Share

Bab 2550

Penulis: Rexa Pariaman
Di depan semua orang, kepala Raja Singa diinjak hingga meledak oleh Ewan dan dia pun tewas seketika.

Akasia langsung murka. Dengan suara dingin dia berkata, "Aku sudah suruh kamu berhenti. Apa kamu nggak dengar?"

Ewan tersenyum lalu berkata, "Aku tadi cuma naruh kaki, kok. Kamu nggak lihat? Matamu buta?"

"Kamu ...."

Akasia menghentakkan tongkat emas di tangannya ke tanah.

Boom!

Dalam sekejap, aura mengerikan menyapu keluar dan menekan ke arah Ewan.

Namun, Ewan tetap berdiri tegak tanpa bergerak.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2663

    Ewan sedikit memiringkan tubuhnya, lalu mengangkat lututnya. Seketika, seluruh tubuh Dewi Kembang jatuh tepat di atas lututnya.Plak! Ewan kembali menampar bagian yang sama sambil membentak, "Lain kali masih berani bertindak semaumu?""Ewan, kamu nggak berhak mengaturku ...."Plak! Ewan kembali memukul."Apa kamu benar-benar mendengar semua yang kukatakan?""Lepaskan aku!" teriak Dewi Kembang sambil terus meronta. "Aku mau ngapain, bukan urusanmu.""Kalau bukan aku yang mengurusmu, lalu siapa?" Ewan makin kesal.Perempuan keras kepala ini bukan saja membunuh orang tanpa mau mengakui kesalahan, tetapi juga telah merusak rencananya. Memang pantas diberi pelajaran.Plak! Tamparan kali ini jauh lebih keras. Dewi Kembang langsung menangis karena kesakitan. "Dasar bajingan! Lepaskan aku! Kalau nggak, aku nggak akan mengampuni kamu!"Dipukul di depan banyak orang membuat Dewi Kembang merasa malu sekaligus marah. Sepasang matanya yang indah dipenuhi amarah yang membara.Midori merasa kasihan k

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2662

    Nadi naga Gunung Mahameru?Hati Ewan langsung bergetar. Dia buru-buru bertanya, "Tua bangka, kamu yakin?""Memangnya aku pernah membohongi kamu?" balas Nazar dengan penuh semangat."Kuberi tahu ya, nadi naga Gunung Mahameru itu luar biasa kuat. Kalau dibandingkan, nadi naga Gunung Angkara benar-benar nggak ada apa-apanya.""Menurutku, asalkan kita mendapatkan nadi naga Gunung Mahameru, tingkat kultivasi kita pasti akan meningkat pesat. Cepat datang ke Gunung Mahameru!"Ewan merasa ada yang tidak beres. Nazar sangat tamak. Kalau dia benar-benar sudah menemukan nadi naga Gunung Mahameru, mana mungkin dia berbaik hati menyuruh Ewan datang? Pasti ada sesuatu yang disembunyikan."Bocah, kalau kamu nggak segera datang, nadi naga itu akan jadi milikku. Jangan salahkan aku kalau aku menikmatinya sendirian."Namun, tanpa disadari Nazar, ucapan itu justru membuat Ewan makin curiga.Sunnata juga sedang berada di Gunung Mahameru. Kalau tua bangka itu benar-benar menemukan nadi naga, mana mungkin S

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2661

    Sret! Sret! Sret! Semua moncong senjata langsung diarahkan kepada Ewan dan keempat orang itu.Bam! Ewan bergerak lebih dahulu. Dia melayangkan satu pukulan. Detik berikutnya, puluhan tentara terpental ke luar kantor polisi.Selain Dewi Kembang dan yang lainnya, semua orang tercengang. Wanita paruh baya itu bahkan memasang ekspresi seolah melihat hantu. Sementara itu, tatapan pria paruh baya itu berubah menjadi serius.Dia sudah menyadari bahwa Ewan bukan orang biasa."Memangnya kamu ini siapa? Kamu dari Keluarga Gunawan?" Ewan balik bertanya, "Apa hubunganmu dengan Adjie?""Dia ayahku." Pria paruh baya itu kembali bertanya, "Siapa kamu sebenarnya?"Ewan tidak menjawab. Dia mengeluarkan ponselnya, lalu menelepon seseorang.Setelah telepon tersambung, Ewan berkata, "Adjie, ya? Aku di Kantor Polisi Tujuh Jaya. Anakmu membawa sekelompok tentara dan ingin membunuhku. Silakan urus."Setelah berkata begitu, Ewan langsung menutup telepon.Hati pria paruh baya itu dipenuhi tanda tanya. Ini pert

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2660

    Dua puluh menit kemudian, Ewan tiba di Kantor Polisi Tujuh Jaya. Baru saja turun dari mobil, dia melihat sekitar 30 hingga 40 tentara berjaga di depan kantor polisi. Masing-masing membawa senjata lengkap.Ewan hendak masuk, tetapi seorang tentara langsung menghalanginya."Maaf, di dalam sedang ada penanganan kasus. Orang yang nggak berkepentingan dilarang masuk," kata tentara itu dengan wajah datar.Ewan seolah tidak mendengarnya. Dia tetap melangkah maju."Berani sekali!" Tentara itu mendorong Ewan.Namun, tak disangka, kekuatan yang memancar dari tubuh Ewan justru mendorong balik tentara itu hingga terpental.Saat tentara lainnya baru menyadari apa yang terjadi, Ewan sudah melangkah masuk ke kantor polisi.Ketika memasuki lobi, dia langsung mendengar Dewi Kembang berkata dengan dingin, "Dia pantas mati!"'Sialan. Sudah membunuh orang, masih saja keras kepala begini. Perempuan ini benar-benar nggak tahu diri.' Ewan kembali merasa kesal.Dia sudah memutuskan, setelah urusan ini selesai

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2659

    Sebenarnya Ewan tidak ingin mengangkat telepon. Namun, setelah mengambil ponselnya, dia melihat yang menelepon adalah Millie. Dia langsung merasa pusing."Kak Millie, Kak Millie ... kenapa harus telepon di saat seperti ini sih? Jangan-jangan kamu betulan punya kemampuan meramal dan tahu apa yang sedang kulakukan?""Kurasa nggak ada urusan penting. Nanti saja aku telepon balik setelah urusan yang ini selesai." Ewan langsung menekan tombol menolak panggilan.Tak disangka, ponselnya kembali berdering. Masih Millie yang menelepon.Setelah ragu sejenak, Ewan akhirnya memilih mengangkat telepon. Dia mengenal Millie dengan sangat baik. Millie selalu pengertian. Kalau bukan karena benar-benar terjadi sesuatu, dia tidak mungkin menelepon lagi setelah panggilannya ditolak."Halo, Kak Millie ...."Baru saja telepon tersambung, dia mendengar suara Millie yang panik. "Ewan! Ada masalah!"Hati Ewan langsung menegang. "Ada apa?" tanyanya buru-buru.Millie berkata, "Kami kena masalah di ibu kota. Seka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2658

    Dalam hati, Ewan merasa sangat bersemangat. Dia tidak menyangka Candy hari ini akan bersikap seaktif itu, bahkan terang-terangan bertanya dirinya ingin "menyantap" apa.Benar juga ... wanita mana yang tidak memberikan segalanya saat dimabuk asmara? Pepatah orang zaman dahulu memang tidak pernah salah.Ewan tersenyum. "Aku tentu memilih yang kedua."Tok! Candy tiba-tiba melepaskan pelukannya, lalu menjitak kepala Ewan dengan buku jarinya. Dia berkata dengan manja, "Sudah kuduga. Kamu memang nggak punya niat baik. Aku ajak kamu ke sini sebenarnya biar kamu bisa mencoba menu sarapan di hotel ini. Menu di sini enak sekali."Ewan tersenyum nakal. "Kalau begitu, sarapan dulu ... baru santap yang lain."Anak kecil hanya memilih salah satu. Kalau orang dewasa ... tentu mau dua-duanya."Huh! Sebaiknya singkirkan dulu pikiran mesummu. Kalau nggak, aku benar-benar nggak mau bicara sama kamu lagi." Candy mendengus dengan angkuh. Dia pun membuka pintu mobil dan mengajak Ewan masuk ke hotel untuk sa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status