LOGINAnara gadis miskin yang terjerat hutang, terpaksa harus menjual ginjal untuk melunasinya. Namun nasib sial datang bertubi-tubi, hingga tidak hanya ginjal yang dia jual, pada akhirnya Anara juga menjual diri pada lelaki asing yang sanggup membayar keperawanannya dengan harga mahal. Satu ginjal Anara berpindah untuk seorang anak kecil. Anara mendonorkannya demi uang. Tapi siapa sangka jika anak itu justru melihatnya sebagai ketulusan. Anak duda kaya raya langsung jatuh hati pada Anara, merengek memintanya menjadi ibu sambung dan menikah dengan ayahnya. * "Kak Nara, suka uang kan? Mau aku kasih uang satu truk milik Ayah? Syaratnya satu ... jadi mamaku, ya?" ~Zavi~ "Di dunia yang kejam ini, hanya orang kaya dan orang licik yang bisa bertahan. Jadi, makhluk miskin sepertiku tidak punya pilihan kecuali mau berubah menjadi licik, atau ... minimal menikah dengan duda kaya lalu jadi Cinderella!" ~Anara~
View MoreTatapannya kembali jatuh pada Salma, menilai dari ujung kepala sampai kaki. Dengan penampilan Salma yang begitu menyedihkan sekarang, sulit baginya membayangkan wanita itu pernah selevel dengan Pak Henry. Dia tidak tahu, di masa mudanya Salma begitu cantik hingga mampu menarik perhatian Henry."Bagaimanapun, perempuan jalang tidak akan pernah berakhir baik. Lihat saja nasibnya sekarang—dicampakkan suamimu, lalu kembali jadi sampah," kata Sarah dengan nada sok bersimpati.Shopie mengangguk pelan. "Yah, untungnya suamiku akhirnya sadar, meski butuh waktu lama. Dia kembali padaku… cinta pertamanya," ucapnya penuh percaya diri, seolah kemenangan itu sesuatu yang pantas dipamerkan.Sarah sama sekali tidak tahu bahwa wanita yang sedang mereka hina itu adalah ibu kandung Anara.Salma meremas ujung bajunya erat-erat. Ada nyeri yang menekan di dadanya, tapi tak satu kata pun mampu keluar. Dia sadar, posisinya sekarang memang tidak selevel dengan Shopie dan Sarah. Namun cerita yang barusan did
Kamu tenang saja, Zavi. Tidak ada yang terjadi dengan Mama," Rey menenangkan Zavi, suaranya lembut tapi tegas. "Mungkin Mama sedang mampir ke rumah Bu Sarah, lalu ketiduran. Nanti Ayah yang akan menjemputnya, ya."Zavi mengangguk pelan, dia percaya pada ayahnya meski masih cemas. Hari itu adalah hari pertama Salma bekerja sebagai cleaning service di sebuah restoran. Dia melakukannya diam-diam, tanpa sepengetahuan Anara. Jika Anara sampai tahu, pasti tidak akan memperbolehkan.Dia tidak ingin terus bergantung pada putrinya. Anara sudah menghadapi cukup banyak kesulitan selama ini, dan dia ingin meringankan bebannya, sekecil apa pun caranya.Akibat insiden kebakaran yang menimpanya beberapa waktu lalu, ada bagian tubuhnya masih menyimpan bekas luka bakar, terutama di tangan dan beberapa bagian lain. Untungnya, wajahnya tidak terlalu parah, hanya pipi kanannya yang mengelupas, meninggalkan bekas yang masih samar. Ponselnya berdering saat dia sedang mendorong troli pembersih di bagian
"Mana Zavi? Katanya bangun?" Rey melihat ke dalam, namun suasana rumahnya sepi. "I--itu, dia ... sudah tidur lagi," jawab Anara dengan senyum gugup. "Baru saja. Iya, baru saja." Dari ekspresi dan bicaranya yang belepotan Rey yakin Anara sedang menutupi sesuatu. Ketika Rey melangkah hendak membuka kamar putranya, Anara buru-buru mencegah. "Pak Rey, Zavi baru tidur. Jangan diganggu, mungkin belum pulas.""Oh ya? Jadi beneran Zavi tadi bangun?" Rey bertanya ulang, kali ini Anara memalingkan wajahnya karena tidak sanggup berbohong. "Katakan saja, yang menungguku bukan Zavi tapi kamu kan?" tanya Rey sambil memegang dagu Anara agar menatapnya. Anara tidak bisa mengelak, apalagi sekarang Rey berada dekat di depan wajahnya. Pipi Anara menghangat. "Aku hanya cemas karena ini sudah larut malam.""Baguslah, memang harusnya begitu. Suami pergi tanpa kabar, istri tetap harus tahu suaminya baik-baik saja atau tidak. Bukankah begitu, Anara?" Rey bicara dengan memojokkan Anara ke dinding lalu
"Rey, sialan! Kau tidak tahu bagaimana ekspresinya saat melihatku, kan? Dia benar-benar seperti bajingan yang bergerak diam-diam!" omel Kev.Dia terus mengoceh tanpa henti. Kali ini Erik hanya menjadi pendengar yang cukup sabar. Sesekali lelaki itu membatin sambil menahan tawa, merasa semua ini murni akibat kebodohan Kev sendiri. Kemarin Erik sudah memperingatkan bahwa Anara mungkin punya suami, tapi Kev menanggapinya santai. Sekarang dia harus menelan sendiri rasa kecewa dan kesalnya."Rey itu pintar bersandiwara. Di depan kita dia tidak menunjukkan perhatian apa pun pada Anara. Sedikit pun tidak! Tapi di belakang, dia bukan cuma mendekati Anara, dia juga--""Sudah menikah," potong Erik tenang. "Ya. Anara dan Rey sudah menikah."Kev melotot. Rahangnya mengeras, tangannya sampai mengepal. Bayangan wajah Rey yang selalu terlihat tenang malah makin memancing emosinya."Brengsek…" gumam Kev pelan.Rasanya dia ingin meremas wajah sok tampan Rey saat itu juga.Respons Kev sangat berbeda da






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews