Partager

Bab 6 : Menemui Rekan Bisnis

last update Date de publication: 2026-04-13 12:17:39

“ Siapa tadi, kau mengenalnya? “ tanya Luci penasaran saat Tamara kembali masuk.

Tamara menghela napas panjang, yang sebenarnya dia pikirkan bagaimana Sebastian nanti jika tak ada dirinya di rumah.

Remaja itu terlalu lemah jika harus terus berdebat dengan Nella dan Olivia terus. Satu-satunya cara yaitu dengan kembali ke keluarga Blunt.

Tidak mungkin dia harus membawa Sebastian ke keluarga Petherson.

“ Dia bibiku. “ jawab Tamara.

Luci terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya. “ Luci, jika aku menitipkan Sebastian di rumah mu apa kau keberatan? “ tanya Tamara tiba-tiba.

Kening Luci berkerut dengan alis saling bertaut. “ Kenapa dengan adikmu? “ tanya balik Luci yang heran.

“ Memangnya kau mau kemana sampai harus menitipkan Sebastian? “ cecar Luci yang mulai curiga dengan Tamara.

Tamara hanya diam menunduk, dirinya benar-benar bingung harus berbuat apa. Beruntung kedai cukup sepi, membuat mereka dapat mengobrol dengan bebas.

“ Tamara dengarkan aku. Sebastian sudah dewasa, kau jangan terlalu memikirkannya. Pikirkan dirimu, jangan terlalu sibuk dengan hidup orang lain sementara kau tak peduli pada diri sendiri. “ ucap panjang Luci.

Bukan Luci tak peduli pada Sebastian, namun selama dia perhatikan Tamara tak pernah memikirkan kebahagiaannya.

“ Entahlah, Luci. Aku masih bingung. “

Luci tersenyum, mengusap bahu gadis di hadapannya. “ Berdoalah, tuhan tau apa yang kita inginkan. “ seru Luci menyemangati.

“ Oh ya, kita akan tutup lebih awal. Aku harus ke rumah sakit, ibu mertuaku sakit. “ sambung Luci yang diangguki Tamara.

Sore itu berlalu dengan cepat, pelanggan datang silih berganti hingga tak terasa matahari sudah terbenam. Keduanya berpisah setelah menutup kedai.

Ya, kedai sederhana yang membawa ketenangan bagi Tamara.

Angin berhembus cukup kencang malam ini, langit nampak lebih gelap menandakan akan segera turun hujan.

Tiba di kediaman Monroe, ternyata Edrick, ayah Tamara sudah menunggu kepulangannya. Tamara sudah menduga, Nella pasti mengadukan hal yang tidak-tidak pada ayahnya.

“ Tamara, ayah mau berbicara dengan mu sebentar. “ seru Edrick saat Tamara berjalan melaluinya begitu saja.

“ Apa? Katakan saja. “ sahut Tamara acuh tak acuh.

Tidak seperti biasanya pria itu ingin berbicara dengannya. “ Malam ini, temani ayah menemui rekan bisnis. “ ucap Edrick.

Satu alis Tamara terangkat, menatap curiga pada ayahnya. “ Mengapa tidak dengan Olivia? Dia penerusmu bukan? “ sinis Tamara.

Edrick terlihat bingung saat Tamara mengatakan demikian. “ Ayolah, hanya malam ini, bukankah kau selalu ingin bergabung dengan perusahaan? Lagipula Olivia belum pulang, jadi kau pasti bisa menemani ayah. “

Tidak terdengar seperti permohonan, namun lebih seperti perintah mutlak yang ditunjukkan untuk Tamara. “ Baiklah. “ ucap Tamara pada akhirnya.

Dia tidak berpikir buruk, mungkin ayahnya lebih berpikir terbuka setelah perjalan bisnis yang terakhir.

Sebelum mengambil jurusan kedokteran, Tamara pernah mengatakan ingin bergabung dengan perusahaan. Namun, ayahnya menolak dengan tegas bahwa ada Olivia yang bisa menjadi penerusnya.

“ Pakaian sudah pelayan siapkan di kamarmu. Berdandan lah yang cantik. “ seru Edrick lagi sebelum Tamara menuju kamarnya.

Masuk kamar, Tamara melihat sebuah dress berwarna putih tulang dengan kancing mutiara yang menghiasi. Tampak sederhana, tapi begitu mewah saat Tamara mengenakannya.

Aksesoris lengkap, semakin menambah kesan elegan. Rambut panjang yang terurai di tata rapi, ditambah polesan sedikit make up.

Tamara hampir lupa, kapan kali terakhir ayahnya membelikan dia sepotong pakaian baru. Mungkin, sepuluh tahun yang lalu.

“ Aku harap ayah tidak melakukan hal yang akan merugikan. “ ucap Tamara saat duduk di samping ayahnya yang mengemudi.

Edrick tersenyum. “ Tentu Tamara, bagaimana mungkin ayah melakukan itu. “

Mobil melaju, meninggalkan kediaman Monroe menuju tempat tujuan mereka untuk bertemu dengan rekan bisnis. Tamara tidak menanyakan mereka akan pergi kemana.

Sampai mobil itu berhenti di parkiran sebuah bar mewah yang terkenal di kota Vadoor.

“ Bar? Pertemuan bisnis ini dilakukan di bar? “ tanya Tamara tidak percaya.

“ Iya, pertemuan bisnis selalu di lakukan di Bar. “ jawab Edrick biasa, hal itu membuat Tamara mulai menaruh rasa curiga.

Keduanya turun, Tamara berjalan di belakang ayahnya. Mengikuti langkah ayahnya ke salah satu ruangan yang ada di tempat tersebut.

Lampu berkilauan, bau alkohol, suara-suara berisik dari beberapa ruangan terdengar begitu jelas.

“ Tuan, ini putri ku! “

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 157 : Akhir Dari Semuanya

    Hari kepulangan Evelyn, Tamara sudah menduga adik iparnya akan bertanya pada Dame. Saat wanita tua itu keluar dari kamar gadis itu dia segera menghampiri sang nyonya.“ Nyonya, nyonya...”“ Reaksi Evelyn bagaimana? “ tanya Tamara.Dame mengangguk cepat. “ Sesuai perkiraan nyonya, nona Evelyn sepertinya begitu marah. “ ucap Dame.Sudut bibir Tamara menampilkan senyuman, dia begitu berterimakasih pada orang-orang dirumah ini yang berpihak padanya.Semuanya sudah Tamara susun dengan baik, dia bahkan bertindak seolah tidak tahu apa-apa. Saat Noah mengakui dia sudah tidur bersama Ciara, mungkin jika sebelumnya tidak mengetahui yang sebenarnya dia akan marah besar.“ Kau! “ Ciara tidak menyangka dengan pemikiran Tamara yang lebih licik.“ Anak itu, bukan anak suamiku! Dan berhenti mengganggu urusan rumah tangga kami! “ ucap Tamara penuh penekanan.“ Argh! Aku benci kau, Tamara! “ pekik Ciara, dia pergi dengan menghentakkan kakinya dengan kesal.Hening, seketika atmosfer diantara keduanya b

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 156 : Sudah Tahu Semuanya

    Di tengah - tengah kericuhan, tiba-tiba saja Ciara muncul. Wanita itu tampak senang dan berwajah sumringah. “ Sayang, kau kemana saja. “ ucapnya dengan berani bergelayut manja di lengan Noah.Belum selesai dengan masalah Evelyn dan Selena, kini Ciara ikut muncul dan memperkeruh keadaan.Wajah Sebastian sudah memerah marah saat melihat wanita lain bergelayut manja di lengan kakak iparnya, terlebih itu adalah Ciara.“ Mama ingin aku sujud di kaki Selena, oke aku ikut. “ seru Evelyn pada akhirnya.Evelyn menarik tangan Sebastian dan tangan ibunya untuk menjauh dari sana, dia akan membiarkan kakaknya untuk menyelesaikan masalah dengan Ciara.“ Temani aku, Bas. “Setelah kepergian tiga orang itu, Noah segera menepis Ciara. “ Apa maksudmu, berapa kali aku bilang jangan ganggu aku! “ pekik Noah dengan berani.Dia berbalik pada Tamara yang sudah menatap jenuh ke arah mereka. “ Sayang, ini...”Tamara mendorong tubuh Noah agar menjauh darinya, dia mendekat ke arah Ciara. “ Apa maumu? “ tanya Ta

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 155 : Sifat Asli Nyonya Petherson

    " Aku baik-baik saja, kau berlebihan. "Evelyn kembali menarik tangannya dari Sebastian, dia melanjutkan mengunyah sereal dalam mangkuknya." Eve, kau kenapa? Tidak enak badan, atau kau sedang bertengkar dengan Mack? " cecar Tamara.Mereka berdua sudah cukup dekat, Tamara bisa merasakan ada yang tidak beres dengan adik iparnya. Tapi, Evelyn hanya menggeleng pelan." Mama menyakiti mu? " tanya Noah tiba-tiba, seketika membuat Tamara dan Sebastian saling memandang.Apa ini? Bukankah hubungan keluarga mereka baik-baik saja. Tidak mungkin Nyonya Petherson melukai anaknya sendiri.Namun, ekspresi Evelyn yang diam dan tertunduk bisa menjelaskan semuanya. Belum sempat mereka bertanya lebih banyak lagi, dari luar terdengar suara familiar yang memanggil nama Evelyn. " Evelyn, kau harus bertanggung jawab! "Diambang pintu, nampak Nyonya Petherson berdiri. Dadanya naik-turun, sorot mata tajam, kalimatnya terdengar penuh penekanan. " Dimana anak itu! " pekiknya lagi.Mereka semua segera tertuju

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 154 : Ada Apa Dengan Evelyn

    Menarik napas dalam, akhirnya Tamara tiba pada satu keputusan. Keluarga kecilnya baru saja akan dibangun, dia tidak ingin hancur begitu saja.Atau mungkin lebih baik akhiri semuanya sebelum di mulai.Pandangan keduanya bertemu, penyesalan jelas terpancar dari sorot sendu Noah. " Putuskan semua yang berhubungan dengan Ciara. " ungkap Tamara dengan tegas.Ada jeda sejenak dalam kalimat yang terucap darinya. " Tapi, sayang-- "" Atau akhiri hubungan kita sekarang juga! " sambungnya yang menyelesaikan kalimat terakhir.Noah menggeleng cepat, tidak dia tidak ingin kehilangan Tamara. Dia tentu akan memilih pada pilihan pertama. " Tidak, jangan tinggalkan aku! " sanggahnya cepat." Maka putuskan semua yang berhubungan dengan Ciara! "Kalimat Tamara penuh penegasan, tapi Noah justru diam. Membuat wanita muda tersebut terkekeh sambil memalingkan wajahnya, dia mengusap kasar sisa air mata di wajahnya." Mana julukan mafia kejam itu, kau hanya badjingan seperti yang lainnya! "Setelah mengucapka

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 153 : Kenapa Harus Terulang Kembali

    " Yah, kurasa kakek cukup baik padaku dengan memberikan mobil ini. "Sebastian tengah mengemudi, di jalanan kota yang licin dengan salju dia mengendarai mobil yang baru saja diberikan kakeknya.Tujuannya saat ini adalah kediaman Noah, dia akan merayakan malam natal besok dengan keluarga kecil Tamara. Senyum tak hentinya mengembang di wajah tampan pemuda tersebut. Namun, mantanya memicing saat melihat seseorang yang dia kenal di ujung jalan sana. " Evelyn? "Dia segera menepikan mobil, turun dari sana dengan payung menghampiri Evelyn. " Eve, sedang apa kau disini? Apa kau tidak kedinginan? "Di bawah tiang lampu jalan, Evelyn berdiri tanpa payung di tengah hujan salju. Meski tidak terlalu lebat, tapi suhu disekitar begitu dingin.Mendengar suara Sebastian dia tetap menunduk, seolah tak peduli dengan keadaan sekitar.Pandangan Sebastian mengedar, dia pikir mungkin Evelyn menunggu kekasihnya. Tapi, menyadari hanya ada mereka di jalanan itu dia kembali berbicara. " Ayo pulang, disini din

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 152 : Penyesalan Noah

    Suasana kediaman Petherson masih menegang, sementara Noah sudah pulang. Dia pulang bersama Mack, tentu Evelyn masih ingin menyelesaikan urusannya disini.Dada gadis itu tampak naik turun, gejolak amarah masih terasa bergemuruh. " Kau sudah tidak menganggap Mama, Eve? " tanya Nyonya Petherson pelan.Tangan Evelyn terkepal kuat, dia memejamkan mata sejenak untuk meredam emosi sebelum menjawab. " Lalu, apa mama pernah menganggap aku? " tanya balik Evelyn.Nyonya Petherson tidak paham dengan ucapan gadis itu, dia masih bertanya. " Apa maksudmu? Bukannya selama ini kau yang selalu menjauh dari mama? " Evelyn tersenyum getir, bahkan terasa menyedihkan. Di balutan harta yang berlimpah, ada hati seorang gadis yang ingin di perhatikan ibunya." Kapan Mama memperhatikan ku? Apa Mama tahu kebiasaan ku, makanan favorit ku? Tidak kan. " lirihnya yang terdengar menyedihkan.Nyonya Petherson menunduk, dia tak menyangka ternyata hubungannya dan Evelyn sejauh itu. " Maafkan Mama, Eve. " balasnya yang

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 3 : Beban Hidupnya Begitu Berat

    Tiba di depan kediaman Monroe, Mack menghentikan laju mobilnya. Tamara tersadar dari lamunan, dia segera turun dan tak lupa mengucapkan terimakasih.Bukan karena Mack telah mengantarkannya pulang, tapi ucapan terimakasih karena sudah menyemangatinya menjalani gelapnya kehidupan esok. “ Terima kasih

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 2 : Di Antara Dua Pilihan

    Tamara diam menunduk. Dia memang menyukai Noah, dan tak di pungkiri melihat Noah di dalam berita menambah semangat hidupnya.Akan tetapi, itu dulu. Sebelum malam ini terjadi dan mengubah segalanya. “ Lepaskan aku. “ lirih Tamara.Noah berdecak sebal, dia paling tidak suka mengulang kembali kalimat.

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 5 : Anggap Kami Tak Pernah Ada

    Kringgg!Suara pintu kedai kopi yang terbuka menarik perhatian pemilik di dalamnya. Tamara masuk dalam keadaan rambut yang sedikit acak juga pakainya yang tampak bernoda.“ Tamara, apa yang terjadi padamu? “ tanya seorang wanita berusia tiga puluhan.Dia adalah Luci, pemilik kedai kopi itu. Wanita

  • Terpaksa Menjadi Istri Tuan Mafia Kejam   Bab 4 : Jiwa yang Selalu Hidup

    Tamara Monroe, putri sulung keluarga Monroe. Memiliki paras cantik, berkulit putih dengan rambut panjang bergelombang berwarna kecoklatan.Tinggi 170 centimeter, membuatnya tampak seperti seorang model profesional.Berasal dari keluarga terpandang seperti keluarga Monroe tentu semua orang akan berp

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status