Share

24. Manuver Ghea

Jevin tetap bungkam tidak menghiraukan. Dirinya tidak peduli pada Safia yang terseok-seok di belakangnya. Di dalam mobil saat menuju arah pulang, Jevin pun enggan meladeni penuturan istrinya. Bahkan sampai rumah, suami Safia itu masih setia membisu.

Begitu masuk rumah bergegas Jevin melenggang menuju kamar mandi dalam kamar. Dirinya tidak menggubris Safia yang masih saja menceritakan kronologis insiden di lift tadi. Walau sudah berulang kali wanita itu jelaskan.

Jevin menyalakan shower. Air dingin mengguyur rambut dan otaknya. Kepalanya yang terasa sedikit panas akibat ketidak-relaannya melihat Safia dipeluk Vino, kini berangsur adem.

Setelah merasa hati dan pikirannya sedikit sejuk, Jevin menyudahi mandinya. Ketika ia ke luar dari kamar mandi Safia sudah menunggunya di ranjang. Wanita itu memberikan piyama cokelat pastel untuk sang suami. Jevin menerima dan memakai piyama itu masih dalam diam.

"Kita makan dulu yuk!" ajak Safia lembut. Wanita itu menarik tangan Jevin.

"Kamu saja," to
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status