Share

Bab 820

Author: Rexa Pariaman
Melihat apa yang dilakukan Ewan, Logan mendengus dingin dalam hati. 'Mayat bisa bicara? Siapa yang mau kamu tipu'" pikirnya sinis.

Dia sama sekali tidak percaya Ewan bisa menemukan apa pun dari tubuh mayat hidup itu. Lagi pula, sebelum Ewan datang, tim medis militer sudah pernah membedah satu mayat hidup dan tidak menemukan petunjuk apa pun yang berguna.

Ketika melihat Ewan memegang pergelangan tangan mayat hidup seolah sedang memeriksa denyut nadi, Logan tak tahan untuk mengejek. "Pak Ewan, apa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1842

    Tandi berjalan ke samping Ewan dan bertanya, "Gimana caranya kita menangani darah manusia di dalam tujuh peti mati itu?"Darah manusia itu mengandung racun mayat. Jika tidak ditangani, akibatnya akan sangat berbahaya di kemudian hari."Tua Bangka, kamu bisa menanganinya, 'kan?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Jumlah darahnya terlalu banyak. Sangat sulit untuk sepenuhnya menghilangkan racun mayat di dalamnya."Hati Ewan langsung mencelos.Namun, Nazar tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Bagi orang lain mungkin sulit, tapi aku ini pemimpin Akademi Nagendra. Menangani racun mayat seperti ini cuma perkara sepele bagiku."'Sial, kalau nggak pamer bisa mati ya?' maki Ewan dalam hati."Racun mayatnya kuserahkan padamu." Ewan melotot ke arah Nazar, lalu berjalan ke arah utara."Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Nazar.Ewan tidak menjawab. Dia berjalan ke depan sejauh 60 langkah, lalu menunduk menatap tanah beberapa saat.Dua menit kemudian, Ewan menggunakan sebatang ranting untuk mengga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1841

    Felix agak ragu-ragu. "Apa boleh begitu?"Ewan berkata, "Kalau aku bilang boleh, berarti boleh."Melihat Ewan begitu terus terang, Felix tersenyum tipis, lalu bertanya, "Ewan, apa yang perlu kami lakukan? Kamu tinggal beri perintah saja, kami pasti akan menyelesaikannya dengan baik.""Terima kasih." Ewan mengucapkan terima kasih, lalu menginstruksi, "Kapten, tolong bagi kompi kalian menjadi tujuh regu.""Oke!" Felix mengikuti perintah Ewan dan membagi kompi itu menjadi tujuh regu.Ewan menunjuk tujuh pohon pinus, lalu berkata, "Atur tujuh regu itu untuk menggali mengikuti akar tujuh pohon pinus ini terus ke bawah. Ingat, jangan sampai merusak pohon pinus.""Siap!" Felix segera memimpin para prajurit Kompi Macan untuk mulai menggali.Alasan Ewan mengingatkan Felix agar tidak merusak pohon pinus adalah karena jika pohon pinus rusak, darah di dalamnya akan langsung mengalir keluar semuanya. Jika itu terjadi, proses penggalian akan sangat terpengaruh.Penjaga gunung mendekat ke depan Ewan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1840

    Setelah Ewan membuka mata batin, pandangannya tertuju ke bawah tanah sedalam 20 meter.Melihat ekspresi Ewan sangat serius, Nazar bertanya, "Ada apa?"Ewan berkata, "Kamu tunggu saja. Setelah makam ini digali, kamu pasti akan sangat terkejut."Setelah berkata demikian, Ewan berjalan ke depan Tandi dan memerintahkan, "Tandi, cari lebih banyak orang untuk membantu menggali makam.""Kalau ingin benar-benar mengatasi racun mayat, hanya ada satu cara, yaitu menggali makam ini.""Oh ya, suruh semua orang siapkan pakaian pelindung dan masker gas, supaya nggak kena racun mayat.""Baik." Tandi menjawab, lalu segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon.Telepon pun ditutup. Tandi berkata, "Aku sudah beri tahu pasukan yang ditempatkan di Gunung Chabari. Mereka akan mengirim satu kompi untuk membantu. Kira-kira butuh setengah jam untuk sampai di sini. Nggak masalah, 'kan?""Nggak masalah. Kita gali makamnya setelah mereka tiba," sahut Ewan.Saat menunggu, Tandi bertanya, "Ewan, apa yang kalian tem

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1839

    "Kamu paham apa?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Seperti yang kukatakan sebelumnya, di sini ada sebuah makam besar.""Biasanya, tempat yang ada makam besar adalah lokasi fengsui yang berharga. Sebelumnya aku mengamati, bentuk pegunungan di sini sesuai dengan karakteristik fengsui yang bagus, hanya saja aku nggak melihat sumber air.""Seperti kata orang, harus menyimpan angin dan menampung air. Sebelumnya aku masih bertanya-tanya, kenapa di sini nggak ada sumber air, sekarang aku sepenuhnya mengerti.""Pemilik makam ini memanfaatkan darah manusia sebagai sumber air. Kalau tebakanku nggak salah, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia."Ewan terkejut, segera menggunakan mata batinnya untuk melihat enam pohon pinus lainnya. Ternyata, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia. Tampaknya, tidak lama lagi darah segar akan mengalir keluar dari pohon-pohon itu.Tujuh pohon pinus berusia ratusan tahun, semuanya dipenuhi darah di dalamnya. Berapa banyak orang yang harus mati untuk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1838

    Penjaga gunung melihat Ewan melangkah menuju pohon pinus yang mengeluarkan darah. Wajahnya berubah pucat ketakutan.Dia takut Ewan seperti keponakannya, begitu sampai di depan pohon, langsung roboh dan mati. Dengan cepat, dia memperingatkan, "Jangan pergi ke sana, pohon pinus itu sangat aneh."Namun, Ewan sama sekali tidak mendengarkan, tetap melangkah ke pohon pinus itu.Penjaga gunung khawatir Ewan celaka dan nanti Tandi akan marah padanya, jadi berkata kepada Nazar, "Master, cepat nasihati dia. Pohon pinus itu benar-benar aneh."Nazar mencebik. "Cuma pohon, apa yang perlu ditakuti?""Kalau terjadi sesuatu, jangan salahkan aku nggak memperingatkan." Meskipun berkata begitu, penjaga gunung terus menatap Ewan. Saat Ewan melangkah mendekati pohon pinus berdarah, jantung penjaga gunung seakan-akan terangkat ke tenggorokannya.Tak lama kemudian, adegan mengejutkan muncul. Begitu Ewan sampai di depan pohon pinus, dia tidak roboh atau mati. Bahkan, dia mengulurkan jarinya dan menyentuh poho

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1837

    Nazar bertanya dengan ragu, "Keponakanmu sudah mati, kenapa kamu melapor? Kamu bisa saja buat alasan, mengadakan pemakaman untuk keponakanmu, menguburnya, jadi nggak ada yang tahu penyebab kematiannya."Penjaga gunung menggelengkan, berkata, "Di desa ada aturan. Siapa pun warga desa yang meninggal secara nggak wajar harus dilaporkan, lalu pihak berwenang akan mengirim dokter forensik untuk memeriksa jenazah.""Kalau aku bohong, begitu dokter forensik datang, pasti ketahuan aku bermasalah. Lagi pula, nggak ada yang tahu keponakanku mati karena ingin mencuri makam. Aku berkata jujur, nanti saat ditanya nggak akan ada celah.""Mengenai masuk wilayah terlarang tanpa izin, aku sudah menyiapkan alasan, yaitu menduga ada pemburu ilegal di dalamnya.""Dengan begitu, aku nggak perlu menutupi kebohongan, pihak atas nggak akan curiga. Paling banter, aku dipecat dari tim patroli. Ini masih lebih baik daripada masuk penjara!"Penjaga gunung menatap Ewan dan berkata, "Semuanya sudah kuceritakan, sek

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 502

    Mona merasa pemandangan di depan matanya benar-benar tidak nyata. Dia sama sekali tidak bisa mengerti, bagaimana mungkin Ewan yang dulunya pecundang, bisa tiba-tiba berubah jadi sekuat ini?Saat bersamanya dulu, Ewan tidak punya uang, tidak punya kekuasaan, juga tidak punya latar belakang. Bahkan un

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 566

    Mata Ewan langsung melotot, dia buru-buru berkata, "Aku 'kan nggak pernah bilang mau bergabung sama Aula Raja Maut!"Noel menjawab, "Kalimat yang baru saja kamu baca itu adalah sumpah. Begitu diucapkan, artinya kamu sudah sukarela masuk ke Aula Raja Maut.""Aku nggak bersumpah!" bantah Ewan."Bukann

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 504

    Mendengar Ewan berkata akan menuntut balas padanya, hati Mona langsung panik. Sambil mundur dia terus berkata, "Jangan bunuh aku, jangan bunuh aku ...."Tiba-tiba, dia berbalik dan lari."Kamu kira bisa lari?" Ewan mendengus dingin.Abyaz segera melompat maju. Dalam beberapa langkah saja, dia sudah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 489

    Setelah memeriksa sebentar, Ewan segera tahu kondisi Aruna. Dua rusuk yang sebelumnya patah karena Laksh menabraknya dengan mobil, kini patah lagi.Seketika, kemarahan membara di hati Ewan. Dia menatap ke sekeliling dan berteriak, "Siapa yang berani melakukan ini?"Di lobi, ada lebih dari sepuluh st

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status