LOGINLembayung pikir, merantau ke negeri orang dengan modal ijazah SMA dan tanpa sanak saudara adalah pilihan yang tepat. Dia salah, ekspektasinya selama ini dengan mudah dipatahkan selalu oleh realita yang ada. Semesta seakan senang sekali melihatnya menderita dan kesusahan. Ditengah situasi keuangannya yang semakin menipis, ternyata semesta masih berpihak baik terhadap dirinya. Dia bertemu dengan Panji Reksa, mahasiswa tingkat akhir yang hobinya cuman absen dari bangku perkulihan. Reksa orangnya easy going, sederhana cenderung ngegembel, katanya anak orang kaya, tapi cuman ngajak makan di pinggir jalan atau warung doang. Bersama Reksa Lembayung bisa merasakan terbantu tanpa direndahkan, merasa aman meskipun sering kali merasa terancam, dan bersama Reksa juga Lembayung tahu mereka sudah semakin jauh melebati batas masing-masing. Reksa ibarat berlian di dalam dasar bumi, sulit tergapai dan mustahil di miliki. Lembayung memilih menjaga jarak, setelah mengetahui satu fakta yang membuatnya kesulitan sekadar untuk meneguk air ludahnya sendiri. Apakah Reksa akan menahan Lembayung untuk tidak pergi, atau malah pria itu duluan yang meninggalkannya? Ikuti terus cerita ini. Terima kasih.
View MoreBukan Reksa kalau pikirannya tidak out of the box. Sekarang aku malah diajak berkeliling jalan di sekitar lampu merah untuk mengamen. Iya mengamen, dia membawa ukulele yang di pinjamnya dari anak jalanan, sementara aku menegadahkan bucket hat warna cream polos pada setiap pengguna kendaraan. Kalau tidak memakai masker, habis ini aku bakal melakukan operasi plastik, itupun kalau ada biayanya. Aku nggak habis pikir sama Reksa, dengan suara yang lumayan bisa dibilang enak di dengarkan, dia terlihat senang sekali menyanyikan lagu-lagu dari Hindia. Kau datang saat gelapku merekah Seluruh hatiku untukmu Meidiana Reksa menatapku dengan senyuman, aku balas tersenyum. Walaupun tidak kentara karena terhalangi masker. Kau pantas dapatkan yang baik di dunia Semoga kita bertahan lama .... Dalam hati aku mengaminkan. Beberapa pengendara terpaku pada suara Reksa, apalagi kaum hawa. Ada yang diam-diam merekamnya dengan binar mata penuh kekagum
Bolpoin di sela-sela jari telunjuk dan ibu jariku masih aku ayun-ayunkan naik turun. Isi kepalaku begitu penasaran tentang apa yang terjadi di dalam rumah tangga Mbak Tari dan suaminya. Bukannya aku mau ngegosip ya, tapi ini sekadar informasi yang aku tahu saja. Mereka menikah karena perjodohan dua keluarga yang sudah lama bersahabat. Sewaktu aku datang ke pernikahannya Mbak Tari sekitar satu tahun lalu, hanya senyum paksa yang coba ditampilkan olehnya. Apalagi Mas Angkasa, wajahnya yang selalu tampil datar dengan mata setajam Mbak Tari itu hanya mengulas senyum tipis. Dua orang dengan kepribadian yang hampir sama, lalu disatukan dalam satu atap, kira-kira menjalani rumah tangganya seperti apa.Bibirku mendesis saat ada yang menyentil dahiku kuat. Nggak Mbak Tari, Reksa, apalagi Tanti kenapa sih mereka kayak punya dendam kesumat setiap melihatku sedang meditasi."Nggak pulang?" tanyanya sebelum melangkah ke bagian loker karyawan.Aku melihat jam tangan yang terp
Ketika membuka pintu kos, aku mendapati sebuah kantong kresek hitam di atas meja. Tanganku terjulur untuk meraih, lalu mengintip isinya. Ada sekotak streoform dengan selembar kertas kecil yang di lipat satu sisi di atasnya. Sambil berlalu masuk ke dalam, aku membaca isi kertas itu. Soal tadi malam aku minta maaf, di makan ya, walaupun cuman aku pungut dari pinggir jalan. Nggak bisa ngantar kerja hari ini, aku harus ke kampus sebelum kena tendang. Aku terkekeh setelah membaca tulisannya yang selalu rapi untuk ukuran cowok. Kotak streofrom itu isinya bubur ayam yang masih hangat. Berarti Reksa tadi belum lama dari sini, kenapa nggak ketuk pintu saja. *** Setelah selesai sarapan aku baru menjalankan ritual mandi. Sampai tahap dalam memilih baju, aku dibuat berhenti sejenak. Perlahan tanganku meraih dan membuka paper bag pemberian Mas Dhika. Ada baju blouse warna kuning kunyit dengan aksen tali di bagian pinggangnya. Terlihat manis dengan lengan pen
Sania sudah datang terlebih dahulu dengan segelas milshake strawberry yang sudah tandas setengah gelas. Aku menghampiri perempuan itu yang selalu sibuk sendiri dengan ponselnya."Hay Senja!" sapanya dengan mata berbinar ketika melihatku yang sudah berdiri di hadapanya. Aku hanya mengulas senyum tipis, kemudian duduk setelah dipersilahkan."Mau minum apa, atau makan apa gitu?" tawarnya dengan tangan terangkat sedikit di balik meja siap memanggil waitress."Nggak. Nggak usah.""Tapi kata Panji kalau ngajak kamu jalan jangan lupa dikasih makan," adunya dengan bibir mengerucut yang malah menambah kesan imut di wajahnya.Aku terkekeh. "Nggak usah didengerin," sahutku sambil mengibaskan tangan pelan.Sania ikutan terkekeh, wajahnya masih muram seperti punya banyak beban pikiran. Dia hanya memutar-mutar sedotan milshake-Nya."Kenapa?" tanyaku pelan."Kamu sama Panji saling suka kan ya?" tanyanya yang membuatku sediki
"Jadi gimana Sa?"Mulai Tante Maurin dengan tersenyum hangat ke arah sepasang manusia berbeda gender yang sekarang sudah melepas pelukannya."Apasih Ma." Sania tampak tidak suka dengan arah pembicaraannya. "Itu privasi kami, iya kan Ji?" tanya Sania ke arah Reksa yang ekor mat
Reksa segera merengkuhku, membiarkan Reyhan segera melepaskan cekalannya. Dia mengajakku berjalan meninggalkan angkringan sambil menggumamkan kalimat, "Ada aku" berulang kali. Reksa menatapku, jempol tangannya terulur mengusap lembut pipiku sebelah kanan, aku tersenyum samar. Dengan gerakan
"Pagi."Aku balas tersenyum ketika sudah mendapatinya dengan pakaian cukup casual berdiri menjulang tinggi di depan pintu kosku. Hari ini Reksa hanya memakai hoodie hitam yang dipadukan dengan celana cinos coksu selutut, dan sandal jepit."Udah sarapan?""Belum," sahutk
Tahu apa yang dilakukan oleh orang yang baru saja menghubungiku lima belas menit yang lalu. Mas Dhika sekarang sudah berada di hadapanku yang baru saja selesai menunaikan ibadah lima waktu. Dengan tatapan matanya yang tajam, dia terkesan dapat mengeluarkan laser dari sorot matanya itu."Su






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore