共有

Bab 722

作者: Rexa Pariaman
Ewan membaca kalimat "Pengobatan Madonia itu sampah!" berulang kali, darahnya langsung mendidih. Dia duduk tegak di tempat tidur, tinjunya menghantam dinding dengan keras, wajahnya penuh amarah.

"Cuma seorang dokter dari Korilia ... siapa dia berani-beraninya bilang pengobatan tradisional kita sampah? Benar-benar nggak tahu diri!" bentaknya geram.

Setelah memaki, dia berusaha menarik napas panjang dan menenangkan diri. Dia sadar, alasan Teja berani sesombong itu sepenuhnya karena hasil kompetisi
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
Rutewi
ga jelas kek s*mpah
goodnovel comment avatar
Itsmoore
Yok, coba baca kisahnya Mada, padat dan ga ngawur, alurnya jelas, update juga sehari 4-5 bab. Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!
goodnovel comment avatar
Surya Sakti
kenapa makin kesini ceritanya makin ngawur
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1842

    Tandi berjalan ke samping Ewan dan bertanya, "Gimana caranya kita menangani darah manusia di dalam tujuh peti mati itu?"Darah manusia itu mengandung racun mayat. Jika tidak ditangani, akibatnya akan sangat berbahaya di kemudian hari."Tua Bangka, kamu bisa menanganinya, 'kan?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Jumlah darahnya terlalu banyak. Sangat sulit untuk sepenuhnya menghilangkan racun mayat di dalamnya."Hati Ewan langsung mencelos.Namun, Nazar tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Bagi orang lain mungkin sulit, tapi aku ini pemimpin Akademi Nagendra. Menangani racun mayat seperti ini cuma perkara sepele bagiku."'Sial, kalau nggak pamer bisa mati ya?' maki Ewan dalam hati."Racun mayatnya kuserahkan padamu." Ewan melotot ke arah Nazar, lalu berjalan ke arah utara."Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Nazar.Ewan tidak menjawab. Dia berjalan ke depan sejauh 60 langkah, lalu menunduk menatap tanah beberapa saat.Dua menit kemudian, Ewan menggunakan sebatang ranting untuk mengga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1841

    Felix agak ragu-ragu. "Apa boleh begitu?"Ewan berkata, "Kalau aku bilang boleh, berarti boleh."Melihat Ewan begitu terus terang, Felix tersenyum tipis, lalu bertanya, "Ewan, apa yang perlu kami lakukan? Kamu tinggal beri perintah saja, kami pasti akan menyelesaikannya dengan baik.""Terima kasih." Ewan mengucapkan terima kasih, lalu menginstruksi, "Kapten, tolong bagi kompi kalian menjadi tujuh regu.""Oke!" Felix mengikuti perintah Ewan dan membagi kompi itu menjadi tujuh regu.Ewan menunjuk tujuh pohon pinus, lalu berkata, "Atur tujuh regu itu untuk menggali mengikuti akar tujuh pohon pinus ini terus ke bawah. Ingat, jangan sampai merusak pohon pinus.""Siap!" Felix segera memimpin para prajurit Kompi Macan untuk mulai menggali.Alasan Ewan mengingatkan Felix agar tidak merusak pohon pinus adalah karena jika pohon pinus rusak, darah di dalamnya akan langsung mengalir keluar semuanya. Jika itu terjadi, proses penggalian akan sangat terpengaruh.Penjaga gunung mendekat ke depan Ewan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1840

    Setelah Ewan membuka mata batin, pandangannya tertuju ke bawah tanah sedalam 20 meter.Melihat ekspresi Ewan sangat serius, Nazar bertanya, "Ada apa?"Ewan berkata, "Kamu tunggu saja. Setelah makam ini digali, kamu pasti akan sangat terkejut."Setelah berkata demikian, Ewan berjalan ke depan Tandi dan memerintahkan, "Tandi, cari lebih banyak orang untuk membantu menggali makam.""Kalau ingin benar-benar mengatasi racun mayat, hanya ada satu cara, yaitu menggali makam ini.""Oh ya, suruh semua orang siapkan pakaian pelindung dan masker gas, supaya nggak kena racun mayat.""Baik." Tandi menjawab, lalu segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon.Telepon pun ditutup. Tandi berkata, "Aku sudah beri tahu pasukan yang ditempatkan di Gunung Chabari. Mereka akan mengirim satu kompi untuk membantu. Kira-kira butuh setengah jam untuk sampai di sini. Nggak masalah, 'kan?""Nggak masalah. Kita gali makamnya setelah mereka tiba," sahut Ewan.Saat menunggu, Tandi bertanya, "Ewan, apa yang kalian tem

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1839

    "Kamu paham apa?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Seperti yang kukatakan sebelumnya, di sini ada sebuah makam besar.""Biasanya, tempat yang ada makam besar adalah lokasi fengsui yang berharga. Sebelumnya aku mengamati, bentuk pegunungan di sini sesuai dengan karakteristik fengsui yang bagus, hanya saja aku nggak melihat sumber air.""Seperti kata orang, harus menyimpan angin dan menampung air. Sebelumnya aku masih bertanya-tanya, kenapa di sini nggak ada sumber air, sekarang aku sepenuhnya mengerti.""Pemilik makam ini memanfaatkan darah manusia sebagai sumber air. Kalau tebakanku nggak salah, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia."Ewan terkejut, segera menggunakan mata batinnya untuk melihat enam pohon pinus lainnya. Ternyata, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia. Tampaknya, tidak lama lagi darah segar akan mengalir keluar dari pohon-pohon itu.Tujuh pohon pinus berusia ratusan tahun, semuanya dipenuhi darah di dalamnya. Berapa banyak orang yang harus mati untuk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1838

    Penjaga gunung melihat Ewan melangkah menuju pohon pinus yang mengeluarkan darah. Wajahnya berubah pucat ketakutan.Dia takut Ewan seperti keponakannya, begitu sampai di depan pohon, langsung roboh dan mati. Dengan cepat, dia memperingatkan, "Jangan pergi ke sana, pohon pinus itu sangat aneh."Namun, Ewan sama sekali tidak mendengarkan, tetap melangkah ke pohon pinus itu.Penjaga gunung khawatir Ewan celaka dan nanti Tandi akan marah padanya, jadi berkata kepada Nazar, "Master, cepat nasihati dia. Pohon pinus itu benar-benar aneh."Nazar mencebik. "Cuma pohon, apa yang perlu ditakuti?""Kalau terjadi sesuatu, jangan salahkan aku nggak memperingatkan." Meskipun berkata begitu, penjaga gunung terus menatap Ewan. Saat Ewan melangkah mendekati pohon pinus berdarah, jantung penjaga gunung seakan-akan terangkat ke tenggorokannya.Tak lama kemudian, adegan mengejutkan muncul. Begitu Ewan sampai di depan pohon pinus, dia tidak roboh atau mati. Bahkan, dia mengulurkan jarinya dan menyentuh poho

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1837

    Nazar bertanya dengan ragu, "Keponakanmu sudah mati, kenapa kamu melapor? Kamu bisa saja buat alasan, mengadakan pemakaman untuk keponakanmu, menguburnya, jadi nggak ada yang tahu penyebab kematiannya."Penjaga gunung menggelengkan, berkata, "Di desa ada aturan. Siapa pun warga desa yang meninggal secara nggak wajar harus dilaporkan, lalu pihak berwenang akan mengirim dokter forensik untuk memeriksa jenazah.""Kalau aku bohong, begitu dokter forensik datang, pasti ketahuan aku bermasalah. Lagi pula, nggak ada yang tahu keponakanku mati karena ingin mencuri makam. Aku berkata jujur, nanti saat ditanya nggak akan ada celah.""Mengenai masuk wilayah terlarang tanpa izin, aku sudah menyiapkan alasan, yaitu menduga ada pemburu ilegal di dalamnya.""Dengan begitu, aku nggak perlu menutupi kebohongan, pihak atas nggak akan curiga. Paling banter, aku dipecat dari tim patroli. Ini masih lebih baik daripada masuk penjara!"Penjaga gunung menatap Ewan dan berkata, "Semuanya sudah kuceritakan, sek

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 652

    Dalam benaknya, Smith membayangkan bagaimana dia akan menghabiskan uang 140 miliar itu setelah diterima di tangannya. Mau cari wanita cantik? Atau bermain judi satu putaran? Atau terbang ke luar negeri untuk menikmati anggur merah kelas atas?Tiba-tiba, suara yang tidak asing terdengar dari belakang

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 688

    Darwin tampak penuh amarah, siap untuk saling membunuh sampai titik darah penghabisan.Saat ini, Stevanus angkat bicara. "Anak Muda, jangan keterlaluan. Kenapa harus merusak hubungan kalau bisa berdamai?""Kamu mau aku maafkan Darwin ya? Boleh." Ewan menatap Stevanus, lalu menyahut, "Asal kamu berlu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 724

    [ Cara apa? ]Eko, Betandi, dan Mini bertanya bersamaan. Semuanya tampak penuh rasa ingin tahu. Beberapa detik kemudian mereka melihat Ewan mengirimkan sebuah teks panjang di grup.[ Ewan, Direktur Bagian Pengobatan Tradisional Rumah Sakit Papandaya, dengan ini menulis surat kepada perwakilan medis

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 647

    "Tapi kamu terluka .... Biar aku bantu obati lukamu ya?""Sudah nggak sempat. Penembak tadi adalah seorang ahli. Dia nggak akan memberi kita waktu sebanyak itu.""Pak Ewan ....""Ingat, tetap di sini dan jangan bergerak."Selesai berbicara, Ewan menarik napas dalam-dalam, lalu menyerbu keluar.Dor!

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status