author-banner
Miss Nonce
Miss Nonce
Author

Novels by Miss Nonce

Simpanan CEO Beristri

Simpanan CEO Beristri

Karena hilang kendali, Naka sang CEO tanpa sengaja terjebak cinta satu malam dengan asisten barunya, gadis belia yang masih dalam masa probasi di perusahaannya. Mengingat statusnya sebagai pria beristri, Naka mencoba membungkam Lika dengan cek senilai fantastis. Di luar dugaannya, gadis polos itu mau menerima ceknya, namun enggan diberhentikan dari pekerjaan. “Lika terima cek-nya, tapi jangan dipecat ya, Pak! Masa udah nggak perawan, nganggur pula!”
Read
Chapter: Bab 154 Berdama Dengan Masa Lalu (END)
Belinda berdiri di depan pintu kamar rumah sakit dengan tangan gemetar, napasnya terengah saat menekan bel. Matanya sembab, menahan air mata yang ingin tumpah. Begitu pintu terbuka, dia melihat sosok Iren yang duduk lemah di kursi roda, wajahnya pucat dan matanya memancarkan amarah sekaligus duka.Iren sudah dibawa pulang Galen ke apartemen. Meski tidak suka, tapi Galen memaksa. Iren sedang hamil anaknya, akan sangat tidak bertanggung jawab Galen jika membiarkan Iren di kota lain.Belinda mengumpulkan keberanian, suaranya bergetar, “Kak Iren,” Panggil Belinda.Galen menghela napasnya, dia sudah melarang Belinda datang. Namun adiknya ini memaksa, kini Belinda berdiri di ambang pintu ditemani Gala, kembarannya."Maafin aku, Kak. Sungguh aku nggak sengaja... karena ulah aku, Kakak kehilangan ayah Kakak."Iren menatap tajam, dadanya naik turun seiring napas beratnya. "Nggak sengaja? Kamu yang nyetir, Bel. Bukan Galen. Kenapa dia harus ngaku segala hal yang kamu lakukan? Aku merasa dikhiana
Last Updated: 2025-06-28
Chapter: Bab 153 Bertemu Istri Kembali
Galen berdiri terpaku di depan ranjang rumah sakit, matanya membelalak melihat Iren yang terbaring lemah dengan wajah pucat dan mata sembab. Istrinya sudah dapat ia temukan, betapa senang hati Galen melihat Iren.Dengan jantung berdetak kencang Galen masuk semakin dalam, Iren sedang memejamkan matanya. Vera yang melihat pria asing yang ia Yakini itu suami Iren lalu mempersilakan masuk.“Aku tunggu diluar,” kata Vera pelan. Galen mengangguk, seraya mengucapkan terima kasihnya.Diluar sendiri Vera bertemu dengan Naka dan Lika, orang tua Galen.Di dalam, Galen mendekat ke ranjang sang istri. "Sayang," suaranya bergetar, penuh campur aduk antara cemas dan penyesalan.Iren yang sudah bangun merasa mendengar suara suaminya. Dia pun menoleh, matanya yang basah menatap tajam, terkejut sekaligus bingung saat melihat suaminya di sana."Ngapain kamu kesini?" suara Iren lirih, namun penuh penolakan yang keras. Tubuhnya mencoba menarik diri, tapi Galen melangkah lebih dekat, menundukkan kepala seo
Last Updated: 2025-06-19
Chapter: Bab 152 Akhirnya Ada Kabar Darimu..
Iren duduk di sudut kamar yang remang, tubuhnya menggigil meski udara tak terlalu dingin. Perutnya mulai terasa bergejolak, namun wajahnya pucat pasi, dahi berkerut karena mual yang tak kunjung reda.Setiap kali berdiri, kepala berputar begitu hebat hingga ia harus cepat-cepat duduk lagi. Nafasnya tersengal-sengal, dan tangan yang gemetar tak mampu meraih segelas air di meja. Vera menatapnya dengan penuh kekhawatiran.“Ke dokter ya, Iren. Jangan dibiarkan terus-terusan seperti ini,” ucap Vera lembut, namun tegas.Iren menggeleng pelan, mata berkaca-kaca. “Nggak usah, Ver.”“Kamu kan lagi hamil,” ujar Vera khawatir.“Iya katanya orang hamil memang begini. Mual dan pusing.”“Tapi mereka konsul ke dokter kandungan. Kamu kan nggak Ren.” Vera makin khawatir karena wajah Iren yang pucat.“Ren, aku khawatir banget nih,” kata Vera yang tidak bisa menutupi kekhawatirannya. “Kita telepon suami kamu ya, Ren-““Ver, please,” desis Iren memohon untuk jangan membahasnya lagi.Vera berdecak, dia jug
Last Updated: 2025-06-08
Chapter: Bab 151 Masih Berusaha Mencari
Iren mengusap pelipisnya yang mulai berdenyut, perutnya mulai terasa tidak enak. Belum lagi mual dan ia coba tahan karena sedang bekerja. Sumpah demi apapun yang Iren ingin lakukan adalah merebahkan diri, bersantai saja dirumah.Kehamilannya membuat langkah Iren semakin berat di antara meja-meja yang penuh pelanggan. Aroma bumbu dan asap gorengan menusuk hidungnya, membuat rasa mual semakin menghantui. Vera yang melihat wajah Iren yang pucat langsung merangkul bahunya, "Istirahat sana, aku yang gantikan kamu dulu." Suara Vera penuh perhatian, tapi Iren hanya bisa mengangguk lemah sambil melangkah ke sudut restoran. Karena tidak tahan ia menurut saja, lagipula Iren takut mengacaukan pekerjaan yang lain.Namun, di sana Iren tak menemukan ketenangan. Ayu, rekan kerja yang lebih senior berdiri tak jauh, melontarkan suara pedas tanpa ampun, "Enak banget, anak baru kerja kok istirahat terus! Makan gaji buta, ya?" Tatapannya tajam, seolah ingin menekan Iren lebih dalam.Iren menunduk, mencob
Last Updated: 2025-06-08
Chapter: Bab 150 Kamu Di mana Sayang?
Galen berjalan gontai menuju apartemennya, dia membawa banyak cemilan, termasuk cokelat, es krim, bahkan sampai bunga. Galen berharap Iren bisa memaafkannya. Mungkin tak akan mudah, tetapi setidaknya ini bisa mengurangi kemarahan Iren padanya.Saat pintu apartemen dibuka, semua tampak normal saja. Apartemennya memang selalu rapi, walaupun sibuk dengan urusan kampus, tetapi Iren cukup pandai membersihkan rumah. "Baby!" panggil Galen."Iren Sayang!" panggil Galen lagi saat tak mendapatkan jawaban dari istrinya.Perasaan Galen mulai merasa aneh, saat apartemennya ternyata hening tanpa aktivitas Iren seperti biasanya. Setidaknya selalu terdengar musik atau suara film yang diputar Iren, tetapi kali ini apartemen itu benar-benar sepi.Galen langsung berlari ke kamar dan benar saja Iren tidak ada di sana. Galen mencari Iren ke balkon, ke taman belakang, dan ke semua penjuru apartemen, tetapi sialnya dia tak menemukan istrinya di sana."Astaga, Iren kamu di mana?" tanya Galen dengan panik.Ga
Last Updated: 2025-06-04
Chapter: Bab 149 Mengakui Semuanya
Rasanya begitu sesak saat mengetahui kebenaran yang selama ini disembunyikan rapat, Lika melirik Naka, menunjukkan bagaimana kekecewaannya pada kedua anak mereka yang ternyata selama ini membohonginya.Lika mengusap wajahnya, dia berjalan mondar-mandir dengan pikiran yang kacau. "Maksud kamu apa Galen, Belinda, kalian sengaja membohongi Mami sama Papi?" ujar Lika."Bukan gitu Mami, a-aku hanya ingin melindungi Belinda. Aku tahu dia salah, tapi—""Tapi apa? Kamu pikir dengan menjadikan kamu sebagai pelaku semua masalah menjadi selesai? Kamu bahkan harus menikahi Iren yang bahkan seharusnya bukan tanggungjawab kamu!" tegas Lika yang mulai marah dengan kenyataan ini.Galen tengah bicara dengan Belinda dan tidak sengaja Lika mendengar itu. Naka juga kebetulan berjalan di belakang istrinya, membuatnya juga tahu kebenaran yang sebenarnya.Mau tak mau Galen pun membuka semuanya, bukan untuk meminta pembelaan tapi dukungan dari keluarganya.Naka hanya menutup mata saat Lika marah besar pada a
Last Updated: 2025-06-04
Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Belum resmi menyandang status janda, malah pergi ke klub malam dan berakhir dengan pria tampan yang tidak dikenal di hotel. “Permainannya luar biasa..” Namanya Raana, tapi bukan kepanjangan dari ‘merana’, tapi kenapa hidupnya merana. Ah.. Sudah diceraikan suami karena selingkuh dengan temannya sendiri, kini Raana harus menghidupi dirinya, dengan bekerja. Dia cantik, hanya saja menikah lima tahun sibuk dirumah. Terlena dengan kemageran, tidak sadar suaminya main gila dibelakang. Menjadi janda tanpa anak, dengan dompet yang menipis karena tidak mau menerima sesenpun dari mantan suami. Raana mencari pekerjaan, namun dia harus merubah penampilannya dulu yang membesar akibat terlalu lama berleha-leha. Raana cantik setelah resmi bercerai, mendapat pekerjaan dan harus berurusan dengan pria antagonis yang sempat menjadi teman tidurnya satu malam. “What, dia boss di sini. Alamat langsung dipecat gue!” seru Raana melihat mantan teman kencannya. Mampukah Raana bertahan bekerja di sana, tidak mau jadi pengangguran, dia pun memilih bertahan. **
Read
Chapter: 21. Pengakuan Emir
Tidur di ruang depan, beralasan tikar membuat tubuh Raana sakit. Namun dia tidak mengeluh, tidak enak pada Mbak Ning yang sudah mau menampungnya.“Ran, aku mau kerja nanti sore. Sekarang mau antar anak sekolah dulu, kamu kalau mau nyarap di dapur sudah ada.”Raana jadi tidak enak hati, dia bisa beli sendiri padahal. “Mbak, aku ngerepotin. Makasih ya.”“Sudah, jangan sungkan. Oh ya, rencana kamu apa sekarang?”“Humm.. Kayanya aku mau cari kontrakan sama kerjaan mbak. Kalau bisa dapat barengan kan lumayan,” kata Raana.“Pokoknya kamu di sini dulu, sampai dapat ya.” Mbak Ning cukup baik padanya, Raana jadi bersyukur memiliki teman sepertinya.Setelah Mbak Ning berangkat, Raana ke dapur. Melihat nasi goreng tanpa telur, selera makannya hilang.“Ampun kenapa jadi pengen makan ayam rica-rica sih,” desah Raana.Tapi, untuk mengisi perut Raana makan saja sedikit. Lalu gegas mandi, mau berkeliling mencari tempat tinggal baru.**Raana menatap papan pengumuman hasil seleksi kerja di restoran i
Last Updated: 2026-03-08
Chapter: 20. Diusir Pemilik Kos
Raana menggenggam erat satu-satunya koper kecil yang dia miliki, langkahnya gontai menembus gelap malam yang dingin. Setelah diusir dari kos tanpa sepatah kata penjelasan, hatinya hampa dan pikiran kacau, tak tahu harus ke mana lagi mencari perlindungan.Jari-jarinya gemetar saat membuka ponsel, menatap pesan Mbak Ning yang baru saja dikirim. "Ini alamat saya. Kamu kemari saja, saya lagi libur." tulis Mbak Ning yang hangat seolah memberi secercah harapan di tengah keputusasaan Raana.Dia menghela napas panjang, mata menatap peta digital di layar ponsel, lalu mengangkat koper dan melangkah menuju halte bus. Kerumunan penumpang yang berlalu-lalang tak mampu mengusir rasa sepi yang membekap dadanya. Di dalam bus yang bergetar halus, Raana duduk menyandar, menatap jendela sambil membayangkan wajah Mbak Ning yang selama ini menjadi satu-satunya teman di tempat kerja. Meski takut, dia berusaha menahan air mata yang mengancam tumpah, berharap malam ini bukanlah akhir dari segala kesedihan ya
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: 19. Pemilik Kos Bikin Gusar
Madame berdiri dengan wajah memerah, matanya membara penuh kemarahan. Tangannya yang kasar menghantam meja beberapa kali sebelum akhirnya menampar wajah Windi dengan keras.Plak!"Semua karena kebodohan kamu, Windi! Aku sudah bilang jangan sampai ada masalah, tapi kamu malah bikin repot!" Suaranya menggelegar di ruangan sempit itu.“Ma-maaf madame.” Windi menunduk, bibirnya gemetar, darah segar mengalir dari bibir bawah yang pecah akibat tamparan. "Aku nggak tahu dia bakal kabur, Madame... Maaf, aku benar-benar nggak tahu," jawabnya dengan suara serak, mencoba menahan air mata yang ingin jatuh.Tubuhnya bergetar menahan sakit dan malu. Di sudut ruangan, beberapa rekan kerjanya saling bertukar pandang penuh tanya. Mereka bertanya-tanya mengapa Raana tak muncul sejak malam tadi. Rasa penasaran menggerogoti mereka, sementara kekhawatiran mulai tumbuh. Windi yang masih terisak kecil berusaha mengumpulkan keberanian."Aku sudah cari ke mana-mana, Raana nggak ada di mana-mana," ucapnya liri
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: 18. Dua Garis Merah
“Ada apa pak?” tanya Roni yang melihat Emir gelisah, padahal mereka sudah sampai rumah.Emir hanya menoleh sejenak, lalu menggeleng. “Suruh bibik buatkan kopi,” pintanya.Hari sudah malam, tidak mau mengganggu pelayan, Roni sendiri yang membuatnya. Meski heran, sudah malam bukan tidur malah ngopi.“Ini pak.” Roni menyerahkan kopi di atas meja ruang tengah.Emir mengerutkan kening, namun acuh dan mengangkat gelas itu. Bukan langsung diminum, sang bos malah melamun.“Ada lagi yang bisa saya bantu pak?” tanya Roni sopan, hari sudah malam. Dia juga perlu istirahat.“Tidak, kamu menginap saja. Tidur di kamar tamu.” Roni memang biasa menginap, jika sudah malam sekali.Berhubung Roni lelah, dia menyetujui itu. Namun sebelum beranjak, dia merasakan pak bos yang semakin gelisah.“Bos, gelisah sekali. Soal Robert dan temannya?” karena tadi mereka memang sedang membahas bisnis.Emir diam sejenak lalu mengutarakan isi hatinya, “Tidak, saya malah nggak peduli sama mereka.”“Lalu?” heran Roni, kala
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: 17. Pasrahnya Raana
Sungguh Raana takut sekali, meski dia tahu dia bekerja di tempat yang berbahaya. Tapi Raana tidak mau, jika dipaksa melayani tamu. Apalagi pria tua dengan perut buncit, berkepala botak ini. Tampangnya sangat menyeramkan, seolah siap menyerang Raana detik itu juga.“Bu-bukan pak, anda salah.” Raana masih terus mengujarkan alasannya.“Tidak salah.”“Maaf, saya harus pergi.” Ia menggigil hebat, tubuhnya kaku, nafasnya tersengal-sengal. Rasa dikhianati oleh Windi membakar dada, air mata hampir jatuh saat pria itu meraih lengannya."Kemari, cantik, puaskan aku," bisiknya dengan nada menggoda dan mengancam. Senyum seringai yang sangat mengerikan, membuat bulu kuduk merinding seketika.Di balik pintu yang tertutup rapat, Raana merasa terjebak dalam mimpi buruk yang tak berujung.Pria tua bertubuh gendut itu tiba-tiba meraih pergelangan tangan Raana dengan cengkeraman yang kasar. “Nggak pak, tolong saya mau pergi dari sini.” Raana semakin meronta dengan cengkeraman kuat di pergelangan tangann
Last Updated: 2026-03-02
Chapter: 16. Jebakan Windi Pada Raana
Menurut Windi, lebih baik Raana menerima tawaran madame untuk menemani tamu. Uang hasil itu, bisa pindah kos, Windi ngeri sekali dengan Pak Abdi, pemilik kos Raana yang genit itu ketika kemarin dia kesana.Wanita cantik itu terlihat mondar-mandir kesana kemari. Memikirkan bagaimana dia bicara dengan Raana, apa dia jahat. Tapi, Windi juga tidak mau dipecat dari sini. Hanya dunia malam yang menerima keahliannya, dan di klub Paradise ini, banyak tamu berkantong tebal yang datang. “Duh, gimana ngomongnya yah,” desis Windi, kebingungan.Ada rasa bersalah, tapi Windi butuh pekerjaan ini. Hutang Windi pada madame banyak sekali, bayarannya sekali menemani tamu bahkan tidak cukup untuk bunganya.“Eh eh, lihat Raana?” tanya Windi pada teman Raana.“Istirahat mbak.”“Oh oke, makasih ya.”Ini memang waktu Raana istirahat, tidak lama hanya 30 menit saja. Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Windi belum kedapatan tamu. Karena dia punya tugas dari madame.Ingat ketika madame memberikan
Last Updated: 2026-03-01
You may also like
Kisah Pewaris Milyader
Kisah Pewaris Milyader
Romansa · Aku Ingin Makan Daging
1.2M views
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung
Romansa · rafanalfa6819
1.2M views
Setelah Lima Tahun
Setelah Lima Tahun
Romansa · Lis Susanawati
1.2M views
Tuan CEO, Aku ingin Bercerai
Tuan CEO, Aku ingin Bercerai
Romansa · Bulu Tertiup Angin
1.1M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status