenal Erika kurang dari satu jam namun sudah menunjukkan ketertarikan yang terlalu agresif. "Erika, kamu harus coba wine ini," ujar Daren dengan senyum ceria. Matanya menatap Erika dengan binar yang membuat Erika makin tidak nyaman. Daren adalah tipikal pria yang tahu cara memikat wa
Last Updated: 2026-06-21
You May Also Like
Ups! Salah Suami
Ups! Salah Suami
Romansa · Dacytta Peach
2.1K views
Tabir Misteri CEO
Tabir Misteri CEO
Romansa · Kata Tika
2.1K views
JALAN PANJANG DI UJUNG DESA
JALAN PANJANG DI UJUNG DESA
Romansa · W. Bahtiar
2.1K views
Kemarau Di Ujung Senja
Kemarau Di Ujung Senja
Romansa · Serindu Mentari
2.1K views
TRUST
TRUST
Romansa · Born Skinny
2.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status