Cops And School! (Indonesia)
Cops And School! (Indonesia)
Author: SalsAthena
Prologue

      Rynee, seorang gadis 17 tahun yang berasal dari New York. Sebelum ia dikeluarkan dari sekolah dasar di New York, ia adalah anak yang baik-baik, anak yang pintar, populer dikalangan guru ,dan selalu masuk nominasi siswa teladan di sekolah sampai akhirnya insiden yang tidak terbayangkan terjadi. Sebenarnya hal itu adalah hal wajar yang kelewatan. Saat kelas 3 SD, ia bertengkar dengan musuh bebuyutannya di sekolah dan membuat salah satu temannya mengalami cacat permanen karena pertengkaran mereka sangat brutal dan membuat murid-murid sekitar yang melihat pertengkaran itu  menjadi korban juga. Hal itu membuatnya memiliki masa lalu yang sangat ingin dilupakan. Ia sering marah dan kesal jika mengingat kejadian itu. Setelah itu, seolah-olah teman-temannya dan para guru membenci dirinya dan musuhnya itu. Mereka berdua dikeluarkan dari sekolah. Mereka tidak sempat mengucapkan salam perpisahan , bahkan mereka sama-sama terbungkam tenggelam dalam rasa takut, rasa bersalah ,dan penyesalan. Pastinya para orangtua sangat marah terutama orangtua temannya yang menjadi korban kerap menuding, bahkan mengutarakan kata-kata yang seharusnya tidak didengar oleh anak-anak seusia mereka. Sementara, orangtua Rynee melakukan hal yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi kepada dirinya. Ia dipindah ke Korea Selatan. Saat mendengar hal itu, ia sangat tidak suka. Sebenarnya keluarganya bukan warga asli Amerika hanya saja ayahnya pindah kewarganegaraan dan memaksa ibunya untuk mengikutinya juga. Ayahnya adalah warga Thailand, sedangkan ibunya adalah warga asli Korea Selatan. Kejadian pertengkaran di sekolah membuat Ayah Rynee sangat kecewa dan memindahkan Rynee secara paksa untuk bersekolah di Korea Selatan.

Seoul, Korea Selatan

      Rynee kini memiliki nama korea Choi Cha Soo dan biasa dipanggil Cha Soo ataupun Soo. Ia sedang mengangkat wajahnya untuk melihat ke luar jendela. Di sana terlihat para siswa laki-laki yang bermain sepak bola di lapangan bawah. Doyoung, laki-laki berpostur tinggi yang sedang menggiring bola itu sedikit menarik perhatiannya. Doyoung adalah teman lama Rynee. Mereka berteman sejak SD setelah Rynee pindah ke Korea dan mereka berdua selalu bersekolah di tempat yang sama. Doyoung juga salah satu orang yang dapat memahami sikap Rynee ini.

*Fashback*

" Soo-ah, kudengar kau masuk wajib kedisiplinan bagian

kepolisian tahun ini," ucap Doyoung sembari berjalan beriringan bersama Cha Soo. Mereka berdua juga tergabung dalam satu ekstrakuriler yaitu bela diri wushu. Sekolah bela diri itu berjarak dekat dari sekolah mereka. Setiap pulang sekolah, mereka selalu berangkat ke sana bersama.

" Iya, begitulah. Padahal aku menginginkan penggerak sosial saja, kurasa guru konseling tidak ingin aku mengacaukannya bukan?" kata Cha Soo sambil sedikit terkekeh. Doyoung tersenyum mendengar jawabannya.

"Mungkin saja. Guru Konseling merasa kau lebih dibutuhkan di bagian ini," ujar Doyoung yang sedari tadi menuntun sepedanya itu.

" Bagaimana denganmu?" tanya Cha Soo.

"Ah...aku mendapat bagian penggerak sosial. hemm," ucap Doyoung dengan senyuman tipis. Cha Soo sedikit terkejut mendengarnya.

"Penggerak sosial? hei. Bagaimana kau bisa?" Mereka berhenti dijalan tepat dibawah pohon.

"Aku tidak tahu juga, terjadi begitu saja," Jawabnya. Cha Soo hanya menghela nafas setelah mendengar hal itu.

**

      Cha Soo bersekolah di SMA Seongnam, sekolah elit dan termahal di Korea Selatan. Sekolahnya adalah satu dari 3 sekolah elit yang mengadakan wajib kedisiplinan sebelum lulus sekolah. Wajib kedisiplinan ini adalah program mengabdi kepada masyarakat jadi dampaknya berpengaruh kepada lingkungan sekitar masyarakat. Oleh sebab itu, hanya sekolah-sekolah terpilih yang boleh melakukan ini. Wajib kedisiplinan ini bisa dibilang seperti wajib militer hanya saja ini dilakukan oleh anak SMA dan SMA-nya pun terpilih. Ada 2 golongan dalam wajib kedisiplinan ini, yang pertama Wajib Disiplin Penggerak Sosial, wajib kedisiplinan ini bertugas dalam perubahan-perubahan pada masyarakat. Seperti penyuluhan, dan sukarelawan pekerjaan. Siswa yang masuk ke dalam wajib kedisiplinan ini akan lebih sering berinteraksi dengan masyarakat. Selanjutnya adalah Wajib Disiplin Kepolisian, wajib kedisiplinan yang sangat ditakuti dan dihindari oleh para siswa. Wajib kedisiplinan ini bertugas menertibkan masyarakat, memegang keamanan ,dan peraturan yang dibuat daerah. Kelihatanya simpel tapi ketahuilah di balik itu semua sebenarnya sangat berbeda, siswa yang masuk wajib kedisiplinan ini benar-benar dididik layaknya polisi bahkan ada yang mengulik kasus pembunuhan di mana banyak siswa yang mengalami kecelakaan saat menindaklanjuti kasus. Wajib Disiplin Kepolisian ini dibagi menjadi beberapa divisi seperti divisi kriminal dan pembunuhan, divisi tertib pengendara dan lalu lintas, dan divisi penipuan dan pelanggaran. Biasanya Wajib Disiplin Kepolisian ini diisi oleh siswa bermasalah di sekolah atau siswa yang sangat pandai, terkenal lincah, dan mayoritas memiliki latar belakang bela diri yang baik. Sebaliknya, Wajib Disiplin Penggerak Sosial kebanyakan diisi oleh siswa-siswa yang sangat berprestasi, selalu menjadi teladan di sekolah, dan tidak memiliki khasus pelanggaran di Sekolah.

      Cha Soo sebenarnya menginginkan Wajib Disiplin Penggerak Sosial. Hanya saja ia banyak menyebabkan masalah di sekolah karen itulah guru konseling di sekolahnya memasukkan Cha Soo di kepolisian dan membuatnya sangat benci akan hal itu. Cha Soo sangat terkejut dengan Doyoung yang mana dia adalah senior Cha Soo di sekolah bela diri bahkan mencetak banyak prestasi bela diri. Dia adalah atlet yang sebenarnya tapi guru-guru konseling tidak melihat itu semua, wajah Doyoung memang terlihat lugu untuk menjadi seseorang yang pandai bela diri yang mayoritas kerjaanya adalah pemberontak.

" Soo-ah!!" Cha Soo tersentak setelah seseorang menepuk bahunya itu. Seketika ia buyar dari lamunannya.

" ah...kenapa?" tanyanya ke arah gadis berambut kecoklatan itu.

" Aku yang harusnya bertanya, kau ini kenapa huh? Kami sudah memanggilmu dari depan pintu untuk ke kantin," ujar temannya itu sambil sedikit meninggikan nada.

" Kantin? Kelasnya sudah selesai?" Ia sedikit terkejut mendengar ucapan temannya itu.

" Ahh astaga Choi Cha Soo, kau ini ke mana saja huh?" ujar temannya itu sambil menepuk dahi.

"Ayo!! Kau ini harus diisi daging sapi," Dia menarik lengan Cha Soo dan menggandengnya keluar menyusul yang lain.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status