Mag-log inDi tengah sawah hijau Desa Sidomulyo, Jawa Tengah, era akhir 1980-an, Ardi Santoso, anak petani miskin yang cerdas, dan Rendra Wijaya, sahabatnya dari keluarga kaya, terjebak dalam persaingan dan persahabatan yang rapuh. Munculnya Sari Wulandari, gadis pemberani yang baru pindah ke desa dan bekerja di bioskop keliling, mengubah segalanya. Cinta segitiga yang tumbuh di antara mereka menjadi "oasis" di tengah tekanan sosial: kemiskinan, preman lokal, dan gejolak politik Orde Baru. Ketika Ardi terjerat dunia kriminal demi keluarganya, Rendra mengejar ambisi di kota sebagai aktivis mahasiswa, dan Sari berjuang menyelamatkan bioskop pamannya, rahasia keluarga dan pengkhianatan mengancam menghancurkan mereka. Akankah cinta dan persahabatan mereka bertahan di tengah badai, atau justru tenggelam di sawah Sidomulyo?
view more"Cinta sejati itu seperti sawah, memberi kehidupan tanpa henti meski musim berganti." --- Peribahasa Jawa, SidomulyoSepuluh tahun kemudian, 1998.Sidomulyo berubah drastis. Jalan sudah beraspal semua, pasar punya bangunan permanen, beberapa warga punya TV berwarna. Tapi sawah tetap hijau, tetap jadi identitas desa.Ardi Santoso berdiri di sawahnya yang sekarang lebih luas. Usianya tiga puluh tiga, rambut mulai ada uban tipis di pelipis. Di sampingnya berdiri Wulan, sudah tiga belas tahun, tinggi seperti ibunya, cantik dengan mata berbinar."Ayah, kapan kita panen?" tanya Wulan, menatap padi yang menguning sempurna.Ardi tersenyum. "Minggu depan, sayang. Kamu mau bantuin?" tanyanya, usap kepala Wulan.Wulan mangut semangat. "Mau! Aku kan anak petani," katanya, bangga.Ardi memeluk anaknya sebentar. Ayah, cucu loe hebat. Dia gak malu jadi anak petani, pikirnya, hati penuh syukur.Di bioskop, Sari berdiri di depan proyektor digital baru, hadiah dari pemerintah kabupaten karena bioskopnya
"Kenangan itu seperti padi yang dipanen, tersimpan dalam hati selamanya." --- Peribahasa Jawa, SidomulyoLima tahun kemudian, 1993.Sidomulyo berubah. Jalan tanah sudah diaspal sebagian, pasar lebih ramai, beberapa rumah pake genteng merah menggantikan atap jerami. Tapi sawah tetap hijau, tetap jadi jantung desa.Ardi Santoso berdiri di pematang sawahnya, menatap hamparan padi yang siap panen. Usianya dua puluh tiga sekarang, tubuhnya lebih berotot dari kerja keras, wajahnya dewasa. Di tangannya ada ijazah sarjana pertanian dari UGM Yogyakarta, baru diterima seminggu lalu.Ayah, gue berhasil kuliah sambil jaga sawah, pikirnya, senyum tipis di wajah. Bu Sumarti ada di belakang, rambut mulai beruban tapi senyum tetap hangat."Ardi, Sari tunggu di bioskop," kata Bu Sumarti, menepuk bahu anaknya.Ardi mengangguk, jalan ke bioskop yang sekarang lebih besar. Dinding bambu diganti bata, atap seng diganti genteng, kursi kayu bertambah jadi lima puluh. Papan nama besar di depan: "Bioskop Wuland
"Mimpi itu seperti benih padi, harus ditanam dengan kerja keras untuk berbuah." --- Peribahasa Jawa, SidomulyoDua bulan setelah panen Ardi, Sidomulyo mulai berubah. Di lokasi bekas bioskop yang terbakar, bangunan kecil mulai berdiri. Atap seng merah, dinding bambu anyaman, lantai semen sederhana. Bukan bioskop mewah, tapi penuh harapan.Sari berdiri di depan bangunan itu, tangan di pinggang, senyum lebar di wajah. "Ibu, lihat. Mimpi kita mulai jadi kenyataan," bisiknya pelan, matanya berkaca bahagia.Ardi datang bawa bambu panjang di bahu, keringat membasahi kaos lusuhnya. "Mbak Sari, bambu terakhir. Kita pasang sekarang?" tanyanya, menurunkan bambu.Sari mengangguk semangat. "Ayo, Ardi. Kita pasang bareng," katanya, bantuin Ardi angkat bambu ke rangka atap.Rendra ada di belakang, paku kayu dengan palu tua. Wajahnya serius, tapi ada ketenangan di matanya. Gue bantuin mereka, bukan karena Mbak Sari lagi, tapi karena ini buat Sidomulyo, pikirnya.Pak Lurah datang dengan beberapa warga,
"Sawah itu seperti kehidupan, butuh kesabaran dan kerja keras untuk panen." --- Peribahasa Jawa, SidomulyoFajar menyingsing di sawah keluarga Santoso. Ardi bangun sebelum ayam berkokok, langsung turun ke sawah dengan cangkul di bahu. Embun masih tebal, kakinya basah begitu injak pematang. Bau tanah basah dan padi menguning bikin hatinya tenang.Ini warisan Ayah. Gue harus jaga baik-baik, pikirnya, mulai cangkul tanah di pinggir sawah yang belum rata.Bu Sumarti keluar rumah, bawa nasi bungkus dan air putih. "Ardi, sarapan dulu. Nanti sakit," katanya, taruh makanan di pematang.Ardi berhenti sebentar, duduk di samping ibunya. "Bu, gue mau fokus ke sawah dulu. Bikin panen ini maksimal," katanya, buka bungkus nasi. "Biar kita punya uang buat bantu Mbak Sari."Bu Sumarti tersenyum hangat. "Ardi, kamu anak baik. Tapi jangan lupa mimpimu kuliah," katanya, tangannya usap kepala Ardi.Ardi mengangguk. "Gue gak lupa, Bu. Tapi sekarang prioritas Mbak Sari dulu," katanya, makan cepat lalu balik
"Kebenaran itu seperti padi di sawah, tumbuh pelan tapi pasti membuahkan hasil." — Peribahasa Jawa, SidomulyoPagi di pasar Sidomulyo ramai, pedagang sayur dan ikan mulai teriak menawarkan dagangan. Bau ikan asin dan rempah-rempah menyengat di udara pagi. Matahari baru naik, cahayanya masih lembut m
"Kota bisa nyanyi lagu kebebasan, tapi juga jerit ketakutan." — Peribahasa Jawa, SemarangSiang di Semarang terik menyengat, asap knalpot motor dan bajaj bercampur bau aspal panas di jalanan sekitar kampus UNDIP. Suara klakson bersahutan dengan teriakan mahasiswa yang berkumpul di lapangan dekat fak
“Kebenaran itu kayak padi di sawah, kelihatan hijau, tapi kadang penuh hama.” — Peribahasa Jawa, SidomulyoPagi di Sidomulyo berembun tebal. Sawah hijau mengelilingi desa, burung pipit terbang rendah. Ardi Santoso berjalan di pematang, sepatunya penuh lumpur. Gue masih gemetar soal motor CB 100 tad
“Tuduhan itu seperti lumpur di sawah, lengket dan susah dibersihkan.” — Peribahasa Jawa, SidomulyoPagi di Sidomulyo cerah, tapi udara terasa berat. Pasar desa ramai, aroma ikan asin bercampur bau tanah basah. Ardi Santoso berjalan pelan, tangannya di saku. Pria bopeng tadi malam di gudang bikin gu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.