Chapter: Mertua dan MenantuPagi harinya, Sari langsung menceritakan mimpi Jaka itu pada ayahnya.“Hamparan Edelweis?” Sigrid mengernyit mendengar lokasi itu.“Iya, Ayah. Apa ayah tau di mana tempatnya?”Sigrid menggeleng. “Tidak, di sekitaran desa kita tidak ada tempat seperti itu.”“Jadi, itu tempat di luar?” tanya Sari lagi.“Iya, tempat itu kemungkinan besar di luar desa kita. Dia harus mencarinya sendiri.”Sari tertegun. “Ta-tapi, masa Jaka harus pergi sekarang?”“Siapa bilang, mimpi itu hanyalah visi, tidak mesti dia pergi sekarang juga. Dia baru boleh keluar dari desa ini setelah kamu hamil, Sari,” jawab Sigrid menjelaskan.“Ta-tapi…” Sari tampak gelisah, takut kalung itu di ambil orang lain. “Bagaimana kalau misalnya orang lain yang terlebih dulu menemukan kalung itu, Yah?”Sigrid menggeleng sambil tersenyum. “Tidak mungkin Sari,” jawabnya santai. Dia memegang bahu putrinya. “Visi tentang benda-benda kayangan itu hanya muncul untuk orang yang mewarisi gelang induk.”Sari mengernyit, tiga benda kayangan i
最後更新: 2026-05-08
Chapter: Hamparan EdelweisSementara jauh di balik kedalaman Hutan Mati, di dalam rumah kepala suku, di dalam kamar pengantin baru, Jaka tertidur pulas dalam keadaan tanpa busana bersama Sari yang memeluknya tanpa busana juga.Malam pertama mereka benar-benar menguras tenaga hingga membuat pasangan suami-istri muda itu langsung terlelap begitu saja.Bercak merah di selangkangan Sari, menandakan baru saja dia menyerahkan mahkotanya untuk pria yang akan memberinya keturunan nanti.Sari terlelap di atas dada bidang Jaka, tangannya memeluk erat pria itu seolah Jaka adalah sesuatu paling berharga yang Sari punya.Namun rasa nyenyak dan tenang itu tidak berlangsung lama. Saat Jaka benar-benar terbuai dalam tidurnya, mimpi itu muncul, mimpi yang dipicu akibat dia bersenggama dengan wanita. Namun… kali ini wanita yang ia gagahi bukanlah wanita biasa, Sari masih perawan dan juga keturunan langsung dari sang Dewi dari kayangan.Deg!Jaka terjaga, namun ia terkejut saat mendapati dirinya bukan di dalam kamar, melainkan ia
最後更新: 2026-05-07
Chapter: Kepulangan BagasDi desa seberang, suasana haru terlihat saat Beno dan Bagas akhirnya tiba di sana malam hari.“Bagas?!”Hampir saja Bu Lasmi pingsan di tempat karena syok melihat Bagas tiba-tiba ada di depan rumah.“Pak! Pak! Bagas pulang, Pak!” teriak Bu Lasmi histeris.Pak Surya yang sedang di dalam langsung berlari keluar tergesa-gesa.Deg!Jantungnya seolah berhenti berdetak, dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Bagas, anaknya, sedang dipeluk oleh istrinya.Berulang kali Pak Surya mengucek matanya, memastikan ini bukan mimpi. Bahkan para tetangga sebelah ikut keluar saat mendengar teriakan Bu Lasmi.“Ba-Bagas?!”Pak Surya pun tak mampu menahan air matanya, ia langsung ikut memeluk Bagas dan istrinya.“Bagas, ayah enggak nyangka kamu masih hidup, Nak.”Bagas pun tak mampu menahan air matanya, ia memeluk ibu dan ayahnya cukup erat. Setahun tidak bertemu membuatnya benar-benar rindu.Para warga yang keluar pun tidak mampu menahan keterkejutannya, mereka seolah melihat hantu, Bagas yang di sangk
最後更新: 2026-05-07
Chapter: Malam Penuh NikmatTanpa membuang waktu, Jaka langsung menindih istrinya tersebut, meremas dua gunung kenyalnya sambil menghisap putingnya bergantian.“Ahh! Sayang… terus!”Sari mulai membuka pahanya saat tangan Jaka menelusup ke sana. Ia menggeliat saat jari-jari Jaka mulai mengusap lembut garis belahan kewanitaannya.“Basah banget sayang,” bisik Jaka nakal.Sari hanya tersenyum malu-malu sambil memeluk erat leher Jaka dan mendekapnya dengan kuat.Jaka mulai memainkan jarinya di celah mahkota Sari yang sudah sangat basah. Satu tangannya meremas gundukan mengkal milik gadisnya, sementara bibirnya mencumbu leher mulus Sari memberikan tanda merah kepemilikan.“Shh! Sayang… aku udah enggak tahan!” rengek Sari yang sudah di ambang batas. “Masukin, ahh…”Mendengar desahan sang istri yang manja, Jaka langsung bangkit setelah memberi kecupan terakhir di puting susu istrinya yang sudah merah. Ia membuka lebar paha Sari, memposisikan dirinya di tengah sambil mengarahkan senjatanya pada lubang kenikmatan gadis it
最後更新: 2026-05-06
Chapter: Mahkota SariSari mulai menarik tangan Jaka menuju ke ranjang pengantin mereka. Harum wewangian semerbak memenuhi kamar ini, membuat Jaka semakin terbawa suasana.Sari berbaring, menatap Jaka yang masih berdiri membeku di tepi ranjang.“Kenapa sayang? Kita ini suami istri loh,” bisik Sari lagi sambil mengedipkan mata.Jaka gugup bukan karena dia tidak terangsang pada istrinya itu, tetapi aura Sari benar-benar berbeda yang membuat Jaka begitu gugup malam ini.Melihat Jaka masih berdiri diam, Sari akhirnya mengambil inisiatif. Tangannya yang putih mulus perlahan mulai membuka ikatan kebayanya. Ia menarik lembut kain itu hingga tubuhnya kini terlihat jelas di depan mata Jaka. Hanya tersisa kain kecil yang menutupi dua gundukan kembar dan juga area kewanitaannya.Deg!Jaka membeku, sesuatu di balik celananya langsung bereaksi.“Sayang… sini!” bisiknya manja sambil menjulurkan tangan.Napas Jaka mulai memburu, sesuatu di balik celananya mulai mengeras dan membuatnya sesak. Darahnya mulai mendesir ke ub
最後更新: 2026-05-06
Chapter: Malam PertamaPernikahan itu berlangsung dengan khidmat diiringi musik dan tarian di atas sanggar. Jaka dan Sari duduk bersimpuh di depan Sigrid yang baru saja selesai menikahkan anaknya sendiri.Semua orang tampak senang, orang luar yang awalnya di anggap ancaman kini malah menjadi menantu kepala suku mereka sendiri.“Menantuku,” kata Sigrid lembut. “Sekarang kau resmi menjadi suami putriku, aku sebagai ayah dan kepala suku hanya meminta dua hal, dan ini hal yang wajib yang harus kamu penuhi.”Jaka mengangkat wajahnya, menatap Sigrid dengan seksama. “Apa itu?”“Yang pertama,” kata Sigrid, raut wajahnya begitu serius. “Kau baru bisa keluar dari desa ini jika Sari telah hamil, kau harus memberinya keturunan.”Jaka mengernyit mendengar hal itu, sementara Sari langsung menekuk wajahnya yang mulai merona.“Jika kau gagal memberinya keturunan, kau di anggap gagal jadi pewaris gelang. Gelang yang sudah menyatu dengan tanganmu harus di cabut, dan asal kau tahu gelang itu bagus bisa di lepas jika si penggu
最後更新: 2026-05-05
Terapi Hasrat Dokter Bagas
DewasaDark RomancePOV 3Pria DominanManipulatifDokterPengkhianatanHaremCinta Terlarang
“Hanya segitu kemampuanmu, dr. Bagas?!” desah wanita itu terengah, jemarinya mencengkeram seprai.
“Ta–tapi ini salah, Nyonya… aku seharusnya tidak—”
Dipecat karena tuduhan malpraktik dan dihancurkan oleh pengkhianatan tunangannya, dr. Bagaskara kehilangan segalanya dalam semalam. Saat hidupnya berada di titik terendah, sebuah tawaran misterius datang: menjadi terapis di klinik khusus wanita milik Madame Renata—tempat yang konon mampu menyembuhkan luka… dengan cara yang tak lazim.
Namun, dari balik aroma terapi dan cahaya temaram ruang perawatan, Bagas justru terseret dalam dunia yang menggoda dan berbahaya. Setiap sentuhan menjadi ujian, setiap pasien menyimpan rahasia, dan setiap sesi terapi bisa saja membuatnya kehilangan kendali—baik sebagai dokter, maupun sebagai pria.
閱讀
Chapter: Bab 148 — Akhir KisahMatahari mulai condong ke arah barat, menciptakan bias warna oranye kemasan yang memantul di deretan pohon pinus Desa Gunung Jati. Udara sore itu terasa sejuk, membawa aroma tanah basah dan wangi bunga kopi yang mekar di kejauhan. Bagas berdiri di teras rumah kayunya, menyandarkan tubuh pada tiang penyangga yang kokoh. Ia menghela napas panjang, sebuah tarikan napas yang penuh dengan rasa syukur dan kedamaian yang belum pernah ia rasakan selama puluhan tahun hidup di hiruk-pikuk kota.Di depannya, hamparan kebun yang ia rawat sendiri kini mulai membuahkan hasil. Sayur-mayur tumbuh subur, dan beberapa pohon buah yang ia tanam setahun lalu mulai menampakkan kuncupnya. Namun, bukan kebun itu yang menjadi sumber kebahagiaan utamanya.Suara tawa renyah terdengar dari dalam rumah. Bagas menoleh dan melihat pemandangan yang selalu berhasil menghangatkan hatinya. Mayra, dengan perut yang kini sudah membulat besar di usia tujuh bulan, duduk di sofa panjang sambil melipat pakaian bayi yang baru
最後更新: 2026-03-01
Chapter: Bab 147 — Obsesi SarahHari-hari yang mereka lalui kini begitu hangat, perut Mayra semakin buncit, kehamilan Tania semakin baik. Bagas merasa hidupnya begitu lengkap dengan kehadiran dua wanita yang sama-sama sedang mengandung benihnya ini.Bahkan kini Bagas sudah lebih terbuka dan bergaul dengan warga desa. Mantan psikolog itu benar-benar telah berdamai dengan hidupnya. Bagas benar-benar telah melupakan kehidupan gelapnya di kota.Kini, umur kandungan Mayra sudah jalan 7 bulan. Perut wanita itu semakin Buncit, dan kehamilan Tania mulai berjalan empat bulan, perutnya juga mulai tampak membesar walau tidak sebesar Mayra.Para warga yang terkadang datang hanya untuk menyapa benar-benar kagum kepada Bagas. Bagaimana tidak, Bagas memiliki dua orang istri yang sama-sama hamil tetapi bisa hidup dengan rukun.Sore itu, Sarah yang kini sudah sangat dekat dengan keluarga Bagas terlihat datang bertamu. Resepsionis puskesmas itu datang membawa buah di tangannya.“Hai, Mas Bagas,” sapanya lembut saat melihat Bagas seda
最後更新: 2026-02-22
Chapter: Bab 146 — Malam PanasMalam itu, hujan turun dengan sangat deras di lereng Gunung Jati, seolah alam pun tahu bahwa ada api yang siap berkobar di dalam rumah kayu itu. Suasana di dalam kamar utama terasa begitu pekat dengan aroma terapi cendana dan hawa dingin yang justru memicu adrenalin.Tania berdiri di tepi ranjang, mengenakan daster tipis transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang kini lebih berisi. Kabar dari bidan tadi siang benar-benar membakar mentalnya. Di sisi lain, Mayra sudah bersandar di bantal, menatap Bagas dengan tatapan yang seolah berkata bahwa malam ini adalah pesta untuk mereka bertiga.Bagas mendekat, ia melepaskan kemejanya, memamerkan dada bidang dan otot perutnya yang mengeras karena kerja keras di kebun. Ia menarik Tania ke dalam pelukannya, melumat bibir wanita itu dengan sangat lapar—sebuah ciuman penebusan atas puasa sebulan penuh.Bagas merebahkan Tania di tengah ranjang, diapit oleh dirinya dan Mayra. Tidak ada lagi kecanggungan. Mayra mulai membantu melepaskan pakaian
最後更新: 2026-02-19
Chapter: Bab 145 — Tania LegaTidak terasa, waktu satu bulan berlalu. Hari ini, jadwal Bagas membawa dua wanitanya untuk kembali ke puskesmas. Ia ingin memastikan kandungan dua wanitanya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.Bagas menuntun Mayra masuk ke dalam mobil. Perut gadis itu kini sudah semakin membesar di usia kandungannya yang jalan empat bulan. Tania ikut berjalan di belakang mereka, keadaan fisik Tania cukup baik akhir-akhir ini, tapi tidak dengan mentalnya. Wanita itu begitu rindu sentuhan Bagas. Cukup sesak rasanya memendam rasa di saat pria yang ia cintai bersenggama dengan Mayra tepat di sebelahnya. Namun apa boleh buat, ia tidak bisa apa-apa.Tania masuk ke dalam mobil. Ia tersenyum kepada Mayra. Ia sangat berharap hari ini ada kabar baik dari bidan. Semoga hari ini adalah akhir dari puasanya akan sentuhan Bagas.Mobil sedan putih milik Bagas perlahan memasuki area parkir Puskesmas Gunung Jati. Udara pagi itu cukup cerah, namun suasana di dalam mobil terasa sedikit tegang karena harapan besar yan
最後更新: 2026-02-16
Chapter: Bab 144 — Kenikmatan Yang BerbedaKeesokan paginya, Bagas beraktivitas seperti biasanya di kebunnya. Ia sibuk merawat tanamannya yang mulai tumbuh.Sementara di dalam, Mayra sibuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan-ringan. Tania juga ikut membantu, walau Mayra sudah melarangnya berulang kali.“Enggak apa-apa, May, cuma cuci piring, kok,” ujarnya lembut.“Tapi kan kata bidan kamu harus bedrest total, Tan,” sela Mayra sambil memasukkan baju ke dalam mesin cuci.“Ya kalau cumi tidur mulu yang ada tambah stres nanti aku, bosan May.” Tania masih bersikeras sambil terus membilas piring di wastafel.“Ya udah, deh. Tapi nanti kalau Bagas marah, aku enggak tanggung jawab, ya?”Tania mengulum senyum. “Emang Bagas bisa marah sama kita, May?” Tania menoleh sambil tersenyum tipis.“Hehe, iya sih. Mana mungkin dia bisa marah sama kita, ya?”Dua wanita yang sama-sama mencintai Bagas itupun tertawa bersama. Hidup mereka cukup rukun walau sebenarnya hingga kini tidak ada ikatan pernikahan resmi di antara mereka.“May, buatin kopi
最後更新: 2026-02-15
Chapter: Bab 143 — Rumah SarahJam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hujan mulai reda menyisakan gerimis yang masih membawa udara sejuk di malam hari.“Mbak Sarah mau pulang sekarang?” tanya Bagas setelah memeriksa keluar jika hujan sudah mulai reda.Sarah mengangguk pelan. “Boleh, Mas,” katanya.“Ya sudah, sebentar ya, saya ambil payung dulu.” Bagas langsung ke belakang untuk mengambil payung yang tadi ia simpan. Tidak lama kemudian Bagas kembali dan melihat Sarah sudah berdiri dan bersiap-siap untuk pulang.“Sayang, kamu hati-hati, ya?” ujar Mayra sambil mendekat ke arah Bagas. Tania pun sama, ia memegang lengan Bagas sambil tersenyum. “Nanti langsung balik ya?” katanya.Sarah hanya berdiri diam melihat kehangatan keluarga itu. Tidak pernah terbayang di dalam benaknya jika ada pria beristri dua, namun kedua istrinya tampak akur dan rukun. Ini anomali, semua kasus yang pernah di lihat Sarah pasti akan ada pertengkaran apabila seorang lelaki memiliki dua wanita.Pipi Sarah merona merah saat ia tidak sengaja membaya
最後更新: 2026-02-12