Share

Bab 788

Penulis: Rexa Pariaman
Ewan menelepon Neva. Panggilannya tersambung, tetapi tidak ada yang mengangkat. Dia menelepon tiga kali berturut-turut, tetapi hasilnya tetap sama.

Hatinya langsung dipenuhi firasat buruk. Neva tidak mengangkat telepon. Ini pertanda buruk.

"Entah bagaimana keadaan Jenderal Umay sekarang, semoga saja beliau masih bisa bertahan," gumam Ewan, meletakkan ponselnya.

Dia baru hendak turun dari mobil saat ponselnya tiba-tiba berdering. Dia sempat mengira Neva menelepon balik, tetapi saat melihat layar,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2173

    Ewan melanjutkan, "Tunggu tiga jam lagi, lalu kita bisa membuka perban Ashraf untuk melihat hasil pasta obat.""Duduklah, Dokter Ewan." Linda memindahkan sebuah kursi untuk Ewan, lalu menuangkan segelas air putih untuknya."Terima kasih."Setelah duduk, Ewan bertanya kepada Yudan, "Jenderal Yudan, aku dengar putramu terluka saat menyelamatkan rekan yang sedang menjinakkan ranjau. Apakah di wilayah barat daya masih banyak ranjau?""Benar," jawab Yudan. "Dokter Ewan mungkin belum tahu, pada masa perang dulu, negara kita dan negara tetangga sama-sama menanam banyak ranjau di perbatasan, jumlahnya setidaknya jutaan.""Meskipun sebagian besar sudah dibersihkan, masih ada ranjau yang tertinggal di pegunungan dan hutan lebat. Ditambah lagi para veteran yang dulu menanam ranjau sudah lupa lokasi tepatnya, jadi banyak yang belum berhasil ditemukan.""Ranjau-ranjau itu seperti iblis tak terlihat. Para petani yang naik gunung untuk mencari kayu atau tanaman obat. Kalau nggak hati-hati, bisa mengi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2172

    "Ewan, bagaimana hasil pengobatannya?" tanya Farzin begitu melihat Ewan berhenti.Ewan menjawab, "Dari kondisi saat ini, pengobatannya berjalan lancar. Semua serpihan di paru-paru Ashraf sudah dikeluarkan, nyawanya nggak dalam bahaya lagi. Soal apakah kakinya bisa diselamatkan, itu tergantung pada efek pasta obat."Mendengar itu, wajah Yudan dan Linda langsung dipenuhi kegembiraan."Dokter Ewan, terima kasih," kata Yudan dengan penuh rasa syukur.Linda ikut berkata, "Dokter Ewan, terima kasih sudah mengobati Ashraf. Aku bahkan nggak tahu harus bagaimana membalas kebaikanmu. Kalau begitu, biar aku bersujud padamu."Setelah berkata demikian, Linda hendak berlutut dan bersujud. Ewan segera menghentikannya dan berkata, "Bu Linda, jangan seperti itu. Putramu adalah seorang pahlawan. Bisa mengobatinya adalah kehormatanku. Sebenarnya aku juga seorang prajurit. Aku sangat mengagumi keberanian putramu."Yudan sedikit terkejut dan bertanya, "Dokter Ewan, kamu juga seorang prajurit?"Karena tidak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2171

    Begitu masuk ke ruang perawatan khusus, Farzin sedang sarapan. Yudan dan Linda memegang handuk hangat, menyeka wajah Ashraf."Dokter Ewan, kenapa kamu datang sepagi ini?" Yudan melihat Ewan membawa sebuah panci besi di tangannya, lalu bertanya dengan heran, "Ini isinya apa?""Pasta obat yang aku buat," jawab Ewan.Farzin sedikit penasaran. Dia mendekat ke panci besi, menghirup aromanya dalam-dalam beberapa kali, lalu wajahnya langsung berubah kaget."Di dalam ini semuanya bahan obat berusia ratusan tahun."Farzin berkata dengan terkejut, "Ewan, dari mana kamu mendapatkan begitu banyak bahan obat berusia ratusan tahun? Pasti menghabiskan banyak uang, 'kan?""Ini semua bahan yang sudah aku kumpulkan sebelumnya," kata Ewan. Setelah itu, dia berjalan ke samping ranjang dan membuka perban di kaki Ashraf. Lalu dia mengeluarkan beberapa jarum emas, mensterilkannya, dan menusukkannya ke kaki kanan Ashraf.Setelah melakukan semua itu, Ewan mulai menggunakan teknik Tangan Penambal Langit untuk m

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2170

    "Meracik pil?"Cantika bertanya dengan heran, "Kamu juga bisa meracik pil?""Kamu lupa aku ini siapa? Aku ini dokter sakti. Meracik pil itu hal kecil bagiku." Ewan lalu berkata lagi, "Tapi sekarang aku masih kekurangan satu hal. Kamu bisa bantu aku.""Apa itu?" tanya Cantika."Tungku." Ewan menatap Cantika dengan senyum nakal, "Menurutku, kamu bisa jadi tungkuku."Cantika langsung mengerti maksudnya. Dia ketakutan sampai merapatkan kedua kakinya dan buru-buru berkata, "Jangan macam-macam, aku ... aku menyerah saja, boleh?"Ewan tersenyum dan berkata, "Ckck, cepat sekali takutnya? Dulu di wilayah Miro, siapa yang memberiku obat itu?""Aku ... waktu itu juga ....""Sudah, senyum yang manis untukku."Cantika memperlihatkan senyum yang bahkan lebih buruk dari menangis. Sekarang dia benar-benar takut pada Ewan. Begitu Ewan punya keinginan, itu bukan cuma sebentar, tapi ....Menakutkan!Ewan berkata, "Sudah, aku nggak bercanda lagi. Cepat carikan aku ruangan yang tenang. Aku mau meracik pil

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2169

    Ewan diam-diam membuka mata batinnya, menatap paru-paru Ashraf tanpa berkedip. Setengah menit berlalu, barulah dia menarik kembali pandangannya.Setelah itu, dia menggenggam pergelangan tangan Ashraf dan memeriksa denyut nadinya dengan saksama.Ruang perawatan menjadi sangat sunyi. Semua orang bahkan tidak berani bernapas keras, takut mengganggu Ewan.Dua menit kemudian, Ewan melepaskan pergelangan tangan Ashraf.Yudan bertanya, "Dokter Ewan, anakku ...."Ewan tidak menunggu Yudan menyelesaikan ucapannya dan langsung berkata, "Menyelamatkan nyawanya nggak sulit!"Mendengar itu, wajah Yudan langsung dipenuhi kegembiraan. Sementara para dokter lain yang ada di sana malah diam-diam merasa terkejut.Mereka semua sudah memeriksa kondisi Ashraf dan sangat tahu betapa sulitnya menyelamatkan nyawanya. Namun, Ewan malah berkata bahwa menyelamatkan nyawanya tidak sulit. Mana mungkin mereka tidak terkejut?'Memang pantas disebut dokter sakti, luar biasa!' pikir mereka dalam hati.Ewan melanjutkan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2168

    Farzin mendengar perkataan Ewan lalu bertanya, "Ewan, kamu bisa melakukan operasi?"Ewan berkata, "Pak Farzin, Anda lupa, pengobatan tradisional juga bisa melakukan operasi."Farzin tertegun.Sebagai ahli pengobatan nasional, tentu dia tahu bahwa operasi dalam pengobatan tradisional sudah ada sejak zaman kuno. Hanya saja, kondisi Ashraf cukup khusus. Apakah metode itu bisa dilakukan?Ewan melanjutkan, "Pak Farzin, menurut pandangan Anda, apakah kaki Ashraf masih bisa diselamatkan?""Sulit!" jawab Farzin. "Nanti setelah kamu membuka perbannya dan melihat sendiri, kamu akan tahu seberapa parah kondisinya.""Sejujurnya, aku juga ingin mempertahankan kakinya. Tapi setelah berdiskusi berulang kali dengan para ahli, kami merasa amputasi adalah pilihan paling aman.""Ewan, kemampuan medismu sangat tinggi. Kalau memang ada peluang untuk menyelamatkan kaki Ashraf, meskipun hanya sedikit kemungkinan, aku tetap berharap kamu bisa berusaha sekuat tenaga.""Kehidupan Yudan terlalu pahit."Ewan bert

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status