Share

314. Pagi yang cerah

"Aku mau roti yang itu," ucap Hana sambil berusaha mengambil roti yang ada di tangan Haikal.

"Ini punya aku, kamu bikin lagi aja," ucap Haikal sambil memasukkan semua roti ke dalam mulutnya, berusaha menjejalkan semuanya agar Hana tidak bisa mengambilnya.

"Daddy ... Daddy," pekik Hana kesal bukan main, ia menoleh dan melihat Awan yang sedang berjuang keras mengenakan dasi. "Daddy."

"What?" tanya Awan sambil melepaskan dasi dari lehernya dan memaki dalam hati karena ia tidak bisa mengenakan dasi dengan baik dan benar. Argh ... Awan benci mengenakan pakaian formal seperti ini tapi, dia harus mengenakannya karena hari ini Romli akan memperkenalkan dirinya sebagai pengganti Romli di akedemi keperawatan dan mau tidak mau dia harus mengenakan dasi sialan itu.

"Haikal ambil roti aku, itu roti cokelat terakhir di meja," protes Hana sambil menunjuk Haikal penuh kebencian, roti cokelat harga mati bagi Hana!

"Kan itu masih ada," ucap Haikal sambil menunjuk satu buat roti cokelat di meja makan.
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Dio Rizky
lanjut thor
goodnovel comment avatar
Bunda Hani
hahaha silahkan jika anda berminat mencari yg muda. tapi siapkan diri untuk di cekik
goodnovel comment avatar
nenk nani
jangan macam" awan kurniawan...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status