Compartir

Bab 2966

Autor: Rexa Pariaman
Bum!

Krisna benar-benar gagah. Dia melayangkan satu pukulan yang dipenuhi aura dominasi.

"Ini adalah Tinju Penguasa Langit dan Bumi yang hanya dimiliki garis keturunan Tanah Suci Arkais!" kata Isla.

Wajah Ananta sama sekali tidak berubah. Dia melayangkan satu telapak tangan. Energi positif dan negatif berputar di telapak tangannya, bagaikan jurang tak berdasar.

Bam!

Tinju dan telapak tangan berbenturan, menimbulkan suara yang menggelegar.

Benturan kali ini berakhir imbang.

"Putra Suci ke-17 dari
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2969

    "Putra Suci Arkais? Haha, sampah!"Ananta mencibir. Tangan kanannya yang semula berbentuk telapak berubah menjadi kepalan. Energi negatif dan positif berputar mengelilingi tinjunya, lalu menghantam tombak perang Rajek.Trang!Suara keras menggema.Rajek terguncang hingga mundur puluhan langkah sebelum akhirnya berhasil menstabilkan tubuhnya. Darah menetes dari sudut bibirnya dan wajahnya tampak pucat.Orang-orang yang menyaksikan pertarungan dari kejauhan tercengang.Tak disangka, hanya dalam waktu singkat, Ananta sudah mengalahkan Krisna dan Rajek secara berturut-turut. Bahkan ekspresi Bella yang tersembunyi di balik cadar pun berubah serius."Rajek, kata orang, kamu ini putra berbakat Tanah Suci Purba. Tapi menurutku, kamu lebih mirip sampah."Setelah selesai memakinya, kelima jari Ananta melengkung. Segumpal kabut hitam terkumpul di telapak tangannya. Dengan teknik gerakan yang lincah, dia seketika muncul di samping Isla.Plak!Ananta memukul bokong Isla, lalu tertawa lepas. "Sama s

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2968

    Sorot kewaspadaan melintas di mata Ananta.Hubungan antara Aliran Hitam Putih dan Sekte Pedang Cakrawala memang tidak harmonis sejak awal. Terlebih lagi, di antara semua orang yang hadir, orang yang paling diwaspadai Ananta adalah Bella. Jika Bella juga bergabung dengan kubu tiga Tanah Suci untuk menghadapinya, Ananta akan berada dalam bahaya besar."Bella, apa kamu juga mau bergabung dengan para pengecut ini untuk menghadapiku?" teriak Ananta.Bella melirik orang-orang dari tiga Tanah Suci, lalu berkata, "Warisan mahasuci bergantung pada takdir. Karena kesempatan itu bukan milikku, aku nggak akan memaksakannya."Mendengar itu, Ananta mengembuskan napas lega.Isla mendengus dingin. "Ngapain kamu pura-pura nggak menginginkannya? Kalau memang nggak ingin mendapatkan warisan, kenapa kamu masuk ke makam?"Isla adalah Putri Suci Tanah Suci Kekacauan. Orang-orang sering membandingkannya dengan Bella dan tanpa terkecuali, semua orang menganggap Bella lebih hebat darinya.Yang paling penting,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2967

    Aura pembunuh itu seketika hancur.Plak!Ananta segera melayangkan satu telapak tangan. Rajek terguncang hingga mundur berturut-turut."Apa? Putra Suci bukan tandingan Ananta?"Seribu meter dari sana, para murid Tanah Suci Purba terkejut ketika melihat Rajek dipukul mundur oleh Ananta."Mana mungkin Putra Suci nggak mampu mengalahkan Ananta?"Hasil ini sulit diterima oleh para murid Tanah Suci Purba karena Rajek adalah idola mereka."Menurutku, Putra Suci kemungkinan besar hanya sedang mengujinya dan belum menggunakan kekuatan penuh."Ucapan salah seorang murid langsung mendapat persetujuan dari yang lain."Pasti begitu. Kalau Putra Suci mengerahkan kekuatan penuh, Ananta sama sekali bukan tandingannya.""Tunggu saja. Putra Suci akan segera mengerahkan kekuatannya.""Begitu Putra Suci mengerahkan kekuatan penuh, Ananta pasti akan mati mengenaskan."Setelah memukul Rajek dengan satu telapak tangan, Ananta berkata dengan nada meremehkan, "Sampah!"Ekspresi Rajek menjadi muram. Dia menata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2966

    Bum!Krisna benar-benar gagah. Dia melayangkan satu pukulan yang dipenuhi aura dominasi."Ini adalah Tinju Penguasa Langit dan Bumi yang hanya dimiliki garis keturunan Tanah Suci Arkais!" kata Isla.Wajah Ananta sama sekali tidak berubah. Dia melayangkan satu telapak tangan. Energi positif dan negatif berputar di telapak tangannya, bagaikan jurang tak berdasar.Bam!Tinju dan telapak tangan berbenturan, menimbulkan suara yang menggelegar.Benturan kali ini berakhir imbang."Putra Suci ke-17 dari Aliran Hitam Putih ternyata cuma begini," ejek Krisna dengan liar.Ananta mencibir. "Apa Tanah Suci Arkais sudah kehabisan orang sampai mengirim sampah sepertimu untuk merebut warisan mahasuci? Memangnya kamu pantas?""Cari mati."Sembilan gua surgawi seketika muncul di belakang Krisna. Setiap gua surgawi memancarkan aura mengerikan yang menyebar ke segala penjuru.Saat ini, sekujur tubuh Krisna bermandikan cahaya keemasan yang menyilaukan, membuatnya tampak bagaikan sesosok dewa.Orang-orang d

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2965

    'Tunggu saja. Setelah aku menemukan seluruh warisan dari ahli tingkat mahasuci, akan kubantai kalian satu per satu.' Ananta berkata dalam hati sambil memelesat maju dengan cepat. Namun, tak lama kemudian, dia kembali mundur ke tempat semula.Seekor ular piton raksasa merangkak keluar dari hutan persik. Piton itu memiliki kepala berbentuk segitiga yang sangat besar. Di bawah lehernya ada lingkaran dengan corak merah. Kedua matanya sebesar lonceng tembaga dan tanpa sedikit pun emosi, menatap Ananta dengan dingin."Piton Bumi Sembilan Neraka!" Ananta langsung mengenali piton itu. Dia juga menyadari ada luka di kepala Piton Bumi Sembilan Neraka itu yang masih mengeluarkan darah.Piton Bumi Sembilan Neraka yang kekuatannya setara dengan tingkat gua surgawi tahap awal belum cukup untuk membuat Ananta takut. Tatapannya pun beralih ke tempat lain.Srek, srek .... Terdengar suara dari dalam hutan persik. Sesaat kemudian, pohon-pohon persik mulai bergoyang satu demi satu, membuat kelopak bunga b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2964

    Tatapan Ananta menyapu isi kotak kayu itu dan mendapati bahwa selain selembar kertas, tidak ada apa-apa lagi di dalamnya."Ini warisan mahasuci?" Ananta mengernyit dan berkata, "Kenapa ahli tingkat mahasuci meninggalkan kalimat seperti ini?""Setiap pagi setelah bangun, kalimat pertama yang harus diucapkan adalah kalimat pemberi semangat untuk diri sendiri.""Aku mengerti." Ananta tiba-tiba tersadar dan berkata, "Ahli tingkat mahasuci sedang memberi tahu generasi setelahnya kalau pagi hari adalah waktu yang sangat penting dalam sehari.""Setiap hari setelah bangun, kita harus membangun kepercayaan diri dan memperteguh tekad dalam berkultivasi. Hanya dengan begitu kita berpeluang menjadi ahli yang tak tertandingi.""Benar-benar ahli tingkat mahasuci. Kata-katanya sederhana dan mudah dipahami, tapi mampu langsung menyentuh hati."Ananta memasukkan kertas itu ke sakunya.Tepat pada saat itu, orang-orang dari tiga tanah suci dan Aliran Penguasa Langit masuk. Mereka melihat tulisan "Warisan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status