Makan Malam (2)

"Berisik, ayo cepat jalan" Balas Jeff dengan tegas. 

Buat apa aku harus dandan seperti ini? hah! hanya untuk gadis kasar itu?.. tidak perlu dandan pun aku yakin akan membuat Cheryl jatuh dalam pesonaku dalam waktu dekat~pikir Jeff. 

** 

Sementara beberapa jam sebelum acara makan malam berlangsung, Chiko akhirnya sudah memberi tahu Cheryl tentang rencananya malam itu. 

Throwback On~

Chiko memutuskan untuk menghampiri adiknya di dalam kamarnya. 

"Ryl! apa kakak boleh masuk?" Izin Chiko sambil membuka pintu kamar Cheryl. 

"Masuk aja Kak!". Setelah mendapat izin dari adiknya, Chiko bergegas masuk ke dalam dan menutup pintunya. 

"Ryl, kakak mau bicara, apa kamu ada waktu?" Dengan pelan Chiko berusaha mencari celah untuk bisa masuk ke inti pembicaraannya. Chiko tau salah kata dia dalam berucap, akan menimbulkan masalah antara dirinya dengan Cheryl. 

Sementara Cheryl sudah menaruh curiga, pasalnya sang Kakak jarang ingin berbicara penting dengannya seperti ini. 

"Mau bicara apa?" Tanya Cheryl tanpa aba aba. Sontak itu membuat nyali Chiko sedikit takut melihat reaksi dingin adiknya. Tapi Chiko tetap harus berbicara kepada Cheryl. 

"Hmm.. Nanti malam, kakak undang Jessy untuk makan malam dengan keluarga kita disini" Terang Chiko, sambil mengambil jeda dalam ucapannya itu. "Kamu tidak masalah kan?". Dengan menunjukan wajah sendunya, Chiko coba menarik perhatian adiknya itu. 

Selalu begini deh, kalau aku bilang enggak suka nanti di pikir aku adik yang jahat lagi~gerutu Cheryl dalam hati.

"Apa jawaban aku penting? lagian ini kan bukan rumah aku, mending Kakak minta izin aja sama Kak Mike atau Vero" Jawab Cheryl. 

Chiko pun tidak mau terpancing emosinya, dengan sabar dia coba menjelaskan pada Cheryl. 

"Mereka semua sudah mengizinkannya, sekarang tinggal kamu Ryl!" Balas Chiko singkat. Rasanya meminta izin pada Cheryl sama seperti meminta izin pada orangtuanya itu. 

"Ya udah kalau mereka bilang boleh, aku bisa apa?" Jawaban singkat pun keluar dari mulut Cheryl. 

Dan kini saatnya Chiko masuk dalam inti pembicaraannya, dimana dia ingin menjelaskan rencananya untuk melamar Jessy pada Cheryl. 

"Hmm.. ada satu lagi yang ingin Kakak sampaikan Ryl!" Chiko pun mendekati adiknya itu. 

"Ryl, nanti malam rencananya Kakak ingin melamar Jessy" 

Deg

(Seakan tersentak dengan kata kata Kakaknya, mata Cheryl pun membulat sempurna) 

"Kakak mohon, kamu bisa mengerti keadaan Kakak, Jessy adalah pilihan aku, Jessy adalah masa depan Kak Chiko, Kakak minta tolong kamu bisa menerima Jessy. Dan jangan suruh kakak untuk memilih di antara kalian berdua, kalian berdua itu sangat penting dalam hidup kakak, Kamu adalah adik satu satunya Kak Chiko, selamanya kasih sayang Kak Chiko gak akan berubah sekalipun Kakak menikah nanti". 

Cheryl pun sedikit bergetar mendengar kesungguhan dari Kakak laki lakinya itu. Ada rasa haru dalam dirinya, di satu sisi dia merasa sudah menjadi adik yang jahat karena egonya dia bahkan sudah membuat kakaknya bersedih. 

"Kak Chiko!" Sudah tidak bisa menahan emosinya lagi Cheryl pun memeluk Kakak laki lakinya itu. "Aku minta maaf, karena rasa ego aku, aku bertindak seperti ini, aku minta maaf kalau udah buat Kak Chiko sedih selama ini, itu karena Cheryl sayang Kakak.. Cheryl hanya ingin yang terbaik untuk Kak Chiko" Tangis Cheryl pun pecah dalam pelukan Chiko. 

Hubungan darah di antara mereka sangatlah kuat, rasa sayang yang tumbuh di antara mereka pun begitu besar. Besarnya rasa ingin melihat yang terbaik untuk saudara kita, seringkali membuat kita bertindak layaknya kita Tuhan yang bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka. Kita sering mengabaikan kebahagiaan saudara kita karena ego kita. 

"Kakak tau yang terbaik buat Kakak, dan Jessy adalah masa depan yang terbaik" Ucap Chiko yakin sambil mencium kepala sang adik lembut. 

Cheryl pun melepaskan pelukan mereka. "Kalau seperti itu, maka lakukanlah Kak.. Cheryl hanya bisa berdoa yang terbaik" jawabnya. Akhirnya restu yang di tunggu Chiko pun sudah di dapatkan dari adiknya. 

"Jadi kamu setuju? kamu mengizinkan Kakak menikah dengan Jessy?" Tanya Chiko sekali lagi. 

"Iya Kak, aku merestui hubungan kalian" 

"Terima kasih sayang, makasih adikku" Pelukan dan kecupan kebahagiaan Chiko berikan buat adiknya. 

"Ya sudah, kita siap siap sekarang ya" Ajak Chiko. 

Throwback Off~ 

Kesibukan di kediaman Mike Salim pun sudah bisa terlihat, Persiapan makan malam spesial sudah di sediakan Chiko di bantu oleh saudara saudaranya James, David dan Mike. 

Sementara Cheryl dan Vero hanya mempersiapkan diri mereka dengan pakaian yang layak. Karena Mike sengaja menyewa Chef dari Restoran terkenal untuk menyiapkan hidangan makan malam di rumahnya itu. 

Selesai. sekarang waktunya mereka menyambut kedatangan tamu spesial mereka malam ini, khususnya bagi Chiko. 

"Permisi Tuan!" Sapa salah satu pelayan yang ada di rumah Mike. 

"Nona Jessy sudah sampai bersama dengan saudaranya" terang sang pelayan menyampaikan pesannya. 

"Baiklah, antar mereka segera taman kesini" Perintah Mike. 

Chiko, David, James dan Mike sudah sangat tampan dengan penampilan mereka, ke empat pria dari keluarga Salim ini benar benar menjadi tipe idaman setiap wanita, dengan rambut gelap, badan tegap dan berotot dan tentunya wajah yang rupawan. 

Tidak kalah dengan saudara saudaranya, Cheryl pun terlihat sangat menarik malam ini, meskipun tanpa riasan make up yang berlebihan, Cheryl hanya mengenakan riasan natural namun kali ini rambutnya yang lurus dia buat bergelombang dan mengenakan gaun berwarna peach muda. Begitu juga dengan Vero yang terlihat anggun dan semakin dewasa dengan mengenakan gaun berwarna hitam. 

Tap 

Tap 

Tap 

Hentakan bunyi sepatu hak tinggi dan pantofel seakan saling bersahutan setelah menyentuh lantai marmer. 

"Selamat Malam semuanya!" Sapa Jessy anggun. Menggunakan gaun berwarna Navy dan riasan nude membuat penampilan Jessy pun tidak kalah sempurna malam itu. Terbukti kehadiran Jessy membuat mereka semua memandang ke arahnya. 

"Selamat Malam!" Kali ini suara baritone nan tegas keluar dari mulut seorang lelaki tampan di belakang Jessy.  

BAM 

Penampilan Jeff sukses menghipnotis Chiko dan keluarganya, ya sekalipun Salim Family juga sangat tampan, namun entah kenapa malam ini menjadi milik Jeff.  

Perpaduan wajah Indonesia dan bulenya membuat Jeff semakin tampan di tambah dengan postur tubuh yang sempurna. 

Pandangan Cheryl dan Jeff saling terkunci satu dengan yang lainnya, tidak hanya Cheryl yang di buat terpesona oleh penampilan Jeff, kali ini Jeff pun terpesona dengan Cheryl. 

Tunggu, itukan gadis rusuh dan kasar itu?gak mungkin, tapi itu benar dia.. Cih, lihatlah penampilannya, siapa yang sudah membuatnya menjadi cantik seperti itu? Apa cantik? enggak enggak.. dia gak cantik, dia tetaplah gadis manja dan kasar yang menyebalkan~ pikir Jeff berperang dengan egonya. 

Astaga, itu beneran cowok gila yang menyebalkan itu kan?, gak sangka aku ternyata menarik juga~ senyum Cheryl memandang Jeff.  

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status