Share

Bab 744

Penulis: Rexa Pariaman
Brak! Ewan seolah-olah disambar petir, hanya bisa terpaku menatap Neva.

Neva mau menikah? Tidak mungkin!

Beberapa saat kemudian, dia baru tersadar dan memaksakan senyuman tipis. "Kak Neva, jangan bercanda deh ...."

"Aku nggak bercanda," jawab Neva. "Aku benar-benar akan menikah."

Nada suaranya serius, bukan main-main. Ewan merasa hatinya seperti ditusuk jarum, benar-benar perih.

Setelah menenangkan diri, Ewan bertanya pelan, "Kak Neva, siapa orang yang akan kamu nikahi itu?"

"Namanya Sufian, pew
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1842

    Tandi berjalan ke samping Ewan dan bertanya, "Gimana caranya kita menangani darah manusia di dalam tujuh peti mati itu?"Darah manusia itu mengandung racun mayat. Jika tidak ditangani, akibatnya akan sangat berbahaya di kemudian hari."Tua Bangka, kamu bisa menanganinya, 'kan?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Jumlah darahnya terlalu banyak. Sangat sulit untuk sepenuhnya menghilangkan racun mayat di dalamnya."Hati Ewan langsung mencelos.Namun, Nazar tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Bagi orang lain mungkin sulit, tapi aku ini pemimpin Akademi Nagendra. Menangani racun mayat seperti ini cuma perkara sepele bagiku."'Sial, kalau nggak pamer bisa mati ya?' maki Ewan dalam hati."Racun mayatnya kuserahkan padamu." Ewan melotot ke arah Nazar, lalu berjalan ke arah utara."Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Nazar.Ewan tidak menjawab. Dia berjalan ke depan sejauh 60 langkah, lalu menunduk menatap tanah beberapa saat.Dua menit kemudian, Ewan menggunakan sebatang ranting untuk mengga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1841

    Felix agak ragu-ragu. "Apa boleh begitu?"Ewan berkata, "Kalau aku bilang boleh, berarti boleh."Melihat Ewan begitu terus terang, Felix tersenyum tipis, lalu bertanya, "Ewan, apa yang perlu kami lakukan? Kamu tinggal beri perintah saja, kami pasti akan menyelesaikannya dengan baik.""Terima kasih." Ewan mengucapkan terima kasih, lalu menginstruksi, "Kapten, tolong bagi kompi kalian menjadi tujuh regu.""Oke!" Felix mengikuti perintah Ewan dan membagi kompi itu menjadi tujuh regu.Ewan menunjuk tujuh pohon pinus, lalu berkata, "Atur tujuh regu itu untuk menggali mengikuti akar tujuh pohon pinus ini terus ke bawah. Ingat, jangan sampai merusak pohon pinus.""Siap!" Felix segera memimpin para prajurit Kompi Macan untuk mulai menggali.Alasan Ewan mengingatkan Felix agar tidak merusak pohon pinus adalah karena jika pohon pinus rusak, darah di dalamnya akan langsung mengalir keluar semuanya. Jika itu terjadi, proses penggalian akan sangat terpengaruh.Penjaga gunung mendekat ke depan Ewan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1840

    Setelah Ewan membuka mata batin, pandangannya tertuju ke bawah tanah sedalam 20 meter.Melihat ekspresi Ewan sangat serius, Nazar bertanya, "Ada apa?"Ewan berkata, "Kamu tunggu saja. Setelah makam ini digali, kamu pasti akan sangat terkejut."Setelah berkata demikian, Ewan berjalan ke depan Tandi dan memerintahkan, "Tandi, cari lebih banyak orang untuk membantu menggali makam.""Kalau ingin benar-benar mengatasi racun mayat, hanya ada satu cara, yaitu menggali makam ini.""Oh ya, suruh semua orang siapkan pakaian pelindung dan masker gas, supaya nggak kena racun mayat.""Baik." Tandi menjawab, lalu segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon.Telepon pun ditutup. Tandi berkata, "Aku sudah beri tahu pasukan yang ditempatkan di Gunung Chabari. Mereka akan mengirim satu kompi untuk membantu. Kira-kira butuh setengah jam untuk sampai di sini. Nggak masalah, 'kan?""Nggak masalah. Kita gali makamnya setelah mereka tiba," sahut Ewan.Saat menunggu, Tandi bertanya, "Ewan, apa yang kalian tem

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1839

    "Kamu paham apa?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Seperti yang kukatakan sebelumnya, di sini ada sebuah makam besar.""Biasanya, tempat yang ada makam besar adalah lokasi fengsui yang berharga. Sebelumnya aku mengamati, bentuk pegunungan di sini sesuai dengan karakteristik fengsui yang bagus, hanya saja aku nggak melihat sumber air.""Seperti kata orang, harus menyimpan angin dan menampung air. Sebelumnya aku masih bertanya-tanya, kenapa di sini nggak ada sumber air, sekarang aku sepenuhnya mengerti.""Pemilik makam ini memanfaatkan darah manusia sebagai sumber air. Kalau tebakanku nggak salah, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia."Ewan terkejut, segera menggunakan mata batinnya untuk melihat enam pohon pinus lainnya. Ternyata, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia. Tampaknya, tidak lama lagi darah segar akan mengalir keluar dari pohon-pohon itu.Tujuh pohon pinus berusia ratusan tahun, semuanya dipenuhi darah di dalamnya. Berapa banyak orang yang harus mati untuk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1838

    Penjaga gunung melihat Ewan melangkah menuju pohon pinus yang mengeluarkan darah. Wajahnya berubah pucat ketakutan.Dia takut Ewan seperti keponakannya, begitu sampai di depan pohon, langsung roboh dan mati. Dengan cepat, dia memperingatkan, "Jangan pergi ke sana, pohon pinus itu sangat aneh."Namun, Ewan sama sekali tidak mendengarkan, tetap melangkah ke pohon pinus itu.Penjaga gunung khawatir Ewan celaka dan nanti Tandi akan marah padanya, jadi berkata kepada Nazar, "Master, cepat nasihati dia. Pohon pinus itu benar-benar aneh."Nazar mencebik. "Cuma pohon, apa yang perlu ditakuti?""Kalau terjadi sesuatu, jangan salahkan aku nggak memperingatkan." Meskipun berkata begitu, penjaga gunung terus menatap Ewan. Saat Ewan melangkah mendekati pohon pinus berdarah, jantung penjaga gunung seakan-akan terangkat ke tenggorokannya.Tak lama kemudian, adegan mengejutkan muncul. Begitu Ewan sampai di depan pohon pinus, dia tidak roboh atau mati. Bahkan, dia mengulurkan jarinya dan menyentuh poho

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1837

    Nazar bertanya dengan ragu, "Keponakanmu sudah mati, kenapa kamu melapor? Kamu bisa saja buat alasan, mengadakan pemakaman untuk keponakanmu, menguburnya, jadi nggak ada yang tahu penyebab kematiannya."Penjaga gunung menggelengkan, berkata, "Di desa ada aturan. Siapa pun warga desa yang meninggal secara nggak wajar harus dilaporkan, lalu pihak berwenang akan mengirim dokter forensik untuk memeriksa jenazah.""Kalau aku bohong, begitu dokter forensik datang, pasti ketahuan aku bermasalah. Lagi pula, nggak ada yang tahu keponakanku mati karena ingin mencuri makam. Aku berkata jujur, nanti saat ditanya nggak akan ada celah.""Mengenai masuk wilayah terlarang tanpa izin, aku sudah menyiapkan alasan, yaitu menduga ada pemburu ilegal di dalamnya.""Dengan begitu, aku nggak perlu menutupi kebohongan, pihak atas nggak akan curiga. Paling banter, aku dipecat dari tim patroli. Ini masih lebih baik daripada masuk penjara!"Penjaga gunung menatap Ewan dan berkata, "Semuanya sudah kuceritakan, sek

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 432

    "Kota Terlarang?"Mendengar tiga kata itu, Ewan langsung teringat pada kota kekaisaran yang telah berdiri kokoh selama 600 tahun.Ewan juga memperhatikan, saat Satria mengucapkan dua kata itu, wajahnya menegang. Ketegangan semacam ini belum pernah dia lihat sebelumnya."Tuan Sida, tempat apa sebenar

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 459

    Tatapan Danu seketika berubah serius. Teori Taichi mengutamakan keseimbangan yin dan yang, memadukan kekuatan dan kelembutan, hingga mencapai tahap kembali ke kesederhanaan. Itulah baru bisa disebut kesempurnaan.Sekarang, aura Nazar persis menunjukkan wujud "kembali ke kesederhanaan" itu. Apakah pe

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 449

    Danu tersenyum tipis, lalu menyahut, "Maaf, aku nggak bisa memberitahumu.""Kamu memang nggak mau memberitahuku atau memang nggak boleh mengatakannya?" tanya Satria menekan.Danu terdiam. Sekali lagi, dugaan Satria terkonfirmasi. Orang yang bisa meminta Danu turun tangan pasti bukan orang biasa. Nam

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 431

    "Di Crystal Palace, kamu berani menantang Dullah, bahkan sampai menginjak wajahnya di depan umum. Dari sana sudah terlihat jelas, nyalimu sangat besar.""Bagaimanapun, dia adalah adik dari Adipati Jawara, bukan orang sembarangan yang bisa disentuh.""Tapi kamu bukan hanya menyentuhnya, malah membuat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status