Share

Bab 1006

Penulis: Rexa Pariaman
"Apa? Kakek tua itu ... nggak akan bertahan lama?"

Ewan terkejut bukan main. Dia segera bertanya, "Apa karena luka lamanya kambuh?"

Neva mengangguk pelan. "Aku dengar Master Nazar terkena serangan balik setelah memakai jurus Mantra Lima Petir. Keadaannya cukup parah."

"Dia masih di rumah sakit?" tanya Ewan cepat.

"Dia sempat dirawat sehari, tapi kemarin sudah keluar," jawab Neva.

"Aku harus menemuinya," kata Ewan, langsung hendak turun dari ranjang. Namun, Neva segera menahannya. "Lukamu belum s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2711

    "Tua bangka, kamu juga menguasai ilmu formasi. Ayo kita pelajari lagi bersama.""Bagaimana pun caranya, kita harus menghancurkan formasi ini. Kalau nggak, kita bertiga akan terjebak dan mati di sini."Dewi Kembang sangat menyesal. Sebelumnya Ewan sudah membujuknya dengan baik, sayangnya dia tidak mendengarkannya. 'Seandainya tahu akan begini, seharusnya aku mendengarkannya.'Dewi Kembang menoleh ke luar formasi dan mendapati Ewan juga sedang menatapnya dengan kedua alis berkerut. 'Apa dia sedang menyalahkanku?'Untuk sesaat, Dewi Kembang terlihat seperti anak yang telah melakukan kesalahan. Dia merasa sangat gelisah.Namun, sebenarnya Ewan sama sekali tidak sedang menyalahkan Dewi Kembang. Kemunculan 28 pilar tembaga secara tiba-tiba justru membuatnya sadar bahwa Nazar dan yang lainnya telah terjebak dalam sebuah formasi."Sudah kuduga, mendapatkan nadi naga memang nggak akan semudah itu."Orang-orang lainnya juga menyadari bahwa Dewi Kembang dan yang lainnya sedang dalam bahaya."Tuan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2710

    "Jangan-jangan di bawah tanah ini tersembunyi makhluk buas yang mengerikan?"Hati Nazar langsung bergetar. Dia buru-buru berkata, "Hidung Sapi, Dewi Kembang, kalian tetap di tempat, jangan bergerak. Biar aku yang pergi melihat apa yang sebenarnya terjadi."Saat mengucapkan kata-kata itu, tubuh Nazar sudah lebih dulu berlari kencang. Mana mungkin dia benar-benar ingin menyelidiki keadaan. Dia jelas-jelas ingin melarikan diri.Dewi Kembang langsung menyadari niat Nazar dan memakinya dengan marah, "Bajingan!""Benar-benar nggak tahu malu!" Wajah Sunnata juga berubah menjadi merah karena marah.Namun, Nazar baru saja berlari kurang dari sepuluh meter, tiba-tiba sebuah pilar perunggu muncul dari bawah tanah. Karena sama sekali tidak menduganya, kepala Nazar menghantam pilar itu dengan keras.Buk!Kepalanya langsung pecah hingga darah mengucur."Aduh! Sakit sekali!"Nazar menjerit kesakitan sambil buru-buru mundur. Pada saat yang sama, tanah di bawah kaki mereka terus bergetar hebat. Dalam s

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2709

    Ewan berkata, "Menurutku, mendapatkan nadi naga nggak akan semudah itu."Ini adalah nadi naga Gunung Mahameru! Sepuluh nadi naga bertengger di puncak gunung salju. Apa mungkin mereka tidak memiliki perlindungan apa pun?Harus diketahui, meskipun nadi naga bukan naga sejati, mereka sangat licik.Selain itu, sepanjang perjalanan ke sini, baik Formasi Penghancur Dewa maupun Singa Api sudah cukup membuktikan bahwa tempat ini sama sekali tidak sederhana."Bocah sialan, sesulit apa pun, hari ini kita harus mendapatkan nadi naga. Karena itulah tujuan perjalanan kita.""Hidung Sapi, bersiaplah!"Setelah berkata demikian, Nazar mengeluarkan Paku Pengunci Naga."Tua Bangka, aku sarankan jangan bertindak gegabah. Hati-hati jangan sampai terjebak dalam bahaya," ingat Ewan."Tenang saja. Aku tahu batasanku."Nazar bertukar pandang dengan Sunnata, lalu keduanya berjalan berdampingan menuju gunung salju."Dewi Kembang, aku tahu kamu ingin mendapatkan nadi naga untuk memulihkan tingkat kultivasimu. Ta

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2708

    Sepuluh nadi naga bertengger di puncak gunung salju. Masing-masing memiliki tubuh sepanjang beberapa ratus meter, bagaikan sepuluh naga sejati yang memenuhi langit. Pemandangan itu begitu menggetarkan hati.Semua orang terdiam mematung.Setelah beberapa saat, barulah Nazar tersadar. Dia bergumam, "Bocah sialan, mataku nggak salah lihat, 'kan? Benar-benar ada sepuluh nadi naga?""Benar," jawab Ewan dengan pasti."Ini terlalu nggak nyata ... terlalu nggak nyata. Rasanya seperti sedang bermimpi. Bocah sialan, cepat cubit aku."Ewan langsung mencubit Nazar. "Aduh! Sakit sekali! Lepaskan .... Sial, kenapa kamu masih mencubitku?""Bukannya tadi kamu sendiri yang suruh aku cubit kamu?""Tapi aku nggak menyuruhmu mencubit sekuat itu!""Kalau nggak kuat, bagaimana kamu bisa merasakan sakit?"'Dasar bocah sialan!'Nazar menatap Ewan dengan penuh rasa kesal. Untung Ewan tidak memperhatikan tatapan itu. Kalau tidak, mungkin dia akan mencubit sekali lagi.Saat itu, perhatian Ewan sedang tertuju pad

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2707

    Sedangkan Midori dan Dewi Kembang, aura di tubuh mereka jelas meningkat pesat. Mereka kini hanya tinggal selangkah lagi untuk mencapai tingkat maharaja.Sebaliknya, Koji, Sunnata, dan Nazar tidak memperoleh peningkatan sebesar itu. Sebab tingkat kultivasi mereka memang sudah sangat tinggi, semuanya telah menjadi ahli tingkat maharaja.Namun bagaimanapun juga, ini adalah Teratai Salju Purba. Khasiatnya sangat luar biasa dan tetap memberikan manfaat besar untuk memperkuat tubuh mereka.Setelah selesai bermeditasi, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Mereka melewati tanah lapang itu, lalu tiba di depan sebuah gunung, di mana sekali lagi mereka menemukan sebuah gerbang perunggu."Biar aku saja."Nazar dengan sadar melangkah maju. Setelah mengutak-atiknya beberapa saat, dia berhasil membuka gerbang perunggu itu.Di balik gerbang, suasananya gelap gulita. Keadaan begitu sunyi hingga mereka bahkan bisa mendengar napas satu sama lain."Semuanya hati-hati." Ewan mengingatkan, lalu memimpi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2706

    Yang berbicara adalah Sunnata.Sunnata berkata, "Ewan yang membunuh ular-ular kecil itu. Teratai salju ini memang pantas menjadi miliknya."Dewi Kembang teringat pertarungannya melawan ular-ular kecil tadi. Sampai sekarang dia masih merasa ketakutan."Kalau bukan karena Ewan menyelamatkanku, aku pasti sudah digigit ular-ular itu. Aku nggak keberatan kalau dia mengambil teratai salju ini."Karena tidak punya pilihan lain, Nazar hanya bisa menoleh kepada Zayn, Koji, dan Midori."Bagaimana dengan kalian?" tanya Nazar. "Nggak mudah bagi kalian bisa sampai ke sini. Setelah susah payah, akhirnya kita menemukan Teratai salju Purba. Jangan bilang kalian sama sekali nggak tergoda.""Aku tahu hubungan kalian dengan bocah sialan itu baik. Tapi harus kukaish tahu, kalau kalian memakan Teratai Salju Purba ini, tingkat kultivasi kalian bisa langsung meningkat."Zayn berkata, "Senior Sunnata benar. Bos yang telah mengatasi bahaya tadi. Jadi Teratai Salju Purba ini memang seharusnya menjadi milik Bos.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status