Share

Bab 569

Author: Rexa Pariaman
"Setelah itu, waktu Pak Darwin datang meninjau bagian, kebetulan Anda nggak ada. Dia bahkan bilang Anda sudah besar kepala. Pokoknya, dia banyak sekali mengeluarkan kata-kata yang tidak enak. Kalau Anda menentangnya lagi gara-gara masalah Mini, saya takut dia sengaja akan mempersulit Anda!"

Mini yang peka juga berkata dengan tulus, "Pak, nggak masalah kalau aku sedikit tertekan, tapi jangan sampai membuat Anda ikut kena imbas."

"Eko, kalau begitu, di mana Kakak?" tanya Ewan lagi.

Kakak?

Mendenga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1814

    Ewan tidak menyangka bahwa Cantika benar-benar meracuninya."Apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan?"Sambil berteriak, Ewan diam-diam menggerakkan energi murni bawaan dalam tubuhnya, mencoba menetralkan racun itu. Namun tak disangka, energi murni bawaan itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap racun yang diberikan Cantika.Kenapa bisa begitu?Ewan sangat terkejut.Harus diketahui, dengan kekuatannya sekarang, Ewan hampir bisa kebal terhadap segala racun. Dia tidak menyangka masih bisa terkena racun Cantika. Ewan hanya merasa seluruh tubuhnya lemas dan tidak mampu mengerahkan sedikit pun kekuatan."Kamu sedang diam-diam mencoba menetralkan racun, ya?"Di sudut bibir Cantika muncul lengkungan senyum yang indah. Dia berkata sambil tersenyum, "Jangan buang tenaga, nggak ada gunanya.""Aku tahu kamu adalah ahli tingkat tinggi, jadi racun yang kugunakan untukmu bukan racun biasa. Racun ini buat kamu nggak bisa menggunakan tenaga dalam ataupun energi murni selama satu jam.""Sekarang kamu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1813

    "Mulai hari ini, Organisasi Draken akan mulai mengambil alih semua kekuatan dunia mafia di Negara Madonia. Dalam waktu enam bulan, Organisasi Draken akan menyatukan seluruh kekuatan dunia bawah tanah di Negara Madonia!""Yang mengikuti aku akan makmur, yang melawan aku akan binasa."Suara Ewan bergemuruh di telinga setiap orang yang hadir.Semua orang di tempat itu terkejut.Meskipun Organisasi Draken sudah mendapatkan wilayah Miro, menaklukkan 14 provinsi di utara, serta Papandaya, Soharia, dan beberapa wilayah lain. Masih ada banyak provinsi yang kekuatan dunia bawah tanahnya belum dibersihkan.Ucapan Ewan ini sama saja dengan menyatakan perang kepada kekuatan dunia bawah tanah di provinsi-provinsi tersebut.Para tamu memandang ke arah tebing. Di sana, berdiri sosok pemuda berwajah agak lembut. Namun, dalam hati mereka semua muncul satu pertanyaan.Menyatukan seluruh kekuatan dunia bawah tanah Negara Madonia dalam waktu enam bulan ... apakah dia benar-benar bisa melakukannya?Ewan be

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1812

    Setelah para tamu selesai memberikan penghormatan terakhir, puluhan ribu murid Organisasi Draken kemudian masuk ke ruang duka secara bergiliran untuk berpamitan kepada Sida.Setelah itu, Mini memeluk papan arwah dan berjalan keluar dari ruang duka.Ewan, Kirin, Cantika, Nazar, Tandi, Logan, Abyaz, dan Ricky mengangkat peti jenazah dan membawanya keluar. Mereka berjalan menyusuri tepi tebing, lalu meletakkan peti itu di depan patung perunggu Sida.Patung perunggu Sida setinggi 15 meter. Dia mengenakan jubah biru dan menatap lurus ke depan. Meski hanya patung perunggu, wibawanya terpancar kuat, tampak hidup dan tidak bisa diganggu gugat.Di depan patung itu berdiri empat pilar batu besar. Di atas pilar-pilar itu terukir motif naga, tampak megah dan penuh aura kebesaran. Di kaki patung berdiri tiga buah prasasti batu. Pada prasasti di sebelah kiri terukir riwayat hidup Sida.Pada prasasti di tengah tertulis beberapa kata:[ Ketua Organisasi Draken, Sida. ]Sedangkan pada prasasti di sebel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1811

    Ewan segera membalas salam itu dan berkata, "Tuan telah menempuh perjalanan jauh ke wilayah Miro untuk mengantar Sida di perjalanan terakhirnya. Aku sangat berterima kasih. Kalau suatu hari aku punya waktu, aku pasti akan datang berkunjung ke Akademi Bayanaka."Sharaka berkata, "Pak Ewan terlalu sopan. Sida adalah seorang tokoh luar biasa di zaman ini. Kini dia mengalami musibah dan meninggal dunia, semua orang turut berduka. Bisa datang mengantar Sida di perjalanan terakhirnya adalah kehormatan bagiku."Sharaka melanjutkan, "Selain untuk mengantar Sida, masih ada tujuan lain aku datang ke sini."Ewan berkata, "Silakan bicara."Sharaka berkata, "Sebelum aku datang, guruku berulang kali berpesan agar aku mengundang Pak Ewan untuk datang berkunjung ke Akademi Bayanaka."Ewan segera bertanya, "Boleh tahu siapa gurumu?"Sharaka menjawab, "Guruku adalah Master Sunnata."Ewan langsung merasa terkejut.Sunnata adalah pemimpin Akademi Bayanaka saat ini, sekaligus ahli yang menempati peringkat

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1810

    Suasana tiba-tiba menjadi sunyi senyap. Hanya kata-kata Ewan yang terus bergema di telinga semua orang."Kota Terlarang ... ternyata cuma segini ...."Ewan berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung. Dia berjalan ke arah Maprana, lalu mencabut Pedang Cahaya Senja dari jantungnya.Kemudian, dia mengayunkan pedang.Pfftt!Kepala Maprana terjatuh ke tanah.Terlihat darah menetes sedikit demi sedikit dari Pedang Cahaya Senja ke tanah. Namun hanya dalam sekejap, tidak ada lagi darah yang menempel di pedang itu. Bilahnya kembali bersinar.Ewan berbalik dan berjalan ke arah jasad Mariadi dan Magana, lalu kembali mengayunkan pedang dua kali.Pfft!Pfft!Dua kepala terbang ke udara, diiringi hujan darah.Pemandangan itu sangat mengerikan. Semua orang merasa tubuh mereka bergidik. Bahkan, beberapa orang yang agak penakut langsung pingsan karena melihat tindakan Ewan yang begitu kejam.Ekspresi Ewan tampak dingin. Dia memegang Pedang Cahaya Senja dengan wibawa yang tak tertandingi. Waktu se

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1809

    Mini berkata, "Lihat saja keadaan Kakak sekarang. Bahkan kalau Ewan memaksamu, Kakak juga nggak akan melawan, 'kan?"Wajah Tiara langsung memerah. Dia melotot ke arah Mini dan berkata dengan manja, "Apa yang kamu bicarakan? Pak Ewan adalah orang yang jujur dan terhormat. Mana mungkin dia memaksaku?"Selesai sudah, Tiara benar-benar telah jatuh hati.Mini merasa sangat tidak berdaya.....Klang!Tinju dan bayangan tombak bertabrakan keras, menghasilkan dentuman yang terus-menerus. Ewan hanya merasakan seluruh tubuhnya dipenuhi sensasi yang luar biasa.Alasan dia menggunakan tinjunya untuk menghadapi bayangan tombak itu adalah karena dia ingin melihat, setelah berhasil melatih aliran energi murni ketiga, seberapa kuat tubuh fisiknya sekarang.Hasilnya membuatnya sangat puas.Dalam waktu kurang dari 20 detik, Ewan melayangkan 108 pukulan berturut-turut.Setiap pukulan memiliki kekuatan yang luar biasa besar. Ditambah energi murni bawaan yang mengalir tanpa henti di dalam tubuhnya, kekuata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 260

    "Berhenti!" Halim membentak keras. Dia segera bangkit dari lantai dan berdiri di depan Glenda, melindunginya di belakang tubuhnya."Bocah, kamu cari mati, ya?" Wajah Laksh menunjukkan niat jahat.Halim meraih sebuah botol minuman dari atas meja dan menggenggamnya erat, lalu berkata dengan garang, "A

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 245

    "Ewan memfitnahku! Katanya aku punya hubungan gelap dengan dokter lain di rumah sakit, katanya aku punya masalah moral. Terus, dia memanfaatkan situasi itu untuk merebut kuota pengangkatan pegawai tetap milikku!""Bukan cuma itu, setelah dia diangkat jadi pegawai tetap, dia langsung berubah. Jadi ma

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 257

    "Kalau kamu mau minta sekarang juga masih sempat," kata Erico sambil tersenyum."Ah, nggak usah. Kalau aku minta lagi, kalian pasti makin mentertawakanku. Lebih baik kita lanjut minum saja," jawab Ewan sambil mengangkat gelas dan bersulang dengan Erico.Setelah kejadian tadi, semua orang yang hadir

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 255

    "Asal kamu bisa menyembuhkanku, berapa pun yang kamu minta, tinggal bilang saja," ujar Erico dengan penuh keyakinan."Baik," Ewan tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah orang-orang yang duduk di sekeliling meja. "Maaf ya semuanya, aku cuma butuh waktu tiga menit."Begitu selesai bicara, Ewan berdiri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status