LOGINThe Lycans race is no longer and no royalty blood exists on this earth. That is, until a slave is captured and offered to the most powerful Alphas of the Country: Shaun, Ronther and Ulric. Sibyl has been sent away to be saved, but an invasion causes her to be sold as a breeder for three ruthless Alphas. There is only one problem: she is blind. What will happen when she turns off age and discovers who her mate is? Will the three Alphas still keep their agreement?
View More"Akhhh... Apa yang terjadi pada tubuhku...?"
Chloe menggeliat resah. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi pada dirinya. Seluruh tubuhnya berdenyut-denyut penuh gairah.
Di hadapannya, seorang pria tampan nan kekar tengah berada di atas tubuhnya.
Sebelumnya, Chloe tengah berada di pesta lajang yang diadakan untuknya sebab seminggu lagi ia akan melangsungkan pernikahan.
Dalam keadaan sedikit mabuk, Chloe yang tengah menikmati pesta itu tanpa sadar mengambil sebuah minuman yang disodorkan oleh salah satu temannya.
Namun, justru minuman itu semakin membuat kepalanya pusing serta tubuhnya menjadi terasa panas. Sampai akhirnya, ia meminta salah satu temannya untuk mengantarnya ke kamar untuk beristirahat.
Tetapi, bukan kamarnya, ia justru masuk ke sebuah kamar lain yang mengantarkannya pada keadaannya sekarang.
Saat ini, ditatapnya pria asing yang tengah menindih tubuhnya dengan kasar.
âS-siapa kamu?â bisiknya lirih. Dia mencoba untuk mengontrol gairah yang ada dalam tubuhnya, tapi terasa sia-sia.
Pria itu tidak menjawab, tapi dengan agresif, dia melumat bibir Chloe.
Chloe tertegun. Tubuhnya menegang dan menginginkan hal itu, tapi pikirannya jelas menolak dengan tegas.
âTolong lepaskan aku.â
âMaaf, Nona! Aku tak bisa lagi menahannya!â lenguhnya dengan suara serak. Suaranya berat dan ada aksen British di sana.
Tubuh Chloe menegang.
âJelas-jelas, pria ini sudah salah sasaran.â
âPlease, aku bukan kekasihmu. Aku mohon, berhentilah!â
âMaaf Nona, aku tak bisa menahan gejolak ini!â
Chloe meronta-ronta dan berusaha membebaskan dirinya dari pelukan pria itu.
âAku tidak akan melukaimu..."
Dari cara berbicaranya, Chloe tahu pria di hadapannya ini benar-benar berusaha keras menjaga kesadarannya.
âDengarkan baik-baik. Aku sudah punya seorang kekasih dan kami sudah bertunangan.â
Chloe berusaha menjelaskan, tetapi dia sendiri pun dalam keadaan terangsang karena pengaruh obat perangsang yang telah dicampurkan ke dalam minumannya oleh seseorang.
Gadis itu mendorong tubuh pria tak dikenalnya itu dengan sekuat tenaga, tapi kekuatannya tidak sebanding dengan pria yang bertubuh kekar itu.
âDiam, Nona! Aku akan melakukannya dengan cepat!â
Chloe mengerjap-ngerjapkan matanya di bawah tindihan tubuh berotot pria itu.
âHmmppt, l-lepas! Kau mungkin telah salah masuk kamar, dan aku bukan kekasihmu.â
Chloe memukuli lengan kekar pria itu, tetapi alih-alih terlepas, malah pria itu menangkup kedua tangan Chloe, meletakkan-nya ke atas kepalanya dan mengunci pergerakan gadis itu.
Pria itu mulai menciumi leher dan dadanya, meninggalkan jejak kemerahan di sana.
Chloe mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia berusaha mengumpulkan potongan puzzle ingatannya yang berceceran di mana-mana. Namun, semakin dia berusaha untuk mengingat semua itu, dia semakin pusing.
âAaakkhh,â jerit Chloe dengan keras di kala pria itu meremas dadanya, serta merobek paksa dress yang dikenakannya dan melemparnya ke sembarang tempat.
Air matanya berderai tanpa bisa dibendung. Dia tidak pernah menginginkan semua ini terjadi.
Rasa takut seakan menggerogoti tulang-tulang Chloe. Dia ingin melepaskan diri, tapi apa pun usahanya, semuanya sia-sia belaka.
Suara tangisan dari Chloe dan lenguhan dari pria itu memenuhi kamar hotel yang bercahaya redup itu.
Gadis itu menangis ketika merasakan sesuatu telah terkoyak dalam dirinya. Tubuhnya bergetar. Bukan hanya tubuhnya sakit, tapi untuk bernapas saja dia perlu kekuatan ekstra.
Rasa takut, sakit, perih dan nikmat bercampur menjadi satu.
Chloe terus terisak dalam diam. Dia tidak berani menggerakkan tubuhnya sedikit pun. Hatinya hancur dan masa depan di hadapannya, buram dan kelam.
*
Chloe sempat jatuh tertidur karena lelah yang mendera tubuhnya. Tapi tidurnya sangat tidak nyaman, karena mimpi buruk yang datang silih berganti dalam tidurnya.
Dia mengerjap-ngerjapkan matanya dan kenangan akan kejadian semalam berputar-putar di otaknya.
Air mata Chloe tumpah ruah. Dia sekarat, kesakitan dan merasa malu pada dirinya sendiri. Entah perbuatan terkutuk siapa, sehingga dia harus mengalami semua ini.
Pernikahannya yang sudah menantinya di depan pintu gerbang, kini seperti berlari menjauh dari hadapannya.
Ditatapnya jam dinding yang terus berdetak tanpa lelah.
âRupanya sudah jam tujuh pagi. Aku harus pergi dari sini sebelum pria ini terbangun.â
Chloe menahan napas ketika mendengar suara dengkuran halus dari pria yang telah merenggut mahkotanya dengan paksa itu.
âMungkin aku bisa menelpon Albert untuk menjemputku.â
Memikirkan Albert saja, membuat dia menggigil kedinginan. Kekasih dan tunangannya yang sangat mencintainya.
Chloe menyentuh tangan pria itu untuk memastikan bahwa pria itu benar-benar tertidur pulas.
Setelah yakin, dengan perlahan Chloe berusaha melepaskan diri dari dekapan pria itu. Diangkatnya lengan pria itu agar dia bisa berguling ke samping.
Seluruh tubuhnya terasa remuk. Chloe mencoba untuk bangkit, tapi rasa sakit menyerang bagian intimnya.
Rasanya dia ingin berbaring saja di sana dan menunggu ajal menjemputnya.
'Apa yang akan aku katakan pada Albert? Apakah dia mau memaafkanku dan menerimaku apa adanya?'
Chloe kembali terisak. Sambil menggigit bibirnya menahan perih di pangkal pahanya, dia mendorong tubuhnya dengan perlahan.
Dia hampir memekik kaget ketika melihat darah yang mengalir dengan pelan dari belahan pahanya. Bercak merah di bed cover seakan mengingatkan dia bahwa bagian terbaik dari dirinya telah tiada.
Hatinya hancur berkeping-keping. Sesuatu yang berharga telah direnggut dengan paksa oleh seorang pria yang mana bukanlah suami atau pun kekasihnya.
Gadis itu memijat pelipisnya karena sakit kepala yang tiba-tiba menyerangnya. Dia duduk di pinggiran tempat tidur dan mencoba menenangkan dirinya.
âSemalam, aku sedang bersama teman-temanku merayakan pesta malam lajang-ku. Tetapi kenapa aku bisa berakhir di dalam kamar hotel ini bersama pria asing ini?â
Chloe menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kalut. Dia mengedarkan pandangannya dan menyisiri setiap sudut dari kamar hotel itu, lalu pandangannya terhenti pada pakaian mereka yang berhamburan di atas lantai.
Dia melihat dressnya yang berwarna merah tua tergeletak begitu saja di atas lantai. Tali punggung dress itu terlihat sudah putus, dan bagian dada dari dress itu sudah robek.
Bagi Chloe, sangat mustahil untuk mengenakan dress itu lagi, kecuali kalau dia sudah putus urat malunya, dan keluar dari kamar ini dengan pakaian compang-camping.
âBiar bagaimana pun, aku harus bisa keluar dari tempat iniâ pikir Chloe sambil memutar otak untuk mencari jalan keluar. Lalu matanya tertuju pada jaket pria itu.
Dengan langkah tertatih-tatih, dia memungut pakaian dalam dan dressnya. Dikenakannya pakaian yang dimiliki, lalu ia meraih jaket pria itu.
âMaaf, aku terpaksa harus meminjam jaket-mu.â
Dia menoleh ke arah samping di mana terdapat toilet di sana.
Diseretnya langkah kakinya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan darah di pangkal pahanya dengan beberapa lembar tisu.
Setelah merasa cukup bersih, Chloe segera membilas wajahnya dengan air dingin. Dia butuh kesegaran saat ini. Air dingin menyentuh wajahnya dan memberikan rasa sejuk yang dia butuhkan.
Diambilnya selembar tisu dan mengeringkan wajahnya.
Chloe membuka pelan pintu kamar mandi dan memantapkan langkah kakinya menuju pintu keluar.
Dia berjanji, begitu dia menutup pintu itu, maka semua kenangan dan peristiwa yang telah terjadi, akan dia tutup selamanya.
Bersambung...
RONTHER I knew we needed to to get out of here but I did not know how, my hands were tied as were my legs and there was a man looking directly at usIf only...The man dropped to the ground, dead! As his neck was just broken, someone had sneaked into the tent and killed himIt was Logan âWe need to leave right now! He said as he rushed over to me and cut my restraints to my leg as immediately he stood up, his face turned blank as he fell down unconscious, the woman who had been behind the the vampire earlier stood over his body with a syringe she had just stabbed him with âOrsel knew this would happen and told me to watch him!â She said with a giggle as she pulled the man away and pushed him to the corner and she picked the knife up and held it Splendid!Just when I thought we had help âSo was that your boyfriend?â I asked as I tried to engage her, she seemed intelligent and trying to beg her might just not work I needed to annoy her to make a mistake, any mistakeâWhy you want
CHNTHER AND ORSELVAMPIRES CAMPSIBYLI woke up feeling a intense migraine wash over me as I battled with the blinding light that flooded the tent, it seemed to be morning already âFinally!â I heard an excited voice say, I looked around trying to know where I was and noticed that my hands were tied to a pillar behind me as I was now in a sitting position and my legs were equally tied as well, I looked by my side and saw Ronther, he was in the same position as I was but he was unconscious, his wounds were healed but not allâHe is still alive if thatâs what you are worried about!â I heard the same voice again and I looked forward to see a very young man sitting before me, a woman by his side and another man who held his face down at the far cornerâWho are you and what do you want with us!â I demanded âWith him nothing! Itâs you my dear I want!â He said again with a mischievous grinHe had to be their general, but he looked so young, well it was not surprising giving the fact he was
CHKE SURE BOTH OF YOU DONâT DIERonther came back and told them that his army was ready and about to move out and the mountain soldiers have been ordered to listen to either of them. As for us, in other to make our movement small, I told Amelie to follow Ulric and Shaun and Ronther told Wilma to stay back and travel with us, the idea was Wilma, Ronther and I would travel in an enclosed carriage with a single rider. And we would wait first so the army have fully moved out and then later in the evening we would start our own journey. Once we saw the other alphas off, Ronther and I went back and still had even more sex as we both knew it might be a while before we are together like this again, I would really miss having him all to myself and staying in bed all doing nothing except fuck him. We cuddled until the time finally reached, Wilma came to knock and inform us that we should be on our wayRonther, Wilma and I wore a disguise and got into the carriage, the idea was no one even
I FEEL INVINCIBLE Itâs obvious I canât trust any of them to handle the mediation of this meeting without banter or sarcastic comments so I would handle it myselfâSo whatâs happening with the vampires and the war?â I asked intervening âWe have both good and bad news. the good news is we have finally been able to gather all the free wolf pack in the wild and brought them into our banner as one and more and more volunteers are showing up from both my side and Shaunâs to fight in the battle!ââAnd the bad news!â I asked and noticed none of them spoke just looked at each other, this is very bad if thatâs the case âWell.. at first we heard a rumor that the general of the vampires assault had gone to the Capitol to bring more men and we assumed it was a bluff but it wasnât !ââSo wait! That was not all their men!?â I asked shocked myselfâIt So happens that was just half of it!ââHalf?!ââYes and our spies say the men arrived last night so with that in mind, we really believe that the v
What did Wilma put into your head this time around?â He asked still not paying me any attention and I was shocked, how did he know Wilma was behind my sudden attitude?âWil... she did not do anythingâ âEm Hmmâ He said in disbelief âYou think I donât know she had something to do with you saying back t
âWhat exactly did he say princess? What did he say about her?!â She demanded looking serious all of a sudden and a little afraid as wellWhat was happening?Who exactly was this woman!This is not how I thought this would goI mean I assumed she would deny or even lie about it but I did not expect her t
KNOWING RONTHER (5)“You know if you really wanted to cuddle, you could have just said so to me. I won’t have objected.” I needed him to know he did not have to just act sometimes, it would not hurt if he tells me how he feels. If he wanted my bod
“He is afraid of you, of what you could mean to him. He went through something terrible when he was little, something that no one should ever pass through and since then he has made sure no one has ever gotten close to him, that is something you are do






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews