Share

Bab 785

Author: Rexa Pariaman
"Dokter Ewan, silakan mulai. Aku nggak takut," kata Ivana dengan tenang.

"Baik."

Begitu Ewan menjawab, kedua tangannya mengepal. Dia mengumpulkan tenaga dalam, lalu mengalirkannya ke ujung jari telunjuknya. Beberapa saat kemudian, kedua jarinya menempel di pelipis Ivana.

Daerah sekitar mata Ivana memiliki beberapa titik akupunktur yang tertutup, bukan hanya satu. Jika dibuka satu per satu, prosesnya akan terlalu lambat dan rasa sakitnya juga akan jauh lebih dahsyat. Karena itu, Ewan memutuskan u
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3035

    "Beberapa hari ini kita terus berjalan siang dan malam tanpa henti. Aku hampir mati kelelahan."Ewan turun dari udara, lalu melanjutkan perjalanan bersama Nazar.Saat malam tiba, mereka berdua sampai di sebuah kota bernama Kota Yong'an. Kota ini merupakan wilayah kekuasaan Aliran Hitam Putih.Ketika memasuki kota, Ewan melirik ke arah tembok kota dan menemukan surat perintah penangkapan Ega yang tertempel di sana."Aliran Hitam Putih, tunggu saja kalian! Cepat atau lambat, aku pasti akan menghancurkan kalian!"Setelah memasuki kota, Ewan dan Nazar mencari sebuah penginapan. Namun sebelum mereka masuk, suara keributan sudah terdengar dari dalam."Gimana kalau kita cari penginapan lain?" kata Ewan yang merasa tempat itu terlalu berisik."Di sini saja. Aku sudah sangat capek dan benar-benar nggak sanggup jalan lagi."Setelah berkata demikian, Nazar langsung masuk ke dalam penginapan.Ewan pun terpaksa mengikutinya.Begitu masuk, dia melihat sekelompok pria bertubuh kekar yang memegang sen

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3034

    Ewan dan Nazar berjalan melintasi dataran es selama tiga hari tiga malam penuh. Akhirnya, mereka berhasil keluar dari dataran es."Sialan, aku benar-benar kelelahan!" kata Nazar sambil terengah-engah.Ewan duduk di tanah untuk beristirahat sambil menatap kejauhan dengan tenang."Bocah Tengik, kamu lagi mikir apaan?" tanya Nazar.Ewan spontan menjawab, "Wanita cantik.""Dasar mesum!" Wajah Nazar dipenuhi rasa jijik. Kemudian, dia bertanya kepada Ewan, "Kamu tahu apa yang sedang kupikirkan?"Ewan menjawab, "Pria?""Persetan denganmu!" Nazar mengumpat dengan marah, lalu berkata, "Aku sedang memikirkan makanan.""Meskipun belum terlalu lama berada di dunia kultivasi, sesekali aku tetap merindukan makanan lezat dari dunia fana.""Sekarang aku sangat ingin makan bebek panggang khas ibu kota, tumis hati, babat tumis, daging berbumbu lima rempah, sup sirip ikan, siomai kristal, kue gula panggang, nasi ketan daging, bakpao isi daging, roti isi daging, mi wijen panas, ayam bakar, ikan saus cuka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3033

    "Mulai sekarang, kita berdua harus bertindak lebih hati-hati."Nazar mengangguk. "Memang harus lebih berhati-hati. Bagaimanapun, sekarang musuh ada di mana-mana.""Sungguh nggak kusangka, Dewa Pedang Kecapi yang berasal dari Sekte Pedang Cakrawala terlihat seperti orang baik, padahal sebenarnya dia seorang munafik."Ewan berkata, "Sebenarnya, kebaikan dan kejahatan nggak mudah dibedakan. Kalau murid dari sekte yang adil memiliki niat jahat, dia tetaplah orang sesat. Sebaliknya, selama anggota aliran iblis selalu berniat melakukan kebaikan, dia tetap bisa disebut sebagai orang yang berbudi luhur."Nazar sangat setuju. Dia berkata, "Bocah Tengik, perkataanmu memang benar. Tapi, sebaiknya jangan mengatakan hal seperti itu di depan orang luar. Bagaimanapun, umat manusia menganggap Klan Iblis sebagai musuh besar.""Aku mengerti." Ewan kemudian bertanya, "Tua Bangka, gimana keadaan lukamu?""Parah sekali. Aku hampir mati," jawab Nazar. "Bocah Tengik, cepat berikan sehelai daun obat dewa pada

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3032

    "Aaah...."Dewa Pedang Kecapi berteriak keras. Tepat ketika tubuh fisiknya hancur berkeping-keping, roh primordialnya segera mundur dengan cepat."Ewan, kenapa kamu bersekongkol dengan Klan Iblis?"Dewa Pedang Kecapi berteriak dengan penuh amarah, "Apa kamu nggak tahu bahwa semua anggota Klan Iblis pantas dibunuh oleh siapa pun? Apa kamu berniat mengkhianati umat manusia?""Kalau semua manusia membalas kebaikan dengan kejahatan sepertimu, memangnya kenapa kalau aku berkhianat?"Begitu selesai berbicara, Ewan langsung mengulurkan tangan kanannya.Dalam sekejap, energi iblis membubung ke langit, bagaikan galaksi yang jebol dari bendungannya dan mengalir deras sejauh ribuan kilometer.Dewa Pedang Kecapi seketika merasa dirinya diselimuti bayang-bayang kematian. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, dia langsung berbalik dan melarikan diri.Namun, semuanya sudah terlambat."Plak!"Sebuah tangan hitam raksasa turun dari langit dan menghantam roh primordial Dewa Pedang Kecapi hingga terhempas ke ta

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3031

    Namun, langit dan bumi tetap tenang. Tidak ada sedikit pun aura menekan yang muncul.Di langit yang tinggi pun, tidak terlihat awan petir."Sekali lagi!" Nazar berteriak lantang, "Petaka Langit, cepat muncul!"Namun, langit tetap tidak menunjukkan perubahan apa pun."Apa kamu ingin memanggil petaka langit untuk menghadapiku?" Dewa Pedang Kecapi sudah mengetahui maksud Nazar. Dia tertawa meremehkan dan berkata, "Sekalipun kamu berhasil mendatangkan petaka langit, kamu tetap nggak akan mampu melawanku.""Terlebih lagi, formasi besar ini sudah menyegel aura langit dan bumi. Selama berada di sini, kamu nggak akan bisa mendatangkan petaka langit."Sial!Nazar benar-benar putus asa. Dia sudah memanggil langit, tetapi tidak mendapat jawaban. Memohon kepada bumi pun tidak ada gunanya."Duarr!"Tepat pada saat itu, Dewa Pedang Kecapi melancarkan serangan secepat kilat.Dengan satu langkah, dia memelesat ke udara. Ruang di sekelilingnya bergetar ketika dia menendang ke arah Nazar.Kekuatan Dewa

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3030

    Ewan mengumpat dengan penuh amarah. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa ahli dari Sekte Pedang Cakrawala ini ternyata seorang penjahat yang licik dan keji.Ketika melihat Dewa Pedang Kecapi bertarung melawan para ahli dari tiga Tanah Suci demi melindungi Dewa Pedang Mabuk sebelumnya, Ewan mengira dia adalah orang baik. Siapa sangka, dia ternyata seorang munafik yang hanya berpura-pura berbudi luhur."Sepertinya kita berdua benar-benar akan mati di sini hari ini."Nazar berkata, "Bocah Tengik, sebelum mati, ada satu hal yang ingin kukatakan padamu.""Bisa nggak kamu kasih aku sebungkus camilan pedas?"Ewan ingin tertawa, tetapi tidak sanggup. Dia melemparkan sebungkus camilan pedas kepada Nazar, lalu berkata, "Tua Bangka, maafkan aku. Gara-gara aku, kamu ikut terseret ke dalam masalah ini.""Tapi, masih terlalu dini untuk bilang kita akan mati.""Sebentar lagi, aku akan menggunakan Kaldron Kosmik untuk menghancurkan formasi ini. Begitu ada celah, segera manfaatkan kesempatan itu untuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status