author-banner
Dark_Pen
Dark_Pen
Author

Novels by Dark_Pen

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Sebagai pemulung miskin, aku menemukan gelang warisan Ayah yang memaksaku menjalin kedekatan paling intim dengan para wanita—setiap “penyatuan” dengan mereka memicu mimpi yang mengungkap jalan menuju kekayaan.
Read
Chapter: Salah Pilih Lawan
Darah Jaka berdesir hebat, bergolak membakar setiap pembuluh di dalam tubuhnya. Pemandangan di depannya—Bu Lilis yang terkulai pasrah tanpa busana dengan mata golok dingin menempel rapat di kulit lehernya—membuat sisa-sisa kesabaran Jaka runtuh seketika. Pria brewok itu kembali tertawa membahana, menikmati keputusasaan yang mengudara tebal di ruangan sempit berbau amis tersebut. "Kenapa diam, Bocah?" ejek pria brewok itu lagi, matanya melotot tajam sarat akan keperintisan. "Mana taji lo?! Bukannya lo yang sok jagoan mau jadi pahlawan buat wanita jalang ini?!" Jaka tidak menjawab dengan kata-kata. Ia merapatkan rahangnya rapat-rapat hingga otot-otot pipinya menegang keras. Perlahan, ia menarik napas dalam-dalam melintasi tenggorokan, menyalurkan fokus penuh ke pusat dadanya. "Lepaskan... Bu Lilis," desis Jaka dengan nada dingin mematikan. Suaranya tidak lagi nyaring, namun bergetar rendah dengan daya pikat ghaib yang sanggup menggentarkan jiwa. Pria brewok itu sempat tertegun sejen
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Pabrik Udang Terbengkalai
Jaka melangkah mantap membelah kepekaan malam yang makin menggigit. Tangannya mengepal keras hingga otot-otot di lengannya menegang teguh. Rahangnya mengeras rapat, sementara sorot matanya kilat mendelik tajam, siap menerjang marabahaya apa pun. Ia terus berjalan menembus jalanan tanah berpasir yang makin sunyi hingga akhirnya siluet bangunan tua terbengkalai itu tampak berdiri kukuh dan angker di depannya. Gudang bekas pabrik pengolahan udang itu tampak sepi, hening, dan terisolasi dari peradaban. Atap seng raksasanya sebagian besar sudah jebol dan berkarat parah, sementara dinding-dinding semen tebal di sekelilingnya terkoyak retakan melintang. Bau garam yang menusuk bercampur amsal amis udang busuk dan kelembapan air laut yang menyengat langsung menyergap indra penciuman Jaka. Namun, pria tegap itu sama sekali tidak gentar. Tanpa keraguan sedikit pun, ia menerobos masuk melewati gawang pintu besi tua yang sudah terkulai rusak dari engselnya. Tak! Tak! Suara derap langkah kakin
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Surat Tantangan
Di pesisir barat, tepatnya di dalam penginapan, dada Jaka naik turun berpasokan napas yang memburu pesat. Amarah yang membakar hebat di dalam rongga dadanya seolah membuat udara di dalam ruangan terasa begitu sempit dan menyengat. Tatapannya menajam bagai mata pisau, menyapu setiap inci ruangan kamar yang kini tampak berantakan dan sunyi. Keheningan yang ditinggalkan terasa bagai cemoohan dingin dari pelaku yang baru saja melancarkan aksinya tanpa memicu suara sekecil apa pun. "Sialan! Bagaimana bisa mereka menyelinap sejeli ini?" desis Jaka penuh geram. Ia berusaha keras mengendalikan gejolak emosi yang hampir menguasai logikanya. Energi dari tiga pusaka di dalam darahnya bergetar kencang, bereaksi terhadap riak amarah serta sisa-sisa jejak mistis yang tertinggal di ruangan tersebut. Jaka melangkah maju dengan hati-hati. Matanya tak berhenti mengamati sudut-sudut kamar demi mencari petunjuk sekecil apa pun—apakah itu bekas guratan, serpihan tanah, atau benda yang tak sengaja diting
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Pancingan
Jaka menarik napas panjang, mengembuskannya perlahan untuk menetralkan detak jantungnya yang sempat bergejolak. Tanpa membuang waktu lagi, ia berbalik arah, melangkah cepat menyusuri jalan setapak tanah bercampur pasir menuju kontrakan kecil yang mereka sewa. Sambil membelah kegelapan malam, otak Jaka bekerja keras menyusun strategi. Ia makin yakin bahwa Ki Jagad berada di desa ini, menyembunyikan rencana jahatnya di balik benteng takhayul pesisir barat. Namun, masalah utamanya adalah Jaka belum tahu pasti di rumah mana lelaki tua itu tinggal, bahkan ia sama sekali belum pernah melihat wujud parasnya secara langsung. "Besok pagi gue benar-benar harus bergerak cepat," batin Jaka. Satu rencana rasional langsung terlintas di pikirannya. Begitu matahari terbit, ia akan menanyakan keberadaan dan lokasi rumah Ki Jagad kepada Pak Suji. Jaka merasa sedikit optimistis, mengingat keramahan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh kepala desa tua itu saat menyambut mereka tadi. Dengan tekad yang
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Kilasan Masa Lalu
"Hah, Ki Jagad?!" Jaka tersentak kaget. "Benar, Jaka." Kandita kembali melangkah mendekat. Perlahan, wanita pucat itu mengangkat tangannya yang dingin, mengarahkannya tepat ke wajah Jaka hendak menyentuh keningnya. Insting bertarung Jaka seketika bergolak; ia refleks mengambil satu langkah mundur, memasang kuda-kuda siaga penuh. "Tenanglah... aku tidak berniat jahat," desis Kandita halus, tatapannya menyiratkan rasa lelah yang mendalam. "Aku hanya ingin menunjukkan kepadamu apa yang sebenarnya terjadi di desa ini... khususnya di pesisir barat yang kau pijaki sekarang." Jaka mengernyitkan dahi, dahinya berkerut dalam. Ia belum sepenuhnya paham dengan maksud ucapan sosok di hadapannya ini. "Biarkan aku menyentuh keningmu, Jaka." Glek! Jaka menelan ludah dengan susah payah saat jemari pucat Kandita kembali terangkat naik. Bulu kuduk di sekujur tubuhnya meremang hebat begitu ujung telunjuk gadis itu akhirnya menempel lembut di kulit keningnya. Sensasi dingin yang teramat menusuk se
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Kandita dan Niraya
Jaka tercekat seketika. Perkataan wanita yang mengaku bernama Kandita itu menghantam kesadarannya, menimbulkan dentum tegang di dalam dada.​"A-apa maksudmu? Ada apa sebenarnya dengan desa ini?" tanya Jaka dengan nada tertahan, menuntut penjelasan.​Kandita tidak langsung menjawab. Ia perlahan bangkit dari duduknya di tepi karang terjal yang curam. Gaun putih kusamnya yang basah kuyup menjuntai membingkai lekuk tubuhnya, meliuk-liuk liar tertiup angin pesisir yang berembus makin ganas. Setiap kali wanita itu melangkah mendekat, aroma bunga melati yang pekat bercampur samar bau amis kian tajam menusuk indra penciuman Jaka.​Napas Jaka berembus berat saat memandangi paras pucat di hadapannya. Walau wajah Kandita tampak pucat bagai mayat tanpa rona kehidupan, ada kecantikan anggun yang amat tragis memancar dari sorot matanya yang sayu dan sendu.​"Namamu Jaka, bukan?" tanya Kandita pelan, menatap lurus ke iris mata Jaka dengan sorot Penuh arti.​Jaka tak menyahut. Ia memilih berdiri diam
Last Updated: 2026-09-20
Terapi Hasrat Dokter Bagas

Terapi Hasrat Dokter Bagas

“Hanya segitu kemampuanmu, dr. Bagas?!” desah wanita itu terengah, jemarinya mencengkeram seprai. “Ta–tapi ini salah, Nyonya… aku seharusnya tidak—” Dipecat karena tuduhan malpraktik dan dihancurkan oleh pengkhianatan tunangannya, dr. Bagaskara kehilangan segalanya dalam semalam. Saat hidupnya berada di titik terendah, sebuah tawaran misterius datang: menjadi terapis di klinik khusus wanita milik Madame Renata—tempat yang konon mampu menyembuhkan luka… dengan cara yang tak lazim. Namun, dari balik aroma terapi dan cahaya temaram ruang perawatan, Bagas justru terseret dalam dunia yang menggoda dan berbahaya. Setiap sentuhan menjadi ujian, setiap pasien menyimpan rahasia, dan setiap sesi terapi bisa saja membuatnya kehilangan kendali—baik sebagai dokter, maupun sebagai pria.
Read
Chapter: Bab 148 — Akhir Kisah
Matahari mulai condong ke arah barat, menciptakan bias warna oranye kemasan yang memantul di deretan pohon pinus Desa Gunung Jati. Udara sore itu terasa sejuk, membawa aroma tanah basah dan wangi bunga kopi yang mekar di kejauhan. Bagas berdiri di teras rumah kayunya, menyandarkan tubuh pada tiang penyangga yang kokoh. Ia menghela napas panjang, sebuah tarikan napas yang penuh dengan rasa syukur dan kedamaian yang belum pernah ia rasakan selama puluhan tahun hidup di hiruk-pikuk kota.Di depannya, hamparan kebun yang ia rawat sendiri kini mulai membuahkan hasil. Sayur-mayur tumbuh subur, dan beberapa pohon buah yang ia tanam setahun lalu mulai menampakkan kuncupnya. Namun, bukan kebun itu yang menjadi sumber kebahagiaan utamanya.Suara tawa renyah terdengar dari dalam rumah. Bagas menoleh dan melihat pemandangan yang selalu berhasil menghangatkan hatinya. Mayra, dengan perut yang kini sudah membulat besar di usia tujuh bulan, duduk di sofa panjang sambil melipat pakaian bayi yang baru
Last Updated: 2026-03-01
Chapter: Bab 147 — Obsesi Sarah
Hari-hari yang mereka lalui kini begitu hangat, perut Mayra semakin buncit, kehamilan Tania semakin baik. Bagas merasa hidupnya begitu lengkap dengan kehadiran dua wanita yang sama-sama sedang mengandung benihnya ini.Bahkan kini Bagas sudah lebih terbuka dan bergaul dengan warga desa. Mantan psikolog itu benar-benar telah berdamai dengan hidupnya. Bagas benar-benar telah melupakan kehidupan gelapnya di kota.Kini, umur kandungan Mayra sudah jalan 7 bulan. Perut wanita itu semakin Buncit, dan kehamilan Tania mulai berjalan empat bulan, perutnya juga mulai tampak membesar walau tidak sebesar Mayra.Para warga yang terkadang datang hanya untuk menyapa benar-benar kagum kepada Bagas. Bagaimana tidak, Bagas memiliki dua orang istri yang sama-sama hamil tetapi bisa hidup dengan rukun.Sore itu, Sarah yang kini sudah sangat dekat dengan keluarga Bagas terlihat datang bertamu. Resepsionis puskesmas itu datang membawa buah di tangannya.“Hai, Mas Bagas,” sapanya lembut saat melihat Bagas seda
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: Bab 146 — Malam Panas
Malam itu, hujan turun dengan sangat deras di lereng Gunung Jati, seolah alam pun tahu bahwa ada api yang siap berkobar di dalam rumah kayu itu. Suasana di dalam kamar utama terasa begitu pekat dengan aroma terapi cendana dan hawa dingin yang justru memicu adrenalin.Tania berdiri di tepi ranjang, mengenakan daster tipis transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang kini lebih berisi. Kabar dari bidan tadi siang benar-benar membakar mentalnya. Di sisi lain, Mayra sudah bersandar di bantal, menatap Bagas dengan tatapan yang seolah berkata bahwa malam ini adalah pesta untuk mereka bertiga.Bagas mendekat, ia melepaskan kemejanya, memamerkan dada bidang dan otot perutnya yang mengeras karena kerja keras di kebun. Ia menarik Tania ke dalam pelukannya, melumat bibir wanita itu dengan sangat lapar—sebuah ciuman penebusan atas puasa sebulan penuh.Bagas merebahkan Tania di tengah ranjang, diapit oleh dirinya dan Mayra. Tidak ada lagi kecanggungan. Mayra mulai membantu melepaskan pakaian
Last Updated: 2026-02-19
Chapter: Bab 145 — Tania Lega
Tidak terasa, waktu satu bulan berlalu. Hari ini, jadwal Bagas membawa dua wanitanya untuk kembali ke puskesmas. Ia ingin memastikan kandungan dua wanitanya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.Bagas menuntun Mayra masuk ke dalam mobil. Perut gadis itu kini sudah semakin membesar di usia kandungannya yang jalan empat bulan. Tania ikut berjalan di belakang mereka, keadaan fisik Tania cukup baik akhir-akhir ini, tapi tidak dengan mentalnya. Wanita itu begitu rindu sentuhan Bagas. Cukup sesak rasanya memendam rasa di saat pria yang ia cintai bersenggama dengan Mayra tepat di sebelahnya. Namun apa boleh buat, ia tidak bisa apa-apa.Tania masuk ke dalam mobil. Ia tersenyum kepada Mayra. Ia sangat berharap hari ini ada kabar baik dari bidan. Semoga hari ini adalah akhir dari puasanya akan sentuhan Bagas.Mobil sedan putih milik Bagas perlahan memasuki area parkir Puskesmas Gunung Jati. Udara pagi itu cukup cerah, namun suasana di dalam mobil terasa sedikit tegang karena harapan besar yan
Last Updated: 2026-02-16
Chapter: Bab 144 — Kenikmatan Yang Berbeda
Keesokan paginya, Bagas beraktivitas seperti biasanya di kebunnya. Ia sibuk merawat tanamannya yang mulai tumbuh.Sementara di dalam, Mayra sibuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan-ringan. Tania juga ikut membantu, walau Mayra sudah melarangnya berulang kali.“Enggak apa-apa, May, cuma cuci piring, kok,” ujarnya lembut.“Tapi kan kata bidan kamu harus bedrest total, Tan,” sela Mayra sambil memasukkan baju ke dalam mesin cuci.“Ya kalau cumi tidur mulu yang ada tambah stres nanti aku, bosan May.” Tania masih bersikeras sambil terus membilas piring di wastafel.“Ya udah, deh. Tapi nanti kalau Bagas marah, aku enggak tanggung jawab, ya?”Tania mengulum senyum. “Emang Bagas bisa marah sama kita, May?” Tania menoleh sambil tersenyum tipis.“Hehe, iya sih. Mana mungkin dia bisa marah sama kita, ya?”Dua wanita yang sama-sama mencintai Bagas itupun tertawa bersama. Hidup mereka cukup rukun walau sebenarnya hingga kini tidak ada ikatan pernikahan resmi di antara mereka.“May, buatin kopi
Last Updated: 2026-02-15
Chapter: Bab 143 — Rumah Sarah
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hujan mulai reda menyisakan gerimis yang masih membawa udara sejuk di malam hari.“Mbak Sarah mau pulang sekarang?” tanya Bagas setelah memeriksa keluar jika hujan sudah mulai reda.Sarah mengangguk pelan. “Boleh, Mas,” katanya.“Ya sudah, sebentar ya, saya ambil payung dulu.” Bagas langsung ke belakang untuk mengambil payung yang tadi ia simpan. Tidak lama kemudian Bagas kembali dan melihat Sarah sudah berdiri dan bersiap-siap untuk pulang.“Sayang, kamu hati-hati, ya?” ujar Mayra sambil mendekat ke arah Bagas. Tania pun sama, ia memegang lengan Bagas sambil tersenyum. “Nanti langsung balik ya?” katanya.Sarah hanya berdiri diam melihat kehangatan keluarga itu. Tidak pernah terbayang di dalam benaknya jika ada pria beristri dua, namun kedua istrinya tampak akur dan rukun. Ini anomali, semua kasus yang pernah di lihat Sarah pasti akan ada pertengkaran apabila seorang lelaki memiliki dua wanita.Pipi Sarah merona merah saat ia tidak sengaja membaya
Last Updated: 2026-02-12
You May Also Like
Pembalasan Pelayan Kaya Raya
Pembalasan Pelayan Kaya Raya
Urban · Lovely Bintang
15.5K views
Perumahan Bejo 23 The Series
Perumahan Bejo 23 The Series
Urban · Nezha Hauw
15.3K views
Identitas Rahasia sang Pria Tertindas
Identitas Rahasia sang Pria Tertindas
Urban · Junn_Badranaya
15.2K views
Selir Kesayangan Suamiku
Selir Kesayangan Suamiku
Urban · Secilia Abigail Hariono
15.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status