Share

Bab 523

Author: Rexa Pariaman
"Katakan saja, nggak masalah."

"Asal ucapanmu benar, aku ampuni kesombonganmu!"

Ewan paham, kalau hari ini dia tidak bicara, kemungkinan besar dia bahkan tidak akan lolos dari ujian pertama ini. Apalagi berharap mendapatkan simpati Dewa Perang, jelas hanyalah mimpi kosong.

"Kalau komandan memang bersikeras, baiklah aku akan bicara terus terang."

Tatapan Ewan pertama kali jatuh pada jenderal berwajah tirus itu. Dia berkata, "Jenderal, tubuh Anda lemah, kelopak mata bengkak, ujung hidung memerah.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2875

    Ewan melirik Dewi Kembang yang berada dalam pelukannya. Saat ini, kedua mata Dewi Kembang terpejam rapat dan wajahnya pucat. Dia masih belum sadar dari pingsannya."Midori, seberapa jauh Sekte Pedang Cakrawala dari Istana Kembang?" tanya Ewan.Midori menjawab, "Sekte Pedang Cakrawala ada di ujung paling timur Hutan Belantara Timur, berdekatan dengan laut. Jaraknya sepuluh juta kilometer lebih dari Istana Kembang.""Kalau menggunakan Formasi Teleportasi, diperkirakan butuh waktu 15 hari untuk sampai. Kalau menggunakan Rune Formasi Mahasuci, mungkin membutuhkan waktu sepuluh hari.""Tapi ada dua masalah.""Pertama, Ketua sudah menjelaskan kalau setengah Rune Formasi Mahasuci itu hanya bisa melakukan teleportasi sejauh ratusan ribu kilometer setiap kali. Artinya, untuk mencapai Sekte Pedang Cakrawala, kita setidaknya harus berteleportasi sebanyak 20 kali lebih.""Ketua juga sudah bilang kalau dengan tingkat kultivasi kita, menggunakan Rune Formasi Mahasuci sekali saja akan menghabiskan se

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2874

    Mata Air Takdir. Hanya dari namanya saja, sudah bisa diketahui bahwa benda ini bukan sesuatu yang biasa.Ewan bertanya, "Apa itu Mata Air Takdir?"Midori menjawab, "Mata Air Takdir adalah mata air suci nomor satu di dunia. Konon, mata air ini bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Sekalipun jiwa spiritual seorang ahli tingkat mahasuci terluka, dengan berendam di dalam air mata air ini, luka itu juga bisa dipulihkan."Sesakti itu? Ewan pun menjadi bersemangat dan bertanya, "Di mana Mata Air Takdir itu? Cepat bawa aku ke sana."Midori melirik Ewan, seolah ingin mengatakan sesuatu."Ada masalah?" Ewan menyadari ekspresi Midori dan bertanya.Midori mengangguk dan berkata, "Mata Air Takdir berada di Sekte Pedang Cakrawala.""Selain itu, mata air ini adalah benda suci milik Sekte Pedang Cakrawala dan dijaga oleh salah satu tetua agung mereka.""Konon, Tetua Agung Sekte Pedang Cakrawala adalah seorang mahasuci yang sudah hidup selama 8.000 tahun.""Hisss ...." Ewan dan Nazar sama-sama menar

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2873

    Dalam sekejap, luka luar di tubuh Dewi Kembang sembuh total.Ewan berkata dengan nada galak, "Aku tahu kamu ingin membalaskan dendam guru dan saudara seperguruanmu, tapi masalah ini nggak boleh terburu-buru. Jangan mengambil risiko seperti hari ini lagi. Kalau nggak, awas saja, akan kupukul kamu."Dewi Kembang sama sekali tidak merasa takut. Sebaliknya, dia malah menatap Ewan sambil tersenyum dengan tatapan manja dan sedikit merajuk yang seolah berkata, "Kalau kamu tega, pukul saja sesukamu."Dewi Kembang terus tersenyum. Tiba-tiba, darah hitam pekat mengalir dari sudut bibirnya."Kamu kenapa?" Ekspresi Ewan seketika berubah.Tepat pada saat itu, mata Dewi Kembang terpejam dan dia jatuh pingsan. Ewan pun tidak berani menunda. Dia segera menggendong Dewi Kembang kembali ke tanah."Apa yang terjadi dengan Ketua?" Midori bertanya dengan cemas ketika melihat Dewi Kembang pingsan.Ewan tidak menjawab. Dia memegang pergelangan tangan Dewi Kembang untuk memeriksa nadinya. Setelah mulai memeri

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2872

    Darah terus keluar dari mulut Dewi Kembang. Tubuhnya nyaris hancur dihantam petir dan segera terjun ke tanah.Dia menatap petir yang terus turun dari langit. Sepasang mata indahnya dipenuhi keputusasaan. "Aku gagal!"Dewi Kembang sangat memahami apa arti kegagalan dalam melewati petaka langit. Entah mengapa, saat ini dia tidak merasa menyesal atau tidak rela. Hatinya hanya dipenuhi rasa berat.'Kalau aku mati, apa dia akan bersedih untukku? Seharusnya nggak akan. Bagaimanapun, dia punya begitu banyak wanita. Aku cuma seseorang yang kebetulan singgah dalam hidupnya ....'Memikirkan hal itu, hati Dewi Kembang terasa seperti disayat pisau. Dia menoleh dengan susah payah, ingin melihat sosok itu untuk terakhir kalinya.Namun, ketika dia menoleh, dia justru mendapati bahwa sosok Ewan tidak terlihat. Di mana dia?Saat Dewi Kembang merasa bingung, tiba-tiba dia menyadari bahwa dirinya berada dalam pelukan yang hangat.Ketika mendongak, dia melihat wajah yang tidak asing sekaligus sangat dirin

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2871

    "Seperti kamu, Bocah Sialan. Petaka langit yang kamu hadapi beberapa kali lebih kuat daripada milik orang lain. Tentu saja, hasil yang kamu dapatkan setelah berhasil melewati petaka langit juga lebih besar. Di tingkat kultivasi yang sama, kamu lebih kuat daripada orang lain.""Kalau api merah itu benar-benar sudah dimiliki Dewi Kembang sejak lahir, itu berarti fisiknya pasti sangat istimewa. Karena itu, petaka langit yang dihadapinya juga melampaui orang biasa."Saat mereka berbicara, api merah yang keluar dari antara kedua alis Dewi Kembang kembali menelan belasan sambaran petaka langit.Wajah Ewan tampak gembira. Jika terus seperti ini, sebentar lagi petaka langit akan ditelan habis oleh api itu.Namun, tepat pada saat ini, terdengar suara gemuruh dari langit. Petaka langit ketujuh tiba. Duar!Kali ini, ada sebanyak 108 sambaran petaka langit. Kilatan petir memenuhi seluruh langit, sementara cahaya listrik memenuhi setiap ruang. Dalam sekejap, Dewi Kembang kembali ditenggelamkan oleh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2870

    "Gawat!" Melihat Dewi Kembang terpental akibat sambaran petir, Ewan langsung merasa ada yang tidak beres. Dia baru hendak menerjang ke depan, tetapi dia melihat Dewi Kembang sudah berhasil menegakkan tubuhnya.Meskipun terluka parah, aura Dewi Kembang masih tetap kuat.Nazar berkata dengan wajah penuh kekaguman, "Petaka langit seperti ini benar-benar mengerikan. Dewi Kembang memang hebat. Dia bisa bertahan di tengah begitu banyaknya sambaran petir yang dahsyat."Ewan mendongak. Dia melihat awan petir terus bergulung-gulung di atas langit. Namun, petaka langit tak kunjung turun. Jelas sekali, petaka langit yang lebih dahsyat sedang terbentuk.Karena mengkhawatirkan keselamatan Dewi Kembang, Ewan melangkahkan kakinya dan melintasi angkasa. Setelah tiba di hadapan Dewi Kembang, dia menyerahkan sehelai daun dari pohon emas kepada Dewi Kembang.Dewi Kembang menerima daun itu dan langsung memasukkannya ke mulut tanpa berkata apa-apa. Dia tersenyum manis kepada Ewan. Dalam sekejap, luka-luka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status