Share

Part 1

Akhirnya ijab qobul itu terucap juga dari mulut Haidar setelah didampingi Yudha sebagai wali nikahnya dan salah satu ustad yang menjadi penghulu bagi pernikahannya dengan Shanum. Gadis itu sedari tadi hanya menunduk dengan wajah bersemu. Ditambah beberapa orang saksi yang tidak lain adalah salah satu sahabatnya, Keanu dan salah satu perawat dirumah sakit ini.

Keanu tampak terdiam memperhatikan Haidar dengan tatapan kosongnya saat mengucapkan ijab qobul yang sacral itu. Ia sebenarnya juga sudah tau yang sebenarnya tentang pernikahan siri yang dilakukan sahabatnya ini. Apalagi karena tiba-tiba Haidar menelponnya hanya untuk kemari dan ternyata malah menjadi saksi pernikahan sirinya. Karena pria itu memang sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain hanya saudara-saudara jauh dan dirinya sebagai sahabatnya sejak kecil. Sayangnya walau mereka satu profesi tapi Keanu praktek di ibukota, rencananya Haidar pun akan pindah kerja kesana karena Sofia, kekasih sekaligus calon istrinya tinggal disana. Tapi sekarang? Pria itu malah menikah dengan sahabatnya sendiri yang juga Keanu kenal baik. Ditambah ia pun juga mengenal almarhum kakak Shanum, Haikal. Mereka bertiga bersahabat sejak kecil.

Sayangnya Haikal meninggal saat kecelakaan waktu menjelang OSPEK kampus mereka dulu. Haikal juga harusnya menjadi dokter seperti mereka, sayangnya takdir berkata lain. Ia meninggal saat mengajak sang Ibu untuk mencari kebutuhan kampusnya. Saat itu Shanum masih SMP. Sejak saat itu sampai sekarang Keanu dan Haidar selalu menjadi teman sekaligus kakak bagi Shanum. Sampai akhirnya Shanum lulus menjadi dokter dan sekarang menjadi dokter umum di rumah sakit ini. Sementara Keanu menjadi dokter spesialis anak dan Haidar sebagai dokter spesialis penyakit dalam.

Keanu juga mengenal Sofia, kekasih Haidar sejak pria itu masih menjalani kuliah spesialis. Setau Keanu, Haidar mengenal Sofia dari social media hingga mereka akhirnya dekat dan berhubungan serius bahkan akan menikah bulan depan. Keanu juga tau jika Haidar sangat mencintai Sofia, lantas kenapa dia malah seperti ini sekarang? Ia butuh penjelasan.

"Ayah! Ayah!" Shanum tiba-tiba berteriak saat tubuh sang Ayah tiba-tiba menegang dan mesin EKG berbunyi dengan gambar garis lurus pada layarnya.

Haidar segera beranjak dan mengecek kondisi tubuh mertuanya itu namun sayang, detak jantung dan denyut nadinya sudah tidak terasa.

Shanum terus mengguncang-guncangkan tubuh Yudha, berharap ada keajaiban datang. Tangisannya begitu pilu terdengar." Ayah! Jangan pergi! Shanum gak punya siapa-siapa lagi disini!" ia memeluki tubuh ayahnya yang terasa dingin.

Haidar memegangi pundak Shanum dan menarik gadis itu dari ayahnya," sudah. Kamu jangan seperti ini. Kasihan ayah kamu. Dia sudah tidak sakit lagi sekarang."

Shanum menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tangisan yang semakin menjadi." Gak! Ayah pasti hanya tidur. Dia gak mungkin tega ninggalin aku sendirian."

"Ada aku dan Haidar. Kamu gak akan sendirian disini. Kami akan menjaga kamu," ucap Keanu yang ikut berusaha menenangkan Shanum. Gadis yang berumur lima tahun lebih muda dari mereka itu tampak begitu rapuh. Membuat Keanu sedikit tau kenapa Haidar sampai mau menikahi gadis yang sekarang hidup sebatang kara ini. Keanu tidak ingin banyak ikut campur, toh sahabatnya sudah dewasa. Dia pasti tau cara menghadapi masalah hidupnya sendiri.

..............

Usai pemakaman, Haidar membawa Shanum ke apartemennya. Pria itu membawakan koper milik istrinya untuk dibawa kesana, pindah dari rumah peninggalan ayahnya. Shanum bilang ia tidak sanggup tinggal di rumah yang penuh dengan kenangan itu. Ia takut dirinya malah semakin rapuh karena terus mengingatnya. Toh mereka juga sudah menikah walau hanya secara siri. Jadi sah-sah aja kan tinggal bersama?

"Aku menikahi kamu hanya karena pesan dari Om Yudha," ucap Haidar saat Shanum tengah membereskan baju-bajunya. Membuat gadis itu menghentikan aktifitasnya dan menatap ke manik mata suami yang berdiri dibelakangnya." Kamu tau aku akan menikah dengan Sofia bulan depan."

Kata-kata itu cukup menyayat hati Shanum. Meski sejak awal ia tau Haidar telah memiliki kekasih dan tentu sangat mencintainya. Ia dengan rela menerima pria itu sebagai suaminya. Lantas apakah sekarang hatinya akan kuat mengetahui dirinya benar-benar harus berbagi Haidar pada wanita lain? Tapi ia juga tak bisa mengelak apalagi membantah. Selain sekarang dirinya harus berbakti pada suaminya, ia juga tak berhak mengatur kehidupan Haidar setelah apa yang harus pria itu tanggung atas permintaan ayahnya. Pasti bukan hal mudah bagi Haidar menikahinya kemarin padahal dia akan menikahi kekasihnya bulan depan. Pasti pria itu sangat bimbang dan terbebani.

"Kamu tau aku sangat mencintai Sofia. Tapi aku tidak bisa menolak permintaan Om Yudha."

Shanum sangat tau soal perasaan Haidar. Perasaan Haidar yang tak pernah bisa ia miliki sejak dulu karena pria itu hanya menganggapnya sebagai adik saja. Tidak lebih. Tidak perlu Haidar tekankan, ia tau perasaan pria itu pada kekasihnya. Sementara dirinya sekarang? Hanya sebuah pernikahan siri sebagai bentuk bakti Haidar pada sahabat yang telah merawat almarhum ayahnya dulu.

Shanum kemudian mengangguk pelan kemudian menelan ludahnya sendiri," aku tau." Suaranya terdengar parau.

"Sofia tidak boleh tau soal hubungan kita. Aku tidak ingin menyakitinya."

Dan aku? Shanum membatin sedih. Jika Haidar selalu menjaga perasaan Sofia sejak dulu, lantas apakah Haidar pernah sekali saja menjaga perasaannya? Walau memang dia tidak tau jika Shanum mencintai pria yang juga sahabat almarhum kakaknya itu. Dan sekarang, Shanum kembali harus merasakan luka ketika Haidar pasti akan menutupi pernikahan mereka dari semua orang terutama Sofia dan pria itu akan tetap menikahi kekasihnya seperti rencana awal.

"Untuk tanggung jawabku, aku akan tetap melakukannya. Aku akan memberimu uang bulanan. Tapi untuk cinta apalagi kebutuhan batin ... maaf. Aku tidak akan pernah bisa melakukannya. Kamu tau aku selalu menganggapmu sebagai adikku sendiri sejak Haikal meninggal." Suara itu kembali melukai hati Shanum dengan perlahan.

"Lalu ... kamu jadi pindah dinas ke Ibukota?" tanya Shanum yang tau rencana Haidar untuk pindah praktek dirumah sakit kota tempat Sofia tinggal.

"Tentu saja." Haidar mengangguk," aku hampir menyelesaikan berkas-berkas kepindahanku. Dan kamu tetap disini."

Shanum menatap Haidar dengan nanar." Jadi aku akan sendirian disini?" tanyanya dengan jawaban yang jelas ia ketahui. Apa ini? Ia bahkan berani berharap jika Haidar akan menemaninya disini padahal pria itu akan menikahi Sofia bulan depan. Dasar bodoh!

"Mungkin sebulan sekali aku akan mengunjungimu. Selebihnya, tolong mengertilah. Aku juga punya kebahagiaan yang harus aku jalani."

Lalu aku? Apa aku tidak punya kebahagiaan? Shanum membatin miris. Ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini dan sekarang ia harus terikat dengan pria yang sama sekali tidak mencintainya. Sakit? Tentu saja.

"Dan jangan pernah menghubungiku jika aku tidak menghubungimu lebih dulu," tukas Haidar lagi yang hanya ditanggapi anggukan lemah dari gadis didepannya.

Ayah, tidak ada pria yang bisa mencintaiku sebesar kamu mencintaiku. 


Related chapters

DMCA.com Protection Status