Share

Bab 787

Author: Rexa Pariaman
"Selain itu, aku juga akan memanggil Dokter Fikri untuk membantu."

Setelah berkata begitu, Ewan langsung menelepon Fikri. Jika bisa dimanfaatkan, tentu jangan disia-siakan.

"Betandi, tolong hubungi kantin dan minta mereka kirim makan siang ke kantorku ya. Untuk tiga orang." Selesai memberi instruksi, Ewan pun membawa Ivana dan Zayn kembali ke kantornya.

Begitu masuk, Ewan bertanya, "Zayn, kalian sekarang tinggal di mana?"

"Kami belum sempat mencari tempat tinggal," jawab Zayn.

Ivana menghela nap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3039

    Nazar merebahkan diri di atas tempat tidur dan berkata, "Kalau bukan karena kamu hari ini, si gendut itu pasti sudah mati. Bukannya menjalani profesi dokter hewan dengan baik, dia malah ngotot mau mengobati manusia. Benar-benar nggak waras.""Sialan, kasur ini terlalu keras, selimutnya juga nggak lembut. Aku benar-benar merindukan dunia fana.""Kalau kita berada di dunia fana, kita masih bisa panggil wanita cantik untuk pijatin kaki kita.""Sudahlah, cepat tidur!" kata Ewan, lalu merebahkan diri di tempat tidur lainnya.Namun, sebelum mereka berdua sempat tertidur ...."Tok! Tok!"Tiba-tiba, terdengar suara ketukan dari luar pintu."Siapa?" tanya Nazar."Ini aku, Joni." Suara Joni terdengar dari luar. "Apa kalian sudah tidur?""Belum. Ada urusan apa kamu cari kami?" tanya Nazar. "Masuk saja!"Kriet!Joni mendorong pintu dan masuk dengan senyum lebar."Tuan-Tuan, aku datang membawa kejutan untuk kalian."Kejutan?Ewan dan Nazar saling berpandangan.Apa lagi yang sedang direncanakan si g

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3038

    Ingin sekali rasanya Ewan menampar wajah Nazar. Bagaimana bisa dia mengucapkan perkataan menjijikkan seperti itu?Yang lebih membuatnya kehabisan kata-kata, setelah mendengar perkataan Nazar, Joni malah terkekeh dan berkata, "Master, gimana kalau kita bandingkan milik kita?"Nazar mencibir dengan nada meremehkan, "Nggak ada yang perlu dibandingkan. Milikmu pasti cuma sebesar tusuk gigi."Joni langsung tidak terima. "Master, kamu meremehkanku, ya? Nggak usah banyak bicara lagi. Ayo, kita buka celana dan buktikan siapa yang lebih hebat!""Aku hanya bercanda. Nggak perlu sampai begitu."Nazar segera mengalihkan pembicaraan dan bertanya, "Joni, kenapa ayahmu ngasih kamu nama seperti itu?""Jangan dibahas lagi," jawab Joni. "Katanya, saat ibuku melahirkanku, ayahku sedang mengebiri seekor hewan spiritual. Kebetulan, alat kelamin hewan itu cukup besar. Karena ayahku juga nggak terlalu berpendidikan, dia asal ngasih nama saja."Sepertinya bukan hanya pemuda ini yang aneh, ayahnya pun sama ane

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3037

    Pria gemuk itu menatap Ewan dengan penuh kekaguman dan berkata, "Sobat, kemampuan medismu benar-benar luar biasa! Bahkan orang yang hampir mati pun bisa kamu selamatkan. Kamu benar-benar seperti dewa hidup!"Ewan tidak ingin meladeni pria gemuk itu.Sebelumnya, dia turun tangan semata-mata karena memiliki hati seorang tabib yang penuh belas kasih. Dia tidak tega melihat pemuda itu meninggal dunia.Adapun pria gemuk sialan ini, sekali lihat saja sudah jelas bahwa dia seorang tabib gadungan."Tua Bangka, pesan kamar," kata Ewan.Nazar menghela napas dan berkata, "Bocah Tengik, sepertinya kita harus mencari penginapan lain. Tadi aku sudah nanya sama pelayan. Seluruh penginapan ini sudah dipesan seseorang.""Kalau begitu, kita cari tempat lain saja!"Setelah mengatakan itu, Ewan bersiap pergi.Namun, pria gemuk tersebut segera mengadang Ewan dan bertanya, "Sobat, kalian sedang cari tempat menginap?""Terus terang saja, akulah yang menyewa seluruh penginapan ini.""Kalian nggak perlu pergi.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3036

    Meskipun seluruh tubuh pria gemuk itu dipenuhi lemak, gerakannya sangat lincah ketika melarikan diri. Dia memelesat keluar dari penginapan dengan cekatan."Gawat! Si Gendut itu mau kabur! Cepat kejar!"Sekelompok pria itu segera tersadar dan berbondong-bondong mengejarnya."Sial, nggak kusangka si bola daging ternyata bisa berlari secepat itu," kata Nazar sambil tertawa."Dia nggak akan bisa kabur," jawab Ewan.Sebelumnya, Ewan sudah mengamati tingkat kultivasi pria gemuk itu. Dia hanya berada di puncak tingkat maharaja, sedangkan di antara pria-pria kekar yang mengejarnya, beberapa orang sudah mencapai tingkat inti emas.Benar saja, belum sampai setengah menit, pria gemuk itu sudah ditangkap dan dibawa kembali."Brak!"Pria gemuk itu ditendang hingga terjungkal ke tanah. Setelah itu, sekelompok pria kekar tersebut langsung menghujaninya dengan pukulan dan tendangan hingga hidungnya berdarah dan wajahnya babak belur."Dasar gendut sialan! Sudah nggak bisa nyembuhin saudaraku, kamu mala

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3035

    "Beberapa hari ini kita terus berjalan siang dan malam tanpa henti. Aku hampir mati kelelahan."Ewan turun dari udara, lalu melanjutkan perjalanan bersama Nazar.Saat malam tiba, mereka berdua sampai di sebuah kota bernama Kota Yong'an. Kota ini merupakan wilayah kekuasaan Aliran Hitam Putih.Ketika memasuki kota, Ewan melirik ke arah tembok kota dan menemukan surat perintah penangkapan Ega yang tertempel di sana."Aliran Hitam Putih, tunggu saja kalian! Cepat atau lambat, aku pasti akan menghancurkan kalian!"Setelah memasuki kota, Ewan dan Nazar mencari sebuah penginapan. Namun sebelum mereka masuk, suara keributan sudah terdengar dari dalam."Gimana kalau kita cari penginapan lain?" kata Ewan yang merasa tempat itu terlalu berisik."Di sini saja. Aku sudah sangat capek dan benar-benar nggak sanggup jalan lagi."Setelah berkata demikian, Nazar langsung masuk ke dalam penginapan.Ewan pun terpaksa mengikutinya.Begitu masuk, dia melihat sekelompok pria bertubuh kekar yang memegang sen

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3034

    Ewan dan Nazar berjalan melintasi dataran es selama tiga hari tiga malam penuh. Akhirnya, mereka berhasil keluar dari dataran es."Sialan, aku benar-benar kelelahan!" kata Nazar sambil terengah-engah.Ewan duduk di tanah untuk beristirahat sambil menatap kejauhan dengan tenang."Bocah Tengik, kamu lagi mikir apaan?" tanya Nazar.Ewan spontan menjawab, "Wanita cantik.""Dasar mesum!" Wajah Nazar dipenuhi rasa jijik. Kemudian, dia bertanya kepada Ewan, "Kamu tahu apa yang sedang kupikirkan?"Ewan menjawab, "Pria?""Persetan denganmu!" Nazar mengumpat dengan marah, lalu berkata, "Aku sedang memikirkan makanan.""Meskipun belum terlalu lama berada di dunia kultivasi, sesekali aku tetap merindukan makanan lezat dari dunia fana.""Sekarang aku sangat ingin makan bebek panggang khas ibu kota, tumis hati, babat tumis, daging berbumbu lima rempah, sup sirip ikan, siomai kristal, kue gula panggang, nasi ketan daging, bakpao isi daging, roti isi daging, mi wijen panas, ayam bakar, ikan saus cuka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status