Share

Bab 978

Penulis: Rexa Pariaman
Kota Terlarang!

Begitu pria tua itu mengucapkan dua kata itu, seluruh tempat langsung sunyi senyap. Hening sampai napas orang di sebelah pun bisa terdengar.

Wajah Ewan sedikit berubah.

Di sampingnya, Nazar yang tadinya tampak santai mendadak menutup mulutnya, sementara wajah Dharmadaya menjadi sangat serius.

Noel dan Traco pun berpandangan. Dari mata masing-masing tampak jelas kekhawatiran yang mendalam.

Sedangkan para tamu yang hadir, terutama yang lebih tua, langsung menunjukkan ekspresi tegan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Abdul Wahid Abd Ma
membosankan bukan makin menarik.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2703

    "Aku mengerti perasaan kalian. Bagaimanapun juga, tanaman obat sebanyak itu sekarang semuanya jatuh ke tanganku. Nggak apa-apa. Kalau kalian masih kesal, kalian bisa melampiaskannya kepadaku."Nazar mengepalkan tinjunya. "Bocah sialan, kamu serius?""Tentu saja serius. Hanya saja ...." Ewan berkata sambil tersenyum tipis, "Aku nggak menjamin kalau aku nggak akan membalas."Sialan kamu!Semangat Nazar langsung sirna. Raut wajah Sunnata juga berubah menjadi merah karena menahan marah."Bocah sialan, benar katamu. Kalau bukan karena bantuanmu, kami memang nggak mungkin bisa menyeberangi jembatan batu.""Tapi kalau nggak ada bantuanmu, kami juga akan kembali melalui jalan semula dan nggak akan menghadapi bahaya apa pun. Artinya, kamu sama sekali tidak menyelamatkan nyawa kami.""Seumur hidup, orang yang paling kubenci adalah orang yang memonopoli semuanya sendiri. Jalan kita sudah berbeda, jadi nggak perlu lagi berjalan bersama. Mulai sekarang kita berpisah jalan. Aku mau putus hubungan de

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2702

    Ewan berteriak keras. Dalam sekejap, seluruh ladang tanaman obat itu langsung tersedot masuk ke dalam Kantong Kosmik miliknya."Kaya! Aku jadi kaya ...." Ewan tampak sangat gembira.Dengan tanaman obat spiritual berusia seribu tahun sebanyak ini, si Kecil tidak akan kekurangan makanan lagi.Barulah pada saat itu semua orang benar-benar sadar. Ternyata sama sekali tidak ada bahaya. Alasan Ewan menyuruh mereka tetap berdiri di tempat hanyalah agar lebih mudah baginya untuk menyapu bersih seluruh ladang tanaman obat itu."Licik!" maki Dewi Kembang dengan kesal."Bocah sialan, cepat keluarkan tanaman obat itu. Kalau nggak, aku akan bertarung mati-matian denganmu!" Nazar menyingsingkan lengan bajunya, lalu berlari ke hadapan Ewan dengan sikap seolah siap bertarung."Bahkan lebih licik dariku. Ini benar-benar nggak bisa dibiarkan." Sunnata juga ikut maju. Dari raut wajahnya, tampaknya dia juga siap menyerang Ewan.Bagaimanapun juga, ada ratusan tanaman obat spiritual berusia seribu tahun di

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2701

    Bahkan ahli tingkat raja pun akan keracunan jika menyentuhnya. Konsekuensi paling ringan adalah tubuhnya akan lumpuh sebagian. Fatalnya, nyawa bisa melayang.Kalau tadi bukan karena reaksi Ewan cukup cepat, nasib Nazar pasti akan sangat mengenaskan."Tempat ini cukup aneh. Kita juga belum tahu bahaya apa lagi yang akan kita hadapi nanti. Ingat, mulai sekarang jangan bertindak gegabah lagi agar nggak menjerumuskan diri ke dalam bahaya," pesan Ewan kepada Koji."Baik, Guru." Koji mengangguk.Saat itu, Dewi Kembang bertanya, "Di mana nadi naga?"Di matanya hanya ada nadi naga. Sedangkan emas, perak, dan berbagai harta di tempat itu hanya dilirik sekilas."Ikuti aku."Setelah berkata demikian, Ewan langsung berjalan ke depan."Bocah sialan!" Nazar memanggil Ewan sambil menunjuk tumpukan emas dan harta di lantai. "Harta sebanyak ini nggak jadi diambil?""Semuanya milikmu. Ambillah kalau kamu bisa." Setelah berkata demikian, Ewan langsung melanjutkan langkahnya. Nazar memang ingin mengambiln

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2700

    "Apa yang terjadi?"Semua orang tercengang.Pada saat itu juga, kelopak mata Nazar terbalik, lalu dia benar-benar pingsan.Ewan segera maju dan meraih pergelangan tangan Nazar untuk memeriksa denyut nadinya. Setelah itu, dia mengeluarkan jarum emas dan menusukkannya beberapa kali ke tubuh Nazar dengan secepat kilat.Beberapa detik kemudian, Nazar membuka matanya.Hal pertama yang dia lakukan setelah sadar adalah memeluk erat batangan emas itu ke dalam pelukannya, lalu berteriak, "Setengah harta di sini milikku. Nggak seorang pun boleh merebutnya dariku."Zayn berkata, "Senior, cepat lepaskan.""Huh, jangan harap aku akan melepaskannya. Harta ini milikku. Aah ...."Nazar tiba-tiba menjerit kesakitan. Dia menundukkan kepala dan melihat kedua tangannya telah berubah menjadi hitam pekat, seolah-olah baru saja diangkat dari tumpukan batu bara."Kamu keracunan." Ewan mendengus kesal. "Siapa suruh kamu serakah. Sekarang rasakan sendiri akibatnya."Nazar langsung melempar batangan emas itu, la

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2699

    Saat ini, Jimat Pelacak itu berhenti tepat di atas gerbang perunggu.Dewi Kembang tampak kebingungan. "Aneh. Kalau nadi naga memang masuk ke dalam, bagaimana dia membuka gerbang ini?"Sunnata berkata, "Mungkin gerbang ini memang sebelumnya sudah terbuka. Lagi pula, nadi naga sudah lama berdiam di tempat ini. Dia pasti sangat mengenal setiap sudut tempat ini, jadi masuk ke dalam tentu sangat mudah baginya.""Sudahlah, jangan pikirkan itu dulu. Yang penting sekarang buka gerbang perunggu ini." Ewan berkata, "Tua bangka, kuserahkan padamu.""Gampang sekali." Nazar terkekeh lalu berjalan ke depan gerbang perunggu.Namun, dia tidak langsung mencari mekanisme pembukanya. Bola mata Nazar berputar beberapa kali. Dia menoleh ke arah semua orang sambil tersenyum."Semuanya, aku mau berunding sebentar. Kalau aku berhasil membuka gerbang ini, aku mau mengambil setengah isi gudang harta. Gimana?""Boleh." Dewi Kembang langsung menyetujuinya.Yang dia pedulikan hanyalah nadi naga. Soal benda-benda b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2698

    Ewan mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke arah nadi naga. Senyum mengejek muncul di sudut bibirnya. "Terus saja merasa aman karena punya sandaran. Aku mau lihat bisa lari ke mana kamu sekarang."Detik berikutnya."Roar!"Nadi naga mengeluarkan auman keras. Tubuhnya yang sangat besar tiba-tiba berputar, lalu menghantam sebuah puncak gunung dengan keras.Boom!Batu-batu beterbangan ke segala arah, sementara debu mengepul memenuhi udara.Puncak gunung itu langsung berlubang akibat tabrakan nadi naga. Nadi naga segera menyusup masuk ke dalam lubang itu dan menghilang tanpa jejak."Masih mau kabur? Huh!"Tubuh Ewan berkelebat dan seketika tiba di depan lubang gunung. Tepat saat dia hendak mengejar nadi naga, suara Nazar terdengar."Bocah sialan, cepat bantu kami menyeberangi jembatan. Kita tangkap nadi naga itu bersama-sama!" Setelah berkata demikian, Nazar menjadi orang pertama yang berlari menuju jembatan batu.Dewi Kembang mengikuti tepat di belakangnya. Yang lainnya juga bergegas n

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status