PEREMPUAN DI DEPAN RUMAH TANTE DEWI

"Apa boleh sama Tante kamu, Nay?"

"Ya, boleh lah! Ayo!" Ajak Nayla bersemangat.

Mereka berempat akhirnya meninggalkan cafe kopi tersebut setelah dua jam mengobrol. Setelah membayar, mereka keluar bersama-sama.

Mereka menunggu angkutan umum sesuai arah tujuan mereka masing-masing.

Tinggal Nayla dan Rasti yang masih belum mendapatkan angkot.

"Oh ya, waktu yang tepat menghancurkan perjanjian itu saat bulan purnama, Nay," kata Rasti tiba-tiba.

"Kamu tahu itu dari mana?"

"Waktu aku dan Mbah Waci meraga sukma. Kami melihat waktu Kusumawardhani dan Kakek kamu membuat perjanjian itu saat bulan purnama. Mbah Waci menyimpulkan, waktu yang tepat menghancurkan perjanjian itu juga saat bulan purnama juga."

Di saat mereka sedang berbicara serius dan celingukkan menunggu angkot, tiba-tiba sebuah mobil mewah keluaran Jepang berhenti tepat di depan Nayla dan Rasti.

Sesaat Nayla dan Rasti saling berpandangan. Sampai seorang laki-laki muda berparas tampan keluar dari dalam mobil.

"Siapa ini, Nay?" bis
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status