เข้าสู่ระบบsinopsis Di balik gemerlapnya kota Makassar, tersembunyi rahasia gelap yang menghantui setiap sudut Tamalate, sebuah kawasan yang dikenal angker oleh penduduk lokal. Aaron dan ILHAM, dua pemuda bersaudara yang memiliki kekuatan supranatural, mewarisi ilmu kejawen dan spiritual dari leluhur mereka. Dengan bacaan Islami sebagai pelindung, mereka berniat menggunakan ilmu ini untuk menolong sesama. Namun, perjalanan mereka berubah mencekam saat bayangan dari masa lalu mulai muncul, menebar teror di sekitar mereka. Ketika kekuatan gelap yang tak terlihat mulai menguji keberanian mereka, Aaron dan ILHAM menyadari bahwa misi mereka bukan hanya untuk melindungi, tetapi juga untuk mengungkap rahasia yang telah lama terkubur. Bisikan malam, sosok wanita misterius, dan makhluk-makhluk tak kasat mata menjadi bagian dari perjuangan mereka untuk bertahan hidup. Apakah mereka mampu menghadapi kegelapan yang semakin mendekat? Atau justru akan terseret ke dalam rahasia kelam yang menanti di balik bayangan Tamalate Cerita yang penuh ketegangan dan kengerian ini akan membawa pembaca merasakan setiap detik ketakutan yang dialami Aaron dan ILHAM dalam menghadapi kekuatan yang jauh di luar nalar manusia
ดูเพิ่มเติมKing's p.o.v
"Do you take king as your loving wedded husband, in sickness and in heal......
"No I don't" Isabel answered coldly cutting the priests question short.
Everyone murmured as my heart beat wildly in fear.
"Isabel" I whispered.
She faced me seriously then sighed.
"I'm sorry king, I just can't marry you, I'm not in love with you" she answered loudly as people gasped.
"But my love, you said that you loved me" I said pleadingly.
"I lied okay!, I'm in love with someone else!" she screamed as I felt my heart ache in pain.
"If there is something I did wrong, please do forgive me, if it's more money you want I can give you, you can have my black card and everything" I begged then lifted my trembling hands and held her's in mine.
"That's it!, no how much money I get or how much jewelry you give me, I just can't stay, you are so fucking rich that your wealth will never end easily, thanks for loving me blindly, because of you, I'm now very rich with your money" She answered angrily.
"My love" I whispered with forming tears.
"King stop!, You don't get it do you?, I don't love you, I can't continue living with a man that acts like a girl!, you worship me, bath me, clothe me, feed me, even apologize when I'm the one whose at fault, I just don't want you, for a handsome guy such as yourself, your personality is weak and annoying" she spat as she removed her veil and threw it down.
I watched in tears as she turned and walked away, I was about to follow her when Pete grabbed my hand.
"Brother, let her go, she has embarrassed you badly in front of our family and friends" Pete said in a whisper.
"No, Isabel please come back!, I love you!, I promise I will change, I will do everything you want!" I screamed as she quickly ran away and got into a guys car, she smiled at me then the car took off as I powerlessly sat down at the alter and wept.
..........................................................................................
I woke up with a loud groan, I usually had this nightmare every once in a while, five years had already gone by but I still dreamt about it.
Isabel was just a mere memory to me, she left and broke me badly.
The day she left me at the alter was the day I closed my heart, I learnt that love was not only a weakness, it was also a person's downfall, I focused on running my companies and completely changed my personality.
The old me was a total fool who gave all his love and trust to just one woman, the me now would never do such a thing.
"King"
Pete called outside my bedroom, I stood up and went to the door, I opened it and looked at him.
"Gosh king, why do you usually sleep naked?" He asked loudly.
I turned and moved to the wardrobe then pulled out a robe and wore it, then went back to him.
"What?" I asked lazily.
"Have you forgotten already?" He asked as I frowned deeply.
"Speak" I commanded coldly.
"Tomorrow we will be receiving a guest, miss Ariana the chief architecture, she will be supervising the contraction that will be taking place here, her room will be opposite yours" he answered as I sighed.
Pete was really boring me with such a topic in the morning.
"Fine, is there anything else?" I asked as he hesitated.
"Well wont you pay aunty and uncle a visit?, They have been waiting for you to pass by or call them" he answered as I pat his shoulder.
"Brother, we both know how mother and father are, if I go there it will be suicide, they will try and talk me into marrying, which I'm not interested to do, they will bore me to death with their love stories, how about you go on my behalf?, Today I have a party to attend to" I said then turned and went in the bathroom.
Pete slowly followed and stood next to me while I washed my face.
"Pete don't you dare open your mouth" I warned knowing very well what he was about to say.
"King, not all girls are like that bitch Isabel, some are kind and honest, are you going to let one person ruin your chances of being in love and experiencing true happiness?" He asked as I glared at him angrily.
"Fuck love!, And for your own information I am very happy, why do you always do this?, When mother and father call, you usually talk about the past I had forgotten, please Pete I will ask you as your brother to let it go and forget about the past before I end up hurting you with punches" I said angrily.
"I'm sorry to have angered you, I will leave you alone" he said sadly then went out.
I angrily hit the wall and took off my robe, I stepped into the shower and turned it on, when cold water poured on my body, I felt calmer.
I knew that Pete and my parents wanted the best for me, but I went through hell alone, they had no idea how hurt and broken I was for the past two years.
"Babe?" A familiar voice called in my bedroom.
"I'm taking a bath" I answered.
The door opened and Valentin entered with a smile.
"I really love what I'm seeing" she said seductively as she took off her clothes and stepped in the shower in front of me.
Valentine was tall with a slim sexy figure, but what I loved mostly about her was how she wasn't clingy to me, we were more like sex lovers.
She knelt down in front of me and took my dick in her hand, I smirked when she began stroking it gently.
"I want your mouth" I demanded.
She smiled happily then took me in her mouth, I leaned on the wall and closed my eyes as I enjoyed her mouth on my dick.
BAB 61: Kelabang Terakhir vs Kembar TerakhirPart 1 — Kehadiran TerakhirAaron dan Ilham berdiri di tepi jurang sarang terakhir Kelabang, tempat di mana energi alam dan kosmik berpadu menjadi satu. Kabut lembayung bergerak pelan, menyingkap wujud tanah yang retak dan memancarkan cahaya halus dari dalam, seperti urat-urat kehidupan bumi yang terlihat dari langit. Udara bergetar dengan frekuensi aneh, memaksa mereka untuk menyesuaikan napas dan denyut jantung agar selaras dengan medan energi di sekeliling.Kelabang terakhir itu muncul dari kedalaman sarang, tubuhnya jauh lebih besar dari sebelumnya, berkilau dengan lapisan chitin gelap yang memantulkan cahaya lembayung sekitar. Aura mengerikan mengelilinginya, bukan sekadar ketakutan biasa, tetapi rasa purba yang menembus tulang dan menimbulkan resonansi di jiwa. Ia tidak lagi bergerak hanya dengan naluri; setiap gerakan dipandu oleh kesadaran yang tinggi, memancarkan kecerdasan yang menakutkan dan kemarahan y
BAB 60: Ritual Pemurnian Kosmik Part 1 — Awal Getaran KosmikSetelah kedamaian di Sarang tercipta, Aaron dan Ilham berdiri di tengah medan energi yang kini tenang namun tetap hidup. Gelombang cahaya lembayung masih memantul di udara, membentuk riak yang seakan bernyanyi dengan irama halus. Mereka tahu, kedamaian ini bukan akhir, tetapi awal dari ritual yang jauh lebih besar—Ritual Pemurnian Kosmik yang akan menentukan keseimbangan seluruh alam semesta.Di langit metafisik yang tak lagi statis, cahaya dari galaksi dan bintang-bintang bersatu membentuk pola spiral yang memancarkan energi murni. Pola ini bukan sekadar pemandangan, tetapi kode kosmik yang menyimpan kunci bagi ritual pemurnian. Aaron merasakan gelombang energi itu beresonansi dengan inti kesadarannya, setiap sel tubuhnya bergetar mengikuti ritme kosmik yang lembut namun tegas.“Kita berada di titik di mana semua garis energi harus menyatu,” bisik Ilham, suaranya hampir bersatu dengan denyut meda
BAB 59: Ilham Melawan Saudaranya Part 1 — Awal Konflik SaudaraAngin lembut berhembus di atas puncak sarang yang baru tenang. Cahaya lembayung menari di antara bayangan yang kini damai, seolah memberi selamat atas berakhirnya perang saudara sebelumnya. Namun, di balik kedamaian yang tampak, Ilham merasakan getaran aneh. Sebuah energi familiar namun berbeda, seperti gema dari masa lalu yang menolak menyerah.Ilham berdiri di tepi inti pusat, memandang ke arah lembah energi yang bersinar lembut. Tiba-tiba, bayangan gelap muncul, menyatu dengan cahaya, tetapi bergerak dengan ritme yang asing. Ada aura yang mengingatkannya pada masa kecil, pada saudara yang pernah ia kenal, tetapi kini berbeda.“Ilham…” suara itu terdengar samar, seperti bayangan yang mencoba berbisik melalui ruang dan waktu.Ilham menatap tajam. Energi itu terasa seperti separuh dari dirinya sendiri, namun diwarnai kemarahan dan kebingungan yang intens. Ia menyadari, dengan perasaan cam
BAB 58: Aaron Menjadi Raja KelabangPart 1 — Awal Takhta dan Gelombang PertamaSetelah kedamaian yang perlahan menyejukkan sarang, Aaron berdiri di atas puncak menara pusat, menyaksikan gelombang cahaya lembayung dan bayangan yang kini menari harmonis di seluruh sarang. Atmosfer terasa berat sekaligus ringan; energi yang dulu liar kini tersaring menjadi aliran yang jelas, menuntun setiap makhluk dan setiap bayangan menuju keseimbangan. Ia bisa merasakan setiap denyut kehidupan, bukan hanya fisik, tapi metafisik—jiwa sarang seakan bernapas bersama dirinya.Aaron memejamkan mata sejenak, membiarkan energi baru itu meresap ke dalam dirinya. Ia merasakan sensasi yang asing namun familiar—perpaduan antara kekuatan primitif T-Rex yang pernah ia warisi dan kesadaran yang kini berkembang dari bayangan-bayangan yang diterima. Ini bukan hanya kekuatan fisik, tetapi energi kosmik yang beresonansi dengan jiwa seluruh sarang.“Sekarang, ini tangg
**BAB 50: Misi Pembersihan Kosmik****PART 1: “Perintah dari Langit Pucat”**Langit pagi itu tampak bukan lagi biru, melainkan putih keabu-abuan seperti kertas yang siap dihapus. Di permukaannya, arus cahaya membentuk simbol-simbol kuno yang terus berubah bentuk—ling
**BAB 49: Kelabang Ratu yang Bicara****PART 1: “Suara dari Perut Bumi”**Begitu Aaron dan Ilham menembus pusaran cahaya, dunia sekitarnya berubah drastis. Mereka tidak lagi berada di lorong-lorong sempit penuh cabang, melainkan di sebuah ruang raksasa yang bentuknya menyerupai perut bumi. Dinding-
##ARC2 -SEASON3**BAB 45: Ilham Kehilangan Mata Ketiga****PART 1: “Tatapan yang Mulai Redup”**Cahaya redup dari simbol kembar masih berdenyut di tubuh Aaron dan Ilham, tapi terasa goyah. Sarang induk kelabang bergetar, setiap dinding daging berdenyut seperti jantung yang
**##ARC2 -SEASON3: "Kelabang yang Tersisa"**,BAB 38: Sarang di Pusat Bumi****PART 1: “Retakan Menuju Dalam”**Tanah masih berguncang setelah pertempuran terakhir. Retakan-retakan yang semula hanya menganga di langit kini merambat ke bumi, membuka celah-celah hitam yang me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น