Jerat Manis Istri Siri
Bagi Reyner, Lana hanyalah pelampiasan dari pernikahan yang tidak ia inginkan. Namun malam itu, di bawah temaram lampu kamar, pertahanan Rey runtuh total.
.
.
"Sial, kau benar-benar membuatku hilang kendali, Lan," bisik Rey, ambruk di ceruk leher Lana yang basah oleh keringat.
.
.
Lana tersenyum penuh kemenangan. "Aku bilang juga apa? Di rumah denganku jauh lebih menyenangkan."
.
.
Rey tidak sadar bahwa di balik gairah itu, ada sebuah rahasia yang sengaja Lana sembunyikan yaitu sebuah koyakan kecil pada pengaman yang akan mengubah garis hidup mereka selamanya.
.
.
"Diamlah. Jangan membuatku menyesal karena telah membatalkan janji malam ini."
.
.
Rey tidak tahu, bahwa pembatalan janji malam itu adalah awal dari kehancuran dunianya—atau mungkin, awal dari pengabdiannya yang paling dalam pada sang istri yang ia remehkan.
info karya & visual di Ig-Tiktok @vanillaicecreamm2025 ya
Read
Chapter: 146. Open Next Chapter (The End) Di sela-sela makan siang yang intim di sofa ruang kerja, Lana menyandarkan kepalanya di bahu tegap Reyner. Sumpit di tangan mereka sudah diletakkan, menyisakan dua mangkuk yang hampir kosong dan rasa kenyang yang menenangkan. Kehangatan setelah penyatuan mereka tadi masih terasa tertinggal di kulit, namun yang jauh lebih melegakan adalah hilangnya beban tak kasatmata yang beberapa hari ini menghimpit dada. "Mas," panggil Lana pelan, jemarinya memainkan kancing kemeja Reyner yang kini sudah kembali rapi, walau sedikit kusut di beberapa bagian. "Tadi... tepat sebelum aku membuka surel hasil tes DNA, Papa mengirim pesan." Reyner menurunkan pandangannya, mengusap lengan Lana dengan gerakan naik-turun yang teratur. "Pesan apa? Sesuatu yang mendesak?" Lana mengangguk pelan, ada kilat kesedihan yang melintas di matanya, namun segera digantikan oleh ketegasan. "Papa memutuskan untuk menceraikan Tante Dinda. Papa bilang... dia menyesal
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: 145. KlimaksReyner semakin gila mengendalikan permainan. Ia menarik kedua tangan Lana ke belakang punggung, menyatukannya dalam satu cengkeraman tangannya yang besar dan kuat, mengunci pergerakan istrinya hingga Lana benar-benar tak berdaya di bawah kuasanya.Dengan posisi Lana yang terkunci, Reyner merapatkan tubuhnya dari belakang. Sembari menahan kedua tangan Lana, lengan kokohnya merengkuh bahu sang istri, memeluknya erat seolah enggan memberi jarak satu inci pun. Sementara itu, tangan Reyner yang lain bergerak merayap naik ke leher depan Lana, melingkarkan jemarinya di sana dengan remasan yang semi-mencekik—tidak sampai menyakiti, namun cukup kuat untuk memberikan tekanan dominan yang mendebarkan dan menuntut kepatuhan total."Mas... ahh," Lana melenguh pasrah, kepalanya sedikit terdongak akibat tekanan di lehernya, menciptakan sensasi sesak yang berbaur dengan gairah yang kian memuncak."Kamu hanya milikku, Lana. Ingat itu," bisik Reyner parau tepat di teli
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: 144. Slowburn Reyner menyentak kemejanya hingga beberapa kancing terlepas dan mencampakkannya sembarang tempat. Gerakannya tergesa, didorong oleh gairah yang sudah di ujung tanduk. Melalui tatapan sayunya, ia bisa melihat Lana benar-benar menikmati setiap sentuhannya—jauh berbeda dengan semalam saat sang istri menyambutnya dengan beban pikiran yang tertahan. Reyner menarik thong Lana ke bawah, melewati lekuk kakinya yang masih terbungkus pump heels. Bukannya langsung melakukan penetrasi, Reyner justru berlutut di lantai. Ia menumpu tubuhnya, lalu dengan perlahan mulai mengecup dan menjilati jemari kaki Lana yang bersih dan terawat. "Ughhh.... hmmmm,," desah Lana tertahan, kepalanya mendongak dengan mata terpejam erat sementara jemarinya mencengkeram pinggiran meja kerja demi menyalurkan sensasi menggelitik yang aneh sekaligus nikmat. Reyner mendongak, menikmati ekspresi pasrah istrinya sebelum kembali bangkit. Ia tidak ingin terburu-buru mer
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: 143. Hukuman Untuk Lana "Maafkan aku, Mas. Aku sempat meragukanmu," bisik Lana di tengah tangisnya yang pecah, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Reyner. Cengkeramannya pada kemeja sang suami mengerat, menyalurkan rasa bersalah yang sempat mengendap di hatinya. Reyner tidak langsung menjawab. Ia justru semakin mendekap tubuh Lana, membiarkan istrinya menumpahkan seluruh sisa sesak yang mengganjal. Tangannya yang besar bergerak lembut, mengusap punggung dan sesekali mengecup puncak kepala Lana dengan penuh kasih. Setelah beberapa saat, Reyner melonggarkan pelukannya sedikit. Ia menangkup wajah Lana dengan kedua tangan, lalu menghapus sisa air mata di pipi istrinya menggunakan ibu jari. "Hei, lihat aku," pinta Reyner lembut, memaksa mata amber yang sedang sayu Lana untuk menatapnya. Reyner tersenyum tipis, tatapannya begitu hangat dan penuh pengertian. "Jangan minta maaf. Kamu sama sekali enggak salah, Sayang. Wajar kalau kamu ragu se
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: 142. 45 Menit KemudianLana melirik jam di sudut layar laptopnya. Pukul sepuluh pagi. Biasanya, pada jam seperti ini Reyner sedang sibuk-sibuknya memimpin rapat atau memeriksa berkas di kantor. Namun, Lana tahu ia tidak akan bisa fokus bekerja seharian jika tidak membagikan kabar ini sekarang juga.Dengan jantung yang masih bertalu karena rasa lega, ia mencari kontak suaminya dan menekan tombol panggil.Ponsel di seberang sana berdering. Satu kali, dua kali, tiga kali... Lana menggigit bibir bawahnya cemas, cengkeramannya pada ponsel mengerat. Tepat pada deringan keempat, panggilan itu tersambung."Ya, Sayang? Ada apa?" Suara berat dan serak khas milik Reyner terdengar di speaker. Ada latar belakang suara riuh rendah khas suasana kantor, namun nada bicara pria itu langsung melunak begitu menyapa istrinya.Mendengar suara itu, tenggorokan Lana mendadak tercekat. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini mendesak keluar."Mas..." panggil Lana lirih, suaranya agak berge
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: 141. Dan HasilnyaPagi itu di galeri perhiasannya, sebuah notifikasi surel masuk ke laptop Lana. Ia menatap layar dengan binar cemas."Duh, jadi deg-degan. Dibuka sekarang enggak, ya? Atau tunggu nanti saja pas bareng Mas Rey?" gumamnya lirih pada diri sendiri.Pikirannya mendadak kalut. Badai gairah yang ia lewati semalam bersama suaminya ternyata tetap tidak mampu meredam kegelisahan yang membayangi sejak kemarin. Rasa penasaran dan ketakutan kini berebut tempat di dadanya, membuat jemarinya yang menggantung di atas mouse pad mendadak terasa dingin.Lana menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debar jantungnya yang kian berpacu. Setelah menimbang beberapa saat, ia akhirnya memutuskan untuk mengklik surel tersebut. Setidaknya, ia harus tahu isinya terlebih dahulu daripada tersiksa oleh asumsi yang berputar-putar di kepalanya sendiri.Dengan tangan yang sedikit gemetar, Lana mengarahkan kursor dan membuka pesan itu. Begitu deretan kalimat di layar terbaca ol
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: 36. Partner In Crime"Kau manis sekali, Leon," ujar Ivanna sembari meraih tangan Leon dan mengeluskannya ke pipi. "Kau tidak hanya panas dan royal, tapi juga memahami ambisiku. Kita benar-benar seperti partner in crime!" puji Ivanna tulus, meski terdengar seperti godaan.Leon menyeringai, membelai bibir Ivanna dengan ibu jarinya. "Selama kau tetap di pihakku, dunia adalah taman bermain bagi rencana gelap kita."*****Ivanna baru saja sampai di depan pintu rumah ketika Simona muncul dengan tangan penuh paperbag belanjaan. Simona menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan provokasi, seolah ingin pamer bahwa ia juga bisa hidup mewah. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia melangkah angkuh mendahului Ivanna, sengaja menyenggol bahu wanita itu dengan kasar sebelum masuk ke dalam.Ivanna tidak marah. Ia justru bergeming, memperhatikan punggung Simona yang menghilang di balik pintu sambil menggelengkan kepala. Sebuah senyum miring tersungging di bibirnya."Baru b
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: 34. Bayi Besar"Apa kau tidak lelah, Leon? Setiap kali bertemu, kita selalu berakhir seperti ini," tanya Ivanna dengan napas memburu. Jemarinya meremas rambut Leon saat pria itu berubah menjadi mode 'bayi besar' yang haus, lidahnya terus menyapu bagian sensitif Ivanna yang tampak ranum kemerahan.Leon tidak langsung menjawab. Ia justru semakin dalam mengulum bagian sensitif itu, memberikan sapuan lidah yang lebar dan hangat hingga membuat tubuh Ivanna melengkung hebat."Lelah?" Leon bergumam tanpa melepaskan kulumannya, suaranya teredam di antara paha Ivanna. Ia mendongak sejenak dengan tatapan gelap yang lapar. "Bagaimana bisa aku lelah jika kau selalu membuatku bergairah, Iv? Anggap saja ini ritual wajib setiap kali aku berhasil memilikimu seharian."Setelah bicara, ia kembali membenamkan wajahnya, memberikan isapan kuat yang sengaja dilakukan untuk membungkam protes Ivanna dengan gelombang gairah baru.Leon melucuti blouse kerja Ivanna hingga wanita itu
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: 33. Strategi Baru SimonaSimona duduk di balik meja kerjanya di divisi Pengadaan dan Promosi dengan pandangan kosong. Layar komputer di hadapannya menyala terang, menampilkan tabel anggaran yang membosankan, tapi fokusnya sama sekali bukan di sana. Pikirannya masih tertinggal di lobi rumah pagi tadi, saat melihat Ivanna pergi dengan mobil sports pemberian Leon."Sial! Kukira merebut Matteo yang kaya itu sudah puncak kemenangan, ternyata dia malah bangkrut. Dan sekarang Ivanna malah dapat yang jauh lebih segalanya dari Matteo," bisiknya pelan sebelum menyesap espresso pahitnya dengan kasar.Otaknya berputar cepat, mencoba mencari celah untuk keluar dari bayang-bayang kakaknya."Leon sepertinya sulit digoda. Sejak awal dia sangat ketus padaku. Beda dengan Matteo dulu, dia ramah... ya, ramah—rajin menjamah maksudku," monolognya dalam hati dengan seringai sinis yang getir.Matanya tetap menatap layar, tapi jemarinya hanya mengetuk-ngetuk meja tanpa irama."Aku h
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: 32. Menyewa Waktu Ivanna"Bibi Inggrid, tolong bawa semua ini ke kamarku. Dan khusus untuk yang ini," Ivanna menyerahkan gaun itu pada Inggrid dengan santai, "pastikan kau menyimpannya di lemari paling belakang. Jika kau melihat Simona bahkan hanya sekadar melirik atau menyentuh kainnya, segera bakar saja. Aku tidak suka barangku dicemari oleh tangan yang hobi merusak milik orang lain."Inggrid menerima gaun itu dan anggukan angkuh. "Baik, Nona Ivanna. Akan saya pastikan perintah Anda terlaksana."Simona memekik frustrasi, kakinya menghentak lantai atas dengan keras. "Kau keterlaluan, Iv! Kau hanya sedang beruntung karena pria gila itu buta! Kau pikir dia akan bertahan lama dengan wanita sombong sepertimu?!"Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Simona, membisikkan sesuatu yang membuat darah adik tirinya mati kutu."Setidaknya pria gila itu memanjakanku, Simona. Tidak sepertimu... yang pulang dengan pipi lebam dan masker murahan hanya untuk menutupi jejak tangan Ma
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: 31. Memanasi SimonaAdrianna memijat pelipisnya, matanya melirik waspada ke arah meja tempat Victor duduk. "Simona, pelankan suaramu. Mama sedang makan siang dengan ayahmu.""Aku tidak peduli! Ibu harus bicara pada Ayah, pecat saja dia!""Jangan bodoh, Simona! Kau tahu posisi kita. Victor sangat mempercayai Inggrid. Jika aku ikut campur soal kunci kamar Ivanna, apalagi setelah ulahmu merusak gaunnya semalam, Victor tidak akan segan-segan mengusir kita berdua."Adrianna menelan ludah, membayangkan tatapan dingin Victor yang bisa seketika berubah menjadi badai jika menyangkut putri kandungnya. "Biarkan saja dulu. Jangan cari gara-gara saat Ivanna sedang di atas angin karena Leon. Mengerti?""Jadi Ibu lebih memilih cari aman daripada membelaku?!" Simona mendengus kasar, terdengar suara benda dibanting di seberang sana."Bagus! Teruskan saja menjilat pada Papa sampai kita benar-benar menjadi sampah di rumah ini!"Bip. Sambungan diputus sepihak.
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: 30. Simona MengamukSimona baru saja turun dari mobilnya dengan langkah gontai. Wajahnya kuyu, pipinya yang lebam sengaja ia tutupi dengan masker hitam yang kontras dengan kulit pucatnya. Namun, langkahnya terhenti saat sebuah SUV Eropa mewah masuk ke pelataran kediaman keluarga Ricci. Beberapa pria berstelan hitam rapi turun, menyerahkan belasan paper bag besar berlogo butik ternama dunia kepada kepala pelayan.Simona mendekat dengan mata menyipit penuh selidik. "Ada apa ini? Siapa yang mengirim barang-barang ini ke sini?""Ini semua milik Nona Ivanna, Nona," jawab salah satu pengawal dengan nada tegas. "Kami adalah pengawal Tuan Leon, ditugaskan untuk mengantar belanjaan Nona Ivanna. Permisi, masih ada banyak barang yang harus kami bawa masuk ke kamar Nona."Geram. Dada Simona terasa sesak oleh rasa iri yang membakar. Di saat dia baru saja menerima kekerasan dari Matteo ada rasa perih di pipinya masih berdenyut nyata tapi Ivanna justru sedang asyik berpesta belanja.
Last Updated: 2026-05-23
Simpanan Tuan Torres
Julia Rivas adalah sekretaris cantik nan lugu yang terpaksa menjual dirinya pada Diego Torres, bosnya yang angkuh dan hyper, demi menyelamatkan nyawa ibunya. Di tengah kegelapan keluarga, sang kakak penjudi dan adik pergi ke Amerika untuk menjadi bintang porno. Julia melihat Diego, sang 'Raja Es', sebagai satu-satunya jalan.
Awalnya, affair ini adalah transaksi dingin. Namun, malam pertama menjadi bumerang bagi Diego. Ia terkejut menemukan Julia perawan. Kepolosan yang ia nodai itu segera memicu obsesi liar, mengubah hasrat iseng Diego menjadi kecanduan yang mematikan. Diego, yang seharusnya menikahi tunangannya, Lucia Ortega, kini bingung.
Diego harus memilih: status dan kekuasaan bersama Lucia, atau Simpanan Tuan Torres yang telah merenggut hati dan kendalinya
Read
Chapter: 151. EpilogWaktu bergulir dengan ritme yang tak terduga. Masa-masa penuh ketegangan di kantor dan drama pelarian seolah terkikis oleh kehadiran nyawa baru di rahim Julia. Memasuki trimester kedua, garis tegas di wajah Diego mulai melunak. Pria predator itu kini lebih sering terlihat menatap perut Julia yang membuncit dengan binar yang sulit diartikan—campuran antara obsesi dan proteksi yang mutlak. Tanpa terasa, hari-hari penuh mual dan rasa lelah mengantar Julia ke garis finis: minggu ke-39. Persalinan itu menjadi momen paling sakral di kediaman Torres. Ketika tangisan pecah memenuhi ruangan, sebuah keberuntungan besar menghampiri mereka. Julia melahirkan bayi kembar laki-laki yang sehat, sebuah "jackpot" yang mengukuhkan posisi Julia di mata keluarga besar Torres. Richard dan Rachel Torres tak lagi memandang Julia sebagai sekretaris yang terjebak utang, melainkan ibu dari pewaris mereka: Marlo dan Marco Torres. Di sisi lain, sebuah babak baru yang penuh intrik terbuka di Portugal. Laura Riva
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 150. Julia Harus KuatDiego mengusap punggung Julia. "Kamu harus kuat, Julia. Ada dua nyawa di perutmu, mereka adalah kunci pintu gerbang Torres International. Jangan biarkan hal-hal kecil mengganggu fokusmu."Julia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri dalam pelukan Diego. Ia tahu, di balik kelembutan pelukan itu, ada tuntutan besar dari pria yang kini menjadi satu-satunya pelindungnya."Javier sudah memperlambat jaringan internet di Madeira. Data internet Laura kini hanya tergantung dari situ."Diego memotong Bistec a la Española di piring Julia menjadi potongan-potongan kecil, matanya menunjukkan ketenangan."Tenang saja. Komunikasi dan koneksi internet Laura sudah kami kendalikan penuh. Sekarang makanlah, Sayang. Kita tidak perlu lagi memikirkan masalah Madeira malam ini."Julia menatap Diego. Rasa lega memenuhi dirinya, bercampur dengan kekaguman atas efisiensi Diego dalam mengatasi masalah. Ia mulai menyantap makan malamnya, kini dengan pikiran yan
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 148. Melapor Ke MadridDi kantor atau ruang kerja pribadi Diego di Girasol Estate, Madrid. Diego baru saja berpisah dari Julia yang sudah terlelap. Pablo berada di sana, sedang membereskan dokumen akhir mengenai penyebaran berita Georgina.Ponsel Pablo berdering. Ia melihat nama Oscar di layar."Ya, Oscar. Bagaimana situasi di sana? Apakah Nona Laura sudah tenang?"Pablo mendengarkan laporan Oscar mengenai kamera vlogging dan niat Laura untuk membuat video "Baking di Pengasingan." Wajahnya yang tenang mulai menunjukkan ketegangan."Baik, Oscar. Tetap tenang. Apakah kau sudah memeriksa isi paketnya dan menyita kameranya? Kita tidak bisa—""Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti melihat hantu?" tanya Diego, yang baru saja masuk ke ruangan Pablo.Saat Pablo hendak menjawab, Diego mendengar samar-samar suara Oscar dari telepon.Suara Oscar ."...Dia berencana membuat siaran langsung atau vlogging tentang 'pengasingan' di sini, Tuan. Ini jelas pel
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 147. Alat VlogingBeberapa saat kemudian, sebuah paket datang dan diterima oleh Javier. Oscar, yang baru saja kembali dan meletakkan cookies hangat di meja jaga, langsung bertanya."Apa itu, Javier?""Sepertinya seperti biasa, belanjaan Nona Laura dari Amazon."Wajah Oscar kembali tegang. "Kau yakin itu Amazon? Diperiksa dulu! Aku khawatir isinya adalah jejak masa lalu Laura. Kita tidak mau mengambil risiko, apalagi jika dibuka, gadis itu histeris dan tidak stabil lagi."Javier mengulurkan paket itu, sedikit kesal. "Kau baca saja sendiri. Tertulis jelas dari Amazon, kan?"Oscar membaca label dengan cermat. "Betul, ini Amazon. Beli apa lagi dia kira-kira?""Tentu saja. Dia mendapat uang saku dari Nona Julia yang sangat banyak sebagai kompensasi dikurung di sini. Mungkin isinya perhiasan baru, atau alat pembuat kue terbaru."Laura menghampiri dua pengawal itu. Wajahnya menunjukkan sedikit antusiasme."Hei, apa kalian menerima paket
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 146. Kejutan PagiPagi itu, setelah menyelesaikan doa paginya, Julia mengambil ponselnya yang ada di nakas. Ia membuka beberapa aplikasi berita dan media sosial, mencari perkembangan terbaru. Matanya langsung membelalak kaget. Sebuah headline besar di akun gossip Spanyol terpampang jelas.Julia membekap mulutnya sendiri, terkejut "Astaga, Georgina masuk akun gosip!"Ia tidak menunggu lagi. Tanpa ragu, Julia langsung mengguncang bahu Diego yang tidur memunggunginya."Bangun, Diego! Bangun..."Diego, yang memang sudah sedikit terjaga karena menunggu respons dari Julia, perlahan membuka matanya. Ia berbalik, raut wajahnya pura-pura kesal karena tidurnya terganggu."Ada apa, Julia? Ini masih pagi. Biarkan aku tidur sebentar lagi.""Lihat ini! Georgina! Dia menyiram wajah seorang wanita di acara amal semalam! Dia terlihat sangat... brutal!"Diego mengambil ponsel Julia, tatapannya tenang saat membaca headline tersebut. Senyum tipis, hampir tak
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 145. Acara AmalDi Kamar utama di Girasol Estate. Cahaya hanya berasal dari lampu tidur redup di nakas.Larut malam. Diego baru saja selesai membantu Julia tidur nyenyak. Ia telah mengusap punggung Julia dan memijat kakinya hingga Julia, yang kelelahan karena kehamilan, terlelap dalam posisi yang paling nyaman.Diego memandang wajah tenang Julia yang terlelap, mengusap pelan rambut yang menjuntai di dahinya. Ia kemudian mencium pucuk kepala Julia dengan sangat lembut, memastikan sentuhannya tidak membangunkan kekasihnya.Saat ia bangkit dari sisi ranjang, ponsel yang berada di nakas sisi Julia menyala. Sebuah pop-up notifikasi pesan masuk. Pesan itu dari Pablo.Diego tahu apa artinya. Ia meraih ponselnya dengan hati-hati. Layar menampilkan pesan singkat dari Pablo Reyes."Misi selesai, Tuan. Video dan foto insiden di Ritz sudah tersebar ke media gosip utama. Kami menjamin besok pagi, ia akan sibuk mengurus citranya. Anda bisa tidur nyenyak."Die
Last Updated: 2026-03-04