Dream Boy (Indonesia)
Dream Boy (Indonesia)
Author: Miss Cherrii
Prolog

   Namaku adalah White Rose, aku putri tunggal dari pasangan Kelvin White dan Johanna Taylor. Ayahku bekerja sebagai Kepala Manager di sebuah perusahaan pertambangan emas besar milik keluarga Phantom. Ibuku seorang ibu rumah tangga dan bertugas merawatku. Meskipun ayah sangat sibuk, beliau akan mengabaikan pekerjaan saat sedang berkumpul dengan keluarga kecil kami.

   Orang bilang wajahku benar-benar mirip dengan ibu yang berdarah Asia,  bentuk wajah oval, mata bulat, bibir tipis menawan, bentuk tubuh melekuk sempurna dan warna kulit tubuh pun sama yaitu putih pucat. Hanya saja warna mata dan rambutku berbeda, dua hal ini mirip dengan ayah. Warna mataku biru cerah dan rambut blonde, yap ayah keturunan Amerika jadi penampilanku makin sempurna dengan perpaduan gen mereka.

   Aku mendapat banyak cinta dan kasih sayang dari mereka sejak aku masih kecil, di keluarga kami aku adalah putri kerajaan dan harta karun mereka. Ayah dan ibu memiliki rasa kasih sayang yang sangat besar dan membangunkan sikap kepedulian serta rendah hati dalam diriku. Mereka berdua adalah orangtua terhebat yang pernah aku miliki. Hidupku terbilang sangat sempurna sejak aku dilahirkan.

  Sore ini aku sedang duduk di sudut kafe favoritku ditemani dengan segelas teh hangat dan pemandangan danau yang luas di sebelah kafe ini. Sebenarnya aku sedang menunggu seseorang datang menemaniku disini, tapi kurasa dia akan terlambat. Jadi aku akan menceritakan semua pengalaman menarik yang terjadi selama hidupku.

   Aku tuliskan semua kejadian itu di notebook besar yang kubawa dari kantor. Jika diingat-ingat lagi, aku tak pernah menyangka memiliki kenangan sedemikian rupa hingga membekas diingatanku, tapi inilah kenyataannya.

   Aku akan membawa kalian pada kenangan manis dan pahit selama aku hidup, tentang masa kecilku, tentang kenangan saat sekolah, hal manis pahit di sekolah dan juga semua tentang si dia. Jadi jangan terkejut bila cerita ini sangat panjang yang tidak akan pernah habis aku ceritakan.

   Aku akan memberi cerita ini dengan judul Dream Boy

  Kalian penasaran kan kenapa aku memberikan judul ini? Karena merekalah yang menjadi pokok cerita yang akan ku bagikan pada kalian, mereka adalah hidup dan matiku. Kenangan tentang mereka tetap hidup diingatanku walau kami telah berpisah selama bertahun-tahun lamanya.

"Dream Boy, Juni 2008"

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status