Share

Bab 1043

Author: Rexa Pariaman
"Aku melihat situasinya nggak beres, jadi aku langsung mau pakai celana dan pergi. Siapa sangka, tepat saat aku sedang menarik celana ... polisi datang."

Dodo benar-benar sulit percaya. "Jadi ... kamu benar-benar nggak melakukan apa-apa?"

"Aku ini pertapa dunia luar. Mana mungkin aku melakukan hal kotor dan menjijikkan seperti itu." Nazar berkata dengan wajah penuh kesedihan, "Aku benar-benar cuma kasihan pada mereka, ingin membantu mereka."

"Kalau itu cuma pijat, kenapa kamu buka celana?" tanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
Pengarangnya terlalu...goblok apa ya?
goodnovel comment avatar
Hedi Rachdiana
BENER... LAMA² INI NOVEL JADI NOVEL SAMPAH !!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2222

    Teratai Emas Sembilan Daun memancarkan cahaya emas yang menyilaukan, aroma harum berlapis-lapis, dan gelombang kehidupan yang luar biasa menyebar ke sekeliling.Ewan segera menatap ke arah teratai itu. Terlihat kuncup bunga di tengah sembilan daun mulai mekar, satu kelopak terbuka.Lalu yang kedua, yang ketiga ....Seiring kelopak terus bermekaran, cahaya emas semakin kuat."Sebentar lagi matang."Ewan diam-diam mengepalkan tangan."Bocah, sudah kita sepakati, teratai ini milikku. Jangan coba-coba merebutnya," kata Nazar sambil tetap menatap teratai.Ewan seolah tidak mendengar, matanya terpaku lurus pada Teratai Emas Sembilan Daun. Harta seperti ini, dia harus mendapatkannya. Karena dia ingin menggunakannya untuk menembus batas dan menjadi kultivator abadi!Tak lama kemudian, teratai itu telah membuka delapan kelopak. Tinggal satu kelopak terakhir untuk benar-benar matang.Sepuluh detik kemudian.Akhirnya, kelopak kesembilan terbuka.Dalam sekejap, suara seperti nyanyian suci terdenga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2221

    Karena jika bertarung secara langsung, meskipun bisa membunuh pemuda itu, dia juga akan terluka. Kalau begitu, kenapa tidak memakai strategi?Karena itulah, Ewan lebih dulu menggunakan mantra penghilang untuk menghindari jangkauan tebasan, lalu menggunakan teknik pedang jarak jauh untuk terus menyerang pemuda itu. Dia tahu serangan itu tidak akan melukai lawan selevel itu, apalagi membunuhnya. Tujuannya hanya satu, mengganggu.Kekuatan dan momentum harus dijaga terus. Kalau terputus, kekuatan akan melemah, lalu habis. Ewan sengaja mengganggu agar kekuatan dan momentum pemuda itu terus menurun.Selain itu, serangan jarak jauh memberinya keuntungan lain. Dia bisa tetap berada di posisi aman tanpa masuk ke jangkauan tebasan. Setelah waktunya tepat, barulah dia melancarkan pukulan penuh.Saat itu, momentum pemuda sudah turun, kekuatannya melemah, dan katananya bukan senjata istimewa. Ewan tidak perlu takut. Lagi pula, memukul lawan dengan tangan sendiri terasa lebih memuaskan.Boom!Tubuh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2220

    Ewan merasakan ancaman kematian. Perasaan itu sama seperti saat dulu menghadapi Musashi."Kamu memang kuat, tapi sayangnya kamu bertemu denganku." Ewan tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, dia mengayunkan Pedang Cahaya Senja. Seketika, aura tajam yang mengguncang langit meledak.Tubuh Ewan pun berubah, seluruh badannya diselimuti cahaya emas seperti dewa yang turun ke dunia."Hmph, walaupun kamu punya kartu truf, tetap saja kamu nggak bisa lolos dari kematian." Tebasan pemuda itu turun dengan cepat, disertai gelombang cahaya pedang tanpa batas.Saat hampir saja Ewan tertelan oleh cahaya pedang, tiba-tiba sosoknya menghilang dari pandangan.Ke mana dia?Pemuda itu tertegun.Dia tidak mengerti, bagaimana mungkin seseorang bisa menghilang begitu saja tanpa jejak? Bahkan teknik ninja pun masih meninggalkan tanda, tapi Ewan tidak meninggalkan apa pun. Lebih aneh lagi, dia menghilang tepat di bawah jangkauan tebasan pedang, benar-benar di luar logika.Keterkejutan itu membuat kekuatan t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2219

    Beberapa detik kemudian, ekspresi Ewan sedikit berubah. Walaupun pemuda itu hanya berdiri dan mengayunkan pedang sendirian, aura di tubuhnya terus meningkat, energi dan fokusnya berkumpul dengan cepat.Pada saat yang sama, sebuah aura berbahaya mulai terpancar dari tubuhnya."Teknik pedang yang dia gunakan adalah semacam rahasia untuk meningkatkan kekuatan."Ewan menyadari, dalam waktu kurang dari sepuluh detik, kekuatan pemuda itu sudah meningkat dua kali lipat. Bahkan, lebih kuat dari saat dia belum terluka sebelumnya.Ewan mengangkat Pedang Cahaya Senja. Dia ingin memanfaatkan momen sebelum kekuatan pemuda itu mencapai puncak untuk menghabisinya. Namun tak disangka, tepat saat itu, dari tubuh pemuda itu kembali meledak sepuluh aliran energi.Buzz!Sepuluh aliran energi itu melayang di belakangnya, masing-masing memancarkan cahaya putih, dengan aura yang sangat besar. Melihat itu, Nazar langsung memaki, "Pantas saja aku bukan lawannya, ternyata dia sudah mengolah sepuluh aliran energ

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2218

    "Keturunan Naga?"Wajah pemuda itu langsung menjadi muram. Kenapa nggak sekalian bilang keturunan leluhur kuno saja?Dia mengeluarkan sebuah pil hitam dari saku, menelannya, lalu sambil mengatur napas dan memulihkan luka. Dia berkata pada Ewan, "Tadi aku hanya lengah, jadi kamu punya kesempatan. Setelah aku selesai memulihkan diri, aku akan bertarung serius denganmu.""Negaramu terkenal sebagai negeri beradab, dan kalian selalu mengaku sebagai orang terhormat. Kamu nggak akan menyerang saat aku sedang memulihkan diri, 'kan?"Harus diakui, pemuda ini cukup cerdik. Dia sengaja membawa-bawa soal etika agar Ewan memberinya waktu.Ewan berkata, "Kamu benar. Negara kami sejak dulu adalah negeri beradab dan kami juga menjunjung tinggi sikap terhormat."Mendengar itu, pemuda itu diam-diam senang. Namun, Ewan langsung melanjutkan, "Tapi dari sekian banyak orang, wajar saja kalau ada beberapa yang bukan orang terhormat, benar 'kan?"Ekspresi pemuda itu berubah. "Apa maksudmu?"Ewan tersenyum, "M

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2217

    Ewan mencabut Pedang Cahaya Senja. Seketika, aura tajam yang luar biasa menyeruak, seolah ingin menghancurkan segala sesuatu di tempat itu. Pada saat itu, kedua mata Ewan menjadi sangat tajam, dari tubuhnya terpancar aura tak terkalahkan.Pemuda itu mengangkat alisnya, lalu kembali menunjukkan ekspresi meremehkan, "Di depanku kamu malah memakai senjata. Harus kuakui, kamu cukup bodoh."Dia sama sekali tidak menganggap serius Ewan. Mungkin dengan tangan kosong dia bukan tandingan Ewan, tapi dengan senjata, dia yakin tidak akan kalah.Karena bahkan di dalam Klan Takada, selain gurunya, tidak ada yang bisa mengalahkannya saat memegang senjata."Aku berlatih pedang sejak usia tiga tahun. Di usia enam tahun aku sudah menguasai puluhan teknik pedang tingkat tinggi. Saat usia sembilan tahun, aku sudah nggak punya lawan di kalangan generasi muda keluargaku. Sedangkan kamu, sebentar lagi akan menjadi roh di bawah pedangku."Setelah berkata begitu, aura tempurnya melonjak drastis, seolah satu te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status