author-banner
Miss Nonce
Miss Nonce
Author

Novels by Miss Nonce

Simpanan CEO Beristri

Simpanan CEO Beristri

Karena hilang kendali, Naka sang CEO tanpa sengaja terjebak cinta satu malam dengan asisten barunya, gadis belia yang masih dalam masa probasi di perusahaannya. Mengingat statusnya sebagai pria beristri, Naka mencoba membungkam Lika dengan cek senilai fantastis. Di luar dugaannya, gadis polos itu mau menerima ceknya, namun enggan diberhentikan dari pekerjaan. “Lika terima cek-nya, tapi jangan dipecat ya, Pak! Masa udah nggak perawan, nganggur pula!”
Read
Chapter: Bab 154 Berdama Dengan Masa Lalu (END)
Belinda berdiri di depan pintu kamar rumah sakit dengan tangan gemetar, napasnya terengah saat menekan bel. Matanya sembab, menahan air mata yang ingin tumpah. Begitu pintu terbuka, dia melihat sosok Iren yang duduk lemah di kursi roda, wajahnya pucat dan matanya memancarkan amarah sekaligus duka.Iren sudah dibawa pulang Galen ke apartemen. Meski tidak suka, tapi Galen memaksa. Iren sedang hamil anaknya, akan sangat tidak bertanggung jawab Galen jika membiarkan Iren di kota lain.Belinda mengumpulkan keberanian, suaranya bergetar, “Kak Iren,” Panggil Belinda.Galen menghela napasnya, dia sudah melarang Belinda datang. Namun adiknya ini memaksa, kini Belinda berdiri di ambang pintu ditemani Gala, kembarannya."Maafin aku, Kak. Sungguh aku nggak sengaja... karena ulah aku, Kakak kehilangan ayah Kakak."Iren menatap tajam, dadanya naik turun seiring napas beratnya. "Nggak sengaja? Kamu yang nyetir, Bel. Bukan Galen. Kenapa dia harus ngaku segala hal yang kamu lakukan? Aku merasa dikhiana
Last Updated: 2025-06-28
Chapter: Bab 153 Bertemu Istri Kembali
Galen berdiri terpaku di depan ranjang rumah sakit, matanya membelalak melihat Iren yang terbaring lemah dengan wajah pucat dan mata sembab. Istrinya sudah dapat ia temukan, betapa senang hati Galen melihat Iren.Dengan jantung berdetak kencang Galen masuk semakin dalam, Iren sedang memejamkan matanya. Vera yang melihat pria asing yang ia Yakini itu suami Iren lalu mempersilakan masuk.“Aku tunggu diluar,” kata Vera pelan. Galen mengangguk, seraya mengucapkan terima kasihnya.Diluar sendiri Vera bertemu dengan Naka dan Lika, orang tua Galen.Di dalam, Galen mendekat ke ranjang sang istri. "Sayang," suaranya bergetar, penuh campur aduk antara cemas dan penyesalan.Iren yang sudah bangun merasa mendengar suara suaminya. Dia pun menoleh, matanya yang basah menatap tajam, terkejut sekaligus bingung saat melihat suaminya di sana."Ngapain kamu kesini?" suara Iren lirih, namun penuh penolakan yang keras. Tubuhnya mencoba menarik diri, tapi Galen melangkah lebih dekat, menundukkan kepala seo
Last Updated: 2025-06-19
Chapter: Bab 152 Akhirnya Ada Kabar Darimu..
Iren duduk di sudut kamar yang remang, tubuhnya menggigil meski udara tak terlalu dingin. Perutnya mulai terasa bergejolak, namun wajahnya pucat pasi, dahi berkerut karena mual yang tak kunjung reda.Setiap kali berdiri, kepala berputar begitu hebat hingga ia harus cepat-cepat duduk lagi. Nafasnya tersengal-sengal, dan tangan yang gemetar tak mampu meraih segelas air di meja. Vera menatapnya dengan penuh kekhawatiran.“Ke dokter ya, Iren. Jangan dibiarkan terus-terusan seperti ini,” ucap Vera lembut, namun tegas.Iren menggeleng pelan, mata berkaca-kaca. “Nggak usah, Ver.”“Kamu kan lagi hamil,” ujar Vera khawatir.“Iya katanya orang hamil memang begini. Mual dan pusing.”“Tapi mereka konsul ke dokter kandungan. Kamu kan nggak Ren.” Vera makin khawatir karena wajah Iren yang pucat.“Ren, aku khawatir banget nih,” kata Vera yang tidak bisa menutupi kekhawatirannya. “Kita telepon suami kamu ya, Ren-““Ver, please,” desis Iren memohon untuk jangan membahasnya lagi.Vera berdecak, dia jug
Last Updated: 2025-06-08
Chapter: Bab 151 Masih Berusaha Mencari
Iren mengusap pelipisnya yang mulai berdenyut, perutnya mulai terasa tidak enak. Belum lagi mual dan ia coba tahan karena sedang bekerja. Sumpah demi apapun yang Iren ingin lakukan adalah merebahkan diri, bersantai saja dirumah.Kehamilannya membuat langkah Iren semakin berat di antara meja-meja yang penuh pelanggan. Aroma bumbu dan asap gorengan menusuk hidungnya, membuat rasa mual semakin menghantui. Vera yang melihat wajah Iren yang pucat langsung merangkul bahunya, "Istirahat sana, aku yang gantikan kamu dulu." Suara Vera penuh perhatian, tapi Iren hanya bisa mengangguk lemah sambil melangkah ke sudut restoran. Karena tidak tahan ia menurut saja, lagipula Iren takut mengacaukan pekerjaan yang lain.Namun, di sana Iren tak menemukan ketenangan. Ayu, rekan kerja yang lebih senior berdiri tak jauh, melontarkan suara pedas tanpa ampun, "Enak banget, anak baru kerja kok istirahat terus! Makan gaji buta, ya?" Tatapannya tajam, seolah ingin menekan Iren lebih dalam.Iren menunduk, mencob
Last Updated: 2025-06-08
Chapter: Bab 150 Kamu Di mana Sayang?
Galen berjalan gontai menuju apartemennya, dia membawa banyak cemilan, termasuk cokelat, es krim, bahkan sampai bunga. Galen berharap Iren bisa memaafkannya. Mungkin tak akan mudah, tetapi setidaknya ini bisa mengurangi kemarahan Iren padanya.Saat pintu apartemen dibuka, semua tampak normal saja. Apartemennya memang selalu rapi, walaupun sibuk dengan urusan kampus, tetapi Iren cukup pandai membersihkan rumah. "Baby!" panggil Galen."Iren Sayang!" panggil Galen lagi saat tak mendapatkan jawaban dari istrinya.Perasaan Galen mulai merasa aneh, saat apartemennya ternyata hening tanpa aktivitas Iren seperti biasanya. Setidaknya selalu terdengar musik atau suara film yang diputar Iren, tetapi kali ini apartemen itu benar-benar sepi.Galen langsung berlari ke kamar dan benar saja Iren tidak ada di sana. Galen mencari Iren ke balkon, ke taman belakang, dan ke semua penjuru apartemen, tetapi sialnya dia tak menemukan istrinya di sana."Astaga, Iren kamu di mana?" tanya Galen dengan panik.Ga
Last Updated: 2025-06-04
Chapter: Bab 149 Mengakui Semuanya
Rasanya begitu sesak saat mengetahui kebenaran yang selama ini disembunyikan rapat, Lika melirik Naka, menunjukkan bagaimana kekecewaannya pada kedua anak mereka yang ternyata selama ini membohonginya.Lika mengusap wajahnya, dia berjalan mondar-mandir dengan pikiran yang kacau. "Maksud kamu apa Galen, Belinda, kalian sengaja membohongi Mami sama Papi?" ujar Lika."Bukan gitu Mami, a-aku hanya ingin melindungi Belinda. Aku tahu dia salah, tapi—""Tapi apa? Kamu pikir dengan menjadikan kamu sebagai pelaku semua masalah menjadi selesai? Kamu bahkan harus menikahi Iren yang bahkan seharusnya bukan tanggungjawab kamu!" tegas Lika yang mulai marah dengan kenyataan ini.Galen tengah bicara dengan Belinda dan tidak sengaja Lika mendengar itu. Naka juga kebetulan berjalan di belakang istrinya, membuatnya juga tahu kebenaran yang sebenarnya.Mau tak mau Galen pun membuka semuanya, bukan untuk meminta pembelaan tapi dukungan dari keluarganya.Naka hanya menutup mata saat Lika marah besar pada a
Last Updated: 2025-06-04
Dekapan Hangat Papa Rivalku

Dekapan Hangat Papa Rivalku

Mikhayla Bintari lagi apes tingkat dewa. Kuliah harus jalan, biaya RS sang ibu menunggu di bayar, dan tabungan? Kosong. Solusi darurat: gaet pria kaya. Cepat. Legal.. Harga dirinya ia taruh nomor dua, asal ibunya bisa bertahan hidup satu hari lagi. Di tengah kekacauan itu, datang Om Kama. Duda tampan, mapan, satu anak, keliatan gampang dibujuk jadi “sponsor”. Kecantikan Mikha membuatnya kepincut. Tawaran Kama jelas: jadi simpanan, hidupmu aman! Mikha jelas, setuju! Di tengah drama cari duit, muncul Vio. Musuh bebuyutan Mikha sejak SMA. Penyebabnya sepele: Mikha iri Vio kaya beneran. Vio iri Mikha cantik sok kaya. Dendam abadi yang dipicu lipstik dan tas KW super. Sampai ia tahu satu hal: ada rahasia besar di balik Kama. Siapa sangka, Paizani Kama… ada hubungan rahasia dengan Vio. Dan rahasia itu lebih absurd dari alasan mereka berdua musuhan gara-gara lipstick. Siapa sebenarnya Kama? Dan hubungan apa yang selama ini disembunyikan darinya dan Vio? Satu hal pasti: hidup Mikha nggak pernah se-ribet ini gara-gara uang, cinta, dan… lipstik.
Read
Chapter: 9. Bersedia Dibooking
Mikhayla Bintari berlari menuruni tangga gedung fakultas begitu dosen menutup kelas sore itu. Tas ranselnya bergoyang di punggung, sementara jemarinya sibuk mengecek waktu di ponsel.Setengah jam lagi jam besuk ibunya di rumah sakit berakhir.Dan malam ini, sebelum pukul tujuh, ia juga harus sudah berada di apartemen Kama.Pria yang menjadi sugar daddy-nya itu sudah mengirim pesan sejak siang."Dinner di apartemen. Jangan telat."Singkat. Dingin. Khas Kama.Tidak mau telat, ini ATM berjalan Mikha. Nanti merajuk, dia yang repot.Mikha mengembuskan napas panjang. Hidupnya terasa seperti perlombaan tanpa garis akhir. Kuliah, rumah sakit, lalu apartemen Kama. Begitu terus setiap hari.“Begini banget sih hidup sugar baby,” gumam Mikha sedikit mengeluh.Saat berjalan cepat melintasi koridor kampus yang mulai sepi, tiba-tiba seorang mahasiswa laki-laki menubrak punggungnya cukup keras.Bruk!"Aduh!"Mikha hampir kehilangan keseimbangan ketika seorang mahasiswa laki-laki buru-buru mundur."Ma
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: 8, Executive Package
Keheningan kembali memenuhi kamar mandi, Mikha sudah selesai menggosok punggung Kama. Sekarang ia duduk di kursi kecil dekat bathtub sambil memainkan ponselnya.Sesekali melirik saldo rekeningmya, kebiasaan orang miskin yang mendadak kaya."Kau menginap malam ini." Suara Kama terdengar begitu saja.Mikha yang sedang menghitung bunga deposito hampir menjatuhkan ponselnya."Hah?""Menginap."Mikha menoleh. Kama masih santai di dalam bathtub.Seolah baru saja meminta tambahan sendok, bukan meminta seorang wanita menginap.Mikha langsung memasang ekspresi pebisnis."Om." Suara manjanya mulai terdengar manis di telinga Kama."Hm.""Itu layanan premium."Kama menatapnya, tatapan datar. Tatapan yang biasanya membuat bawahan perusahaan berkeringat. Sayangnya Mikha kebal, yang penting rekeningnya gemuk."Premium?""Iya."Kama tertawa sinis, "Kau sedang menjual paket?""Tentu."Mikha berdiri lalu menghitung dengan jari. "Temenin makan, satu paket. Temenin ngobrol, paket regular-""Kalau mengina
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: 7. Benci, Dendam, dan Seorang Sugar Daddy
Bottom of FormKuliah selesai. Koridor Gedung B penuh mahasiswa yang buru-buru pulang. Mikha berjalan pelan, buku tebal Strategi Bisnis dipeluk di dada. Wajah tegas, judes, tapi langkahnya tenang.Tidak buru-buru, tidak menoleh kiri kanan.Tidak perlu tebar pesona, tapi bisa dipastikan semua mata memandang padanya. Mikha mahasiswa cantik, jurusan bisnis memang sudah dikenal di kalangan mahasiswa lainnya.Dari arah berlawanan, Viola Debby datang. Berjalan kelewat santai dengan dua dayang-dayangnya Priska dan Citra. Entah apa yang mereka bicarakan sambil tertawa cekikikan tidak jelas. Tas Chanel nyantol di bahu, HP di tangan. Tidak melihat depan.Bugh..Tabrakan kecil. Buku Mikha menyenggol bahu Vio. Kopi di tangan Vio tumpah ke blouse putih yang ia kenakan.Vio berhenti mendadak. Lihat noda di baju. Langsung meledak.Arkh..“Anjin*! Lo buta apa, hah?!”Mikha berhenti, tidak panik. Tidak angkat suara, hanya menatatap Vio, tenang.“Jalan lihat ke depan, lo. Kopinya mahal, sayang kalau keb
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: 6. Gadis Bayaran Om Kama
Kama menatap Mikha dengan tatapan penuh arti di bawah cahaya lampu remang ballroom hotel yang mewah. Gaun sutra hitam yang membalut tubuh ramping Mikha seolah menambah aura misterius dan memikatnya. Kulit cokelat eksotis Mikha berkilau lembut, memancarkan keindahan yang tak perlu berlebihan.Beberapa teman Kama tak henti memuji, “Gadismu cantik sekali,” suara mereka terdengar berbisik penuh kekaguman.Kama hanya membalas dengan senyum tipis, lalu dengan langkah ringan mendekat, meraih tangan Mikha dan mengajaknya berdansa.Mikha yang sedang berdiri di dekat stand minuman terkejut, namun juga tak kuasa menolaknya. “Om ngagetin deh,” bisiknya dan menerima tangan Kama.Di tengah irama musik yang mengalun lembut, Kama mencondongkan tubuhnya ke dekat telinga Mikha, suaranya berbisik hangat namun penuh peringatan, “Jangan terlalu lama tersenyum. Semua orang akan mengira kamu menggoda pria mereka.”Tatapan Mikha membeku sekejap, matanya melebar karena terkejut. Dia tidak pernah bermaksud sepe
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: 5. Temani Saya Selama di Bali!
Erick meringis, kusut melanda saat sang bos mulai uring-uringan. Hanya kesalahan kecil, dia menyewa jasa wanita untuk dijadikan plus one bagi sang bos. Sialnya, bos tidak suka karena wanita itu terlalu pendiam.‘Kemarin agresif salah. Sekarang pendiam, makin salah.’ Erick mendesah, bosnya ini maunya apa sih.“Siap bos, saya akan mencari yang lain,” kata Erick.Kama menatap asistennya, “Kau bisa kerja tidak. Mencari wanita saja tidak bisa, padahal kau hanya tinggal membayar dan memberinya arahan!” omel Kama pada asistennya.Erick mengangguk, mengaku salah saja jangan membantah nanti jadi panjang. Pikiran Erick kini mulai menyortir wanita mana yang memenuhi kriteria pak bos.“Kemana wanita kemarin. Siapa namanya?”Erick merengutkan kening, berpikir. “Hmm, Mikha.. ya itu namanya. Dia, hmm sepertinya ada klien, pak.” Erick memberikan alasan, karena Kama sendiri yang meminta ganti. Kenapa sekarang malah menanyakan wanita itu.“Klien?” beo Kama.Ah Kama lupa, Mikha gadis panggilan. Sudah te
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: 4. Menyentil Harga Diri Mikha
Mikha duduk di kursi bar yang remang, sorot matanya tajam menatap Kama yang tengah asyik berbincang dengan rekan bisnisnya. Ia harus menyingkir sejenak, karena akan ada pembicaraan khusus antara Kama dengan kliennya, yang juga membawa wanita. Mikha berbincang santai dengan beberapa wanita yang menjadi pasangan klien Kama.Setelah selesai, mereka dipanggil. Duduk dengan anggun di samping para bos besar. Kini acara lebih santai, pesta minum. Ada juga yang ke lantai dansa, menari melepas penat.Dengan suara lembut dan manja, Mikha menyapa, "Om, mau tambah minum?" Kama hanya menoleh sebentar lalu menggeleng, tanpa melepas pandangan dari lawan bicaranya.Mikha tahu, perhatian Kama lebih tertuju pada urusan bisnis daripada dirinya. Namun ia tak patah semangat. Ia harus bisa membuat Kama memilihnya lagi jika ada acara butuh plus one.Saat pembicaraan semakin serius, Mikha dengan sengaja menggeser tubuhnya mendekat dan mengelus pelan paha Kama. Sentuhan itu begitu ringan, tapi cukup membuat K
Last Updated: 2026-05-12
Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Belum resmi menyandang status janda, malah pergi ke klub malam dan berakhir dengan pria tampan yang tidak dikenal di hotel. “Permainannya luar biasa..” Namanya Raana, tapi bukan kepanjangan dari ‘merana’, tapi kenapa hidupnya merana. Ah.. Sudah diceraikan suami karena selingkuh dengan temannya sendiri, kini Raana harus menghidupi dirinya, dengan bekerja. Dia cantik, hanya saja menikah lima tahun sibuk dirumah. Terlena dengan kemageran, tidak sadar suaminya main gila dibelakang. Menjadi janda tanpa anak, dengan dompet yang menipis karena tidak mau menerima sesenpun dari mantan suami. Raana mencari pekerjaan, namun dia harus merubah penampilannya dulu yang membesar akibat terlalu lama berleha-leha. Raana cantik setelah resmi bercerai, mendapat pekerjaan dan harus berurusan dengan pria antagonis yang sempat menjadi teman tidurnya satu malam. “What, dia boss di sini. Alamat langsung dipecat gue!” seru Raana melihat mantan teman kencannya. Mampukah Raana bertahan bekerja di sana, tidak mau jadi pengangguran, dia pun memilih bertahan. **
Read
Chapter: 64. Selamat Dari Jebakan Maut
Tak lama kemudian, Emir dibawa ke ruang medis hotel untuk mendapat penanganan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit.Raana tidak pernah melepaskan genggaman tangannya. Sedangkan Alesha yang berada dalam gendongan Mama Sofia terus memanggil ayahnya dengan suara kecil."Pap pappp..."Emir menoleh, meski tubuhnya masih lemah, ia tetap tersenyum, "Papa di sini, sayang."Bayi itu mengulurkan kedua tangannya, Raana membantu mendekatkan Alesha. Jemari mungil itu langsung memegang jari telunjuk Emir, seolah menguatkan ayahnya. Melihat pemandangan itu, beberapa petugas rumah sakit ikut tersenyum haru.Dokter memeriksa lebih lanjut, Raana dan yang lainnya keluar ruangan. Tadi Emir sempat mendapat penanganan pertama, terlihat sedikit membaik dari sebelumnya.Di luar ruang medis... Vina berdiri seorang diri. Kedua telapak tangannya terasa dingin, ia terus menatap pintu yang tertutup rapat. Semua berjalan di luar perkiraannya, ia mengira Emir akan sendirian dan tidak akan ada siapa pun yang datang s
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 63. Wanita Lain Di Atas Ranjang Suamiku
Ding...Pintu lift terbuka perlahan.Raana melangkah keluar lebih dulu sambil tersenyum."Alesha, nanti kita bilang apa kalau ketemu Papa?"Bayi kecil itu bertepuk tangan."Papp papp papp..!"Mama Sofia tertawa pelan. "Nah, itu baru semangat cucu oma."Raana menoleh dengan gaya candanya, “Nggak jadi nenek nih?”“Nggak ah, Oma saja. Kan Mama masih muda,” ujar Sofia, menolak tua.Koridor hotel tampak lengang saat Raana akan mengeluarkan ponsel, berniat menghubungi Emir, tetapi mengurungkan niatnya."Biar benar-benar jadi kejutan."Mereka baru berjalan beberapa langkah ketika suara seseorang terdengar dari ujung koridor.Sementara itu..“Sial, kenapa aku.”Saat itulah Vina mendekat, “Pak Emir, saya bantu.”Emir menolak, tapi kepalanya sakit sekali berdenyut tajam saat kakinya melangkah menuju pintu kamar hotelnya. Setiap gerakan terasa seperti ribuan jarum menembus otaknya.Vina segera mendekat, berusaha menolong, namun tangan Emir dengan tegas menolak sentuhannya. Tubuhnya mendadak memb
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: 62. Awal Dari Sebuah Bencana
Malam di Singapura semakin larut. Ballroom hotel yang beberapa jam lalu dipenuhi tawa dan percakapan kini mulai lengang. Para investor kembali ke kamar masing-masing, sementara sebagian staf sibuk membereskan meja dan perlengkapan acara.Emir berdiri di dekat pintu keluar bersama beberapa eksekutif perusahaan lain."Terima kasih atas kerja samanya hari ini," ucapnya sambil menjabat tangan satu per satu."Presentasi Anda sangat mengesankan, Mr. Emir.""Terima kasih. Semoga besok semua berjalan lancar."Setelah tamu terakhir pergi, Emir mengembuskan napas lega.Hari yang melelahkan, namun hasilnya memuaskan.Beberapa kerja sama penting akhirnya berhasil mencapai tahap akhir."Pak Emir." Asisten panitia menghampiri. "Dokumen final sudah kami kirim ke email Bapak.""Baik. Besok pagi saya pelajari lagi.""Selamat malam, Pak."Emir mengangguk. "Selamat malam."Saat berjalan menuju lift, tangannya spontan merogoh saku jas.Ia tersenyum melihat wallpaper ponselnya.Foto Raana yang sedang tert
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: 61. Malam Saat Vina Kehilangan Kendali
Hotel tempat Emir menginap di Singapura tampak sibuk sejak pagi. Delegasi dari berbagai perusahaan sudah memenuhi ruang konferensi di lantai tiga puluh.Emir duduk di kursi paling depan. Di sampingnya, Vina.Sementara beberapa investor asing mulai mempresentasikan kerja sama yang akan berlangsung selama dua hari."Mr. Emir, congratulations for your latest project.""Thank you."Emir menjawab singkat sambil membuka dokumen. Fokusnya benar-benar pada rapat, berbeda dengan Vina. Sejak tadi perempuan itu berkali-kali mencari alasan untuk mendekat."Pak Emir.""Hm?""Pulpen saya jatuh."Padahal pulpen itu sengaja ia jatuhkan tepat di dekat kaki Emir. Emir hanya mengambilnya lalu meletakkan di atas meja tanpa menoleh."Terima kasih.""Hm."Lima menit kemudian..."Pak Emir.""Ada apa lagi?" desis Emir, tidak suka diganggu."Notebook saya berat."Emir mengernyit. "... Berat?""Iya.""Kalau berat, letakkan di meja."Beberapa peserta rapat luar negeri saling berpandangan, menahan senyum melihat
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: 60. Batari dan Raana di Mata Ghani
Raana meletakkan paper bag belanjaannya satu per satu di atas sofa ruang keluarga. Biasanya, setiap kali selesai berbelanja, ia akan tersenyum puas sambil memperlihatkan hasil belanja kepada Emir melalui panggilan video.Namun kali ini berbeda.Wajahnya justru murung.Ia terduduk lemas di sofa, menatap kosong ke arah jendela.Pertemuan dengan Batari tadi siang terus berputar di kepalanya.Bukan karena ucapan perempuan itu. Melainkan karena kenangan yang ikut menyeruak.Tepatnya satu tahun lalu,Raana masih menjadi istri Ghani.Ia bekerja dari pagi hingga sore untuk memasak, mencuci, dan membersihkan rumah.Ghani hampir tak pernah membantu. Kalau makanan terlambat lima menit saja, lelaki itu akan mengomel. Kalau baju kerjanya belum disetrika, Raana yang disalahkan. Saat berat badannya naik karena stres dan pola makan yang berantakan, Ghani bahkan pernah berkata tanpa rasa bersalah."Kamu sekarang nggak menarik lagi."Kalimat itu begitu membekas.Yang lebih menyakitkan...Batari ada di
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: 59. Raana, Simpanan Suami Orang
Pintu keberangkatan internasional mulai dipadati penumpang. Emir melangkah mantap sambil menarik koper kabin. Wajahnya masih dihiasi senyum tipis setelah beberapa menit lalu berpamitan dengan Raana. Bahkan sebelum masuk area pemeriksaan, istrinya itu masih sempat mengirim pesan.Raana: Jangan lupa video call kalau sudah sampai. Jangan lihat perempuan cantik ya.Emir tersenyum kecil.Emir: Perempuan paling cantik cuma istriku.Pesan itu baru saja terkirim ketika sebuah suara perempuan menghentikan langkahnya."Selamat pagi, Pak Emir."Senyum Emir langsung lenyap, mengenal suara yang cukup familiar baginya.Ia menoleh perlahan.. Dan benar saja.Vina berdiri beberapa meter darinya. Mengenakan setelan blazer krem dengan koper mungil di samping kaki, wajahnya dihiasi senyum yang terlalu ramah.Rahang Emir mengeras."Apa yang kamu lakukan di sini?"Vina masih tersenyum. "Saya ikut ke Singapura."Seketika alis Emir bertaut. "Apa?""Mulai perjalanan ini saya yang akan mendampingi Bapak."Tata
Last Updated: 2026-06-30
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status