author-banner
Miss Nonce
Miss Nonce
Author

Novels by Miss Nonce

Dekapan Hangat Papa Rivalku

Dekapan Hangat Papa Rivalku

Mikhayla Bintari lagi apes tingkat dewa. Kuliah harus jalan, biaya RS sang ibu menunggu di bayar, dan tabungan? Kosong. Solusi darurat: gaet pria kaya. Cepat. Legal.. Harga dirinya ia taruh nomor dua, asal ibunya bisa bertahan hidup satu hari lagi. Di tengah kekacauan itu, datang Om Kama. Duda tampan, mapan, satu anak, keliatan gampang dibujuk jadi “sponsor”. Kecantikan Mikha membuatnya kepincut. Tawaran Kama jelas: jadi simpanan, hidupmu aman! Mikha jelas, setuju! Di tengah drama cari duit, muncul Vio. Musuh bebuyutan Mikha sejak SMA. Penyebabnya sepele: Mikha iri Vio kaya beneran. Vio iri Mikha cantik sok kaya. Dendam abadi yang dipicu lipstik dan tas KW super. Sampai ia tahu satu hal: ada rahasia besar di balik Kama. Siapa sangka, Paizani Kama… ada hubungan rahasia dengan Vio. Dan rahasia itu lebih absurd dari alasan mereka berdua musuhan gara-gara lipstick. Siapa sebenarnya Kama? Dan hubungan apa yang selama ini disembunyikan darinya dan Vio? Satu hal pasti: hidup Mikha nggak pernah se-ribet ini gara-gara uang, cinta, dan… lipstik.
Read
Chapter: 18. Batas Seorang Simpanan
Mikha menggeliat kala merasakan hentakan di atas ranjang. Membuka mata yang sepat, ia melihat Kama duduk di tepi ranjang seraya mengancingkan kemeja diujung tangannya.“Beb..”Kama menoleh, tersenyum tipis. “Tidur saja, kalau masih mengantuk.”Mikha beranjak duduk dengan pelan, matanya masih mengantuk efek semalam tidak bisa tidur.“Beb, sudah mau jalan?”“Humm..”Kama berdiri lalu memakai jasnya. Mikha melirik, diatas meja sudah siap sarapan pagi di Kota Paris.“Kamu yang siapin sarapannya?”“Humm, kamu sarapan di sini saja.”“Oke,” sahut Mikha.Kama lalu mengambil ponselnya, menoleh ke Mikha. “Hari ini kamu di kamar saja.”“Kenapa? Kan aku mau jalan-jalan,” kata Mikha.“Besok saya temani, hari ini dikamar.”“Babe_”“Menurut Mikha,” potong Kama tegas.Mikha bisa apa selain manyun, dia mengangguk patuh. Kama mendekat dan membelai rambutnya.“Good girl,” ucapnya dan mengecup kening Mikha lembut.Tanpa pamit Kama meninggalkan kamar, Mikha hanya menatap punggung pria itu hingga menghilan
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: 17. Kehangatan Semu di Kota Paris
Baru kali ini Mikha keluar negeri dan naik pesawat pribadi, dengan fasilitas lengkap. Semua ada, Mikha sampai terpukau. Sekaya apa sugar Daddy-nya ini, hingga memiliki pesawat pribadi.Saat ini Mikha berada di sebuah suite room hotel mewah di Kota Paris, dengan pemandangan indah. Duh, rasanya Mikha tidak sabar untuk jalan-jalan berdua dengan Kama. Di luar negeri tidak ada yang mengenal mereka, Mikha rasa harusnya aman ya. Sayangnya, baru hari pertama Kama menyuruh tinggal di hotel saja.Kama baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi satin hitam yang agak terbuka di dada. Rambutnya masih sedikit basah, menyebarkan aroma sandalwood dan expensive taste yang langsung memenuhi ruangan suite Le Meurice.Mikha yang sedang duduk bersila di pinggir tempat tidur, mendadak tidak fokus. Matanya tanpa sadar memindai penampilan Kama.Gila ya, batin Mikha gusar. Udah tau gue lagi ngambek, dia malah pamer tembok dada sama papan gilasan premium begitu. Mana itu bahu lebar penopang masa depan
Last Updated: 2026-10-04
Chapter: 16. Kunjungan Kenegaraan di Istana Merah Muda
Mikha mengeratkan selimut di dadanya, usai percintaannya dengan Paizani Kama Kanigara, sugar Daddy kesayangannya. Menyunggingkan senyum menggemaskan, Mikha menggigit bibir bawahnya teringat bagaimana Kama menerjangnya dari ruang tamu menuju kamar, dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.Kama yang menaiki tubuhnya, memberikan kecupan sehangat sutra. Begitu lembut hingga Mikha hanya bisa memejamkan matanya, tatapan Kama yang penuh damba padanya. Membuat Mikha tertunduk lemas, sugar daddynya ini tidak kaleng-kaleng pesonanya.Kini, sugar daddynya itu tengah berdiri dengan ponsel di tangan seraya melihat pemandangan malam di apartemen mewah mereka yang terletak di lantai 25.Kama berdiri dengan wibawa yang tak bisa dibantah, meski usianya sudah di akhir empat puluhan, tapi justru di situlah letak pesonanya. Rambut hitam pekat yang kini diselingi warna perak di sekitaran pelipis, tidak banyak. Tapi justru itu yang membuat pemilik perusahaan teknologi, FnB dan perhotelan itu terlihat se
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: 15. Alasan Menjadi Sugar Baby
Mikha melangkah masuk ke ruang kuliah dengan langkah pelan, matanya masih sembab akibat kurang tidur. Kemarin dia terpaksa bolos kuliah, karena Om nakalnya tidak berhenti mengajarnya dengan kenikmatan dunia. Tapi tidak masalah, selesainya Mikha diberi hadiah mewah. Sebuah kalung dengan liontin bunga, cantik sekali.Tiba-tiba, suara tawa cempreng memecah keheningan. Vio muncul bersama tiga gadis yang selalu menempel bak parasite, lengkap dengan senyum sok cantik mereka."Ada yang bolos nih, dua hari nggak kuliah Kerja rodi banget nih," sindir Citra, salah satu dayang-dayang Vio, sambil melirik tajam ke arah Mikha.Vio ikut tertawa, suaranya penuh ejekan, "Buat apa sih?”Priska, salah satu dari mereka tidak ketinggalan. “Tuntutan hiudp kali, Cit. Kalau nggak banting tulang begitu, mau makan apa coba?"“Kalau buat makan, kalau cuma buat gaya fashion kelas atas tapi nggak sampai atas gimana,” celetuk Citra lagi mneyindir keras.“Pengan nggak nethink, tapi kok nggak bisa!” Priska tertawa s
Last Updated: 2026-09-28
Chapter: 14. Sarapan Mikha (21+)
Esok paginya, Mikha sudah berkutat di dapur minimalis apartemen mewah Kama. Aroma harum mentega yang meleleh di atas wajan memenuhi dapur, aroma yang memubuat orang tergoda. Mikha berdiri santai mengenakan kemeja putih longgar, dengan cekatan mengocok telur dan menyiapkan roti tawar. Sarapan yang sangat sederhana—hanya scrambled eggs gurih dan roti panggang hangat—tapi cukuplah untuk memulai hari di apartemen megah berlantai tinggi tersebut.Di tempat ini, Mikha memang tak perlu pusing memikirkan hal-hal rumit. Segala kebutuhan hidupnya, mulai dari bahan makanan segar yang selalu diisi ulang, tagihan bulanan, hingga fasilitas kelas atas, semuanya sudah terjamin dengan sempurna.Saat Mikha sedang membalik roti panggangnya, dua lengan kekar tiba-tiba melingkar lembut di pinggangnya dari belakang. Kehangatan langsung menyapu punggung Mikha saat Kama menyandarkan dagunya di bahu wanita itu."Selamat pagi," bisik Kama dengan suara serak khas bangun tidur, menyapa tepat di dekat telinga Mik
Last Updated: 2026-09-28
Chapter: 13. Sugar Baby dan Sugar Daddy
Aroma parfum mahal dan pendingin udara toko barang mewah di pusat perbelanjaan kelas atas siang itu tak mampu meredakan rasa heran Rara. Di depannya, Mikha santai menunjuk dua tas kulit edisi terbatas dan tiga pasang sepatu hak tinggi tanpa sekali pun melihat label harga.“Wangi nggak?” tanyanya pada Rara yang lihat kanan kiri, bingung mau beli apa. Karena harganya tidak ngotak, kalau menurut Rara.“Wangilah, semerbak. Parfum mahal,” celetuk Rara polos.Mikha tersenyum, lalu memanggil pelayan di dekatnya. "Mbak, tolong dibungkus semua ya," ujar Mikha pada pelayan toko sambil menyodorkan kartu kredit berwarna hitam mengilap.“Eh gila Mikha, definisi kaya mendadak ini mah.” Rara sampai geleng kepala.Rara menatap tumpukan kantong belanjaan berlogo desainer dunia itu dengan mata membelalak. "Mikha, kamu kesurupan apa gimana, sih? Ini kalau ditotal bisa buat bayar uang muka rumah! Sayang tahu,” desis Rara.“Santai sih,” ujar Mikha tertawa pelan sambil merapikan gaun sutranya.“Sumpah ya s
Last Updated: 2026-09-26
Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Belum resmi menyandang status janda, malah pergi ke klub malam dan berakhir dengan pria tampan yang tidak dikenal di hotel. “Permainannya luar biasa..” Namanya Raana, tapi bukan kepanjangan dari ‘merana’, tapi kenapa hidupnya merana. Ah.. Sudah diceraikan suami karena selingkuh dengan temannya sendiri, kini Raana harus menghidupi dirinya, dengan bekerja. Dia cantik, hanya saja menikah lima tahun sibuk dirumah. Terlena dengan kemageran, tidak sadar suaminya main gila dibelakang. Menjadi janda tanpa anak, dengan dompet yang menipis karena tidak mau menerima sesenpun dari mantan suami. Raana mencari pekerjaan, namun dia harus merubah penampilannya dulu yang membesar akibat terlalu lama berleha-leha. Raana cantik setelah resmi bercerai, mendapat pekerjaan dan harus berurusan dengan pria antagonis yang sempat menjadi teman tidurnya satu malam. “What, dia boss di sini. Alamat langsung dipecat gue!” seru Raana melihat mantan teman kencannya. Mampukah Raana bertahan bekerja di sana, tidak mau jadi pengangguran, dia pun memilih bertahan. **
Read
Chapter: 90. TAMAT
Larry adalah pria mapan, yang sudah makan asam garam kehidupan. Pria itu tidak terburu-buru, tidak agresif, namun dengan tenang melangkah menembus pertahanan dingin yang dibangun Sofia selama bertahun-tahun sejak kepergian Kharis.Beberapa bulan berlalu cepat, diisi dengan perhatian-perhatian kecil Larry yang konsisten. Pria itu tak pernah berniat menggantikan posisi Kharis di hati Sofia, melainkan menawarkan ruang baru yang hangat untuk masa depan mereka. Kesabaran dan kewibawaan Larry perlahan-lahan meluluhkan gengsi Sofia yang setinggi langit.“Mau apa?” tanya Sofia ketus, karena sudah malam namun Larry datang menemuinya.“Kata Emir kamu sakit. Saya hanya bawakan makanan ringan,” kata Larry dengan senyum rupawannya.Sofia berdecak, sudah keberapa kali ini Larry memberikan perhatian. Jangan banyak-banyak, Sofia takut luluh kan.“Saya sudah makan,” jawab Sofia acuh.“Cobalah, ini cheese cake. Rasanya enak, karena saya beli di toko yang kue andalannya ini.”Sofia melirik, terlihat men
Last Updated: 2026-09-25
Chapter: 89. Pesona Wanita Jutek
Sofia melangkah naik ke lantai atas menuju kamarnya dengan helaan napas panjang. Wajahnya yang biasa tenang kini menyimpan semburat hangat yang sulit dijelaskan—campuran antara gengsi, kesal, dan sedikit rasa canggung yang menggelitik. Kata-kata Raana soal "jodoh" tadi masih berdengung pelan di telinganya, meski sebisa mungkin ia tepis jauh-jauh.”Ada-ada saja,” gumam Sofia.Dia sangat mencintai mendiang suaminya, Papa Emir. Meski dibilang dia gila harta, tidak peduli. Hanya pria itu yang ada di hatinya, Kharis. Sofia sangat mencintainya, meski usia mereka berbeda cukup jauh.Sementara di bawah, Raana yang masih menggendong Luca hanya bisa terkekeh pelan melihat bahu ibu mertuanya yang mendadak tegang. Tak lama kemudian, pintu depan terbuka. Emir melangkah masuk, mengendurkan ikatan dasinya setelah seharian bergelut dengan pekerjaan kantor."Sayang, sudah pulang?" sapa Raana lembut seraya menghampiri suaminya.Emir tersenyum, mengecup dahi Raana lalu mengelus pipi si kembar yang tertid
Last Updated: 2026-09-25
Chapter: 88. Roman Picisan Lansia
Beberapa hari setelah pesta perayaan si kembar, Mama Sofia memutuskan untuk menyegarkan pikiran dengan berbelanja pakaian di sebuah butik mewah langganannya. Dengan gaya busananya yang selalu elegan dan glamor, beliau melangkah anggun menyusuri deretan gaun eksklusif.Semenjak berdamai dengan Emir, ia memang diberikan keleluasan untuk berbelanja. Berbekal kartu sakti yang Emir berikan, indah hidupnya Sofia sekarang. Memiliki anak dan menantu yang baik dan tiga orang cucu yang menggemaskan.Setelah memilih gaun malam yang cocok, Mama Sofia melangkah percaya diri ke kasir. Namun, saat tangannya meraba-raba bagian dalam tas desainer kesayangannya, wajahnya mendadak kaku. Dompetnya tidak ada! Sofia baru teringat kalau dompet itu tertinggal di meja rias setelah berkunjung ke kamar Raana tadi pagi, untuk menengok si kembar.“Aduh pake ketinggalan lagi,” ringis Sofia.Di belakangnya, seorang wanita paruh baya berpenampilan mencolok yang juga menunggu antrean mulai mengibaskan kipasnya dengan
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 87. Kebahagian Yang Nyata
Akhirnya si kembar sudah boleh dibawa pulang. Sebuah kamar dengan design khas anak laki-laki menyambut keduanya. Alesha yang paling senang melihat kedatangan adiknya. Emir sampai diabaikan, karena putri pertamanya itu begitu terpesona akan ketampanan sang adik.Di sudut ruang keluarga yang hangat, tawa ceria anak-anak bersahutan dengan denting cangkir teh. Bagi Raana, riuh rendah ini adalah melodi terbaik dalam hidupnya. Setelah kehadiran Alesha, putri pertamanya yang manis dan cerdas, kebahagiaan keluarga kecilnya bersama Emir makin lengkap—bahkan berlipat ganda—dengan hadirnya sepasang bayi kembar tampan, Luca dan Matteo Kharis.Luca dan Matteo Kharis cepat sekali menjadi pusat perhatian seluruh rumah. Kehadiran dua malaikat kecil itu tidak hanya meluluhkan hati Raana dan Emir, tetapi juga membuat Alesha begitu bangga menjadi seorang kakak.Si kecil Alesha sering kali terlihat sibuk menata mainan di sekitar adik-adiknya, atau dengan lembut mengusap pipi gempal Luca dan Matteo sambil
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: 86. Antara Karma dan Kebahagiaan
Evi yang sedang duduk tenang membaca buku, mengerutkan kening melihat anaknya sudah pulang kerja. Padahal, jam masih menunjukkan pukul dua belas siang.“Ghani, kamu kok sudah pulang? Sakit?” tanyanya, karena sudah beberapa hari ini anaknya tidur malam.Ghani hanya menggeleng, lalu duduk seraya menghembuskan napas lelah. Ruang tamu yang biasanya tenang mendadak panas ketika Ghani meletakkan selembar kertas berlogo perusahaan di atas meja kayu. Surat pemutusan hubungan kerja itu resmi mengakhiri masa baktinya.Ghani hanya menunduk, tatapannya kosong, menerima kenyataan itu dengan sikap pasrah yang teramat dingin. Absensi yang berantakan dan tumpukan tugas yang terbengkalai dalam beberapa bulan terakhir memang sudah cukup menjadi alasan kuat bagi manajemen untuk memecatnya. Bagi Ghani, kehilangan pekerjaan hanyalah satu lagi runtuhan dari hidupnya yang memang sudah hancur.Namun, kepasrahan Ghani berbenturan keras dengan ledakan amarah Mama Evi. “Kenapa kamu?” Evi meraih surat tersebut,
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: 85. Batas Yang Terlewati
Suasana komplek perumahan elit itu begitu tenang saat taksi Mama Evi berhenti di depan sebuah rumah bergaya modern minimalis yang megah. Taman depannya tertata asri dengan gemericik air mancur kecil, memancarkan kesan hangat sekaligus mewah. Mama Evi menatap alamat di ponselnya berulang kali, memastikan ia tidak salah tempat. Ini benar rumah baru Raana.“”Ini rumahnyanya Raana,” gumam Mama Evi sendiri.Dengan langkah ragu dan dada bergemuruh, Mama Evi berjalan menyusuri jalan setapak menuju pintu utama. Niat awalnya sudah bulat: ia ingin mengetuk pintu ini, memohon agar Raana sudi memaafkan dan kembali ke pelukan Ghani, putranya yang kini hancur dan terpuruk semenjak perceraian mereka.Namun, saat pintu kayu jati itu terbuka, kata-kata yang sudah dipersiapkan Mama Evi mendadak lenyap.Pelayan mempersilakan masuk, makin ciut hati Evi. Raana seperti Nyonya besar, yang bertemu saja harus membuat janji.“Silakan duduk, saya panggilkan Nyonya.” Pelayan dengan sopan pamit ke dalam.Evi maki
Last Updated: 2026-09-13
Simpanan CEO Beristri

Simpanan CEO Beristri

Karena hilang kendali, Naka sang CEO tanpa sengaja terjebak cinta satu malam dengan asisten barunya, gadis belia yang masih dalam masa probasi di perusahaannya. Mengingat statusnya sebagai pria beristri, Naka mencoba membungkam Lika dengan cek senilai fantastis. Di luar dugaannya, gadis polos itu mau menerima ceknya, namun enggan diberhentikan dari pekerjaan. “Lika terima cek-nya, tapi jangan dipecat ya, Pak! Masa udah nggak perawan, nganggur pula!”
Read
Chapter: Bab 154 Berdama Dengan Masa Lalu (END)
Belinda berdiri di depan pintu kamar rumah sakit dengan tangan gemetar, napasnya terengah saat menekan bel. Matanya sembab, menahan air mata yang ingin tumpah. Begitu pintu terbuka, dia melihat sosok Iren yang duduk lemah di kursi roda, wajahnya pucat dan matanya memancarkan amarah sekaligus duka.Iren sudah dibawa pulang Galen ke apartemen. Meski tidak suka, tapi Galen memaksa. Iren sedang hamil anaknya, akan sangat tidak bertanggung jawab Galen jika membiarkan Iren di kota lain.Belinda mengumpulkan keberanian, suaranya bergetar, “Kak Iren,” Panggil Belinda.Galen menghela napasnya, dia sudah melarang Belinda datang. Namun adiknya ini memaksa, kini Belinda berdiri di ambang pintu ditemani Gala, kembarannya."Maafin aku, Kak. Sungguh aku nggak sengaja... karena ulah aku, Kakak kehilangan ayah Kakak."Iren menatap tajam, dadanya naik turun seiring napas beratnya. "Nggak sengaja? Kamu yang nyetir, Bel. Bukan Galen. Kenapa dia harus ngaku segala hal yang kamu lakukan? Aku merasa dikhiana
Last Updated: 2025-06-28
Chapter: Bab 153 Bertemu Istri Kembali
Galen berdiri terpaku di depan ranjang rumah sakit, matanya membelalak melihat Iren yang terbaring lemah dengan wajah pucat dan mata sembab. Istrinya sudah dapat ia temukan, betapa senang hati Galen melihat Iren.Dengan jantung berdetak kencang Galen masuk semakin dalam, Iren sedang memejamkan matanya. Vera yang melihat pria asing yang ia Yakini itu suami Iren lalu mempersilakan masuk.“Aku tunggu diluar,” kata Vera pelan. Galen mengangguk, seraya mengucapkan terima kasihnya.Diluar sendiri Vera bertemu dengan Naka dan Lika, orang tua Galen.Di dalam, Galen mendekat ke ranjang sang istri. "Sayang," suaranya bergetar, penuh campur aduk antara cemas dan penyesalan.Iren yang sudah bangun merasa mendengar suara suaminya. Dia pun menoleh, matanya yang basah menatap tajam, terkejut sekaligus bingung saat melihat suaminya di sana."Ngapain kamu kesini?" suara Iren lirih, namun penuh penolakan yang keras. Tubuhnya mencoba menarik diri, tapi Galen melangkah lebih dekat, menundukkan kepala seo
Last Updated: 2025-06-19
Chapter: Bab 152 Akhirnya Ada Kabar Darimu..
Iren duduk di sudut kamar yang remang, tubuhnya menggigil meski udara tak terlalu dingin. Perutnya mulai terasa bergejolak, namun wajahnya pucat pasi, dahi berkerut karena mual yang tak kunjung reda.Setiap kali berdiri, kepala berputar begitu hebat hingga ia harus cepat-cepat duduk lagi. Nafasnya tersengal-sengal, dan tangan yang gemetar tak mampu meraih segelas air di meja. Vera menatapnya dengan penuh kekhawatiran.“Ke dokter ya, Iren. Jangan dibiarkan terus-terusan seperti ini,” ucap Vera lembut, namun tegas.Iren menggeleng pelan, mata berkaca-kaca. “Nggak usah, Ver.”“Kamu kan lagi hamil,” ujar Vera khawatir.“Iya katanya orang hamil memang begini. Mual dan pusing.”“Tapi mereka konsul ke dokter kandungan. Kamu kan nggak Ren.” Vera makin khawatir karena wajah Iren yang pucat.“Ren, aku khawatir banget nih,” kata Vera yang tidak bisa menutupi kekhawatirannya. “Kita telepon suami kamu ya, Ren-““Ver, please,” desis Iren memohon untuk jangan membahasnya lagi.Vera berdecak, dia jug
Last Updated: 2025-06-08
Chapter: Bab 151 Masih Berusaha Mencari
Iren mengusap pelipisnya yang mulai berdenyut, perutnya mulai terasa tidak enak. Belum lagi mual dan ia coba tahan karena sedang bekerja. Sumpah demi apapun yang Iren ingin lakukan adalah merebahkan diri, bersantai saja dirumah.Kehamilannya membuat langkah Iren semakin berat di antara meja-meja yang penuh pelanggan. Aroma bumbu dan asap gorengan menusuk hidungnya, membuat rasa mual semakin menghantui. Vera yang melihat wajah Iren yang pucat langsung merangkul bahunya, "Istirahat sana, aku yang gantikan kamu dulu." Suara Vera penuh perhatian, tapi Iren hanya bisa mengangguk lemah sambil melangkah ke sudut restoran. Karena tidak tahan ia menurut saja, lagipula Iren takut mengacaukan pekerjaan yang lain.Namun, di sana Iren tak menemukan ketenangan. Ayu, rekan kerja yang lebih senior berdiri tak jauh, melontarkan suara pedas tanpa ampun, "Enak banget, anak baru kerja kok istirahat terus! Makan gaji buta, ya?" Tatapannya tajam, seolah ingin menekan Iren lebih dalam.Iren menunduk, mencob
Last Updated: 2025-06-08
Chapter: Bab 150 Kamu Di mana Sayang?
Galen berjalan gontai menuju apartemennya, dia membawa banyak cemilan, termasuk cokelat, es krim, bahkan sampai bunga. Galen berharap Iren bisa memaafkannya. Mungkin tak akan mudah, tetapi setidaknya ini bisa mengurangi kemarahan Iren padanya.Saat pintu apartemen dibuka, semua tampak normal saja. Apartemennya memang selalu rapi, walaupun sibuk dengan urusan kampus, tetapi Iren cukup pandai membersihkan rumah. "Baby!" panggil Galen."Iren Sayang!" panggil Galen lagi saat tak mendapatkan jawaban dari istrinya.Perasaan Galen mulai merasa aneh, saat apartemennya ternyata hening tanpa aktivitas Iren seperti biasanya. Setidaknya selalu terdengar musik atau suara film yang diputar Iren, tetapi kali ini apartemen itu benar-benar sepi.Galen langsung berlari ke kamar dan benar saja Iren tidak ada di sana. Galen mencari Iren ke balkon, ke taman belakang, dan ke semua penjuru apartemen, tetapi sialnya dia tak menemukan istrinya di sana."Astaga, Iren kamu di mana?" tanya Galen dengan panik.Ga
Last Updated: 2025-06-04
Chapter: Bab 149 Mengakui Semuanya
Rasanya begitu sesak saat mengetahui kebenaran yang selama ini disembunyikan rapat, Lika melirik Naka, menunjukkan bagaimana kekecewaannya pada kedua anak mereka yang ternyata selama ini membohonginya.Lika mengusap wajahnya, dia berjalan mondar-mandir dengan pikiran yang kacau. "Maksud kamu apa Galen, Belinda, kalian sengaja membohongi Mami sama Papi?" ujar Lika."Bukan gitu Mami, a-aku hanya ingin melindungi Belinda. Aku tahu dia salah, tapi—""Tapi apa? Kamu pikir dengan menjadikan kamu sebagai pelaku semua masalah menjadi selesai? Kamu bahkan harus menikahi Iren yang bahkan seharusnya bukan tanggungjawab kamu!" tegas Lika yang mulai marah dengan kenyataan ini.Galen tengah bicara dengan Belinda dan tidak sengaja Lika mendengar itu. Naka juga kebetulan berjalan di belakang istrinya, membuatnya juga tahu kebenaran yang sebenarnya.Mau tak mau Galen pun membuka semuanya, bukan untuk meminta pembelaan tapi dukungan dari keluarganya.Naka hanya menutup mata saat Lika marah besar pada a
Last Updated: 2025-06-04
You May Also Like
YOUR SYMPHONY
YOUR SYMPHONY
Young Adult · Adinda Jung
2.5K views
Lepaskan Aku, Om
Lepaskan Aku, Om
Young Adult · Bulandari f
2.5K views
Kubuat Kau Mencintaiku!
Kubuat Kau Mencintaiku!
Young Adult · Anis Jung Ji Jae
2.5K views
All about Raissa
All about Raissa
Young Adult · Dinsss
2.5K views
Takdir
Takdir
Young Adult · Estehasin_
2.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status