Share

102.

Penulis: IamBlueRed
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-08 23:56:51

Damian dan Lia akhirnya kembali ke Jogja, kali ini bukan untuk liburan santai seperti sebelumnya, tapi untuk merealisasikan rencana yang sudah mereka buat: naik gunung berempat. Mereka pergi dari Jakarta ke Jogja menggunakan pesawat—tentu saja Damian yang bayar. Rencananya, pendakian akan dimulai Sabtu pagi, jadi hari Jumat sore mereka sudah tiba di Jogja untuk persiapan.

Biasanya setiap kali ke Jogja, Damian akan langsung menuju hotel langganannya di sekitar Malioboro. Hanya saja kali ini berbeda. Mereka akan berangkat pagi-pagi sekali naik mobil Leo sehingga malam Sabtu itu Damian menginap di rumahnya.

Lia terkekeh ketika memasuki kamar Aji yang menjadi markas. Kamar ukuran sedang itu dihuni oleh tiga orang dengan beberapa tas gunung yang telah siap sedia. Damian memang introvert, tetapi lelaki itu termasuk cepat berbaur. Baru beberapa jam berada di satu ruangan, mereka bertiga sudah mabar entah game online di ponsel masing-masing.

Tempat tidur yang terbatas membuat mereka menar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   119.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   118.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   117.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   116.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa.Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu?Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu.Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu.Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya."ARGH KESEL!"Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?"Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum beranjak

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   115.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan. Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini. Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh. Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gila

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   114.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan.Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini.Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh.Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gilanya,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status