Share

Bab 2645

Author: Rexa Pariaman
Taringnya panjang dan ramping, memancarkan kilau seperti logam dan terlihat sangat tajam.

Ewan menyipitkan mata, lalu terlintas sebuah kemungkinan di benaknya. 'Jangan-jangan, orang ini vampir yang ada dalam legenda?'

Baru saja dia memikirkan hal itu, terdengar Max berkata, "Bocah, berani-beraninya kamu mengatakan hal seperti itu di hadapan Tuan Dracula, kamu pasti mati."

"Kamu masih belum tahu siapa Tuan Dracula, 'kan? Biar aku perkenalkan. Tuan Dracula berasal dari Negara Surya."

"Dia adalah v
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2655

    Ewan tersenyum. "Pak Travis, gimana? Kaget, 'kan?""Tentu saja! Ini benar-benar kejutan besar!" seru Travis. "Semua benda ini kamu dapatkan dari Keluarga Rodel?""Bukan kudapatkan." Ewan mengoreksi, "Aku memungutnya.""Memungut?""Ya. Semua orang di sana sudah mati. Benda-benda ini jadi nggak bertuan. Jadi ya kupungut saja."Travis terdiam."Hebat. Kali ini kamu benar-benar melakukan pekerjaan yang luar biasa," puji Dewa Perang.Para pakar tua itu seolah pria lajang yang telah puluhan tahun hidup sendiri, lalu tiba-tiba melihat seorang wanita cantik tanpa sehelai benang pun. Mata mereka menatap benda-benda budaya itu dengan penuh hasrat.Dengan kompak, mereka langsung berlarian ke segala arah. Tak lama kemudian, terdengar seruan demi seruan."Cepat tebak apa yang kutemukan! Aku menemukan kitab suci Buddha yang hilang!""Di sini ada stupa Buddha perunggu berlapis emas!""Aku menemukan kumpulan lukisan! Jumlahnya 13 lembar, semuanya luar biasa indah!""Ya ampun! Mutiara ini besar sekali!

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2654

    "Kejutan?" Travis tertegun sejenak, lalu bertanya, "Kejutan apa?""Nanti juga tahu sendiri. Sekarang, tolong carikan aku tempat yang luas. Kalau bisa ruangan yang tertutup rapat," kata Ewan.Travis berkata, "Di lantai bawah gedung ini ada arena atletik indoor. Luasnya sekitar puluhan ribu meter persegi. Ruangan itu tertutup sepenuhnya. Gimana?""Bagus. Ayo kita ke lantai bawah."Tak lama kemudian, mereka bertiga tiba di arena atletik.Ewan memperhatikan bahwa arena itu bukan hanya berada di dalam ruangan, tetapi juga memiliki suhu yang selalu terjaga."Ewan, kejutan apa yang mau kamu tunjukkan ke kami?" tanya Dewa Perang dengan penasaran.Ewan hanya tersenyum tipis, lalu mengeluarkan belasan benda antik dari Kantong Kosmik. Dia khawatir kalau mengeluarkan semuanya sekaligus, tekanan darah Travis akan naik lagi.Karena itu, dia sengaja hanya mengeluarkan belasan benda terlebih dahulu agar Travis tidak terlalu terkejut.Belasan lemari pajangan kaca tiba-tiba muncul. Travis sampai terngan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2653

    Candy berkata, "Tapi lukisan ini terlalu berharga. Puluhan tahun lalu saja nilainya sudah ratusan juta dolar. Kalau sekarang dilelang, harganya mungkin bisa miliaran dolar. Nilai seni lukisan ini nggak bisa diukur dengan uang.""Memangnya ada yang lebih berharga daripada kamu?"Saat mendengar Ewan mengucapkan kalimat itu, wajah Candy langsung memerah.Ewan melanjutkan, "Lagian, aku juga nggak ngerti soal lukisan. Kalau ada di tanganku, benda ini cuma seperti selembar kertas yang nggak ada gunanya. Lebih baik kukasih ke orang yang benar-benar menghargainya."Candy tersenyum bahagia. "Ewan, terima kasih."Ewan tersenyum nakal. "Jangan cuma bilang terima kasih. Boleh nggak, aku minta lebih?"Candy menoleh. Kedua tangannya melingkar di leher Ewan, lalu dia berinisiatif mengecup bibir Ewan.Ewan pun membalas ciumannya dengan penuh gairah. Tak lama kemudian, suhu di dalam mobil seolah ikut menghangat.Mereka berpelukan. Tak satu pun rela melepaskan yang lain.Beberapa saat kemudian, setelah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2652

    Pukul 4.30 dini hari, pesawat mendarat di bandara internasional ibu kota. Saat turun dari pesawat, Ewan langsung melihat Candy.Candy mengenakan mantel putih, juga topi dan kacamata hitam, menyembunyikan wajahnya dengan sangat rapi. Dia berdiri di samping sebuah mobil Audi dengan pelat nomor khusus. Penampilannya anggun bak bunga teratai yang sedang mekar.Meski sebagian besar wajahnya tertutup, dia tetap menarik perhatian banyak orang."Cantik sekali." Seorang pemuda baru saja selesai berkata, telinganya langsung dijewer oleh seorang wanita paruh baya bertubuh gemuk di sampingnya."Lihat apa? Kalau lihat lagi, kucungkil matamu!" Wanita itu memasang wajah garang.Pemuda itu buru-buru menjelaskan, "Sayang, jangan salah paham. Maksudku mobilnya yang bagus."Wanita itu mendengus dengan jijik. "Audi butut begitu bagus? Lebih bagus daripada Bentley yang kubelikan untukmu?""Aku peringatkan ya, kamu pakai uangku, tidur denganku. Kalau berani selingkuh, awas saja, akan kupotong burungmu!"Pem

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2651

    Ewan tahu pasti ada harta karun di dalam peti itu. Dia segera membukanya. Ketika melihat isi peti itu, wajahnya langsung dipenuhi rasa heran.Karena di dalam peti itu ... ada sebutir telur!Benar, itu memang sebutir telur. Bentuknya sangat mirip telur ayam, hanya saja ukurannya puluhan kali lebih besar. Beratnya sekitar belasan kilogram.Permukaan cangkangnya tidak terlalu halus. Saat disentuh, terasa jelas bagian-bagian yang tidak rata. Teksturnya bahkan sedikit mirip batu.Ewan mengetuk cangkang telur dengan jarinya. Dia mendapati cangkangnya sangat keras. Saat diketuk, terdengar suara dentingan seolah telur itu terbuat dari logam."Aneh ... telur apa ini?"Saat Ewan masih terheran-heran, tiba-tiba telur itu bergerak sedikit."Hm?"Dengan kepekaannya, Ewan langsung menangkap gerakan kecil itu. Dia segera menggunakan mata batin dan melihat ke dalam cangkang.Detik berikutnya, keheranan di wajahnya makin jelas. Setelah mata batin digunakan, pandangannya berhasil menembus cangkang.Namu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2650

    Setelah pintu perunggu terbuka, sebuah ruang rahasia terlihat.Ewan tidak langsung masuk dengan gegabah. Dia berdiri di ambang pintu dan melirik ke dalam ruang rahasia. Di dalamnya terdapat tiga buah peti.Ketiga peti itu seluruhnya terbuat dari emas. Bentuknya kuno dan megah, dan masing-masing peti dipasangi sebuah gembok tembaga model lama.Ewan mengamati sekeliling. Setelah memastikan tidak ada bahaya, barulah dia masuk ke dalam ruang rahasia. Dia berjalan ke depan salah satu peti.Ewan mengulurkan tangan dan memutar gembok tembaga hingga terbuka. Kemudian, dia mengangkat tutup peti yang berat dan melihat ke dalam. Raut keheranan langsung muncul di wajahnya."Sehelai pakaian?"Ewan sedikit terkejut. Dia tidak menyangka di dalam peti pertama ternyata tersimpan sebuah rompi. Namun, ini bukan rompi biasa, melainkan rompi yang ditenun dari sutra langit.Setipis sayap tonggeret.Sangat ringan.Ketika Ewan memegangnya, dia sama sekali tidak bisa merasakan bobotnya, seolah sedang memegang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status