LOGINDukunglah kisah Risa dan Shouhei dengan membuka gemboknya menggunakan koin berbayar, dan beri hadiah rutin agar cerita ini tetap bertahan di platform kesayangan kalian. Terima kasih sebelumnya.^^
Melihat suasana hatinya yang mulai tidak baik, wajah sudah seperti awan mendung, membuat hati Risa sangat gelisah.“Lupakan saja! Aku sudah tidak selera makan lagi!”Dia segera bangkit dari kursi, tapi gerakannya terhenti oleh suara pria itu."Aku tidak pernah menyuruhmu untuk segera pergi meninggalkan meja begitu saja. Tidak peduli meskipun kamu sudah selesai makan.”Tatapannya sangat dalam dan menakutkan, membuat Risa kembali merinding dibuatnya.“Kalau kamu marah, ya, bilang saja. Tidak perlu memberikan nada suara seperti itu!” ucap Risa dengan ekspresi cemberut. Dia menatap pria itu dengan penuh perhitungan. Menebak-nebak apa yang sedang dia pikirkan saat ini.Shouhei menghela napas panjang, lalu menatapnya dengan ekspresi serius dan lembut di saat yang sama. Suaranya dibuat sangat menyenangkan dan penuh bujuk rayu."Risa, akan ada waktu untuk menjelaskannya kepadamu. Tapi tidak sekarang. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. Jika aku menjelaskannya sekarang,
Shouhei sama sekali tidak membiarkan Risa meninggalkan kediamannya.Dia bahkan membatasi pergerakannya di dalam rumah besar itu.Sejak di hari dia membawanya ke sana, sekarang sudah sekitar 3 Hari berlalu.“Keluargaku pasti sudah mencariku sekarang! Apa kamu akan terus menahanku di sini?” Serunya dengan mata melotot hebat.Di kediaman rahasia itu, Shouhei memperlakukannya layaknya seorang Ratu. Pakaian dan perhiasan mahal tersaji di kamar layaknya sebuah etalase toko mewah. Setiap jengkal di rumah itu memiliki nilai yang sangat fantastis.Ketika Risa menyadarinya pada hari dia hendak melarikan diri, Risa seperti orang bodoh yang memasuki sebuah museum seni kelas dunia.Dengan jumlah uang yang sangat banyak di rekeningnya, bukan tidak mungkin dia bisa memiliki sebuah tempat seperti ini. Namun, yang tidak diduga adalah Shouhei malah mengurungnya seperti tahanan. Bukannya diperlukannya secara baik-baik seperti saat mereka datang ke pulau dulu.Mereka sekarang berada di meja makan panjang.
"Risa, aku tidak pernah bermaksud untuk mempermainkanmu," kata Shouhei dengan nada lembut, tetapi matanya berkilat tajam.Risa sama sekali tidak mempercayainya. Dia menggelengkan kepala dengan ekspresi yang tampak sedikit terluka."Shouhei, kamu sudah banyak berbohong kepadaku selama ini. Kamu pikir aku akan percaya?"Shouhei tampak gelisah. "Percayalah, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku bisa menjelaskan semuanya."Risa tertawa pahit, menatapnya aneh, seolah-olah dia adalah orang yang tidak pernah dikenalnya selama ini."Katakan. Jadi apa maksud dari semua perlakuanmu selama ini kepadaku?"Shouhei mencoba meraihnya, tetapi Risa mundur."Jangan sentuh aku! Kamu tahu kamu selalu bersikap seperti ini setiap kali kamu melukaiku. Apa pun pasti ada masanya untuk membujukku. Kamu pikir aku ini apa? Setiap kali kamu melukaiku, kamu pasti mencoba memberikan hadiah. Aku bukan anak kecil lagi!"Pria itu menatapnya dengan mata yang sedikit berkilat."Risa, dengarkan aku dulu. Aku punya al
Mobil melaju di sepanjang jalan dengan keheningan dari sang wanita. Tentu saja setelah mendapat omelan dari pria dingin tersebut.Risa tidak tahu dia akan dibawa ke mana, hatinya kesal sekaligus jengkel luar biasa. Kedua tangan terlipat di dadanya.Mungkin karena perjalanan terlalu lama, akhirnya dia jatuh ke alam mimpi.Ketika mereka sampai di tempat tujuan, Shouhei membuka pintu mobil dan berniat untuk menggendongnya ala pengantinMenyadari apa yang akan dilakukan oleh pria itu, dia segera terbangun dan menahannya dengan kedua tangannya.“Kamu mau apa?” ucapnya galak“Kita sudah sampai dan kamu terlihat sangat mengantuk sekali. Aku hanya ingin menggendongmu masuk.”Mata Risa mengamati lingkungan sekitarnya. Seketika keningnya berkerut dalam.“Kita ada di mana?”“Ini adalah kediaman rahasiaku. Nanti aku akan menjelaskannya satu persatu. Sekarang, ayo turun dulu,” jelasnya dengan wajah serius yang dingin. Tidak menunjukkan emosi apapun.Risa tercengang mendengar pengakuannya.Tempat t
Ketegangan yang terjadi di ruangan gelap itu membuat jantung Risa berdebar kencang. Dia mencoba sekali lagi untuk melihat ekspresi pria di depannya, tetapi kegelapan dan cahaya samar dari jendela besar membuat semuanya semakin misterius.Sekali lagi, langkah pria itu mencoba untuk meraihnya. Risa terkejut, lalu berkata sambil mendesis, "Sudah kubilang jangan mendekat. Apa kamu tuli?!"Tangan pria itu menggantung di udara, berhenti. Punggungnya tegak seperti bangunan tinggi yang menyeramkan, mengintimidasi, dan membuat bulu kuduk berdiri."Aku tahu beberapa hari terakhir ini aku tidak menemuimu. Kamu pasti berpikir aku tidak peduli kepadamu, bukan? Aku bisa menjelaskannya, jika kamu ikut denganku."Risa kembali terkejut. Alisnya terangkat cepat, wajahnya memucat. "Ikut denganmu ke mana? Apa yang ingin kamu lakukan kepadaku? Bagaimana dengan Ayana? Kamu benar-benar sangat rakus, ya? Tidak hanya menginginkan satu wanita, tapi dua sekaligus. Apa kamu tahu kalau sifat seperti itu hanya a
Acara lelang berlangsung sangat meriah sampai menuju puncak acara. Bahkan, sebagian orang terkaget-kaget dengan kelakuan Shouhei. Dia memanjakan Ayana dengan memenangkan banyak sekali benda-benda berharga. Nilainya tidak main-main.Risa yang duduk bersama Adnan hanya bisa bermuram durja dengan ekspresi tidak menyenangkan. Dia masih ingat isi rekening bos dinginnya ketika dia diculik ke pulau yang jauh."Apakah sekarang dia sedang pamer? Sebenarnya siapa dia itu? Kenapa bisa memiliki banyak sekali uang yang tidak masuk akal?" batin Risa dengan perasaan jengkel.Dia masih tidak bisa habis pikir apakah bosnya sudah berbohong selama ini kepadanya, ataukah masih menyembunyikan sesuatu darinya.Bagi pria yang mempermainkan wanita dan bertindak sesuka hati, memiliki rahasia lain jelas adalah hal yang mencurigakan.“Apa kamu sudah bosan?” tanya Adnan tiba-tiba, berbisik di dekatnya, menyadari suasana hati Risa yang tidak nyaman.“Tidak. Bukankah kamu sangat ingin menghadiri acara ini? Aku h
Kalimat itu adalah potongan dari kalimat pernyataan klarifikasi dari bos baru mereka. Walaupun bermakna kuat dan sangat sopan, tapi sekali baca semua pasti akan paham kalau bos mereka sangatlah marah mengetahui gosip yang beredar dalam semalam. Ada sebuah tautan yang dikirim ke grup, dan Risa langsu
Risa yang ditarik-tarik paksa sudah mirip seperti cumi-cumi yang mengapung di lautan, pasrah terbawa arus ke mana pun tubuhnya dibawa. "Bisa tidak jangan membahasnya sekarang?" pinta Risa memelas saat diseret menuju ke sebuah kafe di lantai satu perusahaan, menatap malas Vera yang sedang memesan min
“Apa maksudmu? Bukankah semua sudah selesai dengan luar biasa? Mereka tidak menggosipimu lagi, kan? Tinggal dua wanita itu saja yang akan bermasalah!” Mata Vera berkobar ketika mengatakannya. Suara Risa terdengar menciut kecil, sudut-sudut matanya berkilau oleh air mata, wajah memelas sedih bak anak
“Dengan hasil permainan semalam, kamu pantas mendapatkan hadiahnya. Ini adalah kopi latte kesukaanmu, dan kotak kue ini isinya ada berbagai rasa. Aku tidak yakin kamu suka rasa apa, jadi aku belikan saja beberapa yang paling enak di toko. Ke depannya, nanti beritahu aku saja kamu mau kue apa, ya?!”







