Share

Bab 817

Author: Rexa Pariaman
"Siap!"

Sepuluh prajurit menjawab dengan lantang, suara mereka menggema seperti ledakan. Mereka telah kehilangan dua rekan sebelumnya, sehingga api amarah masih membara di dada mereka. Kini mereka akhirnya punya kesempatan untuk membalas dendam pada para mayat hidup itu.

Tandi dan para prajurit lainnya juga sudah menarik senjata, bersiap dalam posisi tempur.

Belum sampai tiga puluh detik, Ewan tiba di depan mereka. Dengan satu entakan tangan, tubuh mayat hidup yang dia pikul di bahunya langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3055

    "Kamu mau membunuhku, 'kan? Akan kuberi kamu kesempatan. Ayo, maju!" kata Ewan kepada pelayan wanita itu.Tangan pelayan wanita yang menggenggam pedang gemetar hebat. Dia bukan hanya tidak berani menyerang, tetapi malah terus mundur."Kesempatan sudah kuberikan, tapi kamu nggak mau memanfaatkannya. Kamu benar-benar nggak tahu diri. Kalau begitu, akan kuantar kamu ke alam baka."Setelah Ewan selesai berbicara, dia melangkah maju. Pada detik berikutnya, sosoknya muncul secara misterius di samping pelayan wanita itu.Pelayan wanita itu menyadari bahaya yang mengancam dan hendak melakukan serangan balasan. Namun, Ewan sudah lebih dahulu mencengkeram lehernya dan mematahkannya.Krak!Ewan bergerak cepat dan tegas, tanpa sedikit pun rasa iba terhadap kecantikan wanita itu. Setelah mematahkan lehernya, dia mencengkeram tulang selangka pelayan wanita itu, lalu mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi dan membantingnya dengan keras ke tanah.Bum!Pelayan wanita itu dibanting ke tanah dengan keras sepe

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3054

    Joni menoleh dan melihat delapan wanita berjubah panjang yang membawa senjata sedang menyerbunya dengan niat membunuh yang meluap-luap."Mereka adalah pelayan-pelayan Airani."Setelah Joni selesai berbicara, salah seorang pelayan wanita berteriak keras, "Itu si gendut sialan tadi! Bunuh dia!"Nazar tertawa. "Aku sudah tahu semua orang di Aliran Hitam Putih berhati busuk. Ternyata Airani benar-benar mau membunuhmu.""Mulutmu itu memang bawa sial!" maki Joni sebelum berlari masuk ke penginapan.Ewan dan Nazar saling bertukar pandang, kemudian ikut masuk ke penginapan.Setelah kedelapan pelayan wanita menerobos masuk, dua orang berjaga di pintu untuk mencegah siapa pun melarikan diri, sedangkan enam orang lainnya mengawasi Ewan dan kedua temannya."Bocah, serahkan teknik pedang itu!" Salah seorang pelayan wanita membentak Ewan, "Serahkan teknik pedangnya, maka kami akan membiarkan mayatmu tetap utuh. Kalau nggak, tulang-belulangmu pun tidak akan tersisa!""Besar sekali omonganmu." Ewan me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3053

    Ibob berkata, "Tadi Nona bilang identitasnya adalah ...?""Dia berasal dari Keluarga Batang, keluarga dokter hewan spiritual," kata Airani. "Selain itu, dia satu-satunya putra kepala Keluarga Batang saat ini."Ibob terkejut. "Pantas saja dia begitu kaya dan berani menantang kita. Ternyata dia orang Keluarga Batang.""Apa masalah ini akan dibiarkan begitu saja?""Aku nggak akan membiarkannya begitu saja." Airani berkata dengan nada meremehkan, "Anak orang kaya dari keluarga dokter hewan spiritual saja berani berharap aku tersenyum padanya? Benar-benar keterlaluan!"Ibob menangkap niat membunuh dalam perkataan Airani dan segera memahami maksudnya. Dia berseru, "Pelayan!""Hadir!" Delapan pelayan wanita segera keluar.Ibob memerintahkan, "Sebentar lagi, kalian cari si gendut sialan itu. Hancurkan wajahnya dan potong lidahnya. Selain itu, kebiri dia. Yang penting, jangan sampai dia kehilangan nyawanya.""Baik!" Delapan pelayan wanita menerima perintah itu dan bersiap pergi."Tunggu!" Airan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3052

    Ewan berjalan ke luar. Dia menoleh ke arah Gedung Indara, lalu melihat lencana yang diberikan Damar kepadanya. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan."Bocah, kenapa Damar baik banget ke kamu sampai memberimu lencana pribadinya?" tanya Nazar.Ewan menggeleng. "Aku juga nggak tahu.""Aku tahu alasannya," kata Joni. "Tuan Damar pasti melihatmu berpenampilan gagah dan tampan, serta memiliki pembawaan yang luar biasa. Karena itulah dia memperlakukanmu secara istimewa."Nazar memasang wajah ngeri. "Joni, maksudmu Tuan Damar gay?"Joni tampak kebingungan. "Apa itu gay?"Nazar menjelaskan, "Itu artinya ....""Jangan ngomong sembarangan." Ewan memelotot ke arah Nazar, lalu mengerutkan kening. "Memang aneh. Kenapa dia baik padaku ya?""Apa mungkin kalian sudah saling mengenal sebelumnya?" tanya Joni.Ewan menjawab, "Ini pertama kalinya aku ketemu dia."Joni pun ikut kebingungan. "Kalau begitu, aneh sekali. Baru pertama kali ketemu, dia sudah memberikan lencana pribadinya ke kamu. Dia terlalu b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3051

    Joni berkata, "Namanya Loyo.""Pfft ...." Nazar yang mendengar nama itu dari samping tak kuasa menahan tawa.Nama ayah dan anak ini benar-benar unik!Damar tertegun sejenak, lalu ikut tertawa. "Ternyata Tuan berasal dari keluarga dokter hewan spiritual. Mohon maaf atas ketidaktahuan saya."Damar mengembalikan Cincin Emas Naga kepada Joni.Joni langsung membayar seluruh batu spiritual kepada Damar di tempat. Saat melihat batu-batu spiritual terus mengalir masuk ke Cincin Ruang milik Damar, hati Ewan terasa berdarah.Lebih dari 20 juta! Kapan dirinya bisa memiliki batu spiritual sebanyak itu?Joni berkata, "Tuan Damar, jumlahnya 22 juta batu spiritual, nggak kurang satu pun. Tolong berikan rumput kecil itu ke saudaraku."Damar tidak banyak bicara. Dia mengeluarkan rumput kecil itu dan menyerahkannya kepada Ewan.Ewan menggenggam rumput itu dan merasakan tekad pedang yang terkandung di dalamnya. Setelah memastikan tidak ada masalah, dia segera memasukkan rumput itu ke Kantong Kosmik."Eh,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3050

    Orang yang berbicara adalah Joni.Joni berkata, "Putri Suci Airani, silakan tunggu sebentar!""Apa lagi yang kamu inginkan?" Ibob menatap Joni dengan sorot mata penuh niat membunuh.Airani juga menatap Joni dengan dingin.Joni tersenyum dan berkata, "Jangan salah paham. Aku sama sekali nggak berniat menantangmu.""Bambu Spiritual Pelangi Darah sama sekali nggak berguna bagiku. Aku membelinya karena ingin memberikannya padamu."Setelah perkataan itu terdengar, seluruh tempat pelelangan gempar."Apa? Si gendut itu ingin memberikan Bambu Spiritual Pelangi Darah ke Putri Suci Aliran Hitam Putih?""Harta yang dibeli seharga 20 juta batu spiritual itu akan diberikan begitu saja ke orang lain?""Benar-benar boros!"Ewan dan Nazar terbelalak. Mereka hampir saja ingin langsung memukul Joni hingga pingsan, lalu menggotongnya pergi.Airani juga merasa terkejut. Dia berkata, "Tuan, terus terang, aku memang menginginkan Bambu Spiritual Pelangi Darah. Tapi, kita sama sekali nggak saling mengenal. Ak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status