Chapter: Bab 157 : Akhir Dari SemuanyaHari kepulangan Evelyn, Tamara sudah menduga adik iparnya akan bertanya pada Dame. Saat wanita tua itu keluar dari kamar gadis itu dia segera menghampiri sang nyonya.“ Nyonya, nyonya...”“ Reaksi Evelyn bagaimana? “ tanya Tamara.Dame mengangguk cepat. “ Sesuai perkiraan nyonya, nona Evelyn sepertinya begitu marah. “ ucap Dame.Sudut bibir Tamara menampilkan senyuman, dia begitu berterimakasih pada orang-orang dirumah ini yang berpihak padanya.Semuanya sudah Tamara susun dengan baik, dia bahkan bertindak seolah tidak tahu apa-apa. Saat Noah mengakui dia sudah tidur bersama Ciara, mungkin jika sebelumnya tidak mengetahui yang sebenarnya dia akan marah besar.“ Kau! “ Ciara tidak menyangka dengan pemikiran Tamara yang lebih licik.“ Anak itu, bukan anak suamiku! Dan berhenti mengganggu urusan rumah tangga kami! “ ucap Tamara penuh penekanan.“ Argh! Aku benci kau, Tamara! “ pekik Ciara, dia pergi dengan menghentakkan kakinya dengan kesal.Hening, seketika atmosfer diantara keduanya b
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-01
Chapter: Bab 156 : Sudah Tahu SemuanyaDi tengah - tengah kericuhan, tiba-tiba saja Ciara muncul. Wanita itu tampak senang dan berwajah sumringah. “ Sayang, kau kemana saja. “ ucapnya dengan berani bergelayut manja di lengan Noah.Belum selesai dengan masalah Evelyn dan Selena, kini Ciara ikut muncul dan memperkeruh keadaan.Wajah Sebastian sudah memerah marah saat melihat wanita lain bergelayut manja di lengan kakak iparnya, terlebih itu adalah Ciara.“ Mama ingin aku sujud di kaki Selena, oke aku ikut. “ seru Evelyn pada akhirnya.Evelyn menarik tangan Sebastian dan tangan ibunya untuk menjauh dari sana, dia akan membiarkan kakaknya untuk menyelesaikan masalah dengan Ciara.“ Temani aku, Bas. “Setelah kepergian tiga orang itu, Noah segera menepis Ciara. “ Apa maksudmu, berapa kali aku bilang jangan ganggu aku! “ pekik Noah dengan berani.Dia berbalik pada Tamara yang sudah menatap jenuh ke arah mereka. “ Sayang, ini...”Tamara mendorong tubuh Noah agar menjauh darinya, dia mendekat ke arah Ciara. “ Apa maumu? “ tanya Ta
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-01
Chapter: Bab 155 : Sifat Asli Nyonya Petherson" Aku baik-baik saja, kau berlebihan. "Evelyn kembali menarik tangannya dari Sebastian, dia melanjutkan mengunyah sereal dalam mangkuknya." Eve, kau kenapa? Tidak enak badan, atau kau sedang bertengkar dengan Mack? " cecar Tamara.Mereka berdua sudah cukup dekat, Tamara bisa merasakan ada yang tidak beres dengan adik iparnya. Tapi, Evelyn hanya menggeleng pelan." Mama menyakiti mu? " tanya Noah tiba-tiba, seketika membuat Tamara dan Sebastian saling memandang.Apa ini? Bukankah hubungan keluarga mereka baik-baik saja. Tidak mungkin Nyonya Petherson melukai anaknya sendiri.Namun, ekspresi Evelyn yang diam dan tertunduk bisa menjelaskan semuanya. Belum sempat mereka bertanya lebih banyak lagi, dari luar terdengar suara familiar yang memanggil nama Evelyn. " Evelyn, kau harus bertanggung jawab! "Diambang pintu, nampak Nyonya Petherson berdiri. Dadanya naik-turun, sorot mata tajam, kalimatnya terdengar penuh penekanan. " Dimana anak itu! " pekiknya lagi.Mereka semua segera tertuju
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-29
Chapter: Bab 154 : Ada Apa Dengan EvelynMenarik napas dalam, akhirnya Tamara tiba pada satu keputusan. Keluarga kecilnya baru saja akan dibangun, dia tidak ingin hancur begitu saja.Atau mungkin lebih baik akhiri semuanya sebelum di mulai.Pandangan keduanya bertemu, penyesalan jelas terpancar dari sorot sendu Noah. " Putuskan semua yang berhubungan dengan Ciara. " ungkap Tamara dengan tegas.Ada jeda sejenak dalam kalimat yang terucap darinya. " Tapi, sayang-- "" Atau akhiri hubungan kita sekarang juga! " sambungnya yang menyelesaikan kalimat terakhir.Noah menggeleng cepat, tidak dia tidak ingin kehilangan Tamara. Dia tentu akan memilih pada pilihan pertama. " Tidak, jangan tinggalkan aku! " sanggahnya cepat." Maka putuskan semua yang berhubungan dengan Ciara! "Kalimat Tamara penuh penegasan, tapi Noah justru diam. Membuat wanita muda tersebut terkekeh sambil memalingkan wajahnya, dia mengusap kasar sisa air mata di wajahnya." Mana julukan mafia kejam itu, kau hanya badjingan seperti yang lainnya! "Setelah mengucapka
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-29
Chapter: Bab 153 : Kenapa Harus Terulang Kembali" Yah, kurasa kakek cukup baik padaku dengan memberikan mobil ini. "Sebastian tengah mengemudi, di jalanan kota yang licin dengan salju dia mengendarai mobil yang baru saja diberikan kakeknya.Tujuannya saat ini adalah kediaman Noah, dia akan merayakan malam natal besok dengan keluarga kecil Tamara. Senyum tak hentinya mengembang di wajah tampan pemuda tersebut. Namun, mantanya memicing saat melihat seseorang yang dia kenal di ujung jalan sana. " Evelyn? "Dia segera menepikan mobil, turun dari sana dengan payung menghampiri Evelyn. " Eve, sedang apa kau disini? Apa kau tidak kedinginan? "Di bawah tiang lampu jalan, Evelyn berdiri tanpa payung di tengah hujan salju. Meski tidak terlalu lebat, tapi suhu disekitar begitu dingin.Mendengar suara Sebastian dia tetap menunduk, seolah tak peduli dengan keadaan sekitar.Pandangan Sebastian mengedar, dia pikir mungkin Evelyn menunggu kekasihnya. Tapi, menyadari hanya ada mereka di jalanan itu dia kembali berbicara. " Ayo pulang, disini din
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-28
Chapter: Bab 152 : Penyesalan NoahSuasana kediaman Petherson masih menegang, sementara Noah sudah pulang. Dia pulang bersama Mack, tentu Evelyn masih ingin menyelesaikan urusannya disini.Dada gadis itu tampak naik turun, gejolak amarah masih terasa bergemuruh. " Kau sudah tidak menganggap Mama, Eve? " tanya Nyonya Petherson pelan.Tangan Evelyn terkepal kuat, dia memejamkan mata sejenak untuk meredam emosi sebelum menjawab. " Lalu, apa mama pernah menganggap aku? " tanya balik Evelyn.Nyonya Petherson tidak paham dengan ucapan gadis itu, dia masih bertanya. " Apa maksudmu? Bukannya selama ini kau yang selalu menjauh dari mama? " Evelyn tersenyum getir, bahkan terasa menyedihkan. Di balutan harta yang berlimpah, ada hati seorang gadis yang ingin di perhatikan ibunya." Kapan Mama memperhatikan ku? Apa Mama tahu kebiasaan ku, makanan favorit ku? Tidak kan. " lirihnya yang terdengar menyedihkan.Nyonya Petherson menunduk, dia tak menyangka ternyata hubungannya dan Evelyn sejauh itu. " Maafkan Mama, Eve. " balasnya yang
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-27
Chapter: Bab 254 : Peresmian Jembatan ( TAMAT )
“ Ciaa! Alicia Dominic! Apa kau tidak mau mendengarkan mami? “Seorang anak kecil berusia tiga tahun itu hanya mendelik saat sang ibu terus berteriak memintanya untuk turun.Yap, Alicia Dominic. Putri dari Arion dan Elena, siapa sangka wajah selucu Elena memiliki sifat menyebalkan seperti Arion.“ Mami, jangan terus berteriak. Telinga ku sakit! “ sarkasnya sambil berjalan melewati sang ibu begitu saja.Elena membelalak tak percaya, anak kecil yang sudah ia lahirkan mengapa begitu menyebalkan seperti suaminya.“ Astaga, Mami berteriak karena kamu membuat Mami kesal. “ Elena menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Untung ia tidak mengurus Alicia sendirian, selalu ada bibi yang membantunya.“ Baiklah, kau sarapan bersama bibi. Mami akan bersiap dulu. “Pukul berapa ini Alicia sarapan, anak kecil itu begitu sulit untuk makan ataupun mandi. Bagaimana pun ia dibujuk, tetap saja jika teriakan Elena belum keluar maka dirinya belum mau menurut.“ Nona, ayo sarapan dulu. “ seru bibi pengasuh
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-22
Chapter: Bab 253 : Akhir Dari LucasKedua kaki Elena terpaku sejenak saat melihat pria di belakang suaminya. Lucas, mantan kekasihnya juga keponakannya saat ini kembali muncul di hadapannya.“ Lucas? “ tanya Elena tak percaya.Tak hanya Elena. Lucas, pria itu terdiam sejenak saat melihat tubuh Elena yang mengalami banyak perubahan. Berbulan-bulan mereka tidak bertemu, dan ternyata mantan kekasihnya itu tengah mengandung.Kenyataan pahit lainnya, wanita itu mengandung anak dari pamannya. Yang tidak lain akan menjadi saudaranya juga.“ Kau hamil, Elena? “ tanya Lucas. Pria itu berjalan mendekat seiring dengan Elena yang mundur.“ Bukankah dulu kau berjanji akan menikah dengan ku? Memiliki anak dari ku? “ Pertanyaan-pertanyaan bodoh itu terlontar dari mulut tidak tahu diri Lucas. Seolah dirinya adalah orang yang paling tersakiti.Sedangkan Elena, kini wanita itu tahu dimana diri nya sekarang berada. Mereka berada di gedung yang sama dimana kebakaran itu terjadi.“ Mundur, Lucas! Aku sudah membawa apa yang kau inginkan. “
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-22
Chapter: Bab 252 : Bertemu Lucas Kembali “ Mengapa Arion belum kembali? “ gumam Elena.Wanita itu merasa khawatir dengan suaminya yang belum kembali dan tidak ada kabar sama sekali. Tidak seperti biasanya!“ Bu, apa Arion menghubungi mu?” tanya Elena pada Bu Rah yang sedang memasak untuk makan malam.Bu Rah menoleh dan berbalik sebelum menjawab. “ Tidak, Nyonya. Tuan sama sekali tidak menelpon. “Mendengar jawaban itu semakin membuat Elena khawatir. Bukan hanya suaminya, Jeff dan bahkan Vero temannya pun tidak bisa di hubungi.Kemana perginya orang-orang ini. “ Baiklah, Bu. Aku tunggu di kamar saja. “ ucap Elena pada akhirnya.Bu Rah mengangguk. “ Baik, Nyonya. Tuan pasti baik-baik saja. ““Emh, semoga. “Perut Elena yang besar membuatnya cukup sulit dan kelelahan saat menaiki tangga. Sejak satu bulan yang lalu, mereka tidur di kamar tamu.Baru Elena menjatuhkan bokongnya di tempat tidur, sebuah pesan masuk di ponselnya. Segera Elena melihat, dan berharap itu pesan dari suaminya.“ Datanglah jika ingin mereka selamat!”Sebua
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-22
Chapter: Bab 251 : Kehamilan Elena
Musim panas telah berlalu, musim gugur baru saja dilalui. Kini sudah tiba akhir musim dingin, usia kandungan Elena pun sudah menginjak delapan bulan.Perut wanita mungil itu kini sudah terlihat besar, bukan hanya perutnya tapi pipinya juga. Entah kemana hilangnya garis rahang itu, kini hanya tersisa pipi seperti bakpao.Hal itu membuat Arion semakin gemas, ia tak segan-segan mengigit pipi itu. “ Akh, Arion! Apa kau tidak punya makanan! “ gerutu Elena saat mulut pria itu kembali mengigit pipinya.Melihat Elena yang kesal, membuat Arion terkekeh senang. “ Aku lebih suka memakan mu. “ balas Arion tidak tahu diri.Elena mengerucutkan bibirnya lagi, kembali memasukkan potongan buah pada mulutnya. “ Kau lihat, ayahmu selalu menjahili ibu. Setelah kau lahir, maka jangan segan menjahili ayahmu. “ seru Elena yang berbicara pada bayi di dalam perutnya.“ Kau tahu, ibumu ini menggemaskan. Ayah yakin, kau akan lebih jahil padanya. “ sahut Arion yang ikut berbicara pada bayi mereka yang belum lahi
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-27
Chapter: Bab 250 : Masa yang Menjengkelkan “Emmh...” Arion segera menghampiri ranjang sang istri saat melihat pergerakan wanita itu. Elena mengerjapkan matanya berkali-kali, kepalanya masih terasa sakit. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah khawatir Arion. “ Sayang, apa yang kau rasakan? “ tanya Arion. Elena berusaha untuk duduk, ia ingin bangun namun kepalanya masih terasa sakit. “ Kepala ku masih sakit. “ lirih Elena. Air mata wanita itu tiba-tiba kembali mengalir, tidak seperti biasanya entah mengapa dirinya lebih sering merasa sedih akhir-akhir ini. Arion menarik tubuh mungil itu ke pelukannya dan mengusap lembut surai hitam itu. “ Sayang, terimakasih. “ ucap Arion ambigu. Kalimat itu terasa ambigu di telinga Elena saat Arion mengucapkan nya dengan tiba-tiba. “ Kau hamil, sayang. “ sambung Arion yang membuat Elena terdiam. Isak tangis itu seketika berubah menjadi tangis bahagia. Gejolak dalam hatinya semakin berbunga-bunga saat mendengar kalimat itu. Kalimat yang selama ini Elena tunggu, akhirnya
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-24
Chapter: Bab 249 : Musim Panas Bagi Elena“ Nona, Tuan Miller dalam keadaan kritis dan diambang kematian. “Ponsel dalam genggaman tangannya segera terjatuh sebelum kalimat itu diselesaikan. Elena mempercepat langkahnya menelusuri koridor menuju ruang perawatan sang ayah. Air mata tumpah ruah tanpa bisa tertahan lagi.“ Pah, kumohon jangan membuat ku takut. “ lirih Elena sambil menyeka air matanya.Pikiran wanita itu sudah melanglang buana, ia tidak bisa berpikir logis lagi. Suara langkah kakinya terdengar menggema di koridor yang ramai.“ Catat tanggal kematian pasien. “Brukh!Seketika kakinya berubah lemas, seolah tak sanggup lagi menopang beban tubuhnya. “ Pah? Kau benar-benar meninggalkan ku? ““ Sayang, tenanglah. “ seru Arion. Beruntung pria itu berada cepat dibelakang Elena dan menopang tubuh istrinya.Mata Elena terpaku menatap seorang yang terbujur kaku di ruangan tepat ia berdiri.“ Elena, ayo cepat pasti bisa! ““ Elena putriku, kau segalanya. ““ El, maafkan papa. “Rasa sesak memenuhi seluruh ruang hampa dalam
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-15