登入Ewan merasa bingung."Tua bangka, kamu jelas-jelas suka sekali sama anak ini. Kenapa malah suruh aku yang terima dia sebagai murid?"Nazar menjawab, "Bukannya tadi aku sudah bilang? Kalau dia ikut aku, kemungkinan besar dia akan mati sebelum sempat tumbuh menjadi kuat. Keberuntunganmu sangat luar biasa. Mungkin hanya kamu yang bisa membantunya melewati sembilan bencana kematian itu.""Selama anak ini berhasil melewati semua bencana tersebut, di masa depan dia pasti akan menjadi tangan kananmu. Selain itu, penyakitnya sering kambuh. Kalau dia berada di sisimu, keadaannya juga akan lebih terjamin."Setelah mengatakan itu, Nazar melirik Koji dan berkata dengan nada penuh penyesalan, "Bibit sehebat ini akhirnya jatuh ke tanganmu.""Bocah sialan, kamu harus kasih aku sedikit kompensasi."Ewan langsung menyetujuinya. "Nggak masalah. Setelah kembali ke Papandaya nanti, makanan enak dan minuman enak akan tersedia sepuasnya."Nazar langsung melotot. "Apa maksudmu? Kamu sedang menyindirku miskin
"Bukan keduanya?" Ewan tertegun. "Lalu itu apa?""Itu adalah Segel Kehidupan," jawab Nazar dengan suara berat. "Latar belakang anak ini sepertinya nggak sederhana."Ewan semakin bingung. "Apa maksudmu?"Nazar berkata, "Segel Kehidupan adalah simbol yang sangat misterius. Kalau dibilang simbol, sebenarnya lebih tepat disebut sebagai segel. Meskipun Koji adalah yatim piatu dan hidup sebatang kara, aku berani memastikan bahwa asal-usulnya nggak sederhana.""Karena orang yang mampu membuat Segel Kehidupan bukanlah orang biasa. Kultivasinya pasti telah mencapai tingkat yang luar biasa.""Sejak Akademi Nagendra berdiri hingga sekarang, banyak ahli hebat telah muncul. Tapi, cuma satu orang yang mampu membuat Segel Kehidupan."Ewan bertanya, "Jangan-jangan itu Master Tarsa?""Benar." Nazar mengangguk. "Orang itu adalah pendiri kami.""Akademi Nagendra telah diwariskan selama ribuan tahun. Sepanjang sejarahnya, hanya sang pendiri yang mampu membuat Segel Kehidupan."Hati Ewan terguncang. Kemudi
Nazar seketika kehilangan fokus."Kenapa anak ini punya Segel Kehidupan di punggungnya? Ini nggak masuk akal. Siapa sebenarnya asal-usul anak ini?"Saat Nazar sedang lengah, Koji akhirnya berhasil melepaskan diri sepenuhnya.Brak!Satu pukulan menghantam perut Nazar. Nazar kembali terpental dan jatuh tepat ke tumpukan kotoran."Auuung!"Koji meraung keras. Lalu, dia bersiap menerjang lagi."Berhenti!" teriak Ewan. Suaranya bagaikan petir yang meledak di dekat telinga. Tubuh Koji langsung bergetar. Keraguan sempat muncul di matanya. Namun sesaat kemudian, dia tetap berlari ke arah Nazar.Ewan segera bergerak maju. Dengan satu jari, dia menekan bagian belakang kepala Koji.Seketika itu juga, Koji pingsan. Sambil menggendong Koji yang tak sadarkan diri, Ewan bertanya, "Tua bangka, kamu nggak apa-apa?""Aku baik-baik saja." Nazar segera bangkit dari tanah. Lalu dia berkata pelan kepada Ewan, "Bawa anak ini ke rumah Eko. Ada rahasia di tubuhnya."Kemudian, dia menoleh kepada Eko dan berkata
"Apa aku baik-baik saja atau nggak, memangnya kamu nggak bisa lihat?" kata Nazar dengan nada kesal.Ewan menjawab, "Tadi aku sudah ingatin kamu supaya hati-hati. Siapa suruh kamu sendiri nggak perhatikan?"Nazar langsung melotot. "Dari nada bicaramu, kamu menyalahkanku?""Kalau bukan kamu yang disalahkan, siapa lagi?" kata Ewan. "Kalau tadi kamu nggak ceroboh, kamu nggak akan sampai setragis ini. Kamu seorang ahli tingkat dewa, tapi malah dipukul sampai terbang sama anak kecil. Aku saja sampai malu melihatnya."Nazar merasa sangat tertekan.Memang benar. Tadi Ewan sudah mengingatkannya untuk berhati-hati, tetapi dia tidak menganggapnya serius. Siapa sangka setelah mengamuk, tenaga Koji bisa sebesar itu hingga mampu menghempasnya.Bukan hanya terpental. Dia juga berakhir berlumuran kotoran dari kepala sampai kaki. Benar-benar memalukan.Nazar berkata, "Bocah sialan, sepertinya pinggangku terkilir. Bantu aku berdiri."Ewan mengulurkan tangan kanannya. Nazar mulai bangkit sambil mengulurk
Ewan pernah bertemu beberapa genius bela diri. Zayn dan Samudra adalah salah satunya. Yang ketiga adalah Koji yang berdiri di hadapannya saat ini.Menurut Nazar, Samudra adalah seorang santo yang terlahir alami, memiliki keberuntungan yang sangat besar, dan paling cocok menempuh jalan kultivasi taoisme.Sedangkan Zayn memiliki bakat bela diri yang cukup baik.Namun dibandingkan dengannya, fondasi tubuh dan bakat alami Koji jauh lebih unggul.Dengan potensi yang dimilikinya, jika Koji dibimbing dengan sungguh-sungguh, kemungkinan besar dalam waktu setengah tahun saja Koji sudah bisa menjadi seorang ahli yang masuk Peringkat Dewa.Bayangkan saja. Seorang anak berusia 12 tahun berhasil masuk Peringkat Dewa.Betapa mengejutkannya hal itu.'Anak ini memiliki kehidupan yang sulit, tetapi bakat bela dirinya sangat langka. Kalau aku menerimanya sebagai murid, bukan saja aku bisa memberinya tempat berlindung, aku juga bisa membimbingnya menjadi seseorang yang hebat.''Tapi sebelum itu, aku haru
Nazar sama sekali tidak siap. Melihat wajah garang Koji yang tiba-tiba berubah buas, dia sampai terkejut. Pada saat itulah Koji menghantamkan satu pukulan ke perutnya.Brak!Nazar langsung terlempar beberapa meter ke belakang dan jatuh ke tanah. Dalam sekejap, kepala, wajah, dan jubah yang dikenakannya dipenuhi kotoran.Sudut bibir Ewan berkedut. Dia bahkan tidak tega melihat keadaan menyedihkan Nazar.Koji segera membungkukkan tubuhnya lagi. Dengan mulut terbuka lebar, dia kembali hendak menggigit leher sapi. Ewan melompat ke dalam kandang. Lalu, dia langsung mencengkeram tulang selangka Koji.Koji menoleh dan memperlihatkan taringnya kepada Ewan."Koji, kamu nggak boleh minum darah lagi," kata Ewan.Namun, Koji langsung menghantamkan satu pukulan ke tubuh Ewan.Ewan memang sudah mempersiapkan diri sejak awal. Ditambah lagi, setelah berlatih Teknik Naga Ilahi Sembilan Revolusi dan memperoleh Mutiara Radaya, tubuhnya menjadi sangat kuat. Karena itu, dia memilih menerima pukulan tersebu







