LOGINAnara gadis miskin yang terjerat hutang, terpaksa harus menjual ginjal untuk melunasinya. Namun nasib sial datang bertubi-tubi, hingga tidak hanya ginjal yang dia jual, pada akhirnya Anara juga menjual diri pada lelaki asing yang sanggup membayarnya. Satu ginjal Anara berpindah untuk seorang anak kecil. Anara mendonorkannya demi uang. Tapi siapa sangka jika anak itu justru melihatnya sebagai ketulusan. Anak duda kaya raya langsung jatuh hati pada Anara, merengek memintanya menjadi ibu sambung dan menikah dengan ayahnya. * "Kak Nara, suka uang kan? Mau aku kasih uang satu truk milik Ayah? Syaratnya satu ... jadi mamaku, ya?" ~Zavi~ "Di dunia yang kejam ini, hanya orang kaya dan orang licik yang bisa bertahan. Jadi, makhluk miskin sepertiku tidak punya pilihan kecuali mau berubah menjadi licik, atau ... minimal menikah dengan duda kaya lalu jadi Cinderella!" ~Anara~
View MoreSalma mengangguk dengan sisa rasa bersalah yang masih membekas di wajahnya. "Benar, dia ada di lantai atas, di ruang privat..." "Aku akan mencarinya," tegas Rey sembari bangkit berdiri secara refleks. Sebelum benar-benar melangkah pergi, dia menyempatkan diri berpamitan dengan raut wajah yang sangat serius. "Ibu, saya sungguh tulus terhadap putri Ibu. Saya dan anak saya sangat mencintainya. Tolong... beri kami restu," pinta Rey sungguh-sungguh. Kali ini, Salma tidak bisa menahan senyum tipisnya. Dia melihat binar ketulusan yang murni di mata pria itu. "Baiklah, Nak Rey. Karena pernikahan itu sudah terjadi, Ibu juga tidak mungkin meminta kalian berpisah. Ibu hanya bisa berdoa semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian." "Terima kasih, Bu," Rey bernapas lega. "Sekali lagi, saya minta maaf." Setelah kembali berpamitan, Rey melangkah cepat menuju lift. Pikirannya berkecamuk, dia harus segera menemui Anara sebelum istrinya itu benar-benar ditaksir oleh lelaki lain.
Salma terlonjak kaget. Dia mengusap pipinya yang terasa panas dan mulai membiru akibat hantaman yang begitu mendadak. Dengan napas yang masih tersengal, dia menatap dua wanita di hadapannya dengan penuh tanda tanya."Apa maksud kalian?" Salma menatap bingung. Dia merasa tidak memiliki masalah apa pun dengan mereka. Terlebih, dia sudah lama tidak bertemu dengan Henry. Seharusnya Sophie tidak punya alasan untuk bersikap sekasar ini padanya.Sarah dan Sophie hanya melempar senyum sinis. Satu tamparan tentu belum cukup untuk melampiaskan amarah yang sedari tadi mereka bendung. Keduanya sama-sama geram oleh ulah Anara, namun mereka memilih memberikan pelajaran kepada Salma sebagai ibu kandungnya.Sarah, yang sudah terhasut oleh provokasi Sophie, tidak perlu berpikir panjang saat diajak melabrak Salma. Dia memiliki tujuan yang sama--mencari pelampiasan. Gara-gara Anara, suaminya sempat mendekam di penjara. Meski sekarang sudah bebas, karier suaminya hancur berantakan. Terlebih lagi, pu
"Sepertinya kamu sangat menikmati berita di internet akhir-akhir ini?" tegur Rey. Pria itu berdiri di dekat sofa sambil menenggak minuman dingin, matanya memperhatikan Anara yang tampak begitu santai memainkan ponsel dengan senyum puas yang tak tertutupi.Anara berdeham kecil. Dia mendongak, menatap Rey dengan binar kemenangan di matanya."Tentu saja. Anda sudah lihat beritanya, kan, Pak Rey? Saudara tirimu diserang habis-habisan oleh Mia. Sekarang dia kritis, dan Mia... gadis kebanggaan itu kini terancam mendekam di penjara. Sebenarnya aku tidak senang dengan musibah yang Aldo alami, hanya saja--""Dia juga pantas mendapatkannya. Kalau Mia dan Alex masuk penjara karena saling serang, mati akan lebih baik untuk manusia seperti Aldo," jawab Rey enteng.Dia terkekeh pelan. Berita tentang Aldo yang kritis dan Mia yang hancur sama sekali tidak mengusik ketenangannya. Sebaliknya, dia justru merasa terhibur melihat sisi lain istrinya yang ternyata cukup berbahaya."Pak Rey, apa kamu tah
"Zavi, apa kamu sedang membujuk Mama?" Anara tersenyum geli. Dia membungkukkan badan, lalu mencubit pelan pipi Zavi yang tembam."Nara, pada Zavi kamu mudah sekali luluh," suara bariton Rey tiba-tiba terdengar di dekat mereka. Pria itu menatap Anara dengan intensitas yang sulit diartikan. "Tapi kenapa padaku, tidak?""Zavi terlalu manis. Kalau Pak Rey?" Anara tersenyum miring, seolah sedang bercanda, padahal dia sedang melemparkan sindiran tajam."Ayah! Kenapa Ayah datang menjemput?" tanya Zavi riang, memecah ketegangan di antara kedua orang tuanya.Rey mengalihkan perhatian sejenak dari Anara. "Kebetulan tadi Ayah ada pekerjaan di sekitar sini. Kalian mau langsung pulang? Ayo, ikut mobil Ayah saja," ajak Rey tanpa ragu.Dia berjalan di samping Anara. Saat tangan Rey hendak meraih dan menggenggam jemari wanita itu, Anara dengan sigap menarik tangannya menjauh. Namun, refleks Rey tak kalah cepat. Gagal mendapatkan tangan, dia justru merengkuh pinggang Anara dengan posesif.Rey m
Fian, yang sejak tadi berdiri kaku di samping meja kerja bosnya, akhirnya bisa mengembuskan napas lega. Jantungnya yang semula berdebar was-was perlahan mulai berirama normal. Akhir-akhir ini, atmosfer di kantor terasa mencekam, bosnya yang biasanya dingin kini berubah menjadi jauh lebih galak, se
Sore hari, Salma bersiap pulang setelah menyelesaikan shift paginya. Langkahnya terasa ringan, hingga tiba-tiba dia kembali berpapasan dengan Shopie. Sialnya, wanita itu datang bersama anak dan suaminya.Salma refleks memperlambat langkah, berpura-pura tidak melihat. Namun, seperti biasa, Shopie ta
Rey menatap ke arah istrinya yang kini bersikap tak acuh, dinginnya masih sama sejak dia bangun dari pingsan. "Dea, aku ingin bicara berdua dengan Anara. Bisakah kamu keluar?" Rey tidak menjawab pertanyaan Dea sedikitpun, dia justru mengusirnya. "Tapi--" Dea tidak sempat lagi protes ketika tan
Ehem! Kev berdeham, sebelum Erik bicara dia lebih dulu memperingatkan. Erik melirik ke arah Kev yang mengusap-usap lehernya dan memberi kode mata. "Anara, aku haus. Bisakah suruh pelayan untuk membuatkan kami minum lebih dulu?" pinta Kev memecah keheningan. Anara yang tadi mematung menunggu uca






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore